Becomes A Billionare With Card System

Becomes A Billionare With Card System
Kedatangan Shuzo



TAR ...


PRANG ...


Satu peluru melesat dan mengenai sebuah kaca hingga pecah, membuat semua pengunjung kembali berteriak histeris. Disaat sang bos masih belum siaga, Yuji kembali menendang sebuah meja dan berhasil mengenai sang bos hingga terjatuh dan menabrak dinding.


BRAKK ...


BRUGHH ...


"Bocah sialan!! Uhuukk ... uhukkk ..." sang bos masih saja memaki dan berusaha untuk kembali bangkit.


Namun tiba-tiba saja beberapa rombongan keamanan luar sudah datang dan memborgolnya. Dan sepertinya seseorang diam-diam sudah menghubungi mereka. Karena keamanan lokal sudah berhasil dilumpuhkan oleh kelima berandalan itu.


Pihak keamanan segera membawa para berandalan itu ke kantor kepolisian terdekat. Dan para pengunjung mulai meninggalkan tempat itu.


[ Mission completed. Selamat, Tuan Yuji. Tuan telah berhasil menyelesaikan misi kali ini. ]


Suara Zero sang pemandu sistem mulai terdengar. Ada sedikit rasa lega. Namun kali ini Yuji tak terlalu menghiraukannya, Yuji melangkah cepat untuk menghampiri Yor kembali karena masih mengkhawatirkan sang adik. Karena baginya hadiah misi yang fantastis sekalipun tak akan bisa menandingi sang adik!


"Yor, apa kamu baik-baik saja?" tanya Yuji menelisik Yor untuk memastikan jika Yor baik-baik saja dan tidak terluka.


Gadis yang biasanya terlihat manis dan ceria itu kini hanya mengangguk masih dengan wajah yang pucat.


"Syukurlah! Mengapa kamu bisa tertangkap? Bukankah kakak memerintahkan kamu untuk bersembunyi?" tanya Yuji masih dengan ekspresi khawatir.


"Aku ... aku hanya khawatir jika kak Yuji kenapa-kenapa. Kak Yuji adalah satu-satunya yang aku miliki di dunia ini. Aku ingin sekali membantu kakak dan mengayunkan tongkat besi untuk memukul mereka, namun mereka malah memergokiku dan sangat marah. Aku bukanya membantu kakak, tapi aku malah menyusahkan kakak. Maaf, Kak ... seharusnya aku menuruti perintah kakak." ucap Yor lirih dan menunduk.


Dia merasa bersalah dan sangat menyesal. Semua itu terukir dengan jelas pada wajahnya saat ini. Yuji menghembuskan nafas kasarnya ke udara lalu mengusap kepala Yor lembut.


"Yang terpenting sekarang kamu baik-baik saja." ucapnya dengan hangat. "Uhm, dimana Shiina?" imbuhnya mulai celingukan mencari Shiina.


"Kak Shiina ada di dapur, Kak. Seharusnya kak Shiina baik-baik saja dan selamat." ucap Yor.


Yuji segera menggandeng sang adik untuk menuju ruangan dapur dari tempat ini dengan melalui beberapa orang yang masih berusaha untuk segera meninggalkan tempat ini. Jin juga segera melangkah cepat untuk mengekori mereka berdua.


Terlihat seorang gadis sedang duduk meringkuk dan bersembunyi di bawah meja dapur. Yuji segera jongkok di sisi sampingnya untuk memanggilnya.


"Shiina, semua sudah selesai. Apa kamu baik-baik saja? Aku minta maaf karena sudah membawamu pergi ke tempat ini. Maaf, aku ..."


Uapan penyesalan Yuji terpotong begitu saja, karena tiba-tiba saja Shiina mendongak dan langsung memeluk Yuji dengan raut wajah penuh dengan ketakutan.


"Yu-Yuji ... aku takut sekali ..." ucapnya gemetaran.


Yuji terdiam selama beberapa saat karena terkejut mendapatkan sebuah pelukan tak terduga itu. Namun akhirnya dia mulai mencairkan kembali suasana itu setelah beberapa detik.


"Semua sudah baik-baik saja. Kamu tidak perlu takut lagi. Sekarang ayo kita pulang!" ucap Yuji dengan nada yang sangat bersahabat.


"Uhm. Hhm ..." jawaban singkat dan pendek dari Shiina itu juga membuat sebuah pelukan itu berakhir.


"Aku akan memesan sebuah taxi online dulu. Sebentar ..." ucap Yuji mencari ponselnya kembali di dalam saku pakaiannya.


