
Tak terasa hari berlalu dengan begitu cepat dan kapal pesiar Y Supreme sudah kembali lagi ke Dermaga Odaiba. Mereka pada akhirnya hanya menghabiskan waktu di atas kapal pesiar saja tanpa turun di Hokkaido.
Selain dengan sekolah, keseharian Yuji semakin disibukkan dengan beberapa hal berbau bisnis, meskipun sebenarnya di setiap perusahaan dia sudah memiliki masing-masing orang kepercayaannya yang cukup bisa diandalkan.
Yor juga sudah mulai mengetahui seluruh perusahaan yang dimiliki oleh Yuji. Karena Yuji memutuskan untuk tidak lagi menutup-nutupinya dari Yor.
Pada awalnya Yor sangat terkejut bukan main, mengapa Yuji bisa mendapatkan begitu banyak aset dan juga beberapa perusahaan besar seperti itu? Namun Yuji mengatakan jika selama ini dirinya sudah mulai belajar berbisnis dan dibantu oleh manager Yanai untuk mengelolanya. Sehingga perusahaan Yuji kini bisa berkembang lebih pesat dan sukses.
Jin juga sudah mulai magang di Y Games Developer. Dan ternyata dia sangat menyukainya dan merasa nyaman saat bekerja disana. Tidak seperti apa yang pernah dibayangkan oleh dia sebelumnya.
Karena dia membayangkan bekerja kepada orang lain itu cukup menakutkan. Namun pada kenyataannya semua senior dan atasannya cukup ramah kepadanya. Hal ini sebenarnya karena manager Yanai sudah mengatakan kepada mereka jika Jin adalah teman dekat dari sang bos besar. Sehingga otomatis mereka juga selalu memperlakulan Jin dengan baik.
Hubungan Yor dan Nao juga masih berlanjut dengan sangat baik. Namun hubungan itu masih dirahasiakan dari publik sesuai permintaan dari Yuji. Karena Yuji tidak ingin kehidupan Yor menjadi terkekang dan tidak leluasa karena sering menjadi incaran publik sebagai kekasih dari seorang idol. Dan lagi, jika berita itu sampai tersebar tentunya akan menurunkan pamor Nao sebagai seorang idol yang sedang memiliki masa keemasan.
Dua bulan kemudian ...
Yuji merayakan ulang tahunnya yang ke 18 tahun di Kamiya Forest Villa yang terletak di Kawaguchi, pegunungan Fuji. Dia mengundang Shiina, teman-teman Yor, Jin dan manager Yanai. Sedangkan kali ini Jin juga mengajak Misa, karena akhir-akhir ini mereka juga mulai akrab.
Yor juga mengundang Nao dan juga beberapa personil Bang-Bang lainnya. Dan sebagai janji yang pernah dikatakan kepada Shiina, kali ini dia juga akan mengundang salah satu idol wanita yang sangat bersinar saat ini. Yaitu, Dewi Oichi yang sebenarnya berasal dari satu agensi dengan Blue Gazzete.
Dan pesta perayaan ulang tahun Yuji kali ini juga merupakan untuk pertama kalinya di dalam hidupnya. Karena selama ini hanya untuk makan, biaya sekolah, dan biaya hidup sehari-hari saja Yuji dan Yor selalu pas-pasan.
Dan pesta ini sebenarnya Yor yang selalu merengek untuk dirayakan. Karena dia juga ingin melihat sang kakak merasakan sedikit saja apa yang selalu anak-anak remaja lakukan. Salah satunya adalah dengan membuat sebuah perayaan ulang tahun seperti ini.
Malam itu Shiina benar-benar kegirangan karena bisa melihat Dewi Oichi secara langsung. Idolanya yang selama ini selalu disukainya. Bahkan sesekali Shiina terlihat ikut bernyanyi sambil berjingkrak.
Yuji cukup aneh melihat tingkah Shiina dan beberapa orang lainnya yang menurutnya terlalu berlebihan. Bahkan mereka semua terlihat begitu antusias melebihi saat mereka menyaksikan Bang-Bang maupun Blue Gazzete.
Hanya Yuji yang masih bisa santai dan tetap tenang di dalam aula utama Kamiya Forest Villa ini ketika Dewi Oichi mulai menyanyikan sebuah lagu.
Aneh sekali. Bukan hanya para pria. Tapi para gadis juga terlihat sangat histeris saat melihat Dewi Oichi. Shiina juga terlihat begitu menyukainya. Hhmm ... apa ini hanyalah perasaanku saja ya?
