
Kensho Ono masih berusaha untuk menahan rasa sakit pada bahu kirinya dan berusaha untuk menguatkan dirinya. Dia tak mau terlihat lemah di hadapan semua orang.
Terlebih saat dia harus kalah dari Yuji yang selama ini hanya diangapnya sebagai seorang sampah dan pecundang miskin. Harga dirinya sebagai preman kampus akan terjatuh seketika jika sampai hal itu terjadi.
"Bukankah jelas-jelas Kensho Ono yang menyerang Yuji? Tapi mengapa malah dia yang terlihat sedang menahan kesakitan?? Apa dia sungguh Kensho Ono yang selama ini berkuasa di SMU kita?" bisik seorang siswa kepada siswa lainnya.
"Kensho Ono memang kuat. Tapi akhir-akhir ini Yuji juga sangat kuat. Apa kamu tidak dengar? Dia bahkan telah mengalahkan berandalan yang pernah menyerang salah satu kafe bar itu? Dan coba lihatlah! Yuji juga tidak sekurus dulu lagi!" balas siswa lainnya yang juga berbisik.
"Yuji benar-benar sudah berubah. Bukan hanya kuat, tapi dia juga sudah cukup kaya. Semua tuanggakan administrasi sekolah sudah dia lunasi sampai dia lulus. Bahkan aku dengar tuan Yanai adalah salah satu dari anak buahnya. Padahal saat aku mendengar cerita dari Ai dan Shoto, aku hanya mengira jika Yuji sedang membual. Namun setelah melihat apa yang terjadi akhir-akhir ini, sepertinya semua itu adalah memang benar. Yuji yang sekarang bukanlah Yuji yang dulu lagi. Dari seorang sampah dan pecundang, kini dia menjadi kuat dan kaya!"
Balas siswa lain yang juga masih berbisik, namun semua yang mereka bicarakan sebenarnya terdengar oleh Yuji maupun Kensho Ono.
Yuji masih tersenyum tipis dan semakin memperkuat cengkeramannya hingga membuat Kensho Ono mengeraskan rahangnya karena cengkeraman mematikan itu.
KRAK ...
Yuji menghembuskan nafas kasarnya ke udara dan mulai melepaskan cengkeramannya. Dia mengangkat tangan kanannya dan menatapnya dengan senyum puas. Karena Yuji berhasil sedikit membalas perbuatan mereka tanpa terlalu kentara jika dia sedang melakukannya pembalasan itu. Bahkan Yuji masih terlihat ramah di hadapan semua orang.
Sementara Kensho Ono masih berusaha untuk berdiri dengan tegap, meskipun sebenarnya saat ini bahunya sedang memar dan terluka cukup parah.
"Ahh ... gomen! Sepertinya tanganku sedang butuh untuk berlatih." ucap Yuji dengan santai dan memperlihatkan wajah polosnya sambil memandangi tangannya dan membolak-balikkannya.
Yuji Kamiya! Dalam 3 bulan tidak melihatnya saja, dia sudah sangat berubah dan sangat membuatku terkejut. Aku akan membalas perbuatanmu hari ini! Lihat saja!! Aku tak akan membiarkanmu mempermalukanku!
Batin Kensho Ono menatap tajam Yuji yang masih memasang wajah innocent itu.
"Ciihh ... karena aku sedang berbaik hati, maka aku akan melepaskanmu hari ini! Lain kali aku tak akan melepaskanmu!" tandas Kensho Ono dengan penuh penekanan lalu segera meninggalkan tempat itu dan segera diikuti oleh kedua anak buahnya.
Yuji tersenyum memandangi kepergian mereka dan memutuskan untuk segera kembali ke kelasnya.
...πππ...
K Group, Kanagawa, Tokyo 4 PM.
Yuji tiba disana dan mulai disambut oleh seorang karyawan wanita dengan ramah.
