
Hanya berbekal dengan sebuah motor tua milik karyawan dari Sugoi cafe, Yuji mengejar BMW hitam metalik itu hingga akhirnya Yuji memilih untuk mengambil jalan berputar dan berhasil menghadang mereka.
TIINN ...
CKKIITTT ...
"Sialan!! Siapa pemuda di depan?!! Apa dia mau mati?!!" geram pria yang mengambil kendali kemudi uring-uringan karena kepalanya sampai terbentur kemudi.
"Cepat bereskan lalat itu!!" imbuhnya memberikan titah kepada salah satu dari temannya.
Sementara satu pria lainnya lagi duduk di belakan dan masih menjaga Misa yang sudah gemetaran karena ketakutan.
"Siapa kau? Dan ada urusan apa dengan kami?!" ucap pria yang sudah berhadapan dengan Yuji sambil membawa pemukul besi, dan wajahnya juga terlihat merah, matanya merem melek karena mabuk. Dan tubuhnya melangkah dengan sempoyongan.
"Lepaskan Misa!" ucap Yuji yang sudah turun dari motor tua itu.
"Jadi kau adalah kekasihnya ya?" pria itu tersenyum miring dan mulai mengayun-ayunkan tongkat besinya sembari melangkah semakin mendekati Yuji.
Yuji tak menanggapinya, dia hanya fokus untuk segera menyelesaikan berandalan di hadapannya dan menyelamatkan Misa. Karena Yuji tak menghiraukannya, berandalan itu menjadi kesal. Dia mulai mengayunkan tongkat besi itu ke arah Yuji.
WUSHH ...
WUTT ...
BUAGGH ...
Bukan Yuji yang terluka, namun pria itu yang terluka. Karena Yuji menghindari serangan itu dengan cepat. Dia menunduk dan segera mengayunkan tinjunya menghantam perut pria itu.
Tak puas dengan itu saja. Yuji dengan lihai menggunakan salah satu teknik bertarung judo yang telah dia kuasai atas bantuan sistem. Tubuhnya bergerak secara alami. Dan kemampuannya benar-benar seperti seorang pro judo.
Dua menggunakan teknik bantingan paha untuk menghadapi pria itu. Yuji mencengkeram kuat salah satu lengan pria itu, lalu dengan cepat Yuji segera memutar tubuhnya ke arah belakang sambil menarik lengannya.
Kaki kanan panjangnya pun mulai menyusup ke dalam kaki pria itu, dan akan dia gunakan untuk menjegal bagian paha. Sambil melakukan gerakan itu, Yuji juga langsung mengangkat tubuh pria itu dan membantingnya dengan bantuan dari kaki kanannya yang dia gunakan untuk menjegalnya.
BRUGHH ...
Tubuh pria itu terhampas kuat dan membuatnya terbatuk dua kali. Dia masih meringkuk dengan mata terpejam dan tangan memegangi dadanya.
Ternyata seorang pria lainnya sudah turun dari mobil. Dia yang sudah berada di dekat Yuji, kini mulai memasang kuda-kuda dan berakhir dengan melayangkan tinju lurusnya ke depan dengan mengincar wajah Yuji sebagai target.
GREEPP ...
Yuji mematahkan serangan itu dengan mudah. Tinju itu ditahan oleh Yuji dan membuat pria itu membelalak terkejut.
"Ba-bagaimana mungkin tinjuku dihentikan? A-aku adalah seorang petinju handal tingkat SMU! Tapi kau dengan mudah mematahkannya." gumam pria itu yang bahkan tak terlihat seperti murid SMU.
Karena parasnya yang memang terlihat seperti preman. Dengan gaya rambut jabrik, memakai beberapa tindik, dan ada beberapa tato yang melekat pada tubuh kekar dan besarnya.
"Jika kau adalah seorang petinju handal, maka aku adalah seorang ahli judo yang handal!" balas Yuji tersenyuk miring dan segera menggunakan salah satu teknik mematikan lainnya.
Kali ini Yuji menggunakan teknik goshi atau bantingan pangkal paha memutar. Sebemarnya pada teknik gerakan ini cukup sulit, karena Yuji harus mencengkeram lengan lawan bertarungnya, sementara tangan lainnya lagi harus memeluk bagian belakang tubuh lawan.
Namun dia melakukan semua itu dengan sangat mudah. Saat Yuji memutar tubuhnya ke belakang, dia segera mengangkat pria yang memiliki tubuh lebih besar dari dirinya itu. Lalu disaat itulah Yuji segera membanting tubuh pria itu ke tanah cukup keras.
