
Yuji menatap Yor dengan ekspresi rumit dan penuh pertanyaan. Namun Yor masih saja melakukan hal itu dengan sangat bersemangat, bahkan kini sudah lebih dari 10 pakaian yang sudah dimasukkan ke dalam tas belanjaannya.
"Yor, sebenarnya ada apa? Mengapa kamu melakukan semua ini terhadap kakak? Apa kamu ingin membelikan semua pakaian itu untuk kekasih barumu? Dan apakah kekasihmu juga memiliki postur tubuh seperti kakak? Mengapa kamu tidak memberitahu kakak jika kamu sudah memiliki seorang kekasih, Yor? Biar bagaimanapun memberikan begitu banyak barang yang berlebihan seperti untuk kekasihmu itu tetap kurang tepat. Kalian baru saja menjalin ikatan bukan? Dan kamu ini seorang gadis, jadi kakak rasa ..." ucap Yuji terpotong, karena tiba-tiba saja Yor segera memotong ucapannya.
"Apa yang sedang kakak bicarakan?" ucap Yor mengerucutkan bibir tipis kemerahannya beberapa senti ke depan, namun akhirnya dia mulai tertawa kecil.
"Aku tidak punya kekasih kok kak. Lagipula aku tidak punya waktu untuk memikirkan hal semacam itu, Kak. Aku hanya ingin belajar dengan baik, dan bisa segera lulus dari sekolahan dengan nilai yang baik. Lalu aku juga ingin segera bekerja untuk membantu kak Yuji. Mana mungkin aku membuang-buang waktu untuk berkencan, Kak? Sementara kakak selalu bekerja keras untuk mencari uang untuk mencukupi kehidupan kita."
Imbuh Yor mulai menempelkan baju terakhir untuk Yuji.
Sedangkan Yuji malah terdiam menatap lekat sang adik. Dia merasa cukup terharu saat mendengarkan ucapan dari Yor. Adiknya begitu baik, penurut, dan selalu memikirkan Yuji. Bahkan Yor ingin segera lulus sekolah dan bekerja untuk membantu Yuji mencari uang.
"Wah, ternyata kakakku memang sangat tampan dan keren ya! Mengapa aku baru saja menyadarinya ya? Haha ... ternyata aku tidak sepeka teman-temanku." ucap Yor kembali dengan tawa kecilnya sambil menengadahkan wajahnya menatap Yuji.
"Apa? Teman-temanmu mengatakan jika kakak tampan dan keren?" tanya Yuji melongo seakan tidak mempercayai ucapan Yor.
Karena selama ini tak banyak gadis yang meliriknya. Jika pun ada gadis yang meliriknya, pasti dia akan segera mundur sebelum melangkah lebih jauh. Karena mereka tak akan mungkin berpacaran dengan pemuda yang tak bisa mengajak gadisnya untuk bersenang-senang.
Karena keuangan Yuji di masa lalu benar-benar sangat sulit, dan tidak seperti saat ini. Sangat berbeda dengan saat ini, bahkan saat ini Yuji sudah memiliki mobil mewah, motor besar mewah, rumah besar dan megah. Dan satu lagi, Yuji memiliki 2 perusahaan besar yang memiliki ratusan cabang yang tersebar di Jepang. Dia sekarang adalah seorang billionare sejati.
Yor mengangguk tegas dan mulai memasukkan baju terakhir ke dalam tas belanjanya, lalu berkata, "Hhm. Iya, Kak. Akhir-akhir ini mereka sering sekali merengek padaku untuk didekatkan dengan kakak loh. Huft ..."
Mendengar ucapan Yor, membuat Yuji tertawa kecil dan mengacak-acak rambut Yor. Dan tentunya hal itu membuat Yor kesal.
"Ihh, Kak Yuji! Rambutku jadi berantakan deh!" sungut Yor meletakkan tas belanjaannya dan merapikan rambutnya yang hari ini diikat 2.
"Anak ingusan seperti kalian bukannya belajar dengan baik, malah sibuk mengamati pemuda! Kamu jangan seperti mereka ya, Yor!" ucap Yuji menasehati dan sedikit menunduk menatap lekat sang adik.
"Iya, Kak Yuji. Kan aku sudah bilang, kalau aku tak punya waktu untuk memikirkan hal itu." sahut Yor.
"Gadis pintar!"
"Lagipula aku tidak mau jika salah satu dari mereka yang menjadi kekasih kak Yuji. Mereka sangat kekanak-kanakan, tidak cocok dengan kak Yuji. Aku lebih setuju jika kakak berpacaran dengan kak Misa atau kak Shiina saja! Selain mereka sangat cantik, mereka juga ramah dan baik hati! Aku sangat menyukai mereka!" ucap Yor seketika menjadi berbinar saat menyebut nama Misa dan Shiina.
Namun tidak seperti Yuji yang seketika membekukan senyumannya.
