Becomes A Billionare With Card System

Becomes A Billionare With Card System
Kericuhan Di Pesta Ulang Tahun Ara



Shuzo melenggang dengan langkah yang sudah tidak stabil lagi untuk menghampiri Shiina yang masih terlalu asyik menari bersama dengan Yuji. Pria yang sudah dipenuhi dengan amarah itu menyibak beberapa tamu yang menghalangi jalannya untuk membuat sebuah jalan untuk dirinya.


"Shiina!" geramnya saat Shuzo sudah berada di dekat Shiina dan Yuji.


"Ka-kamu ... pria dingin ... apa yang sedang kamu lakukan disini?" ucap Shiina mengakhiri tariannya bersama Yuji, karena dia sudah sangat paham bagaimana watak dari tunangannya itu.


Keras, dingin, ingin menang sendiri, dan tak akan mau mendengarkan ucapan dari orang lain. Karena dia merasa sudah paling tinggi di puncak tertinggi. Dan membuatnya begitu percaya diri, jika semua orang akan selalu patuh dan takut kepadanya.


"Shiina! Jelas-jelas kamu mengatakan jika tidak ingin berdansa! Namun kamu malah berdansa dengan bocah tiang listrik ini!" geram Shuzo menatap Yuji penuh amarah dan kebencian.


Shuzomemanggil Yuji bocah karena wajah Yuji memang masih sangat terlihat baby face, jika dibandingkan dengan dirinya maka akan sangat berbeda jauh. Karena Shuzo adalah seorang pengusaha muda yang masih berusia sekitar 27 tahun. Namun sudah memiliki bisnis yang cukup sukses di bidang finance.


"Shuzo! Jangan membuat keributan disini." Shiina berbisik dan berniat untuk menarik tunangannya untuk pergi menjauh dari tepian aula.


Namun rupanya Shuzo tak mau untuk berhenti sampai disini. Dia melepaskan tangan Shiina dengan kasar dan berbalik kembali untuk menghampiri Yuji.


"Bocah!! Beraninya kau menggoda tunanganku!! Apa kau tidak tau siapa aku? Hah?!!" ucap Shuzo menggelegar seisi aula utama ini.


Matanya sudah merem melek, sedangkan tubuhnya sudah sempoyongan karena terlalu banyak mengkonsumsi red wine malam ini.


Huft ... lagi-lagi aku harus bertemu dengan orang sombong yang selalu mengagung-agungkan kekayaan saja! Rasanya sangat membuatku muak saja! Hanya merasa kaya raya dan memiliki segalanya, mereka selalu merasa di atas angin dan mereka juga selalu berbuat sesuka hatinya. Huft ...


Batin Yuji dengan malas menatap Shuzo yang sudah menjadi semakin teler.


"Aku sedang berbicara denganmu, Bocah tak tau malu! Apa kamu tuli?! Mengapa kamu hanya bisa diam saja?! Atau kamu takut hingga ingin mengompol di celana? Gyahahah ... sungguh sangat memalukan!!" Shuzo malah tertawa berbahak-bahak karena mengira Yuji ketakutan hingga hanya bisa terdiam saja.


"Aku tidak menggoda tunanganmu! Aku hanya mengajaknya menari bersama saja! Lagipula dia hanyalah tunanganmu! Bukan istrimu!! Ckk ... terlalu berlebihan sekali! Dan satu lagi!! Kau tidak cukup untuk membuatku takut, Om-om galak!!" tandas Yuji dengan malas namun malah seakan-akan sedang memprovokasi amarah Shuzo.


"Apa?!! Berani sekali kamu kepadaku, Bocah tiang listrik tak tau malu!! Aku akan memberikan pelajaran untukkmu!! Sialan!!" geram Shuzo semakin dipenuhi dengan amarah


GREPP ...


Shiina berhasil meraih tangan Shuzo dan menahannya.


"Shuzo, kami hanya menari bersama saja! Aku mohon mengertilah dan jangan seperti ini! Sebaiknya kita segera pulang saja dan jangan membuat masalah di sini!" lagi-lagi Shiina yang sudah meraih tangan Shuzo, berniat untuk mengajaknya meninggalkan kediaman rumah besar keluarga Ara karena merasa segan dengan semua orang.


Namun lagi-lagi Suzho menepis tangan Shiina, "Tidak bisa!!" tandasnya lalu melenggang semakin mendekati Yuji.


Shuzo menyeringai menatap Yuji dan mulai mengayunkan serangannya untuk Yuji.


"Rasakan ini, Bocah tiang listrik tak tau malu!! Hiathh!!" Shuzo mengayunkan kepalan tinjunya di udara mengarahkan pada wajah Yuji.