BRUUGHH ...
Pria terakhir yang sejak dari tadi masih menjaga Misa, akhirnya turun dari mobil dengan ekspresi penuh amarah. Dia sudah mengeluarkan pisau lipatnya dan menatap Yuji tajam.
SRRTT ...
Dengan cepat dia naik atas mobil lalu menghempaskan tubuhnya ke arah Yuji dengan tangan kanan bersiap menyerang dengan pisau lipatnya.
Yuji masih berdiri tegap dan santai di tempatnya. Namun saat jarak di antara mereka hanya menyisakan kira-kira 1 meter. Yuji mengangkat kaki kanannya ke depan atas dan menjejakkannya pada dada pria itu hingga membuat tubuh pria itu malah terhempas ke belakang beberapa meter.
Namun rupanya pria itu cukup kuat. Dia yang terjatuh terbaring, kini menghentakkan kedua kakinya ke depan dan sedetik kemudian sudah berdiri tegap di hadapan Yuji.
Dengan tatapan nyalang, pria itu menatap Yuji dengan salah satu alis yang dinaikkan. Namun belum sempat menyerang kembali, Yuji sudah berhasil menjatuhkan pisau lipat itu dengan tendangannya.
Namun disaat pria itu berhasil menangkap salah satu kaki Yuji dan membuat keseimbangan Yuji tak seimbang, Yuji menggunakan kedua tangannya untuk tumpuan di atas lantai dengan posisi terbalik. Lalu dengan cepat dia menggunakan kaki lainnya untuk menendang kembali pria itu.
BUAGGHH ...
Tubuh pria itu terhentak beberapa meter ke belakang hingga menabrak dinding dengan kuat. Yuji yang sudah berdiri kembali kini mendadak ada yang menyerangnya kembali dari arah lainnya lagi. Dan ternyata itu adalah pria yang pertama kali melawannya.
Kali ini Yuji menggunakan teknik tomoe nage atau lemparan guling belakang. Dengan cepat Yuji mencengkeram bagian atas depan lawan. Dan dia segera merebahkan tubuhnya sendiri ke permukaan lantai sambil menggiring pria itu.
Yuji mengangkat kaki kanannya untuk menahan bagian perut pria itu, lalu dengan kekuatan tangan serta kakinya, Yuji menggulingkan pria itu ke arah belakang.
BUGHH ...
"Uhukk ... uhuukk ..." pria itu terbatuk-batuk dan menahan rasa sakit.
Yuji segera menghampirinya yang masih terbaring, karena dialah yang masih sadar diantara ketiga rombonganya. Yuji menarik kerah pakaian pria itu dan menginjak dada pria itu.
"Siapa yang memerintahkan kalian untuk melakukan semua ini?" tanya Yuji memperkuat pijakannya di atas dada pria itu.
"Ti-tidak ada ..." ucap pria itu terbata.
"Katakan dengan benar atau aku akan membuatmu cacat seperti salah satu dari temanmu itu?!!"
"A-aku sudah menjawabnya dengan jujur. Ka-kami bahkan tak mengenal wanita itu. Ini adalah pertama kalinya kami melihatnya di sekitar sini, dan kami hanya ingin bermain-main saja dengannya." ucap pria itu lagi berusaha untuk menahan pijakan kuat dari kaki Yuji dengan kedua tangannya.
"Apa kau yakin?" Yuji memicingkan sepasang matanya menatap pria itu.
"Te-tentu saja. Bos kami adalah seorang atlit dan petinju profesional. Mana mungkin kami bekerja untuk orang lain? Dia saja sudah cukup kaya dan kuat ..."
Pandangan Yuji kini beralih menatap Misa yang sudah turun dari mobil dan berlari kecil menghampirinya.
"Yuji, apa kamu baik-baik saja?" tanya Misa terlihat cemas.
Yuji masih dengan posisinya menatap tajam pria itu dan memberikan peringatan untuknya.
"Jika aku melihat kalian merusuh dan mengganggu orang lain lagi, maka disaat itulah aku akan benar-benar mematahkan tulangmu! Dan katakan juga pada bosmu, jika hal seperti ini terulang lagi di hadapanku, maka aku akan membuatnya vacum dari dunia tinju selamanya!!" tandas Yuji semakin memperkuat pijakannya dan membuat dada pria itu semakin kesakitan.
"Ba-baik ... ka-kami mengerti. Ma-maafkan kami ..."
"Misa, ayo kita pulang!" Yuji melepaskan pria itu dan segera mengajak Misa untuk segera pergi.