
Seorang gadis cantik dengan balutan dress tanggung berwarna hitam mulai melenggang bersama seorang pria berjas super rapi memasuki sebuah hotel.
Mereka adalah Shuzo dan Shiina. Yeap, malam ini Shuzo mengajak Shiina untuk menghadiri pesta ulang tahun rekan kerjanya di sebuah restoran yang berada di Richmond Hotel. Namun mereka semua masih melanjutkan acara mereka untuk karaoke bersama di hotel itu juga.
Beberapa dari mereka terlihat sedang asyik menyanyi dan menari bersama, dan sebagian dari mereka juga hanya duduk dan menikmati wine.
Shiina hanya terdiam dan tidak menyentuh makanan dan minuman yang sudah tersaji di hadapannya itu. Dia terlihat sangat tidak menikmati acara malam ini.
Karena sebenarnya Shuzo yang yang sudah memohon untuk meminta sebuah kesempatan untuk menemuinya untuk terakhir kalinya sebelum mereka berpisah hingga mereka bertemu kembali disaat pernikahan.
Jadi Shiina dengan sangat terpaksa memenuhi ajakan dari Shuzo malam ini.
"Shiina, mau mencoba bernyanyi bersama?" tanya Shuzo mengatakannya di dekat telinga Shiina, karena suara musik yang kencang dan memekakkan telinga.
Shiina menggeleng pelan dan berkata, "Tidak. Aku tidak pandai menyanyi. Kamu saja yang yang menyanyi. Aku akan menunggu disini saja ..." tolak Shiina datar dan tak bersemangat.
"Baiklah. Kalau begitu aku akan menemanimu saja." sahut Shuzo memutuskan dan tersenyum smirk.
Setelah beberapa saat pintu ruangan mereka terbuka kembali. Terlihat seorang pelayan wanita dengan pakaian minim dan super sexy mulai memasuki ruangan dengan membawakan beberapa minuman dan makanan pesanan para tamunya.
Shuzo meraih segelas jus jeruk diantara beberapa botol wine yang baru diantarkan oleh pelayan wanita itu.
"Sayang, aku tau kamu tidak akan meminum wine. Jadi memesankan jus jeruk untukmu. Minumlah ..." ucap Shuzo menyodorkan segelas jus jeruk itu untuk Shiina.
Shiina cukup terkejut karena Shuzo cukup memahaminya kali ini. Dia tersenyum tipis dan menerima jus jeruk itu.
"Terima kasih ..."
Tanpa pikir panjang lagi, Shiina segera meneguk jus jeruk itu dan hanya menyisakan setengah saja dari isinya.
"Aku juga memesankan cemilan kesukaanmu. Ayo makanlah ..." kali ini Shuzo menyodorkan sebuah kue red velved untuk Shiina.
Lagi-lagi Shiina menerimanya, karena kue berwarna merah dengan whipe cream putih dengan tekstur yang begitu lembut itu adalah memang salah satu cemilan kesukaannya.
Beberapa saat telah berlalu dan Shuzo masih saja menemani Shiina teduduk menikmati suasana saat ini. Namun saja Shiina merasakan kepalanya mulai pusing dan tiba-tiba pandangan menjadi berbayang. Hingga akhirnya tubuhnya hampir saja ambruk, namun Shuzo segera menangkap tubuhnya.
"Kalian lanjutkan saja tanpa kami. Kami akan pulang lebih dulu. Tunanganku sepertinya mabuk." ucap Shuzo segera menggendong depan Shiina yang benar-benar sudah tak sadarkan diri.
"Okay!!" sahut beberapa rekan kerja Shuzo dengan kompak.
Shuzo membawa Shiina meninggalkan tempat karaoke. Namun bukanya membawanya untuk meninggalkan gedung ini untuk segera pulang, Shuzu malah membawa Shiina ke lantai 8 dan memasuki salah satu kamar hotel.
Dia membaringkan Shiina yang sudah tak sadarkan diri di atas pembaringan dengan ukuran Qween itu. Sebuah senyuman licik dan begitu misterius mulai menghiasi wajah Shuzo.
"Gadis kecilku, jamu terlalu polos dan percaya padaku. Padahal aku sudah meminta pelayan itu untuk memasukkan obat tidur di dalam minumanku. Ahaha ... setelah malam ini kita akan selalu bersama! Tidak ada lagi harus menunggu hingga kamu lulus, Gadis kecil! Setelah ini papamu pasti akan merengek padaku untuk segera menikahimu. Ahaha ..."