"Selamat datang, Tuan. Apakah ada yang bisa kami bantu?" ucap karyawan wanita itu dengan ramah.
"Coba jelaskan sedikit tentang K Group padaku!" titah Yuji yang belum diketahui oleh seluruh karyawan K Group, bahwa dia adalah pemilik baru dari K Group saat ini.
Ucap sang gadis karyawan itu menjelaskan dengan sangat ramah. Dan mengira jika Yuji adalah salah satu orang yang akan menggunakan jasa dari K Group.
"Selain itu tuan juga bisa merasakan Shinkansen Experience, Subway Experience dan masih banyak lagi yang bisa tuan dapatkan. Selama melakukan private tour wisata ini, tuan akan menginap dan menikmati minimal di Hotel Bintang 3 yang ada di Seluruh Jepang. Tuan juga bisa melakukan upgrade untuk hotel bintang 4, bahkan hotel bintang 5. Selain itu tuan juga bisa melakukqn upgrade untuk menambah dengan private guide. Namun diutamakan untuk Tokyo Area."
Lanjut karyawan wanita itu lagi dengan ramah.
"Bagaimana? Apa tuan ingin melakukan private tour ke beberapa wilayah dan menyewa tour guide?" tanya karyawan wanita itu.
Baru saja Yuji mau menjawabnya, tiba-tiba saja seseorang mulai berseru dan memerintahkan semua karyawannya.
"Pemilik baru dari K Group dan tuan Yanai akan segera tiba disini. Kalian segera bersiaplah dan berikan kesan yang baik untuknya!"seru seorang pria yang mungkin memegang kendali K Group saat ini.
Semua karyawan dari K Group mulai kalang kabut dan mempersiapkan diri, namun tidak untuk karyawan wanita yang beberapa saat yang lalu melayani Yuji. Dia merasa jika saat ini masihharus melayani seorang pelanggan dan tidak boleh meninggalkannya.
Yuji yang mendengatkan seruan itu hanya mengulum senyum dan berusaha untuk menutupinya dengan punggung telapak tangannya.
Namun baru beberapa detik berlalu, tiba-tiba saja seorang berpakaian super rapi dan necis mulai terlihat memasuki K Group. Dan semua karyawan segera membungkukkan badan untuk menyambut pria dewasa berkharisma tinggi itu.
Namun betapa terkejutnya semua orang disaat pria yang tak lain adalah manager Yanai itu malah segera menghampiri Yuji dan malah membungkukkan badannya di hadapan Yuji.
"Maaf, Tuan. Aku sedikit terlambat karena jalanan yang sangat macet."
Ucap manager Yanai yang sukses semakin membuat semua orang yang berada di tempat itu membelalak lebar. Termasuk karyawan wanita yang beberapa saat yang lalu sedang melayani Yuji.
"Daijoubu ... ( tidak masalah )" jawab Yuji santai.
Tu-tuan Yuji? Jadi dia adalah pemilik baru dari K Group? Yang sebenarnya adalah cucu pertama dari pemilik K Group terdahulu? Yuji Kamiya? Oh ... bodohnya aku malah mengira dia adalah salah satu pelanggan!
Batin karyawan wanita itu terlihat begitu menyesal karena tidak bisa mengenali Yuji sejak awal.
Gawat! Ternyata bos besar Yuji sudah datang lebih awal dari tuan Yanai. Dan tidak ada satupun dari kita yang menyadari itu. Semoga saja dia tidak murka dan memecat kita semua. Haisshhh ... seharusnya aku mencari tau tentang parasnya sejak awal, agar aku mengenalinya. Dasar bodoh!!
Batin sang kepala yang bertanggung jawab memegang kendali K Group saat ini, Yuan.
Tiba-tiba saja seorang pemuda datang memasuki gedung K Group dan menghampiri Yuji dengan raut wajah penuh dengan kemurkaan.
"Yuji!!!" tandasnya dengan aura yang begitu kelam.