Becomes A Billionare With Card System

Becomes A Billionare With Card System
Mengunjungi Y Entertaiment



Akhir pekan telah tiba, hari ini Yuji memutuskan untuk mengunjungi Y Entertaiment, karena dia sangat ingin melihat salah satu perusahaannya yang telah menaungi cukup banyak idol besar.


Dia sudah bersiap dan terlihat sangat rapi dan harum dengan penampilan kasualnya. Pakaian kasualnya memberikan kesan begitu santai namun tetap keren, cool, dan boyfriendable. Terlebih saat ini Yuji sudah semakin bersinar.


Yuji juga mengenakan sebuah jaket denim untuk membalut t-shirt putih polos sederhana ala seorang Yuji yang sebenarnya cukup sederhana dan simple. Dan sebenarnya gaya busana ini tak jauh berbeda dengan gaya Yuji seperti biasanya, namun pada waktu akhir-akhir ini selalu saja tidak pernah gagal untuk mencuri hati para gadis yang berada di sekitarnya yang diam-diam suka memperhatikannya.


Busananya lebih terlihat modis namun tidak pernah tampil ribet. Untuk bawahannya dia mengenakan celana denim bernuansa senada seperti jaketnya.


Hari ini Yuji juga menyempurnakan outfit-nya dengan sepasang sneakers putih. Membuatnya terlihat semakin mempesona dan memikat. Belum lagi beberapa aksesoris super mewah dan wow yang dia kenakan saat ini, tentunya semakin membuat tingkat ketampanan meningkat drastis.


Dia mulai menuruni tangga meninggalkan kamarnya dan melihat Yor yang sedang bersama dengan teman-temannya di ruang tengah sedang mengerjakan tugas sekolah bersama.


"Yor, kakak pergi dulu ya. Kamu hati-hati di rumah. Jika ada sesuatu hubungi kakak saja. Kakak akan segera pulang." ucap Yuji berpamitan.


"Okay deh, Kak Yuji. Kakak juga hati-hati dan cepat pulang ya setelah urusan kakak selesai." ucap Yor dengan manis.


Sementara ketiga teman Yor hanya terdiam dengan senyum dan angan konyol memandangi Yuji. Hal itu membuat Yuji merasa ada sesuatu yang salah dengan dirinya, sehingga dia malah memeriksa penampilannya kembali untuk memastikan apakah ada yang salah dengan penampilannya. Namun semua terlihat baik-baik saja dan sudah rapi.


"Kalian semua belajarlah yang rajin ya! Kakak akan pesankan makanan makanan enak untuk kalian." ucap Yuji melemparkan senyum smirk-nya lalu bergegas meninggalkan rumah.


Ketiga gadis SMP itu semakin klepek-klepek saat melihat Yuji tersenyum seperti itu, hingga ketiga gadis remaja itu kembali heboh.


"Wow! Kak Yuji semakin hari semakin ganteng saja! Lama-lama benar terlihat semakin bersinar saja. Oh my God!! " ucap salah satu gadis remaja itu masih saja menatap ke arah kepergian Yuji.


"Senyumannya sangat manis sekali! Tapi sayang sekali kakakmu malah pergi disaat kami datang. Harusnya aku tadi berpura-pura saja meminta tolong kak Yuji untuk mengajariku. Huft ..." sahut gadis remaja lainnya lagi.


"Tapi kak Yuji perhatian juga loh sama kita. Dia mengatakan akan membelikan makanan enak untuk kita. Selain sangan tampan, ternyata kak Yuji juga sangat manis, baik, perhatian dan manis. Ugh ... kamu beruntung sekali memiliki kakak seperti dia, Yor!" timpal gadis remaja lainnya memeluk lengan Yor dengan senyum lebar.


Yor tak bisa berkata-kata lagi, dia hanya meringis menatap ketiga temannya karena kehabisan kata.


...🍁🍁🍁...


Yuji lebih suka menggunakan motor gagahnya untuk bepergian kemanapun, dan kali ini pun dia juga menggunakan motor gagahnya kembali. Dia memasuki halaman Y Entertaiment dan melakukan parkir di tempat khusus.


Yuji mulai memasuki gedung besar dan megah itu, namun tak ada satu orangpun dari mereka yang menyambutnya. Mereka semua sibuk dengan urusan dan pekerjaan masing-masing dan tak menghiraukan Yuji, karena mereka mengira jika Yuji adalah salah satu staff atau trainee di dalam Y Entertaiment.


Beberapa trainee terlihat sudah mulai berkumpul untuk mendapatkan pelatihan menari di suatu tempat. Karena Yuji melihat para trainee itu memasuki sebuah ruangan latihan menari, dia berniat untuk melihat karena merasa penasaran.


Namun seseorang dari belakangnya tiba-tiba saja mendorong punggungnya hingga membuat Yuji memasuki ruangan itu. Belum sempat Yuji menoleh untuk melihat siapa orang itu, seorang gadis tomboi lebih dulu memasuki ruangan dan melewatinya.


Lalu gadis itu malah menarik tangan Yuji untuk bergabung bersama trainee lainnnya yang sudah berbaris di dalam ruangan berlatih tari.


"Kamu pasti anak baru! Jangan sampai terlambat atau pelatih akan memberikan hukuman untukmu!" bisik gadis tomboi itu yang juga sudah berbaris di barisan paling belakang, tepatnya di samping Yuji.


Apa? Dia mengira aku adalah trainee baru? Apakah penampilanku hari ini seperti seorang trainee baru? Jelas-jelas penampilanku sangat berbeda dengan penampilan mereka yang jauh lebih santai. Jika dibandingkan dengan mereka, penampilanku lebih berat karena aku mengenakan jaket dan celana denim. Pakaian seperti ini bukankah akan malah mempersulit seseorang untuk berlatih menari? Gadis ini benar-benar sudah buta!


Batin Yuji merentangkan kedua tangannya dan melihat penampilannya sendiri kembali. Namun sepasang mata Yuji mulai membulat ketika gadis tomboi itu kini tiba-tiba saja melepaskan jaket denim Yuji begitu saja.


"Kamu trainee baru mengapa begitu ceroboh dan bodoh? Mengapa pergi latihan dengan pakaian seperti itu? Celana dan jaketmu ini akan membuatmu kerepotan saat melakukan pergerakan menari. Huft ..." celutuk gadis itu mulai metetakkan jaket denim Yuji di atas tas miliknya.


"Apa kamu bilang? Aku bodoh dan ceroboh? Lalu apa aku boleh mengataimu buta dan seenak jidatmu sendiri, Nona?!" sahut Yuji sedikit kesal.


"Hah? Terserah kamu, aku tidak peduli dengan penilaian orang lain!" sahut gadis itu cuek dan sangat tidak peduli. Dia kembali fokus menatap lurus ke depan.


Namun rupanya seorang pelatih tari melihat sedikit kericuhan ini, hingga akhirnya mereka memanggil mereka berdua untuk maju ke depan.


"Trainee Yuka! Dan ... trainee cowok disebelahnya yang memakai T-shirt putih polos, ayo maju ke depan!" titah seorang pelatih pria yang saat ini sedang bertanggung jawab untuk melatih para trainee ini.


Gadis tomboi bernama Yuka itu segera melenggang ke depan dengan patuh. Sementara Yuji pada awalnya hanya menatap punggung gadis itu dengan kesal, namun akhirnya dia juha segera mengekorinya untuk maju ke depan.


Pelatih itu menatap Yuka dan Yuji penuh dengan intimidasi dan tatapannya terlihat sangat tidak bersahabat. Dan sebenarnya pelatih ini adalah pelatih baru yang baru bergabung bersama Y Entertaiment dua pekan yang lalu.


"Kalian baru saja menjadi trainee, tapi memiliki etika yang sangat tidak baik! Mau jadi apa kalian di masa depan?! Hah?! Y Entertaiment adalah salah satu agensi besar di Negeri ini! Kalian jangan main-main! Atau kalian bisa mengundurkan diri saja jika tidak menyukai aturan disini!" tandas pelatih itu sangat tegas.