Ucap Shuzo tertawa kelam dan perlahan melepaskan jas super mewah serta melepaskan beberapa kancing kemejanya bagian atas. Dia juga mulai menurunkan resleting gaun yang sedang dikenakan oleh Shiina saat ini.
Shuzo yang memang sudah begitu menyukai Shiina tentu saja semakin tak sabaran untuk menikmati tubuh Shiina setelah sebagian gaun Shiina mulai terbuka pada bagian atasnya. Tubuh indah yang sedikit terlihat itu benar-benar semakin membuarnya brutal hingga dia malah merobek gaun Shiina.
...πππ...
Sementara itu beberapa saat yang lalu ...
Yuji menghadiri sebuah pesta perayaan bersama beberapa anak buahnya yang bekerja di Y Entertaiment di salah satu hotel berbintang di wilayah Tokyo.
Beberapa idol besar juga ikut hadir malam ini untuk menghadiri pesta perayaan ini. Mereka semua terlihat sangat menikmati acara malam ini, begitu juga dengan Yuji.
Sebenarnya Yuji tidak ingin menghadirinya karena merasa lelah, namun karena paksaan dari manager Yanai yang mengatakan jika beberapa anak buahnya yang berada di Y Entertaiment sangat ingin mengenal Yuji lebih baik sebagai pemilik baru dari Y Entertaiment.
"Tuan Yuji. Aku akan menuangkan blue wine untuk tuan. Ini adalah wine terbaik disini loh ... Silakan, Tuan ..." seorang idol cantik dan masih sangat muda menuangkan blue wine untuk Yuji lalu segera memberikannya untuk Yuji.
"Hhm. Terima kasih, An ..."
"Angel! Itu namaku, Tuan Yuji." pangkas idol cantik itu berbinar menatap Yuji.
Karena pada akhirnya dia bisa bertemu dengan owner baru dari Y Entertaiment yang cukup populer semenjak kasus yang terjadi di antara pelatih Shimizu dan Yuka beberapa saat yang lalu.
"Ya ya ya ... terima kasih, Angel. Aku akan mencobanya!" sahut Yuji mulai menikmati blue wine itu.
GLUK ...
Aghh ... minuman ini rasanya cukup aneh. Dan mungkin karena aku belum terbiasa. Ini gawat sekali. Akan sangat aneh jika aku tidak ikut minum bersama dengan mereka. Padahal acara pesta-pesta seperti ini pasti akan sering terjadi di masa mendatang. Dan itu artinya aku harus terbiasa dengan semua ini. Tidak mungkin juga aku selalu menghindari dan tidak ikut menghadiri pesta-pesta seperti ini.
Batin Yuji mulai meletakkan gelas wine itu di atas meja.
TAK ...
"Tuan Yuji. Jika tuan tidak bisa meminumnya jangan dipaksa, aku akan pesankan minuman lainnya saja ..." bisik manager Yanai seolah bisa memahami isi hati Yuji saat ini.
"Hhm. Aku baik-baik saja kok. Tenang saja dan jangan khawatir ..." sahut Yuji santai.
PUK ...
Tiba-tiba seorang gadis mulai menepuk bahu Yuji dan mengusapnya lembut. Gadia itu sudah terlihat mabuk karena wajahnya sudah memerah.
"Tuan Yuji. Ternyata kamu masih muda, sangat tampan dan imut sekali. Iihhh ... rasanya gemas sekali deh!!" gadis berambut peach panjang dan bergelombang itu kini malah mencubit kedua pipi Yuji dan menariknya beberapa kali layaknya sebuah adonan kue saking gemasnya.
"Qween! Jaga sikapmu!" seorang pria menarik gadis itu karena takut Yuji akan murka. "Maafkan dia, Tuan. Qween sangat mabuk dan tak sadarkan diri."
"Tidak masalah. Aku akan pergi keluar sebentar ..." sahut Yuji memutuskan untuk meninggalkan tempat itu.
Namun ketika baru saja beberapa langkah meninggalkan ruangan restoran itu, dia melihat dua orang yang menurutnya sangat tidak asing untuknya dan terlihat mencurigakan, hingga akhirnya Yuji memutuskan untuk membuntutinya.
Bersambung ...