
Segerumul cahaya berwarna putih kebiruan di hadapan Yuji mulai terlihat setelah dia berganti pakaian di ruang ganti. Dan di dalam ruangan ini hanya ada dirinya sendiri saat ini.
Dan di dalam cahaya itu sudah ada beberapa kartu gelap dengan posisi tertutup sama seperti biasa. Dan seperti biasa, Yuji segera mengambil salah satu kartu dari dalam cahaya itu untuk mendapatkan hadiahnya kali ini.
...♧♧♧...
...Beberapa penambahan poin sistem dan dana. Dan 1 hadiah kemampuan spesial....
...♧♧♧...
Setelah membaca kartu itu, seketika membuat Yuji mengukir sebuah senyuman pada wajahnya. Dia mulai membayangkan kemampuan spesial itu pastinya akan sangat menakjubkan. Karena sudah merasa tak sabar, dia segera memerintahkan Zero untuk menampilkan status terbarunya saat ini.
"Tampilkan status terbaruku saat ini, Zero! Selagi Misa belum mencariku. Hehe ..."
[ Baik, Tuan. Menampilkan status dimulai ...]
DING ...
Jawab Zero diikuti dengan sebuah bunyi notifikasi sistem dan tampilan kebiruan di hadapan Yuji.
《《《《《《 Billionare System 》》》》》》
Nama : Yuji Kamiya
Usia : 17 Tahun
Ras : Manusia
Ketampanan : 95
Kepintaran : 94
Ketangkasan : 92
Kecepatan : 91
Kekuatan : 98
Ketahanan : 98
Kharisma : 94
Kemampuan Spesial :
• Membaca pikiran orang
• Teknik bela diri judo ( pro )
• Kemampuan berbincang dan fasih dalam bahasa Inggris
Poin sistem : 81
Poin kemampuan : 100 ( 1 reward spesial telah didapatkan )
Hadiah Misi 17 : Beberapa penambahan poin sistem, penambahan dana.
Hadiah dari poin kemampuan : Tubuh kuat dan kebal saat menerima serangan apapun ( kecuali senjata tajam, akan bisa segera pulih dengan sendirinya berdasarkan tingkat luka yang dialami)
Dana : 7.442.480 yen ( kira-kira 850 juta rupiah )
Aset dan Investasi :
• Perusahaan Game ( Y Games )
• Perusahaan Kuliner Dan Restoran ( Yummy Restaurant ), dengan cabang 552
• Perusahaan Entertaiment ( Y Entertaiment )
Misi : 18 ( belum dibuka )
Sistem pemandu : Zero
《《《《《 Billionare System 》》》》》》
[ Benar, Tuan. Namun tuan tetap akan merasakan rasa sakit ketika terluka oleh benda tajam. Hanya saja tubuh tuan akan segera pulih kembali dengan sendirinya. Dam tinggkat luka akan mempengaruhi waktu dalam penyembuhan. Semakin luka yang tuan dapatkan parah, maka penyembuhan akan memakan waktu yang cukup lama. ]
Jelas Zero dengan suaranya yang menyerupai suara robot.
"Berapa lama waktu maksimal yang dibutuhkan untuk penyembuhan lukaku, Zero?" tanya Yuji penasaran.
[ Sepuluh menit, Tuan. ]
Belum sempat Yuji bertanya lebih banyak lagi, Misa sudah memanggilnya dari luar ruangan ganti.
"Yuji, ayo segera lakukan pemotretan dengan baju terakhir!" Seru Misa dari luar ruangan.
"Oh ... okay!!" sahut Yuji lalu bergegas untuk segera keluar dan melanjutkan pemotretan terakhir.
.
.
.
Pemotretan hari ini berhasil dilakukan oleh Yuji dengan cukup baik, meskipun pada awalnya Yuji memang sangat terlihat kaku dan canggung. Namun karena dia mengingat pesan dan instruksi yang diberikan oleh Misa sebelumnya, akhinya Yuji bisa melakukan dengan baik.
Dan kini mereka mulai mendatangi salah satu restoran yang berada tak jauh dari tempat sebelumnya. Untuk restoran yang mereka datangi kali ini adalah pilihan dari Misa. Dan sangat kebetulan Misa sedang menginginkan untuk mendatangi salah satu cabang dari Yummy restaurant.
Yuji tak berusaha untuk menghalanginya. Dia justru sangat senang karena sepertinya Yummy rastaurant juga menjadi salah satu restoran favorit Misa. Mereka memilih untuk memakai bangku VIP untuk makan malam kali ini.
Setelah memesan beberapa makanan dan minuman akhirnya para pelayan mulai mengantarkannya. Bahkan mereka berdua tak perlu menunggu waktu yang lama untuk menunggu sajian itu untuk disajikan.
