Becomes A Billionare With Card System

Becomes A Billionare With Card System
Makan Malam Bersama Di Yummy Restaurant



Di dalam sebuah dapur salah satu cabang Yummy Restaurant di Yokohama, terlihat mereka sedang kalang kabut untuk mempersiapkan sebuah makan malam spesial untuk pengunjung yang tentunya juga spesial.


Bahkan lebih spesial dari yang spesial. Karena mereka akan kedatangan sang pemilik dari restoran besar itu yang saat ini sudah memiliki 550 cabang yang tersebar di Jepang.


Yeap, benar sekali. Hanya dengan satu kalimat, "Persiapkan menu makan malam yang baik, karena tuan Yuji-pemilik baru dariYummy Restaurant akan segera datang bersama dengan adik dan temannya untuk makan malam disini!" yang diucapkan oleh manager Yanai yang kebetulan sedang berada di restoran tersebut, seketika membuat semua koki dan para pelayan kelabakan di dapur.


"Cepat-cepat!! Tuan Yuji akan segera datang! Dia sudah sampai di lantai 1 dan segera menaiki sebuah elevator untuk naik ke lantai 5. Akan membutuhkan waktu sekitar 7 menit untuknya sampai di restoran ini! Ayo cepat-cepat!! Lakukan dengan baik!!"


Seorang kepala restoran cabang kalang kabut mengatur anak buahnya dan sesekali melihat jam tangannya yang melingkar dengan manis pada pergelangan tangan kirinya.


"Panggang daging wagyu itu dengan benar! Jangan sampai kurang matang atau terlalu matang! Untuk kunjungan pertama dari tuan Yuji, seharusnya kita memberikan kesan yang baik! Jangan sampai membuat tuan Yuji kecewa dan marah hingga memecat kita!! Ayoo semuanya!! Bekerja keraslah!!"


Ucapnya lagi menggelegar seakan sedang memakai sebuah toak saja. Sementara semua pelayan maupun para koki kembali fokus dengan pekerjaan masing-masing.


Bukan saja untuk mempersiapkan makan malam, namun mereka juga mempersiapkan sebuah ruangan khusus agar bos besar mereka akan merasa nyaman dan puas saat menikmati makan malamnya.


"Aku sama sekali belum pernah bertemu dengan pemilik restoran ini yang baru." bisik seorang pelayan yang sedang mempersiapkan ruangan untuk Yuji.


"Aku dengar dia baru saja membeli restoran ini satu bulan yang lalu. Jadi sangat masuk akal jika kita semua belum pernah melihatnya. Dia pastinya seorang pebisnis hebat, pastinya akan sangat sibuk! Bahkan jika hanya untuk sekedar memeriksa restorannya sendiri." celtuk pelayan lainnya yang saat ini memasangkan sebuah taplak meja berenda dengan list keemasan itu.


"Aku dengar dia masih sangat muda lo!"


"Wah, benarkah? Keren sekali ya!"


"Hei-hei!! Kalian ini bukannya segera mempersiapkan semuanya tapi malah asyik bergosip saja! Ayo cepat selesaikan tugas kalian dengan benar!" seorang kepala pelayan tiba-tiba sudah berada di dekat mereka, berkacak pinggang dan menatap mereka penuh intimidasi.


"Ba-baik, Senior! Maaf!!" sahut mereka bertiga serempak dam kembali fokus untuk menyelesaikan tugasnya masing-masing.


...🍁🍁🍁...


Sementara itu, setelah beberapa saat akhirnya Yuji, Yor dan Shiina mulai memasuki Yummy Restaurant di dalam gedung itu.


Ketika baru memasukinya, mereka disambut dengan baik oleh beberapa pelayan senior dan sang kepala pelayan.


"Selamat datang, Tuan Yuji, Nona ..." sambut sang kepala pelayan menyambut mereka dengan membungkukkan badan dan mengulurkan tangan kanannya mengarah ke dalam restoran.


"Silakan, Tuan Yuji. Kami sudah menyiapkan sebuah ruangan untuk tuan." imbuhnya lagi lalu mengantarkan mereka untuk menuju ke salah satu ruangan VVIP.


Yor kembali dibuat takjub menatap sekelilingnya, sebuah restoran mewah yang memiliki desain elegan dan berkelas. Dia juga bergumam lirih sambil menatap sekelilingnya.


"Selain tempatnya yang sangat bagus dan mewah, ternyata mereka sangat ramah ya ketika menyambut pelanggan. Tapi ... apakah sikap mereka tidak terlalu berlebihan disaat menyambut kami? Hhm."