Batin Yuji masih mengamati pertunjukan Dewi Oichi dari kejauhan. Namun tiba-tiba Yuji terlihat terkejut ketika tak sengaja melihat ada sesuatu yang aneh dengan Dewi Oichi.
Apa itu yang berada di tengkuknya? Terlihat seperti sebuah chip system. Apakah jangan-jangan dia ...
Batin Yuji menyimpulkan.
[ Benar sekali, Tuan. Karena nona Oichi juga memiliki sebuah sistem sama seperti tuan Yuji. ]
Sahut Zero.
Dan apakah mungkin ini semua adalah pengaruh dari sistem yang dia miliki, Zero? Membuat semua orang begitu menyukainya? Atau ... hanya aku yang berpikiran terlalu jauh?
Batin Yuji kembali yang masih mengamati Dewi Oichi dengan kedua tangan yang masih disilangkan di depan dada bidangnya.
[ Benar sekali, Tuan. Ini semua adalah pengaruh dari kekuatan sistem yang dia miliki. ]
Tanya Yuji kembali dalam hati.
[ Tidak, Tuan. Ini sama sekali tidak berbahaya dan masih dalam batas wajar. Dan kekuatan pemikat miliknya tidak akan mempengaruhi sesama pengguna sistem. ]
Jelas Zero yang cukup bisa menjawab rasa bingung Yuji saat ini.
Pantas saja aku hanya merasa biasa saja.
Balas Yuji di dalam hati sambil mengukir sebuah senyuman.
Tiba-tiba saja Shiina menyikut lengan Yuji dan membuat Yuji beralih menatapnya dengan ekor matanya.
"Ada apa, Shiina?"
"Dari tadi aku memperhatikanmu. Kamu terus saja menatap Dewi Oichi dan tersenyum-senyum sendiri. Jangan katakan kamu juga mengidolakannya." ucap Shiina memicingkan sepasang matanya menatap Yuji.
"Hhm? Aku bahkan tidak terlalu mengetahui lagunya lo."
"Apa? Apa kamu serius, Yuji? Dia itu lebih terkenal dari Blue Gazzete yang selalu kamu banggakan lo!" celutuk Shiina hampir saja tak percaya.
Belum sempat menjawab ucapan Shiina, tiba-tiba seorang pria pelayan yang masih cukup muda datang dan menawarkan minuman untuk Shiina dan Yuji.
"Silakan, Nona. Silakan, Tuan ..." ucapnya dengan ramah tanpa melihat wajah Yuji dan Shiina. Karena dia fokus membawa nampan yang berisi dengan beberapa gelas jus.
Yuji yang mulai menyadari siapa pemuda itu seketika mengerutkan keningnya karena cukup terkejut. Dia sungguh tidak menyangka jika akan bertemu dengan seseorang dari masa lalunya di villa miliknya sendiri.
Shiina segera mengambil segelas jus strawberry. Sementara Yuji tak segera mengambilnya. Dia berniat untuk menyapa pemuda itu.
"Tidak aku sangka kita akan bertemu kembali, Daisuke?" sapa Yuji yang seketika membuat pemuda itu menengadahkan wajahnya menatap Yuji.
"Yu-Yuji ... kamu ... mengapa kamu ada disini?" tanya Daisuke dengan ekspresi aneh sekaligus malu.
Karena di seumur hidupnya, ini adalah pertama kalinya Daisuke melayani Yuji. Tentu saja hal ini adalah sebuah tamparan keras untuknya. Dan dia merasa sangat dipermalukan, meskipun Yuji belum melakukan apapun saat ini.
"Ini adalah villaku. Tidak ada salahnya bukan jika aku mengunjunginya dan memakainya?" jawab Yuji dengan nada ramah namun terasa tajam didengarkan oleh Daisuke.
"Pembohong! Pemilik villa ini sedang menggunakan villa ini untuk merayakan pesta ulang tahunnya. Jangan tidak tau diri dan mengaku-ngaku!" ucap Daisuke dengan penuh penekanan dan menentang ucapan Yuji.
Namun tiba-tiba saja ekspresinya berubah ketika dia mulai mengingat sesuatu jika hari ini adalah memang hari ulang tahun Yuji.
Tidak mungkin! Ini pasti hanyalah sebuah kebetulan saja! Ya! Kebetulan Yuji dan pemilik Kamiya Forest Villa ini memiliki hari ulang tahun yang sama!
Batin Daisuke meyakinkan dirinya sendiri.