
Setelah sampai di rumahnya, Yuji segera mendatangi kamar Yor di lantai 2. Dia masih mententeng sebuah platik belanjaan yang berisikan dengan benda-benda yang sangat dianggapnya keramat itu. Cukup banyak dia membelinya dengan berbagai jenis dan berbagai merek.
Tok ... tok ... tok ...
"Yor ... buka pintunya! Kakak sudah pulang!" ucap Yuji setengah berteriak setelah mengetuk pintu kamar Yor beberapa kali.
"Masuk saja, Kak! Tidak dikunci kok." balas Yor yang juga setengaj berteriak dari dalam kamarnya.
CEKLEK ...
Yuji segera memberikan sekantong barang sakral itu di atas pembaringan Yor, dan Yuji juga memberikan sebuah termos kecil yang berisikan dengan teh papermint hangat untuk Yor.
"Minumlah ini ..." ucap Yuji.
"Apa ini, Kak?" tanya Yor mulai membuka tutup termor itu untuk melihat isi minuman hangat di dalamnya.
"Teh peppermint. Petugas kasir menyarankan kakak untuk memberikan teh papermint hangat ini untukmu. Karena dia bilang ada beberapa penelitian yang menemukan bahwa mentol di dalam peppermint akan membantu melemaskan otot rahim, sehingga mengurangi kejang yang menyebabkan kram saat haid. Minumlah, Yor." ucap Yuji berniat untuk segera meninggalkan kamar Yor.
"Kakak akan mandi dulu! Oya, segera turun dan makanlah. Kakak sudah membelikan makan malam juga untukmu."
"Hmm. Okay, Kak"
Yor segera menikmati teh papermint hangat itu lalu meletakkan kembali termos itu di atas meja samping tempat tidurnya. Gadis yang memiliki wajah manis dan imut ini mulai mengambil sebuah pembalut dari kantong besar berwarna hitam itu.
Namun betapa terkejutnya dia saat melihat isi kantong tersebut yang berisikan dengan berbagai merk dan berbagai pembalut yang baru saja Yuji belikan untuknya.
"Haa?? Mengapa kak Yuji membeli pembalut sebanyak ini? Lalu ... bagaimana caranya aku menghabiskan semua ini?" gumam Yor dengan ekspresi kebingungan dan konyol mematap sekantong pembalut itu
...πππ...
Sementara itu Yuji yang baru saja menyelesaikan ritual mandinya mulai menghidupkan menyalakan salah satu lagu kesukaannya dari Blue Gazzete yang selama ini diidolakannya.
Sesekali pemuda ini juga ikut menyanyikannya. Meskipun sebenarnya suaranya cukup kurang mengenakkan saat bernyanyi, namun dia terlihat begitu menikmatinya.
"Andai saja aku bisa bertemu dengan Ken dan personil dari Blue Gazzete lainnya. Pasti akan sangat menyenangkan. Sayang sekali saat itu om-om galak itu malah membuat rusuh hingga membuatku pulang lebih awal dari rumah Ara. Huftt ... sangat menyebalkan!" geram Yuji kesal karena kembali teringat dengan hal yang terjadi saat itu.
[ Tuan Yuji bisa menemuinya kapanpun jika tuan menginginkannya. Bukankah saat ini tuan memiliki banyak uang? Tuan bisa membuat janji bertemu dengannya atau bahkan tuan bisa mengundangnya untuk menyanyi khusus untuk tuan. ]
Ucap Zero menyauti ucapan Yuji.
"Wah! Benar juga! Mengapa aku tidak berpikiran hingga kesana ya? Hehe ..." Yuji tertawa kecil mendengar saran dari Zero. "Tapi akan sangat aneh jika aku tiba-tiba mengundangnya tanpa adanya sebuah acara, Zero. Hhm ..."
Yuji memutar bola matanya dan memikirkan sebuah rencana. Hingga akhirnya wajahnya mulai terlihat berbinar, karena dia mulai memiliki sebuah ide dan rencana brilian.
"Yatta! Aku punya ide menarik. Hehe!!" Ucapnya penuh binar dan segera meraih ponselnya memberikan sebuah titah kepada manager Yanai melalui sebuah sebuah.
"Zero-sama! Aku akan segera bertemu dengan Blue Gazzete tanpa alasan yang sangat mencolok dan tak membuatku terlihat konyol karena menyukai mereka. Hehe ..." ucapnya lalu menghempaskan tubuhnya di atas sofa di dalam kamarnya.
"Oya, tolong tampilkan status terbaru dan hadiah yang aku dapatkan, Zero!"
