Becomes A Billionare With Card System

Becomes A Billionare With Card System
Festival Budaya



Malam sudah bergulir menjadi pagi. Sinar mentari hari ini terlihat masih bersembunyi di balik awan. Beberaoa dedaunan ginko dan maple yang sudah berwarna kuning dan kemerahan beterbangan di sepanjang jalan ini.


Beberapa sekolahan terlihat cukup ramai karena sedang mengadakan Festival budaya atau Bunkasai. Meskipun mereka tidak mengadakannya di waktu yang bersamaan, namun tetap Festival Budaya akan diselenggarakan pada waktu dekat-dekat ini.


Dimana tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Budaya. Namun sebenarnya da juga sekolah yang mengadakan bunkasai pada musim panas. Semua itu tergantung kepada sekolah yang akan mengadakan.


Yeap, di Jepang Festival Budaya acara tahunan gelar griya yang diadakan oleh sebagian besar sekolah, dari prasekolah hingga universitas di mana para siswa akan menampilkan prestasi artistik mereka.


Orang-orang yang ingin masuk ke dalam salah satu sekolahan atau yang tertarik dengan sekolah tersebut nisa datang untuk melihat berkunjung, seperti apa rutinitas dan suasana dari sekolah tersebut.


Para orang tua juga mungkin ingin melihat rutinitas seperti apa yang telah dilakukan oleh putra-putri mereka. Festival Budaya ini biasanya terbuka untuk umum, terutama di sekolah menengah dan universitas. Maka dari itu Yuji juga mengundang Misa.


Festival Bunkasai ini merupakan salah satu festival yang paling terkenal di Jepang. Baik dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi biasanya akan mengadakan festival bunkasai di setiap tahunnya. Waktu penyelanggaraan bunkasai di tiap sekolah biasanya berbeda-beda. Dan umumnya akan menyesuaikan dengan hari jadi sekolah tersebut.


Pengadaan Bunkasai ini ditujukan sebagai sarana bagi para siswa untuk menunjukkan kemampuan dan kreatifitas mereka. Festival budaya ini juga dimaksudkan untuk menjadi acara yang menyenangkan dan menghibur, tetapi juga merupakan satu-satunya kesempatan setiap tahun bagi para siswa untuk melihat seperti apa kehidupan di sekolah lain.


Mereka juga dimaksudkan untuk memperkaya kehidupan masyarakat dengan meningkatkan interaksi sosial dan membina hubungan masyarakat.


Saat acara festival budaya, para siswa dibebaskan untuk menampilkan dan menjual apapun. Dan yang paling sering terdapat di festival bunkasai adalah rumah hantu, rumah peramal, dan cafe maid.


Ada juga individu atau kelompok yang menampilkan tarian, konser dan drama dengan klub-klub mereka masing-masing. Dan tentu saja para siswa-siswi akan sangat bersemangat saat melakukan semua itu.


Mereka bahkan akan saling bersaing dan berlomba dengan kelas dan klub lain untuk memberikan yang terbaik. Berbagai penampilan seru dan menarik akan digelar di sepanjang 2 hari ini, sabtu dan minggu.


Selain menampilkan sesuatu sesuai bakat mereka, para siswa-siswi biasanya akan menyulap kelas mereka menjadi cafe, stand makanan, game corner, hingga obakeyashiki atau rumah hantu! Wow!! Menyenangkan sekali bukan?


Di dalam festival bunkasai, semua kelas diwajibkan membuat tema yang menarik bagi para tamu. Di mana para tamu tersebut terdiri dari orang tua, tamu undangan, maupun sekolah lain yang sedang berkunjung.


Biasanya membutuhkan waktu sekitar satu minggu untuk mempersiapkan festival bunkasai. Mulai dari memoles ruangan kelas sesuai dengan kegiatan yang disepakati hingga menghiasi seluruh sekolah dengan berbagai pernah-pernik yang bertujuan untuk menambah suasana meriah di sekolah tersebut.