Namun tiba-tiba saja dia memejamkan matanya dan menepuk keningnya sendiri lagi.


"Ada apa, Kak?" tanya Yor.


"Ponsel kakak rusak dan pecah. Dan kakak belum mendapatkan gantinya sekarang. Jadi ..."


"Uhmm ... biar aku yang memesannya saja." sela Shiina lalu segera mencari ponselnya di dalam sling bag hitamnya yang dipenuhi dengan manik-manik kristal yang lucu lalu segera membuka sebuah aplikasi untuk memesan sebuah taxi online.


"Yuji, bolehkah aku menginap di rumahmu saja malam ini? Aku sedang malas sekali untuk pulang." sela Jin.


"Hhm. Okay. Ya sudah, sebaiknya kita juga segera keluar dari tempat ini dan menunggu taxi itu di luar saja. Ayo!" ucap Yuji mengajak mereka bertiga.


Mereka segera bergegas untuk meninggalkan tempat itu dan memutuskan untuk menunggu taxi di luar, namun tiba-tiba saja seorang pria dengan pakaian rapi sudah menghadangnya dengan tatapan dinginnya. Dan sebenarnya tatapannya hanya fokus menatap Yuji.


Di belakang pria itu juga sudah ada 3 pria yang juga mengenakan setelan jas yang tak kalah rapinya dari pria yang sudah berdiri dengan gagahnya di barisan paling depan. Mereka adalah Shuzo dan ketiga pengawalnya.


"Bocah tiang listrik!! Beraninya kamu mengajak Shiina pergi ke tempat seperti ini dan sudah membahayakan nyawanya!! Aku tak akan melepaskan kamu jika sampai Shiina terluka sedikit saja!!" tandasnya masih saja menatap Yuji dengan sorot mata yang tajam dan menusuk.


Yuji terdiam, dia memang bersalah karena ucapan dari pria yang tak lain adalah Shuzo adalah sepenuhnya benar. Dia yang membawa Shiina pergi ke tempat ini hingga sudah membahayakan nyawanya.


"Mulai sekarang jangan berada di sekitarnya lagi! Atau aku benar-benar tak akan tinggal diam!" imbuhnya memberikan peringatan untuk Yuji. "Shiina!! Kemari dan ayo kita pulang!! Aku akan mengantarmu!" imbuhnya beralih menatap Shiina.


Shiina yang masih berdiri di samping Yuji terlihat begitu kebingungan harus bagaimana. Namun jika dia mengabaikan Shuzo kali ini, mungkin masalahnya akan menjadi semakin melebar hingga terdengar oleh kedua orang tuanya. Hingga akhirnya gadis itu mulai memutuskan untuk pulang bersama dengan Shuzo.


"Shiina!!" tandas Shuzo lagi penuh dengan penekanan.


Gadis itu melirik Yuji sekilas dan sempat bertemu pandang dengan Yuji, karena Yuji mengetahui jika Shiina sedang memandangnya. Lalu gadis itu menunduk dan melenggang mendekati Shuzo.


GREPP ...


Dengan penuh percaya diri dan kesengajaan, Shuzo menggandeng Shiina di depan semua orang. Seolah dia sedang memperlihatkan kepada semua orang, jika Shiina adalah miliknya.


Setelah merasa cukup puas memberikan tatapan tajamnya untuk Yuji, Shuzo segera menggiring Shiina untuk meninggalkan tempat ini dan diikuti oleh ketiga pengawal setianya.


"Ckk ... kamu terlalu mengambil resiko, Yuji! Mengapa kamu mendekati seorang gadis yang sudah bertunangan? Dia memang cantik dan sempurna, namun bukan berarti kamu harus merusak hubungan mereka. Terlebih pria itu terlihat sangat berbahaya." celutuk Jin masih menatap kepergian Shuzo dan rombongannya.


Sementara Yor terlihat murung saat melihat kepergian mereka. Sedangkan Yuji tak membalas ucapan Jin dan segera menghampiri seorang pelayan wanita tempat ini yang sedang merapikan kembali beberapa meja dan kursi yang masih berantakan.


"Serahkan uang ini untuk bos kalian. Biar bagaimanapun aku sudah merusak beberapa benda di tempat ini."


Setelah memberikan beberapa lembar uang dengan nominal yang lebih dari cukup itu, Yuji melenggang kembali meninggalkan tempat ini.


Yor dan Jin juga segera mengikutinya. Namun di sepanjang perjalanan Jin tak juga merasa lelah dengan segala kicauannya yang merasa cukup kesal karena Yuji sama sekali tak menghiraukan ucapannya.