Becomes A Billionare With Card System

Becomes A Billionare With Card System
Kebenaran Yang Diketahui Yor



"Tuan Yuji Kamiya?" petugas pria show room itu kembali berkata dan sukses membuyarkan angan Yuji.


"Eh? Oh ... iya ... bagaimana jika langsung aku kemudikan pulang saja? Namun ... tolong siapkan salah satu dari kalian untuk menyupir untukku. Karena aku sama sekali belum pernah menyetir sebelumnya. Bisakan kalian mengantarkan aku?" jawab Yuji balik bertanya.


"Baik, sebentar saya periksa karyawan lainnya dulu, Tuan." ucap petugas pria itu lalu berlalu pergi.


Yuji dan Shiina memeriksa Lamborghini veneno hitam metalik itu dan mereka berdua sama-sama takjub saat menelisiknya dengam lebih lekat.


"Keren sekali, Yuji! Seleramu sangat bagus!" seru Shiina tersenyum lebar menatap mobil mewah itu.


Mendengar ucapan dari Shiina hanya membuat Yuji meringis dan dia mulai berkata di dalam hati.


Sebenarnya aku tidak memilihnya, Shiina. Ini bahkan sebenarnya bukanlah seleraku. Karena ini sangat berkelas dan terlalu elit! Aku bahkan mendapatkan semua ini dari sistem dan tidak benar-benar berbakat untuk mencari uang.


Batin Yuji yang hanya bisa menahan senyuman kakunya saat ini


Disaat mereka berdua sedang asyik melihat mobil baru Yuji, tiba-tiba saja petugas show room itu sudah kembali lagi menghampiri mereka berdua.


"Tuan Yuji, maafkan kami. Tapi semua driver kami sedang tidak berada di tempat. Mereka semua sedang mengantarkan beberapa mobil milik customer. Bahkan driver kami yang akan segera kembali dalam waktu yang paling cepat adalah 2 jam lagi." ucap pria petugas show room itu dengan raut wajah yang sangat menyesal.


"Ahh ... begitu ya ..." sahut Yuji dengan wajah kusut.


"Yuji! Aku punya ide!" ucap Shiina tiba-tiba dengan raut wajah penuh binar.


"Hhm? Katakan apa idemu, Shiina?"


"Bagaimana jika aku pulang bersama denganmu, Yuji? Aku bisa menyetir kok! Dan jika kamu mengijinkan, aku yang akan menyetir mobil barumu. Bagaimana?" ucap Shiina masih memperlihatkan wajah berbinarnya.


"Ehh? Sebenarnya itu ... tidak masalah jika kamu bersedia, Shiina." jawab Yuji seadanya.


"Tentu saja aku bersedia dong! Okay! Kalau begitu aku akan menemui kak Lee terlebih dulu, agar dia tidak mencariku atau menganggapaku hilang." ucap Shiina lalu berbalik dan bergegas pergi untuk mencari kakak sulungnya.


Tidak menunggu jawaban dari Yuji, gadis itu langsung pergi begitu saja. Hingga akhirnya dia sudah kembali lagi setelah beberapa saat.


"Ayo!!" serunya bersemangat.


Akhirnya Yuji dan Shiina pulang bersama dengan Shiina yang mengemudikan mobil itu. Ternyata Shiina sangat mahir mengemudikan mobil, dan hal ini membuat Yuji merasa takjub. Padahal selama ini Shiina lebih sering diantar oleh sopir atau pengawalnya saja. Sangat tidak disangka olehnya jika gadis itu begitu terampil.


Hanya dalam waktu 40 menit, mereka sudah sampai di Danenchofu, kawasan tempat tinggal mereka berdua. Namun yang membuat Yuji terkejut saat ini adalah ada sebuah Lexus hitam metalik yang sudah ada di halaman rumahnya.


"Shiina. Terima kasih sebelumnya. Tapi ada sesuatu yang harus aku periksa terlebih dulu! Kapan-kapan aku akan mentraktirmu deh. Jaa matte ne, Shiina-chan!" ucap Yuji terburu dan segera meninggalkan Shiina yang masih berada di halaman rumahnya.


