
"Yuji, ayo ikut aku sebentar!"
Misa menarik tangan Yuji tanpa menunggu jawaban darinya terlebih dulu. Dia meminta Yuji untuk segera duduk di depan sebuah kursi rias. Yuji yang sudah terduduk masih menengadahkan wajahnya menatap Misa rumit.
"Misa, apa yang ingin kamu lakukan padaku?" tanya Yuji bingung.
"Saat itu aku sudah membantumu dengan berpura-pura menjadi kekasihmu, maka saat ini kamu juga harus membantuku sedikit untuk menggantikan foto model kami. Bagaimana?" tanya Misa sedikit menunduk dan menatap pemuda itu.
Ah ... begitu ya? Jadi inilah misi dari sistemku kali ini ya. Mau tidak mau, aku harus tetap melakukan semua ini. Dan tentu saja aku akan melakukannya, Misa ...
Batin Yuji mulai menarik salah satu sudut bibirnya hingga membentuk sebuah senyuman smirk.
"Baiklah. Aku akan membantumu kali ini." jawab Yuji tanpa pikir panjang dan masih saja memasang wajah yang dihiasi dengan senyuman smirk.
"Hhm." Misa mengangguk samar dan tersenyum manis.
Lalu gadis yang selalu terlihat anggun, kalem dan dewasa itu mulai mengambil beberapa alat make up dan mulai mengaplikasikannya pada wajah Yuji. Tak lupa dia juga memakaikan sebuah bandana lucu untuk Yuji sebelum dia memulainya.
Misa melakukannya dengan sangat baik dan hanya fokus untuk merias Yuji. Sementara Yuji malah fokus menatap wajah kalem yang kini hanya berjarak sangat dekat dengannya.
"Kamu memiliki kulit yang sangat bagus dan sehat. Ini bagus sekali, Yuji!" puji Misa saat mengaplikasikan sebuah foundation pada wajah Yuji.
"Haha ... benarkah itu? Padahal aku tak melakukan banyak hal untuk wajahku." jawab Yuji dengan santai.
"Hhm. Justru karena itu. Kulitmu sangat sehat." jawab Misa yang kali ini mulai mengambil sebuah powder dengan warna alami.
Mengapa dia begitu mempercayaiku untuk melakukan hal ini? Apakah dia tidak khawatir saat aku yang tidak berpengalaman ini akan membuat masalah dan mempersulitnya? Lagipula, aku tidak memiliki wajah yang cukup bagus. Bahkan aku jarang sekali melalukan perawatan. Apa dia sudah buta? Huft ... Misa ... Misa ... sebenarnya apa yang sedang kamu pikirkan tentangku? Aku hanya bisa membacanya jika saat ini kamu begitu bahagia saat melakukan ini padaku.
Batin Yuji masih saja menatap lekat Misa yang saat ini sudah bersiap dengan sebuah liptint warna lembut dan natural yang akan dia aplikasikan pada bibir Yuji.
Perlahan Misa menangkup dagu tirus serta sisi samping kanan wajah Yuji serta sedikit mendongakkannya ke atas.
"Mi-Misa ... tunggu ... apakah aku juga harus memakai pewarna bibir itu? Bukankah itu terlalu berlebihan?" tanya Yuji merasa cukup aneh jika dia juga harus memakai pewarna bibir itu. Dia bahkan juga sedikit mundur.
Karena selama ini dia hanya mengira jika benda seperti itu hanya dikenakan oleh para gadis saja. Misa yang mendengarnya tersenyum samar dan segera menjawabnya.
"Tidak kok. Ini adalah warna natural dan sangat lembut. Kamu tidak akan aneh sangat menggunakannya."
Sahut Misa yang memang sejak awal hanya fokus pada pekerjaannya saja, yaitu merias Yuji. Namun kini disaat pandangan mereka berdua tak sengaja bertemu tiba-tiba hal itu membuat Misa membekukan senyumannya begitu saja. Konsentrasinya seakan tiba-tiba buyar seketika saat pandangannya bertemu dengan Yuji dengan jarak yang sangat dekat.
Yu-Yuji ... kamu benar-benar terlihat sangat berbeda hari ini, ini benar-benar sangat bahaya.
Batin Misa yang masih mematung menatap lekat Yuji.
"Apanya yang bahaya, Misa?" tanya Yuji refleks karena dia yang bisa mendengarkan isi hati Misa.
