
Masih terbayang-bayang dengan kapal pesiar super mewahnya, tiba-tiba ponsel Yuji berdering membuyarkan angannya. Setelah meraih benda pipih itu dan melihat nama si pemanggil, akhirnya Yuji mulai mengangkat panggilan itu.
"Tuan Yanai, ada apa?" tanya Yuji to the point.
"Tuan Yuji, maaf jika mengganggu waktu tuan. Tapi ada yang ingin bertemu dengan tuan saat ini. Apakah tuan Yuji memiliki waktu luang?" tanya manager Yanai dari seberang line telpon.
"Ya. Siapa dia?"
"Nona Takayuki Seiya. Putri sulung dari Tuan Takayuki Yabe, Tuan Yuji. Dia ingin bertemu dengan tuan untuk membahas sesuatu." jawab manager Yanai menjelaskan.
"Putri sulung dari tuan Takayuki Yabe? Itu artinya Seiya adalah kakak perempuan Shoto?" ucap Yuji menyimpulkan.
"Benar sekali, Tuan."
"Tolak saja! Aku tidak mau menemuinya. Dia pasti ingin aku membantu dan mengembalikan pamor Kazu restaurant seperti semula. Lagipula hari ini aku sangat sibuk. Banyak tugas sekolahku yang menumpuk. Huft ..." sahut Yuji menghembuskan nafas kasarnya ke udara karena membayangkan beberapa PR yang harus dia kerjakan malam ini.
Bukan otak Yuji yang tidak mencapai semua, justru akhir-akhir ini nilai Yuji sudah meningkat di hampir semua mata pelajaran. Hanya saja PR-PR itu cukup bamyak, belum lagi terkadang Yuji juga harus mengurus beberapa masalah dari beberapa perusahaannya.
"Baik, Tuan. Aku akan menyampaikan hal itu kepada nona Seiya." jawab manager Yanai dengan patuh.
"Ahh, tunggu! Manager Yanai, bisakah kamu malam ini datang ke rumahku! Aku memiliki pekerjaan tambahan untukmu. Bantu aku mengerjakan PR!"
"Eehh? PR?"
"Ya. Kebetulan aku memiliki cukup banyak PR hari ini. Aku juga baru saja mendapatkan beberapa bahan untuk salah satu PR sastra. Bagaimana, Manager Yanai? Apa kamu bisa?"
"Ba-baiklah, Tuan. Aku akan segera datang ke rumah tuan setelah menghadiri pertemuan dengan klien."
"Okay!"
Yuji segera mengakhiri panggilan itu.
"Takayuki Seiya? Jadi kali ini Shoto ingin mengandalkan kakak perempuannya? Ckk ... sungguh sangat merepotkan! Aku tak akan membantu Kazu Restaurant setelah apa yang telah kau lakukan pada restoranku!" gumamnya penuh keyakinan.
...πππ...
Sementara itu seorang wanita yang masih cukup muda terlihat sedang kesal setelah menerima sebuah panggilan telpon dari seseorang.
"Tidak boleh seperti ini! Jika Yuji tidak bisa menemuiku, maka aku yang akan datang untuk menemuinya! Kazu restaurant adalah kerja keras papa selama ini. Aku tidak boleh diam saja! Aku akan melakukan apapun untuk kembali membuat Kazu restaurant kembali bangkit! Yuji hanyalah seorang bocah yang berdiri di balik seorang profesional. Aku harus mendapatkan hatinya!" ucapnya penuh dengan keyakinan dan segera bersiap untuk melakukan sesuatu.
...πππ...
Malam itu manager Yanai benar-benar datang ke rumah besar Yuji di kawasan Danenchofu untuk membantu Yuji mengerjakan beberapa pekerjaan rumahnya yang harus segera dikumpulkan dalam waktu dekat ini. Mereka berdua berada di dalam kamar Yuji dan sudah dipenuhi dengan beberapa buku
Dan sebenarnya tak perlu bertanyapun, manager Yanai pasti akan masih mengingat semua hal itu. Karena dia adalah seseorang yang cukup genius saat di bangku kuliah.
