
Akhirnya Yuji benar-benar mengijinkan Shiina untuk mengikuti pertemuan reuni bersama teman-teman kuliahnya S1 jurusan model alumni dari Universitas Todai. Dan kali ini mereka akan menggunakan Kamiya Forest Villa milik Yuji.
Mereka cukup menikmati pertemuan ini kembali. Teman-teman Shiina juga begitu menyanjung Yuji dan mengatakan jika Shiina sangat beruntung karena memiliki suami seperti Yuji. Karena meskipun Yuji telah dikatakan sebagai pengusaha muda yang sangat sukses di usianya yang masih sangat muda, namun Yuji terlihat begitu menyayangi Shiina.
Dan sekalipun tak pernah terlihat jika Yuji akan memanfaatkan seluruh aset dan kekayaannya untuk memikat para wanita lain selain Shiina. Yuji terlihat sangat menjaga perasaan Shiina dan selalu menjaga jarak dengan wanita lain, sekalipun mereka adalah rekan bisnis ataupun teman-teman sekolahnya dulu.
Shiina dan teman-temannya menikmati pesta malam ini dengan beberapa botol wine mahal yang dibawakan oleh teman-temannya yang baru pulang dari luar negeri. Dan hal ini membuat mereka semua hampir saja mabuk dan kehilangan kesadaran.
Disaat-saat seperti ini akhirnya Shiina mulai mengingat pesan Yuji agar tidak terlalu banyak minum. Shiina berhenti minum dan memutuskan untuk segera beristirahat di salah satu kamar di Kamiya Forest Villa ini.
Namun tiba-tiba saja di sebuah lorong tepat di dekat kamarnya, Shiina mulai melihat seorang pria sudah menunggunya. Pria tersebut memakai pakaian hangat berwarna gelap, dan dia juga mengenakan topi yang sedikit diturunkan, sehingga membuat Shiina tak bisa melihat wajahnya.
Shiina mengerutkan keningnya dan masih berusaha untuk melihat wajah pria itu, namun tetap saja tak terlihat. Dan pria itu kini mulai melenggang mendekati Shiina.
"Katsuie?? Alex?? Kaukah itu?" ucap Shiina berusaha untuk menebak sosok itu dan mengira jika sosok bertopi itu adalah salah satu temannya.
Namun sosok bertopi itu tak menjawabnya dan masih terus melenggang. Hal ini membuat Shiina mulai melangkah mundur karena mulai merasa curiga dan takut. Karena saat ini di lantai atas hanya ada dirinya sendiri. Dan semua keamanan hanya berada di lantai 1 saja.
Kini sosok bertopi itu semakin dekat dengan dirinya. Namun Shiina tak bisa kembali berlari, karena saat ini sosok tersebut sudah berhasil mengunci tubuh Shiina di sebuah dinding. Perlahan sosok bertopi itu mulai mengangkat topinya dan menyeringai kelam menatap Shiina.
"Hallo! Apa kabar, Sayangku? Gadis kecilku? Apa kamu tau, Gadis kecilku? Aku sangat-sangat merindukanmu hingga membuatku ingin gila!" ucap pria ifu masih tersenyum kelam menatap Shiina.
Melihat wajah pria itu membuat tubuh Shiina gemetaran hebat. Karena melihat wajah pria itu seketika akan membuatnya dengan kejadian yang terjadi 3 tahun yang lalu, dimana saat itu pria yang tak tain adalah Shuzo itu berusaha untuk menggagahi dirinya.
Meskipun saat itu Shiina tak sadarkan diri dan tidak menyaksikannya secara langsung ketika Shizo akan menjalankan rencana jahatnya, namun Shiina melihat sebuah rekaman CCTV yang memperlihatkan apa yang telah Shuzo lakukan kepada dirinya saat itu.
Trauma itu masih melekat di dalam diri Shiina, hingga kini dia sudah menjadi sangat pucat dan gemetaran.
"Sudah lama tidak melihatmu. Dan kini kanubsudah terlihat semakin cantik dan dewasa. Aku sangat merindukanmu, Shiina gadis kecilku. Aku sangat merindukanmu, Sayang ..." ucap Shuzo terlihat seperti seorwng psikopat dan semakin mendekati Shiina.
"Pergi! Jangan mendekatiku lagi!" pekik Shiina berusaha untuk mendorong tubuh Shuzo.
Namun Shuzo malah semakin mendekatinya dan membuat Shiina semakin terpojok di dekat dinding. Shiina yang tak bisa berbuat apa-apa kini hanya bisa menangis. Berteriak sekencang mungkin pun tak akan merubah segalanya. Karena saat ini di lantai 1 sedang menghidupkan musik pesta dengan suara yang cukup memekakkan telinga. Jika Shiina berteriak, mereka juga tak akan bisa mendengarnya.
"Kamu seharusnya hanya menikah denganku saja! Kamu seharusnya menjadi istriku, Shiina! Tapi gara-gara sampah Yuji itu, aku telah kehilangan segalanya! Aku kehilangan kamu dan juga perusahaan SG milikku! Aku akan kembali merebut semua itu dari Yuji! Aku akan kembali merebut kamu dari dia!"
Shiina masih berusaha untuk mendorong tubuh Shuzo dan berusaha untuk menghindari Shuzo. Namun kekuatan Shuzo tak akan sebanding dengan kekuatan Shiina.
Namun disaat jarak antara wajah Shiina dan Shuzo hanya menyisakan beberapa lembar jari saja, tiba-tiba seseorang mulai menarik rambut Shuzo dan dengan sangat kasar orang itu menghempaskan tubuh Shuzo hingga menabrak pagar pembatas balkon.
Hal ini seperti sebuah dejavu untuk Shuzo maupun orang yang baru saja datang menyerang Shuzo. Karena orang yang telah datang untuk menyelamatkan Shiina kali ini adalah Yuji.
Yuji terlihat sangat murka karena baru saja melihat Shuzo yang masih berusaha untuk mendekati sang istri.
"Yuji? Ahahaha ... akhirnya kamu datang ..." Shuzo yang melihat Yuji sudah berdiri di hadapannya dengan gagah dan ekspresi menahan amarah, kini malah tertawa menyerupai seorang psikopat.
"Beraninya kamu menyentuh istriku!! Kali ini aku tak akan mengampunimu!!" