
Baru berjalan memasuki gang menuju ke rumahnya, Yuji kembali mendengarkan suara Zero kembali yang membawakan sebuah misi untuknya.
DING ...
[ Misi akan segera dilakukan kembali, Tuan. Misi kali ini adalah membekuk seorang pencopet dan mengembalikan dompet itu kepada pemiliknya. ]
"Ughh ... baru juga turun dari taxi dan mau pulang untuk istirahat. Tapi kamu sudah memberikan misi untukku lagi, Zero! Bahkan kamu belum memberikan hadiah misi sebelumnya padaku! Hhuuh!!" Yuji merutuki Zero. "Awas saja jika kau tidak memberikan hadiah yang setimpal untukku, Zero!"
[ Tuan tenang saja! Hadiah selanjutnya tuan pasti akan sangat menyukainya. ]
Sahut Zero datar tak beremosi seperti biasanya.
"Okay-okay!! Sekarang katakan dimana pencopet itu?!"
Belum sempat Zero menjawabnya, tiba-tiba saja dari arah jalan gang kiri yang cukup sepi, terlihat seorang pria sedang berlarian terburu-buru ke arah Yuji.
Berjarak beberapa meter di belakangnya, seorang wanita berlarian berusaha untuk mengejarnya.
"Tolong tangkap dia! Dia sudah mengambil tasku!!" wanita itu berteriak karena melihat Yuji di seberang.
Yuji memperhatikan pria itu, dan benar saja dia sedang membawa sebuah tas kecil berwarna keunguan. Sebuah senyuman miring mulai tersembul menghiasi wajah Yuji karena rupanya sangat cepat dia menemukan target misinya kali ini.
Yuji menghadang pria itu di depan, namun siapa sangka pria itu malah berbelok dan memanjat dinding di sebelahnya dan melompat ke seberang jalan lainnya.
"Eehh? Sial! Dia mau kabur dariku!" gumam Yuji lalu ikut memanjat dinding itu dan menghempaskan tubuhnya ke seberang yang rupanya tembus pada sebuah jalanan yang memiliki cukup banyak kedai makan yang masih ramai di pinggiran jalan.
Dan rupanya pria itu sudah menghilang dari pandangannya.
"Ahh ... dimana dia? Mengapa cepat sekali menghilang? Sial!" geram Yuji mengedarkan pandangannya untuk menelisik sekitarnya.
Seharusnya dia masih berada di sekitar sini, dan belum pergi terlalu jauh. Terlebih jalanan ini masih cukup ramai seperti ini. Aku yakin, dia pasti sedang bersembunyi atau menyamar!
Batin Yuji masih mencari keberadaan pria itu. Yuji mulai menyisiri tempat itu dan kini berada di sebuah jembatan layang di atas jalan. Tiba-tiba saja pendangannya tertuju pada satu titik di bawah karena tidak sengaja.
Dia menatap aneh seorang pria yang sebenarnya berpenampilan sangat wajar, yaitu dengan menggunakan sebuah jas hujan hitam dan memakai topi.
Namun yang membuat Yuji curiga adalah, pria itu sedang mententeng sebuah tas berwarna keunguan yang sama persis dengan tas yang dicopet oleh sang pencopet. Bahkan tas itu memiliki motif dan sebuah gantungan dolphin biru yang sama.
Bahkan sepatu sport yang sedang dikenakan oleh sang pencopet juga sama persis dengan yang digunakan oleh sang pria berjubah hitam yang sedang melenggang di bawah jembatan layang itu.
Karena merasa aneh dan curiga, akhirnya Yuji meraih pegangan jembatan layang itu dengan kedua tangannya untuk tumpuan. Dia menghempaskan tubuhnya dengan sangat gesit dan lincah ke bawah.
"Huuupp ..."
Hingga akhirnya tubuh Yuji berhasil mendarat tepat di atas pria berjubah itu, hingga membuat pria berjubah itu terjatuh di atas jalanan.
"Hei!! Sialan!! Siapa kamu?!!" geram pria itu penuh amarah. "Kamu sangat tidak sopan! Cepat segera menyingkir dari atas tubuhku!!"
SRRTT ...
Yuji membuka topi hitam milik sang pria, dan benar saja, ternyata dia adalah memang sang pria pencopet yang sebelumnya melarikan diri dari Yuji. Dengan cepat Yuji segera merebut kembali tas keunguan itu.
"Hei kembalikan!! Itu milikku!" pencopet yang masih terbaring di atas jalanan itu berusaha untuk merebut kembali tas itu dari Yuji.
Namun Yuji yang masih terduduk di atasnya malah semakin menjauhkannya.
"Semua orang! Dia adalah pencopet! Dia telah mencuri tas ini! Bawa dia ke kantor polisi terdekat!!" Yuji berseru kepada orang-orang dan semua orang segera berlarian untuk menangkap pria itu.
Sementara Yuji segera mencari kembali wanita pemilik tas ini yang rupanya juga sudah menyusul ke tempat ini.
"Bibi. Ini tas bibi ... semoga isi di dalamnya masih utuh. Coba diperiksa." Yuji memberikan tas berwarna keunguan untuk seirang wanita.
Wanita itu segera menerima dan memeriksa isi di dalamnya. Hembusan nafas lega mulai dilakukannya, setelah memeriksa beberapa barangnya.
"Bagaimana bibi? Apa ada yang hilang?"
"Tidak, Anak muda. Terima kasih banyak. Ini untukmu ..." wanita itu mengulurkan beberapa lembar uang untuk Yuji, namun Yuji dengan cepat menolaknya dengan sopan.
"Tidak perlu, Bibi. Aku melakukannya dengan ikhlas kok. Aku permisi!" ucap Yuji sedikit membungkukkan badannya lalu segera berlalu.
...πππ...
Setelah membersihkan diri dan bersantai di dalam kamar kecilnya yang sangat sederhana, Yuji mengambil sebuah kartu dari segerumul cahaya putih.
...β§β§β§...
...β§β§β§...
Belum sempat berkomentar apa-apa, sebuah layar hologram kebiruan juga sudah mulai terlihat di hadapan Yuji. Yuji segera memeriksanya untuk memastikan beberapa hadiah itu.
γγγγγγ Billionare System γγγγγγ
Nama : Yuji Kamiya
Usia : 17 Tahun
Ras : Manusia
Ketampanan : 77
Kepintaran : 81
Ketangkasan : 60
Kecepatan : 61
Kekuatan : 72
Ketahanan : 70
Kharisma : 69
Kemampuan Spesial :
β’ Membaca pikiran orang
β’ Teknik bela diri judo ( pro )
Poin sistem : 50
Poin kemampuan : 52
Hadiah Misi 7 dan 8 : Beberapa dana, beberapa penambahan poin, 1 unit rumah di kawasan Danenchofu.
Dana : 3.200.000 yen ( kira-kira 360 juta rupiah )
Aset dan Investasi :
β’ Perusahaan Game ( Y Games )
β’ Perusahaan Kuliner Dan Restoran ( Yummy Restaurant ), dengan cabang 550.
Misi : 9 ( belum dibuka )
Sistem pemandu : Zero
γγγγγγ Billionare System γγγγγγ
Yuji yang baru saja sekilas membaca status terbarunya seketika melongo. Hadiah ini benar-benar cukup fantastis. Bukan hanya mendapatkan beberapa poin penambahan setiap item, namun Yuji juga mendapatkan sejumlah uang dengan nominal yang cukup fantastis, mendapatkan keahlian bela diri judo pro, serta dia juga mendapatkan 1 unit rumah di kawasan elit yang selalu dimimpikan oleh banyak orang!
Tentu saja Yuji begitu syok kali ini, bahkan membutuhkan selama beberapa menit untuk mendapatkan kesadarannya kembali, setelah dia menepuk pipinya sendiri beberapa kali.
"Ini sungguh keren sekali!! Aku mendapatkan satu unit rumah di wilayah Danenchofu? Rumah impian hampir semua orang di Jepang? Rumah elit bergaya Eropa yang memiliki harga sangat fantastis? Sungguh ... membayangkannya saja aku tak pernah. Apalagi hingga bisa memilikinya seperti ini? Zero!! Apakah ini sungguh nyata?"
Gumam Yuji masih merasa jika semua ini hanyalah sebuah mimpi belaka saja.
[ Apakah kebersamaan tuan bersama Yor selama ini juga sebuah mimpi, Tuan? Tentu saja semua ini adalah nyata, Tuan. ]
"Cihh ... sudah bisa bicara omong kosong kamu ya, Zero!" Yuji mendengus kesal, namun dia kembali mengukir senyum lebar dan merebahkan tubuhnya di atas pembaringan kecilnya.
Perlahan Yuji menutup matanya dan menghirup dalam aroma wewangian kamarnya, "Hhaahh ... Yor pasti akan sangat senang karena akhirnya kita memiliki tempat tinggal sendiri. Hhm ... namun bagaimana caraku untuk menjelaskan semuanya ya? Ahhh ... pikirkan besok saja! Sebaiknya aku tidu dulu. Rasanya mengantuk sekali. Hoam ..."
Tak membutuhkan waktu yang lama, akhirnya Yuji tertidur dengan sangat pulas.
...πππ...