Becomes A Billionare With Card System

Becomes A Billionare With Card System
Siasat Shuzo



Shiina mendorong kuat tubuh Shuzo dan membuat pelukan itu terlepas.


"Aku tegaskan padamu sekali lagi, Shuzo! Kamu bisa melakukannya atau tidak? Jika kamu tidak bisa melakukannya, maka aku akan meminta papa untuk ..."


"Baiklah-baiklah! Aku akan melakukannya! Aku akan menunggu hingga kamu lulus! Tapi hanya untuk sampai SMU! Disaat kamu sudah kuliah, akulah yang akan selalu mengantar jemput ke kampus! Bagaimana?" pangkas Shuzo yang rupanya ingin mencoba bernegosiasi bersama Shiina.


Baiklah ... tapi kamu juga tidak boleh mengekangku saat itu! Karena disaat itu kita masih belum menikah!" tandas Shiina menegaskan kembali.


"Okay! Aku setuju!" sahut Shuzo dengan mudahnya.


Dia kembali meraih dan memeluk Shiina. Namun Shuzo mulai menarik-narik sudut bibirnya hingga membentuk sebuah senyuman misterius.


Ckk ... cepat atau lambat aku akan membuatmu untuk segera menikah denganku Shiina! Apapun itu! Aku akan melakukan segala cara untuk membuatmu terikat denganku! Sekalipun harus menggunakan cara kotor ... jangan berani untuk mencoba-coba mengelabuhiku! Aku tau, kamu ingin selalu bersama bocah tiang listrik itu! Tentu saja aku tidak akan diam saja dengan permintaan konyolmu ini. Ciihhh ... ini pasti adalah rencana busuk bocah tiang listrik itu agar bisa mendekati Shiina dengan lebih bebas dan leluasa! Aku tak akan membiarkan semua itu terjadi! Awas saja kau, Bocah tiang listrik!!


Batin Shuzo masih mengukir senyuman misterius.


Sementara itu ...


Di dalam aula utama, terlihat Yuji sedang duduk sendirian di sebuah sambil menikmati beberapa kue dan jus jeruknya. Sementara para tamu undangan terlihat sedang asyik mengerumuni Yuka dan Bang-Bang untuk berfoto bersama dan meminta tanda tangan mereka. Termasuk Yor dan teman-temannya.


[ Mission completed. Selamat, Tuan Yuji. Silakan memilih dan memeriksa hadiah tuan Yuji saat ini. ]


Ucap Zero membuyarkan angan Yuji.


Wah! Secepat inikah Shiina bisa membujuk om-om galak itu? Tidak aku sangka ternyata cara ini bisa berhasil dan sangat efisien. Jadi aku tidak perlu turun tangan sendiri untuk menyelesaikan misi kali ini. Hehe ... hebat juga Shiina bisa membujuk om-om galak itu ya! Ahaha ... aku akan memeriksa hadiahku nanti malam saja sebelum tidur, Zero. Aku ingin bersantai dulu sekarang.


Batin Yuji kembali meminum jus jeruknya dengan sedotan lucu dan berbentuk seperti roller coaster mini itu.


PLUKK ...


"Yuji!!!"


Sebuah tepukan di bahu Yuji dan sapaan penuh antusias itu cukup mengejutkan Yuji hingga membuat gelas jus jeruknya melayang di udara.


Mereka berdua menengadahkan wajah ke atas menatap gelas yang tengah melayang dalam posisi ke atas, sehingga isi di dalamnya tidak tumpah.


"Hhuupp ..."


Yuji menangkap kembali dengan sangat sempurna gelas itu sehingga tidak tumpah mengenai tubuhnya.


"Wow!! Keren!!" suara gadis penuh binar diiringi tepuk tangan kecil mulai terdengar.


"Shiina, kamu sungguh mengagetkanku." celutuk Yuji setelah menyadari jika yang datang mengagetkannya ternyata adalah Shiina yang kini sudah duduk di sampingnya.


"Gomen! Hehe ..." sahutnya sambil nyengir kecil.


"Huft ... untung saja aku bisa menangkapnya. Oh ya, selamat ya! Akhirnya cara kita berhasil!" ucap Yuji mulai teringat dengan keberhasilan Shiina.


"Ada apa?" tanya Yuji tak mengerti.


"Hah? Bagaimana kamu bisa tau jika cara kita berhasil, Yuji? Apa kamu memiliki kekuatan super? Nahkan aku sama sekali belum mengatakannya kepadamu loh!" tanya Shiina memiringkan wajahnya menatap Yuji keheranan dengan sepasang mata memicing.


"Ehh ... itu ... sebenarnya adalah ..." Yuji meringis dan mengusap tengkuknya karena bingung harus menjawab apa. Sementara Shiina semakin menatapnya penuh rasa curiga masih dengan kepala yang sedikit miring.


"Karena melihat ekspresi bahagiamu! Jadi aku berpikir jika rencana kita pasti telah berhasil! Ahaha ... bagaimana? Apa tebakanku benar, Shiina?" ucap Yuji berkilah dan tertawa kaku.


"Hehe ... kamu benar sih! Shuzo akhirnya setuju deh! Thanks ya, Yuji! Aku tak akan kerepota lagi karena sikapnya deh. Hehe ..." sahut Shiina dengan tawa kecilnya dan meraih segelas jus strawberry yang baru saja diantarkan oleh seorang pelayan.


"Tapi jujur saja ... uhm ... sebenarnya aku masih merasa jika ada sesuatu yang sedikit aneh. Aku kira Shuzo tak akan mau melakukannya, namun rupanya perkiraanku salah ..." gumam Yuji yang kali ini menikmati kue kering yang sudah disajikan di hadapannya.


"Apapun itu yang penting kita sudah berhasil deh!" sahut Shiina tak mau memikirkan hal lain. "Aahhh iya!! Aku melupakan sesuatu yang sangat penting!!" pekiknya histeris dan meletakkan kembali segelas jus strawberry miliknya dengan terburu.


"Hah? Ada apa?" tanya Yuji cukup penasaran karena Shiina terlihat begitu histeris, seolah benar-benar sudah melupakan sesuatu yang sangat penting dan berharga.


"Aku lupa untuk meminta berfoto bersama dengan Bang-Bang! Aku juga harus minta tanda tangan dia!!" ucap Shiina sangat antusian dan dengan cepat gadis cantik pecinta warna hitam inj langsung meninggalkan Yuji dan ikut berbaur dalam kerumunan para tamu undangan yang sedang mengantri untuk berfoto bersama dan meminta tanda tangan mereka.


Yuji hanya tersenyum simpul dan menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Dasar para gadis ini." gumamnya lirih dan gemas karena melihat tingkah Shiina malah mengingatkannya pada Yor yang juga sangat mengidolakan Bang-Bang.


"Huhhh!! Dasar para gadis ini! Mereka semua sama saja! Melihat yang tampan dan bening saja langsung hijau matanya! Memang apa sih hebatnya para pria mulus yang terlihat seperti patung manekin itu?! Hufttt ... aku sangat yakin jika mereka bahkan tak akan bisa mengangkat barbel. Atau mungkin mereka tak akan tau cara menggunakan sapu atau kain pel."


Tiba-tiba saja Jin sudah berkicau ria sembari duduk di dekat Yuji. Segelas jus anggur juga mulai diteguknya dengan cepat.


"Mengapa kamu terlihat sangat kesal, Jin? Apa Megu baru saja mencampakkanmu hanya karema dia ingin berfoto bersama Bang-Bang?" tanya Yuji menggoda Jin, karena Yuji melihat Megu yang juga sedang berada di dalam kerumunan itu.


"Apaan sih?! Tidak seperti ini!" jawab Jin masih memperlihatkan wajah kesal dan kali ini dia mulai menyantap beberapa kue kering dengan penuh emosi.


Bodoh! Aku bisa membaca semua yang ada di dalam pikiranmu, Jin! Kamu bahkan mengajak Megu malam ini untuk datang ke pesta ulang tahun Yor.


Batin Yuji menahan tawa dan menutupinya dengan punggung telapak tangannya.


"Hati-hati dengan Megu, Jin! Dia adalah teman dekat Ai. Jangan sampai Megu hanya akan memanfaatkanmu saja. Sebagai seorang pria, kamu harus lebih tegas dan jangan mau ditindas olehnya! Dan lagi ... gunakan pikiranmu! Jangan perasaanmu!" ucap Yuji memberikan nasehatnya untuk Jin.


Meskipun Jin sering sekali berbuat menyebalkan, namum selama ini dialah yanhbsudah selalu ada dan mau berteman dengam Yuji, bahkan disaat Yuji tidak memiliki apapun saat itu.


"Cihh ... apa yang sedang kamu bicarakan?! Aku sama sekali tidak menyukainya ..." elak Jin.


"Di depanku kamu tak akan bisa menyembunyikan apapun. Sudah mengaku saja jika kamu memang menyukainya." jawab Yuji terkekeh. "Namun ingatlah pesanku, Jin."


Aku hanya tidak ingin kamu bernasib sama seperti aku dulu ... selalu dimanfaatkan dan selalu diremehkan oleh Ai ...


Batin Yuji mengenang masa lalunya yang menyakitkan.