Yuji tak banyak mengeluarkan kekuatan, dia bahkan hanya sedikit memiringkan wajah dan tubuhnya untuk menghindari serangn tersebut.


Shuzo merasa semakin kesal dan dia mulai melakukan penyerangan kembali. Namun seberapa kalipun dia menyerang, hasilnya akan selalu sama. Dia tak bisa menyentuh Yuji sedikitpun!


Hingga akhirnya untuk kesekian kali Shuzo menyerang, Yuji berusaha untuk membalasnya. Dia mengayunkan tinjunya dan mengenai tepat bagian ulu hati Shuzo.


Shuzo merasa semakin geram dan dipenuhi amarah tingkat dewa, karena dia menyadari jika Shiina sedang menyaksikan semua ini. Seorang tuan muda Shuzo dikalahkan oleh seorang pemuda yang tak diketahui asal-usulnya di hadapan semua orang, terlebih di hadapan tunangannya. Tentu saja hal ini adalah sebuah tamparan keras, dan dia akan merasa sangat malu dan marah!


"Tuan muda Shuzo, apa tuan muda baik-baik saja?" salah satu kaki tangannya menghampiri Shuzo dan membantunya untuk berdiri kembali.


"Brengsek! Apa kau buta? Mana mungkin aku baik-baik saja!! Cepat segera bereskan dia!!" titah Shuzo menggelegar.


"Tapi, Tuan. Kita sedang di acara ..."


"Bereskan atau siapkan surat pengunduran dirimu secepatnya!!" tandas Shuzo melotot menatap pria berjas itu.


"Ba-baik, Tuan muda." sahutnya tak ada pilihan lainnya lagi.


Ketiga kaki tangan Shuzo segera menghampiri Yuji untuk memberikan pelajaran Yuji sesuai dengan apa yang telah diperintahkan oleh sang bos.


Para tamu undangan semakin riuh menyaksikan semua ini, namun tak ada satupun yang berani untuk menghentikannya. Terlebih sebenarnya Shuzo masih memiliki hubungan keluarga dengan Ara.


Ketiga pria itu sudah mengitari Yuji dan masing-masing memasang kuda-kuda, namun Yuji masih saja berdiri santai dengan sepasang mata yang selalu mengekori setiap pergerakan dari mereka bertiga.


"Hiatthh ..." salah satu pria itu melayangkan tinjunya ke depan.


Dengan cepat Yuji menundukkan kepalanya dan menghantamkan tinjunya mengenai perut pria itu hingga tubuhnya terhentak naik beberapa senti ke atas lalu berakhir ambruk di atas lantai.


"Hiatthhh ..." pria kedua melakukan tendangan samping disaat Yuji belum siaga.


Karena tak memiliki waktu untuk menghindarinya lagi, akhirnya Yuji hanya bisa menangkap kaki kanan pria tersebut.


GREPP ...


Yuji menghempaskannya cukup kuat dan mengenai satu pria yang tersisa yang kebetulan sedang berlari ke arahnya ingin menyerang juga. Namun kedua pria itu malah ambruk dan saling tindih satu sama lain.


Melihat ketiga anak buahnya dikalahkan dengan begitu mudah, Shuzo menjadi semakin murka. Dengan langkah cepatnya, dia segera berlari ke arah Yuji dengan mengayunkan kembali tinjunya.


Yuji hanya menghindarinya sedikit, namun karena Shuzo yang terlalu bersemangat pada akhirnya membuat tubuhnya terhuyung dan malah tercebur ke dalam sebuah kolam renang.


BYURR ...


Sebuah suara percikan kuat terdengar bersamaan dengan saat Shuzo tercebur ke dalam kolam renang tersebut. Namun Shuzo yang masih dalam keadaan mabuk tak bisa menyelamatkan dirinya saat itu, hingga dia hanya melampaikan kedua tangannya ke atas seolah-olah dia hampir saja tenggelam.


Salah satu kaki tangannya yang sudah pulih kembali, segera menceburkan dirinya ke dalam kolam renang untuk membantu sang bos keluar dari kolam renang yang sebenarnya hanya memiliki kedalaman sekitar 175 cm saja itu.


Dia memapah Shuzo untuk membawanya meninggalkan tempat itu, namun Shuzo masih saja memberikan ancamannya untuk Yuji.


"Kau!! Bocah tiang listrik tak tau malu!! Aku akan membuat perhitungan padamu!!" tandasnya yang sudah hampir tak sadarkan diri lalu mulai dipapah oleh kedua anak buahnya kembali untuk meninggalkan tempat itu.


Namun sebelum pergi, Shuzo sempat menyiramkan segelas jus buah naga pada jas Yuji hingga membuat pakaian mahalnya yang dipinjam dari kakak sepupu Jin kotor dan mungkin rusak.