Bukannya mempersilakan untuk mampir untuk sekedar berbasa-basi dan menjamunya dengan makanan dan minuman, namun Yuji malah meninggalkan Shiina begitu saja di halaman rumahnya.


Sebenarnya Shiina merasa cukup kesal mendapatkan perlakuan ini, namun akhirnya dia menepis semua pemikiran buruknya dan segera meninggalkan halaman rumah Yuji.


Sementara itu Yuji yang baru saja memasuki rumah megahnya, seketika dikejutkan oleh pemandangan yang ada di hadapannya saat ini. Terlihat manager Yanai sedang berbincang bersama Yor.


Apa? Jangan-jangan manager Yanai sudah menceritakan semuanya kepada Yor? Bagaimana ini? Yor pasti akan sangat syok karena mendengar semua itu. Ckk ... lagipula mengapa manager Yanai tidak menghubungiku jika dia akan datang ke rumah saat ini? Sebenarnya ada urusan apa dia datang ke rumah malam-malam seperti ini? Apakah ada sesuatu yang telah terjadi?


Batin Yuji masih menatap rumit ke arah manager Yanai dan Yor.


"Kakak! Kak Yuji sudah pulang?" sambut Yor berbinar saat melihat kedatangan Yuji.


"Hhm. Iya, Yor. Kakak baru saja menyelesaikan sesuatu di luar. Jadi sedikit pulang terlambat." ucap Yuji lalu mulai beralih menatap manager Yanai dan berinisiatif untuk menjalankan sedikit dramanya.


"Bos besar Yanai, mengapa pak bos besar tiba-tiba saja datang ke rumah ini? Apakah ada pekerjaanku yang salah dan membuat pak bos besar marah padaku?" tanya Yuji dengan ekspresi memelas di hadapan mereka berdua.


"Tolong maafkan aku, Pak bos besar Yanai. Dan tolong jangan pecat aku, Pak bos besar Yanai. Aku sangat sangat membutuhkan pekerjaan ini, Pak bos besar." imbuh Yuji kembali semakin memperlihatkan ekspresi memelas dan hampir putus asa.


Manager Yanai yang mendengarkan semua itu sontak saja terlihat sangat kebingungan. Sementara Yor malah segera berdiri dan menatap kesal Yuji.


"Mau sampai kapan kak Yuji mau terus membohongiku seperti ini?! Akting kakak sangat buruk!" tandas Yor memasang wajah kesal menatap Yuji.


Mendengar ucapan Yor, Yuji mulai beralih menatap manager Yanai penuh dengan kecurigaan.


"Maafkan aku, Tuan Yuji. Aku tak memiliki pilihan lain lagi ... tolong jangan marah dan tolong jangan pecat aku, Tuan Yuji." ucap manager Yanai seakan kehilangan kewibawaannya hanya dalam sekejap saja.


"Manager Yanai ... kamu ..." Yuji terlihat sangat kesal dan tidak menyangka jika kini sudah saatnya Yor mengetahui semuanya. Namun malah bukan dari dirinya sendiri, melainkan malah dari kaki tangannya.


"Manager Yanai! Kamu ..." ucap Yuji terpotong, karena Yor segera menyerobot ucapannya.


"Kak Yuji! Akulah yang memaksa manager Yanai untuk mengatakan semuanya padaku! Aku merasa jika akhir-akhir ini kakak sangat aneh! Bahkan kakak juga sering sekali mengatakan jika kakak memenangkan undian beberapa barang mewah. Pada awalnya aku percaya dan tidak mencurigai apapun. Namun kakak terlalu sering mendapatkan semua itu, jadi aku merasa semua ini sedikit aneh. Dan akhirnya aku mendapatkan sebuah kesempatan untuk bertemu dengan manager Yanai dan mempertanyakan semua ini padanya." ucap Yor menatap Yuji lurus-lurus dengan serius.


Yuji sempat membeku selama beberapa saat, bahkan dia tak bisa menjawab sedikitpun ucapan sang adik. Selama ini Yuji menyembunyikan semua aset-asetnya karena dia sangat merasa khawatir jika sang adik akan terlalu syok saat mengetahui semua ini. Karena kehidupan mereka yang dulu dengan sekarang seakan berbanding terbalik. Namun kini rupanya Yor malah mengetahui semuanya.