Bahkan Yor juga merasa jika perlakuan para pelayan di tempat ini dengan pelayan cabang lain yang pernah dia temui sebelumnya sangatlah berbeda.


"Silakan, Tuan Yuji, nona Yor, nona Shiina. Kami sudah mempersiapkan menu terbaik untuk makan malam. Semoga kalian menyukainya." ucap kepala pelayan itu diikuti oleh beberapa pelayan yang mulai mengantarkan beberapa memu makan malam untuk mereka.


Makanan itu disajikan dengan baik dan berseni, aromanya begitu menggiurkan saliva. Dan makanan itu sebenarnya cukup banyak untuk mereka bertiga.


"Ehem ... Yuji, ada apa ini sebenarnya? Mengapa mereka memperlakukan kita seperti ini? Dan mengapa mereka memberikan makanan yang sangat banyak seperti ini? Kita bahkan belum memesan apapun karena baru saja tiba." bisik Shiina.


"Mereka hanya ingin melayani kita dengan baik saja kok. Bukankah pembeli/pelanggan adalah raja? Bukan rahasia alam lagi bukan jika mereka ingin melayani kita dengan baik?" ucap Yuji dengan sangat santai.


"Eehh? Iya juga sih. Kamu memang benar sekali, Yuji."


Sementara Yor masih saja menatap seluruh makanan di hadapannya itu dengan murung. Dia masih sangat mengingat harga dari makananan-makanan di hadapannya. Meskipun tidak sepenuhnya bisa mengingatnya dengan baik, namun Yor sangat meningat jika semua harga makanan itu sangat fantastis! Bahkan harga air mineral saja sebenarnya cukup tidak masuk akal untuknya.


"Ya sudah, ayo kita makan dulu! Semua makanan ini telah disajikan dengan suhu yang tepat, jika melewatkannya maka akan mengurangi tingkat kelezatannya." ucap Yuji mulai meraih pisau dan garpunya.


Namun belum sempat mereka menikmati hidangan lezat itu, seorang pemuda tiba-tiba saja datang dan segera duduk di seberang Yuji sambil mengatur kembali nafasnya.


"Huft ... mengapa mengundangku sangat mendadak seperti ini? Untung saja aku sedang tidak sibuk!" pemuda yang tak lain adalah Jin itu kini mulai meraih segelas jus jeruk dan meneguknya dengan cepat saking hausnya.


"Haha! Aku hanya sedang terlalu bahagia, makanya ingin mengundangmu untuk makan malam dan merayakannya." jawab Yuji sambil memasukkan sepotong kecil daging wahyu ke dalam mulutnya.


"Memang kamu sedang ingin merayakan apa?" tanya Jin yang secara spontan langsung melirik Shiina. "Jangan katakan ini adalah pesta untuk merayakan hari jadian kalian?" imbuhnya penuh dengan selidik.


"Uhhuukk ... uhhuukk ..." Yuji yang baru saja menikmati jus jeruknya seketika tersedak saat mendengarkan ucapan dari Jin.


Yor dan Shiina dengan cepat segera menyodorkan air mineral untuk Yuji. Dan hal ini tentu saja membuat dugaan Jin semakin kuat, jika sebenarnya Yuji dan Shiina memiliki sebuah hubungan lebih.


"Whoa!! Benarkah seperti itu, Yuji? Tidak kusangka kamu semakin lihai dalam hal percintaan seperti ini. Kamu keren!!" Jin berkata dengan berbisik, mengacungkan dua jempolnya dengan tatapan takjub.


Namun meskipun berbisik, tentu saja Shiina dan Yor juga bisa mendengarkan semua itu. Yor tentu saja merasa bahagia, karena dia juga menyukai Shiina yang ramah dan baik. Sedangkan wajah Shiina mulai terlihat bersemu merah.


"Jin hentikan! Ini tidak seperti yang kamu bayangkan! Aku hanya sedang merayakan Yor yang sudah mulai sehat kembali. Dan sebenarnya setelah makan malam ini, kami akan melanjutkan untuk melakukan sesuatu." ucap Yuji segera menjelaskan agar Jin tidak semakin salah paham.


"Benarkah seperti itu? Lalu apa maksudmu kita akan berpesta? Kamu akan mentraktir kami?"


"Hhm. Tentu saja. Namun kami masih belum tau akan pergi kemana setelah ini. Selama ini aku tidak pernah melakukan hal yang menyenangkan seperti orang-orang ... jadi ... aku tidak tau." ucap Yuji dengan jujur dan mengusap tengkuknya meringis.


"Ahaha ... kalau begitu serahkan saja padaku! Kamu beruntung memiliki teman sepertiku! Setelah ini kita akan bersenang-senang!!" ucap Jin bersemangat.