"Tentu saja, Tuan. Aku masih mengingat semua mata pelajaran itu dan juga rumus-rumusnya. Kalkulus merupakan salah satu topik bahasan dalam matematika yang sangat aku sukai di bangku sekolah. Topik pembahasan kalkulus meliputi konsep limit, diferensial atau turunan, serta integral atau anti-turunan. Kalkulus dasar meliputi konsep limit, turunan atau diferensial, dan juga anti-turunan atau integral. Misalkan terdapat f(x) \= axn, maka turunan dari fungsi tersebut adalah fβ(x) \= anxn-1. Dan misalkan terdapat fungsi f(x) \= axn. Integral dari fungsi tersebut adalah F(x) \= β«axn \= a/(n + 1) xn+1 + C."
Ucap manager Yanai penuh binar sambil mencorat-coret lembaran kosong itu dengan sample rumus yang masih selalu melekat di luar kepala.
"Sedangkan untuk Aljabar atau Algebra adalah merupakan salah satu cabang dalam ilmu matematika yang sangat luas cakupannya, sedangkan aljabar itu sendiri diartikan sebagai cabang ilmu dalam matematika yang mempelajari simbol matematika dan aturan aturan yang digunakan untuk memanipulasi simbol tersebut. Aljabar dapat mempermudah dalam memecahkan permasalahan daripada metode konvensional, yaitu menyatakan permasalahan dalam kata-kata." ucap manager Yanai penuh percaya diri dan merasa bangga karena bisa memperlihatkan salah satu kehebatannya saat dimasa sekolah.
"Cara menyelesaikan sistem persamaan linearnya juga bisa menggunakan 3 metode. Yaitu, metode grafik, metode eliminasi dan metode subtitusi." imbuh manager Yanai lagi berkata dengan bangga sambil membenarkan letak kacamata minus beningnya.
"Wow! Sugoi!! Tidak salah aku sudah meminta tolong kepada manager Yanai! Ternyata aku meminta tolong kepada orang yang sangat tepat! Ahaha ... mengapa tidak dari dulu saja ya aku meminta tolong kepada manager Yanai." jawab Yuji terkekeh gemas.
Sementara manager Yanai yang tersenyum kaku karena mendapatkan pujian dari bos besarnya.
"Ya sudah! Mari kerjakan tugas-tugas ini dengan baik!"
"Hhm. Baik, Tuan, Yuji!"
Mereka berdua mulai mengerjakan tugas-tugas sekolah Yuji dan fokus dengan tugas masing-masing. Satu jam berlalu, dua jam berlalu ... dan mereka masih saja fokus dengan pekerjaan masing-masing.
"Tuan Yuji, aku akan pergi ke kamar mandi sebentar. Tiba-tiba saja perutku terasa ..." ucap manager Yanai tiba-tiba karena perutnya tiba-tiba terasa sakit dan ingin pergi ke kamar mandi.
"Ahhh ... iya. Pergilah, Manager Yanai!" sahut Yuji memotong ucapannya dan masih fokus dengan tugas bahasa Inggrisnya.
Manager Yanai segera pergi ke kamar mandi yang berada di dalam kamar Yuji. Sementara Yuji masih saja berkutat dengan buku dan penanya. Hingga akhirnya sebuah ritme teratur dan pelan mulai terdengar dari pintu kamarnya.
Tok ... tok ... tok ...
Tak banyak berpikir, Yuji segera membukakan pintu kamarnya karena mengira jika Yor sedang membutuhkan bantuannya saat ini.
CEKLEK ...
Yuji membuka pintu itu, dan benar saja di hadapannya sudah ada Yor yang seakan ingin segera menyampaikan sesuatu untuknya.
"Ada apa, Yor?" tanya Yuji tanggap.
"Kak Yuji. Ada seseorang yang ingin bertemu dengan kakak. Katanya sangat penting ... jadi ..." ucap Yor terpotong, karena tiba-tiba saja seorang wanita yang berusia kira-kira 20 tahun yang sejak dari tadi berada di belakang tubuh Yor, kini mulai terlihat dan melenggang ke depan.
"Uhm ... kalau begitu aku akan ke kamar dulu ..." ucap Yor merasa sungkan untuk tetap bersama dengan mereka, hingga akhirnya dia segera meninggalkan Yuji bersama gadis itu.