Karena para pelayan sudah mengetahui jika yang datang adalah bos besar mereka, maka mereka semua mendahulukan untuk melayani Yuji dan Misa. Padahal restoran cabang ini sedang cukup ramai saat ini. Dan masih ada beberapa pelanggan yang datang lebih awal dari Yuji dan Misa, namun mereka belum mendapatkan makan malam mereka.
Sementara baru saja 10 menit Yuji dan Misa berada di restoran ini, namun makanan serta minuman sudah diantarkan oleh beberapa pelayan restoran. Bahkan pelayanan mereka juga lebih wow untuk Yujo dan Misa.
Tentu saja hal ini membuat para pelanggan tamu yang tidak mengetahui identitas Yuji, seketika merasa sangat kesal. Bahkan salah satu dari mereka sudah ada yang menggebrak meja dan melakukan komplain.
"Jelas-jelas aku datang lebih awal dari bocah itu! Aku sudah 30 menit menunggu pesanannku dan belum kalian antarkan, namun kalian malah mengantarkan makanan dan minuman lebih cepat untuk bocah itu! Bahkan dia baru saja memasuki restoran ini 10 menit yang lalu." protes seorang pengunjung pria yang juga berada di ruangan VIP tak terima.
"Tu-tuan. Maaf. Pesanan tuan akan segera diantarkan kok. Mohon tunggu sebentar lagi." ucap pelayan itu merasa bersalah dan seakan sedang berada dalam posisi yang serba salah.
Disisi lain masih banyak pelanggan yang harus segera dilayani dengan baik. Namun disisi lain, mereka juga harus melayani Yuji dengan baik. Dan mereka tentunya tak akan membuat Yuji menunggu terlalu lama dan kecewa.
Yuji hanya mengulum senyum sambil menikmati makan malamnya. Sementara Misa terlihat cukup bingung, dia juga segera melirik Yuji yang kini duduk di hadapannya.
"Yuji? Sebenarnya ada apa? Mengapa kita mendapatkan pelayanan yang spesial? Seakan mereka malah mendahulukan kita?" tanya Misa penasaran dengan perlakuan para pelayan itu.
"Entahlah. Mungkin karena mereka menyukaimu, Misa." jawab Yuji dengan asal dan terlihat sedang menahan tawa.
Tawa manis Yuji seketika membuat wajah Misa bersemu merah.
Manis dan imut sekali ...
Batin Misa tak bergeming dan malah terus menatap Yuji masih dengan wajah merona.
Yuji yang bisa mendengarkan kata hati Misa seketika tersedak saat menikmati makan malamnya. Namun dengan cepat Misa segera memberikan air mineral untuk Yuji.
"Jangan terburu-buru dan pelan-pelan saja." ucap Misa setelah beberapa saat.
Haha ... jelas-jelas kamu yang membuatku tersedak, Misa ...
Batin Yuji yang hanya bisa tersenyum kaku.
Belum ada perbincangan lagi diantara mereka, tiba-tiba saja ada dua orang yang menghampiri mereka berdua. Seorang pria paruh baya dan seorang wanita paruh baya dengan dandanan yang cukup berkelas.
"Yuji? Kaukah itu?" sapa wanita paruh baya itu masih saja menatap lekat Yuji yang masih sibuk dengan yakitorinya.
Suara itu sangat tidak asing untuknya, seakan sudah cukup lama Yuji sering mendengarnya sebelumnya. Yuji mulai menengadahkan wajahnya menatap dua sosok yang menghampirinya itu.
Tawa dan wajah ramah Yuji seketika membeku dan mulai memudar saat melihat kedua sosok itu. Mereka adalah paman dan bibinya yang pernah mengusir Yuji dan Yor dari rumah besar sang kakek. Namun yang membuat Yuji membenci mereka saat ini adalah bukan hal itu, bukan karena mereka yang pada akhirnya menguasai harta sang kakek dan memonopolinya sendiri.
Satu hal yang membuat Yuji kecewa dan membenci mereka saat ini adalah karena disaat Yuji pernah mendatangi sang paman dan berniat untuk meminjam uang untuk administrasi oprasi Yor, namun sang paman malah mengusirnya dan tak memberikan uang sepeserpun. Hingga akhirnya dia kehilangan Yor untuk selamanya saat itu.
Dan masih sangat beruntung karena Yuji bertemu siatem dan membuatnya bisa kembali ke masa lalu serta memperbaiki semuanya. Dan kini, mungkin saja sikap ramah dan hormat Yuji untuk paman dan bibinya akan sangat berubah drastis!