Becomes A Billionare With Card System

Becomes A Billionare With Card System
Menyelamatkan Yor



Yor terlihat begitu ketakutan saat melihat sebuah pisau yang berada tak jauh dari wajah dan lehernya. Bahkan dia terlihat sedang menahan napasnya kali ini. Begitu juga dengan Yuji yang seketika merasa cemas menyaksikan semua itu. Semua ini seperti sebuah dejavu untuk mereka berdua.


Yuji terdiam selama beberapa saat dan tidak bisa langsung menyerang kembali, karena itu akan sangat membahayakan Yor. Jadi kini tak ada pilihan lain selain menuruti perintah para preman itu.


"Angkat tanganmu atau nyawa gadis kecil ini akan melayang begitu saja!! Pisau lipat kesayanganku ini sudah cukup lama lo tidak aku asah secara langsung!" tandas preman yang sedang menyandra Yor dengan suaranya yang penuh ancaman.


"Pa-paman! Tolong berhati-hatilah! Jangan bermain-main dengan nyawa seseorang. Itu sangat berbahaya ..." ucap Yuji sangat khawatir dan berusaha untuk menenangkan preman itu.


Yuji juga melenggang pelan beberapa langkah maju mendekati mereka, namun preman itu segera menghentikan pergerakannya dengan ucapan tegasnya.


"Berhenti!! Jangan bergerak atau aku akan benar-benar menggorok lehernya!!" tandas preman itu semakin mendekatkan pada leher Yor.


Terlihat Yor semakin ketakutan, dia bahkan sudah menangis saking ketakutannya.


Mau tak mau akhirnya Yuji segera mengangkat kedua tangannya hati-hati. Dan seorang preman yang sudah bangkit kini sedang berdiri di belakangnya. Dengan tingkah songongnya dia mulai meraih punggung Yuji dan sedikit mendorongnya ke depan, hingga semakin mendekati Yor dan pria penyandera.


Ckk ... gara-gara mereka menyandera Yor, aku jadi tidak bisa bergerak leluasa. Aku tidak boleh bergerak sembarangan atau akan membahayakan nyawa Yor.


Batin Yuji menatap Yor dan preman itu. Yuji terlihat sedikit kesal namun juga khawatir. Dia mulai mencari cara untuk menyelamatkan sang adik


"Paman, aku mohon tenanglah! Yang kalian inginkan hanyalah uang bukan? Aku akan memberikan uang yang banyak untuk kalian semua! Asalkan kalian tidak melukai semua pengunjung disini! Aku akan memberikan uang untuk kalian, namun kalian harus segera meninggalkan tempat ini! Bagaimana?"


Ucap Yuji berusaha untuk bernegosiasi dan mulai melenggang beberapa langkah kembali ke arah preman yang sedang menyandra Yor.


"Jangan bermain-main dan jangan berusaha untuk membodohiku, Bocah sialan! Berhenti dan jangan bergerak!" tandas preman itu lagi memperingatkan Yuji dan itu Yuji seketika menghentikkan langkahnya kembali.


"Percayalah padaku, Paman. Aku punya banyak uang. Kalian butuh berapa? Katakan saja padaku! Maka aku akan memberikannya!" ucap Yuji kembali meyakinkan preman itu.


Ckk ... dasar Yuji! Sebenarnya apa yang sedang dia rencanakan? Mau memberikan uang yang banyak untuk preman itu? Darimana dia mendapatkan uang itu? Disaat seperti ini pun dia masih saja berusaha untuk membual!


Batin Jin yang hanya bisa terdiam dan mengawasi dari kejauhan saja.


"Berikan kami 10 juta yen ( kira-kira 920 juta rupiah)! Maka aku akan melepaskan gadis kecil ini! Dan kami akan segera meninggalkan tempat ini seperti permintaanmu!" ucap preman itu yang masih menodongkan pisau itu di hadapan wajah Yor yang sudah begitu ketakutan.


"Uhm ... baiklah. Aku akan segera memberikan 10 juta yen seperti permintaanmu! Jadi lepaskan dia terlebih dahulu!" ucap Yuji masih saja mengawasi pergerakan preman di hadapannya.


"Kau pikir aku ini bodoh?! Serahkan dulu uang itu! Baru aku akan melepaskan gadis kecil ini!" tandas preman itu masih dengan sorot matanya yang begitu tajam menatap Yuji.


"Huft ... baiklah-baiklah!" Yuji menurunkan kedua tangannya dan segera mencari sesuatu si dalam saku pakaiannya. Sementara preman itu masih terus mengawasinya.


"Aahh!! Aku baru saja ingat, Paman!" ucap Yuji menepuk keningnya sendiri.


"Apa lagi?!"