[ Baik, Tuan. Silakan memilih kartu terlebih dulu untuk penentuan hadiahnya, Tuan. ]
Jawab Zero yang diikuti oleh oleh segerumul cahaya yang mulai terlihat di hadapan Yuji yang kemudian memperlihatkan beberapa kartu hitam dengan tepian yang bersinar menyilaukan di dalam cahaya itu.
Tanpa banyak memilih, Yuji langsung mengambil salah satu kartu berwarna hitam dengan tepiannya yang bersinar terang itu dan mulai membacanya.
...β§β§β§...
...Beberapa penambahan poin sistem. Beberapa dana, dan 1 kalung ajaib dengan pink diamond....
...β§β§β§...
Segerumul cahaya di hadapannya itu kini mulai memperlihatkan sebuah kalung berwarna emas perpaduan perak dengan sebuah liontin indah berbentuk permata, Pink Diamond.
Yuji meraih dan menimang-nimang kalung itu, menelisiknya dengan teliti, namun hanya terlihat seperti kalung biasa saja.
Meskipun belum mengetahui kelebihan dari kalung pink diamond itu, Yuji tak segera menanyakannya kepada Zero. Dia malah lebih fokus untuk melihat status terbarunya saat ini.
Yuji mulai beralih menatap sebuah layar hologram kebiruan yang kini sudah mulai terlihat di hadapannya. Dia segera memeriksanya untuk memastikan beberapa hadiah lain dan penambahan poin yang dia dapatkan saat ini.
γγγγγγ Billionare System γγγγγγ
Usia : 17 Tahun
Ras : Manusia
Ketampanan : 90
Kepintaran : 91
Ketangkasan : 85
Kecepatan : 86
Kekuatan : 94
Ketahanan : 92
Kharisma : 89
Kemampuan Spesial :
β’ Membaca pikiran orang
β’ Teknik bela diri judo ( pro )
β’ Kemampuan berbincang dan fasih dalam bahasa Inggris
Poin sistem : 76
Poin kemampuan : 77
Hadiah Misi 12 & 13 : Beberapa dana, beberapa penambahan poin dan 1 kalung ajaib dengan pink diamond
Dana : 6.695.000 yen ( kira-kira 750 juta rupiah )
Aset dan Investasi :
β’ Perusahaan Game ( Y Games )
β’ Perusahaan Kuliner Dan Restoran ( Yummy Restaurant ), dengan cabang 552
Misi : 14 ( belum dibuka )
Sistem pemandu : Zero
γγγγγγ Billionare System γγγγγγ
Setelah Yuji memeriksanya, dia mulai kembali fokus dengan kalung berliontin pink diamond itu kembali.
"Sistem mengatakan jika kalung ini adalah kalung ajaib. Apakah kalung ini memiliki sebuah kekuatan, Zero?" tanya Yuji akhirnya kembali menimang-nimang kalung itu.
"Kalung ini terlihat sangat feminim, apakah aku harus mengenakannya? Ughhh ..." keluh Yuji.
[ Benar, Tuan. Tuan harus memakainya. Kalung ini memiliki sebuah kekuatan ajaib. Selain terbuat dari sebuah batu permata termahal di dunia dan sangat didambakan oleh orang banyak karena keindahan dan kelangkaannya, kalung ini memiliki kekuatan yang bisa membuat tuan bisa menghilang, atau bisa dikatakan menjadi transparan dan tak terlihat. ] jelas Zero.
[ Kalung dengan pink diamond ini merupakan perhiasan yang terbuat dengan ukuran 59.6 karat dan memiliki harga mencapai 8.942.000.000 yen ( kira-kira Rp 1 triliun rupiah). Belum lagi menjadi lebih sempurna karena memiliki sebuah kegunaan untuk menghilang. ]
"Itu berarti kalung ini seperti jimat untukku. Dan aku tidak akan bisa menjualnya donk." ucap Yuji.
[ Benar sekali, Tuan. Tuan tak akan bisa menjualnya, atau akan menimbulkan masalah karena kekuatan sistem yang dimiliki oleh kalung ini. ] sahut Zero dengan nada datar seperti biasanya.
"Lalu bagaimana caranya menggunakannya, Zero? Apakah hanya dengan memakainya saja aku sudah bisa menjadi tak terlihat?" tanya Yuji sambil mengenakan kalung itu.
[ Tidak, Tuan. Di bagian belakang liontin di dekat rantai kalung memiliki sebuah tombol transparan kecil. Jika tuan Yuji menekan tombol itu, maka tuan akan menjadi tak terlihat. ] jelas Zero kembali.
"Hhm? Jika aku mencobanya kepada Yor, terlalu bahaya jika dia akan curiga padaku. Sebaiknya aku coba besok saat di sekolahan deh. Hehe ... sekarang lebih baik aku segera tidur saja!" gumamnya tanpa melepaskan kalung itu dan dia segera mendatangi pembaringannya.