
Daisuke masih menatap Yuji dingin dan tajam. Sementara Yuji hanya sedikit menarik salah satu sudut bibirnya menatap pemuda yang berusia sepantaran dengannya itu dengan tatapan santai namun remeh.
"Kamu mengenakan pakaian pelayan. Jadi itu artinya kamu benar-benar sedang bekerja di Kamiya Forest Villa ini? Dan apakah itu artinya ayah dan ibumu memutuskan untuk kembali ke pedesaan darimana ibumu berasal?" ucap Yuji menerka-nerka.
"Ini semua gara-gara kamu Yuji! Ayahku kehilangan K Group gara-gara kamu! Dan kini kami hanya bisa kembali dan hidup di pedesaan!! Kamu sudah sudah menghancurkan semuanya!!" geram Daisuke berniat untuk menyiramkan segelas jus strawberry pada Yuji.
Namun tangannya segera dicekal oleh seorang pria berpakaian super rapi dan berkacamata hitam. Wajahnya garang dan datar. Dia adalah salah satu keamanan dan merupakan anak buah Yuji.
"Jaga sikapmu! Kamu ini hanyalah seorang pelayan. Apa kamu tau siapa yang sedang kamu hadapi saat ini?" ucap keamanan berwajah datar namun sangar itu.
"Lepaskan tanganku! Dia adalah sepupuku! Dan dia sudah membuat seluruh keluargaku bangkrut dan kehilangan perusahaan!" geram Daisuke dengan kasar dan menarik tanganganya kembali, hingga segelas jus strawberry itu malah mengenai jas keamanan tersebut dan membuatnya sangat marah.
"Yuji! Aku akan membalas semua perbuatanmu! Atas apa yang telah kamu lakukan kepada kami!!"
Daisuke semakin tak bisa menahan diri dan berniat untuk meraih kerah baju Yuji. Namun lagi-lagi tangannya kembali dicekal oleh keamanan itu.
"Jika kamu tidak bisa menjaga perilakumu, maka aku akan benar-benar membuatmu menyesal!!" geram sang keamanan.
"Jack, lepaskan dia! Aku mau lihat, apa yang bisa dia lakukan padaku ..." ucap Yuji dengan santai.
Keamanan itu dengan patuh segera melepaskan Daisuke. Daisuke berniat untuk kembali mendekati Yuji dan melampiaskan kemarahannya. Namun langkahnya terhenti ketika sebuah lighter khusus mulai menyala dan hanya menyinari Yuji yang berdiri di hadapannya.
"Karena hari ini adalah hari ulang tahun dari tuan Yuji. Maka silakan tuan Yuji maju ke depan untuk memberikan sepatah dua patah kata dan ... berduet bersama denganku menyanyikan sebuah lagu. Silakan, Tuan Yuji ..."
Ucap seorang gadis cantik yang baru saja menyelesaikan sebuah lagu miliknya. Dia adalah Dewi Oichi. Beberapa tepuk tangan riuh mulai terdengar untuk menyambut Yuji.
Ucapan dari Dewi Oichi seketika membuat Daisuke terkejut bukan main.
Ja-jadi ... Yuji adalah benar-benar pemilik dari Kamiya Forest Villa di Kawaguchi ini? Mengapa anak ini sudah sangat berubah? Sebenarnya darimana dia mendapatkan uang sebanyak itu untuk merebut K Group dari ayah? Dan darimana dia mendapat uang untuk membeli Kamiya Forest Villa ini? Bukankah selama ini dia sangat miskin dan tidak memiliki uang? Tapi kini semua malah berbalik. Dan keluargaku malah terpuruk hingga membuat ayah kehilangan segalanya. Dan kini ayah malah mengajak kami kembali ke desa ibu. Aku bahkan harus pindah sekolah di sekolah yang jauh lebih murah. Dan bahkan ... aku juga harus bekerja menjadi seorang pelayan di Kamiya Forest Villa ini, yang ternyata Yuji adalah pemilik dari Kamiya Forest Villa ini. Ughhh ... rasanya ini sangat tidak adil! Sial!!
Batin Daisuke terlihat sangat frustasi namun tak bisa berbuat apa-apa.