Ahhh ... benar juga! Aku bahkan belum mengajak Misa untuk makan bersama sebagai ucapan terima kasihku saat itu. Aku harus segera mengajaknya besok. Jika tidak, dia akan menilaiku pembohong.
Batin Yuji mulai mengingat Misa dan perjanjian dari drama kekasih seharinya. Sebelumnya Yuji pernah mengatakan jika akan mentraktir Misa setelah Misa menolongnya, namun hingga sampai saat ini Yuji bahkan belum menghubungi Misa lagi. Yah ... meskipun mungkin sebenarnya Misa tak berharap banyak dengan bayaran itu. Karena dia tulus untuk menolong Yuji saat itu.
Misa, apakah besok malam kamu ada waktu? Aku ingin mengajakmu untuk makan malam, jika kamu sedang senggang. Yuji.
Yuji segera menyimpan ponsel berlogo strawberry itu ke dalam saku pakaiannya setelah mengirimkan pesan itu untuk Misa.
"Kak, bagaimana menurut kak Yuji?" tanya Yor yang rupanya sejak dari tadi masih saja berharap agar Yuji bisa benar-benar menjalin sebuah ikatan dengan salah satu diantara 2 gadis itu. Yaitu antara Misa dan Shiina.
"Apanya yang bagaimana, Yor? Seperti yang kamu pikirkan, kakak tidak sempat untuk memikirkan percintaan dan romantisme. Apalagi saat ini kakak harus memikirkan Yummy resraurant dan juga Y Games." jawab Yuji seadanya dan mulai mengambil tas belanjaan Yor yang berisi cukup banyak pakaian.
Yuji juga segera melenggang untuk berpindah pada pakaian wanita lalu mulai memilih beberapa pakaian wanita. Yor segera membuntuti Yuji dengan wajah cemberut dan kesal.
"Ihhh, Kak Yuji! Kakak bahkan memiliki cukup banyak anak buah. Dan sepertinya manager Yanai adalah salah satu anak buah kakak yang sangat bisa diandalkan. Jadi kakak tidak sepenuhnya donk berkecimpung di dunia bisnis lagipula kakak juga masih sangat muda. Kakak tidak boleh menyia-nyiakan masa muda kakak. Biar bagaimanapun kakak juga pernah memiliki seorang kelasih sebelumnya bukan? Jadi tidak ada salahnya jika kakak mencobanya lagi. Dengan adanya mereka, mereka bisa memberikan semangat baru untuk kakak loh! Dan aku sangat yakin kok jika kak Misa dan kak Shiina itu sangat baik dan berhati lembut."
Ucap Yor seakan sedang membujuk Yuji untuk juga memulai membuka hatinya untuk gadis lain. Kali ini gantian Yuji yang mengambil beberapa pakaian untuk Yor, dan dia menawarkannya untuk Yor.
"Ayo, sekarang giliranmu. Pilih beberapa pakaian untukmu, Yor!" ucap Yuji mengalihkan pembicaraan. Karena sebenarnya Yuji malas untuk membahas masalah gadia dengan Yor.
"Kak Yuji! Jangan mengalihkan pembicaraan dan jawab aku ..." sungut Yor sambil mendengus kesal.
Yuji meletakkan kembali beberapa pakaian wanita itu di atas meja. Lalu menghela nafas untuk beberapa saat, dan melepaskan perlahan.
"Yor, kamu tau kan jika Shiina itu sudah memiliki seorang tunangan? Saat itu kamu melihatnya sendiri bukan jika dia sangat menjaga Shiina. Jadi tidak mungkin kakak akan mendekati Shiina. Sedangkan Misa, dia gadis yang begitu dewasa dan selalu terlihat anggun. Dia pasti hanya akan menganggap kakak seperti bocah ingusan saja."
Mendengar ucapan dari sang kakak, seketika membuat Yor cemberut seketika. Dia tak menjawab ucapan Yuji lagi dan segera melenggang untuk pergi meninggalkannya. Namun belum sempat Yor pergi lebih jauh, Yuji segera mengatakan sesuatu yang sukses membuat Yor kembali berbinar lagi.
"Baiklah-baiklah. Suatu saat kalau kakak sudah menemukan gadis yang tepat, maka kakak akan mengenalkannya padamu, Yor. Tapi tidak untuk saat ini. Karena saat ini masih banyak yang harus kakak lakukan." ucap Yuji seadanya.
"Baiklah!! Aku hanya tidak mau kakak masih saja mengingat wanita bernama Ai itu, Kak! Dia tidak cocok dengan kakak! Aku harap kakak benar-benar sudah melupakan dia!" tandas Yor yang rupanya mengkhawatirkan hal ini dan mengira jika Yuji masih mengharapkan Ai.
"Hhm. Kamu tenang saja, Yor. Kakak sudah melupakannya kok." sahut Yuji dengan jujur. "Ayo, sekarang pilihlah beberapa pakaian untukmu!"
Yor tersenyum lebar dan mengangguk samar, "Hhm. Iya, Kak!"
...πππ...
Bonus visual Yor hari ini ...