Tentu saja Misa terkejut disaat Yuji bertanya kepadanya, karena dia hanya mengatakannya di dalam hati. Namun kenapa Yuji bisa mengetahuinya? Ataukah raut wajahnya melukiskan semua isi hatinya?
"Ehh?? Ti-tidak, Yuji ... maksudku adalah ... ini sangat gawat saat mereka melihatmu nanti. Karena kamu terlihat cukup keren saat ini." ucap Misa berkilah, padahal sebenarnya Misa memang menganggap Yuji juga keren saat ini.
"Ya sudah. Aku akan memakaikan liptint ini." imbuh Misa perlahan mendekat dan pandangannya mulai beralih menatap bibir Yuji.
Misa melakukannya dengan sangat berdebar. Begitu juga dengan Yuji. Namun Yuji gugup karena itu adalah pertama kalinya dia memakai benda semacam itu.
Setelah beberapa saat ...
Yuji terdiam selama beberapa saat menatap dirinya melalui pantulan cermin rias di hadapannya. Dia mematung seakan sedang menatap sosok lain di hadapannya.
"Sempurna! Seperti dengan yang aku bayangkan!' celutuk Misa yang sudah menyelesaikan sihirnya untuk Yuji.
"Itu ... apakah itu benar-benar aku, Misa?" tanya Yuji seolah masih saja tak percaya saat melihat dirinya melalui pantulan cermin rias di hadapannya itu.
"Hhm. Tentu saja. Bagaimana? Kamu keren kan? Sepertu yang sudah aku katakan padamu!" jawab Misa bersemangat. "Ya sudah, sekarang saatnya kamu berganti pakaian. Ayo, Yuji!" imbuh Misa sambil menarik tangan Yuji.
Namun baru saja melangkah dua langkah, mereka berhenti kembali karena Yuji menahannya.
"Misa, bagaimana jika aku tidak bisa melakukannya dengan baik? Sebelumnya aku hanyalah orang biasa yang tak pernah berhadapan dengan banyak kamera seperti itu."
"Jangan khawatir. Kamu pasti bisa melakukannya, Yuji. Anggap saja semua kamera itu tidak ada dan rileks saja."
Menganggap mereka tidak ada? Sepertinya sangat mirip dengan kehidupanku di masa lalu? Disaat mereka selalu menghinaku, meremehkanku, merendahkanku ... aku hanya bisa menulikan telingaku dan membutakan penglihatanku hanya untuk bertahan dan untuk tetap menjalani kehidupanku demi untuk Yor! Itu artinya kali ini pasti aku juga akan bisa melakukannya dengan baik. Anggap saja sebagai latihan sebelum aku benar-benar mengunjungi Y Entertaiment kelak. Setidaknya sebagai seorang owner dari salah satu agensi besar, aku juga tidak boleh mempermalukan diriku sendiri.
Batin Yuji memantapkan hatinya.
"Baiklah! Ayo lakukan!" serunya mulai bersemangat.
Mereka berdua mulai meninggalkan ruangan kecil itu menuju ke ruangan berganti. Misa juga memberikan beberapa pakaian untuk Yuji sebagai outfit pemotretan hari ini.
Setelah itu mereka mulai mendatangi beberapa tim dan rekan kerja Misa dan Misa segera memperkenalkan Yuji kepada rekan kerjanya.
Mika dan hampir semua rekan kerja Misa mematung takjub saat melihat Yuji.
"Whoaa!! Darimana kamu mendapatkan bongkahan berlian ini, Misa? Ini sih keren sekali!!" ucap Mika sangat bersemangat dan mulai mengitari Yuji yang berperawakan cukup jangkung itu.
"Keren-keren! Dia akan menggantikan Suho dengan sangat baik! Selain lumayan tampan, dia juga memiliki tubuh dan tinggi yang bagus." sahut rekan kerja Misa yang lainnya lagi takjub.
Yuji yang mendengarkan pujian-pujian itu hanya bisa tersenyum kaku dan mengusap tengkuknya karena malu.
"Ya sudah, sebaiknya kita segera lanjutkan pemotretan saat ini. Ayo, Anak pengganti! Sekarang adalah giliranmu!" ucap sang fotografer menatap Yuji.
Misa sempat tersenyum lebar dan mengangkat jemari kanannya ke atas yang sudah menggenggam sambil berbisik, "Semangat, Yuji!"
Bonus beberapa visual Yuji saat pemotretan ...