"Yuji, majulah! Kamu sangat beruntung loh bisa berada di satu panggung bersama Dewi Oichi." bisik Shiina menyikut lengan Yuji.
Akhirnya Yuji menerima saran Shiina dan segera maju ke depan bersama Dewi Oichi. Namun dia sempat melemparkan senyum meremehkan untuk Daisuke sebelum dia maju ke depan.
"Aku juga mengucapkan terima kasih kepadamu karena sudah bersedia untuk datang, Dewi Oichi. Karena sebenarnya aku mengundangmu karena tunanganku yang begitu mengidolakan kamu. Terima kasih." ucap Yuji seadanya lalu mulai beralih menatap teman-temannya yang malam ini telah dia undang.
"Dan untuk kalian semua yang sudah menyempatkan hadir malam ini di Kamiya Forest Villa, aku juga mengucapkan banyak terima kasih untuk kalian. Dan sebenarnya ... ini adalah pertama kalinya di dalam seumur hidupku untuk merayakan ulang tahunku. Maaf jika ada beberapa hal yang kurang sempurna dan membuat kalian merasa tidak nyaman. Namun aku akan berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk kalian. Semoga kalian semua menikmati pesta pada malam ini. Terima kasih ..."
Imbuh Yuji dan mulai diiringi oleh denting dari permainan sebuah piano. Menandakan lagu selanjutnya akan segera dinyanyikan oleh Dewi Oichi. Sebenarnya Yuji tidak memiliki bakat bernyanyi, dia juga tidak mengetahui lagu-lagu milik Dewi Oichi. Jadi dia hanya menemani Dewi Oichi bernyanyi saja.
Dewi Oichi mulai bernyanyi. Dan anehnya tiba-tiba saja Yuji ikut bernyanyi bersama dengannya dengan begitu fasih dan lancar. Bahkan Yuji terlihat hafal dengan lirik lagu milik Dewi Oichi. Dan suaranya juga terdengar begitu merdu dan enak untuk didengarkan. Tentu saja hal ini sangat aneh.
Semua orang terlihat menikmati duet antara Dewi Oichi dan Yuji. Namun hal itu tidak dirasakan sama sekali oleh Yuji. Dia justru merasa sangat kebingungan dan tidak mengerti mengapa tiba-tiba saja dirinya bisa menyanyikan lagu Dewi Oichi dengan begitu baik.
.
.
.
Di sebuah ruangan Yuji sengaja menghampiri Dewi Oichi yang sedang menikmati wine seorang diri. Sementara orang-orang lainnya masih menikmati pesta ini dengan berdansa bersama atau hanya menikmati hidangan malam ini.
TAK ...
Yuji meletakkan gelas kosongnya di atas meja lalu duduk di samping Dewi Oichi. Dewi Oichi yang menyadari kehadiran Yuji seketika merubah posisi duduknya dan tersenyum lebar menyambutnya.
"Tuan Yuji, selamat datang ..." sapa Oichi dengan ramah.
"Oichi. Aku ingin bertanya sesuatu padamu." ucap Yuji dengan serius namun terlihat santai.
"Ya. Silakan, Tuan ..." sajut gadis cantik itu kembali menuangkan wine ke ke dalam gelasnya dan juga gelas Yuji.
"Sebelumnya aku sama sekali tidak bisa bernyanyi dengan bagus. Dan jujur saja aku juga tidak terlalu mengetahui lagu milikmu. Aku tidak hafal sedikitpun lirik lagu itu. Lalu mengapa tadi aku bisa menyanyikannya dengan sangat baik? Apakah itu adalah pengaruh dari kekuatan sistem yang kamu miliki?"
Ucap Yuji terang-terangan, karena saat ini hanya ada ada mereka berdua saja. Jadi tidak masalah jika mereka membicarakan tentang sistem, karena mereka berdua adalah sesama pemakai sistem.
Raut wajah Oichi seketika berubah, senyumnya membeku dan perlahan mulai memudar ketika mendengarkan pertanyaan dari Yuji. Idol cantik itu kini menengadahkan wajahnya beralih menatap wajah Yuji dengan ekspresi serius.