"Ponselku ada di dalam tas gadis yang sedang paman sandera saat ini karena aku menitipkannya sebelumnya." ucap Yuji, dan dengan santainya Yuji melenggang mendekati mereka kembali.


"Berhenti atau aku benar-benar menggoroknya! Dasar bocah tengik! Beraninya ingin mengelabuhiku!! Jangan banyak alasan dan segera serahkan uang itu!!" ucap sang preman semakin menggelegar dan tak sabaran.


"Tetap disitu dan jangan bergerak!!! Biar aku yang akan mengambilkan ponsel itu!" tandas preman itu mulai membuka tas slempang hitam sederhana milik Yor.


"Dasar paman jelek yang menyebalkan! Membuang-buang waktuku untuk menyelesaikan misi saja dengan membahayakan Yor! Huft!" gumam Yuji begitu lirih.


Disaat sang preman mulai mencari sesuatu di dalam tas slempang hitam itu, tatapan Yor dan Yuji saling bertemu. Lalu Yuji segera memberikan sebuah isyarat dengan bahasa matanya dan memperlihatkan deretan giginya yang rapi dan putih.


Pada awalnya Yor tidak memahaminya, namun setelah beberapa saat akhirnya dia mulai memahaminya. Hingga akhirnya Yor mulai mengedipkan matanya dan mengangguk dengan samar, meskipun sebenarnya dia masih sangat ketakutan.


Terlihat Yor mulai mengambil nafas dalam lalu mengeluarkannya secara perlahan. Lalu Yor meraih tangan kanan preman itu yang masih menodongkan pisau lipatnya. Yor segera menggigitnya sangat kuat, bahkan hingga berdarah.


Dan disaat itulah Yuji segera mengambil sebuah pisau milik preman lainnya yang tergeletak di atas lantai. Lalu dengan cepat Yuji menghempaskanya ke arah Nana dan pria itu.


SRRTT ...


JLEEBB ...


"Aarghhh ..." erang preman itu kesakitan dan mulai melepaskan Yor. "Beraninya kalian menipuku!!"


Pisau itu melesat cukup cepat. Sepasang mata bening Yor kini membelalak sempurna, seakan jantungnya berhenti berdetak seketika. Dan dia terlihat begitu syok melihat darah segar mengucur tepat di hadapannya. Bahkan pisau itu mendarat dengan sangat manis, tepat di depan wajah pucat Yor dan menancap sempurna pada punggung telapak tangan kanan preman itu yang sedang menodongkan pisau di depan wajah Yuji.


Saking syoknya Yor, gadis berwajah manis itu sampai tak bisa berkata-kata dan bertindak untuk sesaat. Dia hanya mematung dan terdiam untuk beberapa saat sebelum kesadarannya kembali sepenuhnya


Shiina yang memberanikan diri untuk mengintip dari kejauhan, seketika membungkam mulutnya sendiri dengan jemarinya. Jin yang menyaksikan semua ini juga terlihat begitu terpukau.


"Keren sekali! Sejak kapan Yuji bisa menjadi pemuda yang sangat keren seperti ini? Benar-benar menakjubkan!" Jin bergumam lirih namun pandangannya masih saja menatap Yuji dari kejauhan.


Namun tiba-tiba saja sang bos yang sudah sadar, kembali mengarahkan senjata api laras pendeknya untuk Yuji dari kejauhan. Dan Jin melihat semua ini.


Sementara itu, setelah mendapatkan kesadarannya kembali, Yor segera memanfaatkan kesempatan itu untuk melepaskan diri dan berlari ke arah Yuji.


Namun tiba-tiba saja seorang preman sudah bersiap untuk mengejar dan menangkap Yor kembali dari arah belakangnya. Dan disaat itulah sang bos sudah bersiap untuk menarik pelatuknya dari sisi belakang Yuji.


"Yuji!! Awas pria pelontos ada di arah jam 6 dan dia akan segera menembakmu!!" Jin berteriak memperingatkan.


Yuji yang sudah menyadarinya seketika melakukan pergerakan cepat.


"Yor, menunduk!" perintah Yuji sembari berteriak saat Yor masih berlari ke arahnya. "Sekarang!" tandasnya lagi dengan suara yang begitu tegas dan menggelegar.


Tanpa mengatakan sepatah kata apapun, Yor segera menuruti perintah dari sang kakak untuk segera menunduk. Di saat itulah Yuji menunduk dan melakukan terdangan putar untuk menjegal pria itu hingga membuat pisau lipatnya terjatuh.


Dengan cepat Yuji meraih pisau lipat itu dan menghempaskannya ke arah sang bos. Pisau lipat itu mengenai tangan sang bos tepat saat dia menarik pelatuk senjata apinya, hingga akhirnya serangannya mengenai sesuatu.


TAR ...


PRANG ...