"Festival budaya yang diadakan akan selalu menjadi kenangan terindah bagi para siswa siswi ketika sudah lulus nanti. Perasaan sedih, senang, repot, gembira akan bercampur menjadi satu pada saat menyiapkan berbagai keperluan dan penampilan, baik di kelas maupun klub. Aku jadi merindukan masa saat aku duduk di bangku SMU." gumam Misa yang saat ini baru saja memasuki halaman utama SMU Keio bersama dengam Yuji.


Raut wajahnya yang cantik dan kalem terlihat penuh dengan kerinduan.


"Misa, apa di kampusmu tidak diadakan festival budaya saat ini?" tanya Yuji yang sudah berdiri di samping Misa dengan penampilan yang sedikit berbeda dari biasanya.


Agar semua orang yang melihatnya datang bersama Misa hari ini tidak mencurigai mereka, jika mereka sedang menjalin ikatan sebagai pasangan kekasih yang palsu.


"Kampusku akan mengadakan festival budaya pekan depan, Yuji. Saat ini baru diadakan rapat untuk pembahasan acara tersebut." jawab Misa masih menatap takjub beberapa kios-kios kecil portable yang sudah berjejer memenuhi halaman sekolahan Yuji dengan menjual beberapa barang ataupun makanan.


Misa mulai mendekati sebuah kios kecil yang menjual beberapa pernak-pernik dan meraih sebuah gantungan kunci lucu yang berlambangkan dan bertuliskan dengan nama SMU Yuji, SMU Keio.


"Lucu sekali ..." gumam Misa terlihat sangat gemas menimang-nimang gantungan kunci dengan bentuk bintang itu.


Wanita cantik yang selalu mengenakan dress atau pakaian formal di hampir setiap harinya itu, kini sedang mengenakan atasan tanpa lengan kombinasi brokat putih yang dia padankan dengan rok span berwarna dusty pink dengan tinggi mencapai perut tipisnya. Membuatnya terlihat semakin manis, dewasa dan anggun.


"Kau mau, Misa? Aku akan membelikannya untukmu jika kamu mau." ucap Yuji yang sudah menyusul Misa dan berdiri tepat di sebelahnya.


"Baiklah. Kalau begitu belikan untukku, Yuji ..." sahut Misa dengan senyum manisnya menengadahkan wajah ayunya menatap Yuji lalu kembali menimang-nimang gantungan itu kembali.


Setelah puas melihat-lihat beberapa kios yang berada di halaman utama sekolah Keio, kini Yuji mengajak Misa untuk melihat beberapa kelas yang sudah dihias sedemikian rupa hingga sangat menarik.


Langkah demi langkah mereka kini mulai membawa mereka berada di depan kelas 2 jurusan Seni, yaitu kelas Yuji.


"Ini adalah kelasku, Misa. Dan kali ini mereka menghiasinya dengan tema anime. Karema cukup banyak dari mereka yang menyukai anime. Bahkan ada beberapa dari mereka yang juga berdandan cosplay." ucap Yuji menjelaskan


Namum tiba-tiba saja ada seorang siswi yang sedang berlarian di sepanjang koridor dan terlihat sangat terburu-buru. Dan tidak sengaja, dia malah menabrak Misa hingga membuat tubuh Misa terhuyung ke depan dan malah jatuh dalak pelukan Yuji.


Kedua tangan Misa secara reflek bertumpu pada dada bidang Yuji, dan Yuji juga secara reflek meraih kedua lengan Misa.


"Ma-maaf ... a-aku tidak sengaja ..." ucap gadis yang menabrak Misa tadi.


Namun alih-alih bukannya mendengarnya dan menjawabnya, Yuji dan Misa tak menghiraukannya sama sekali secara tak sengaja. Mereka malah saling berpandangan cukup lama masih dengan posisi yang tidak berubah.


Sangat terlihat jika Misa cukup terpana saat menatap Yuji pada jarak yang sangat dekat seperti ini. Hingga akhirnya dari sisi belakang Yuji mulai terlihat seorang gadis yang baru saja keluar dari kelasnya. Pandangannya penuh dengan rasa ketidaksukaan. Hingga akhirnya dia berdehem dan berkata.


"Ehemm ... ini adalah sekolahan. Carilah tempat yang lebih baik untuk bermesraan!"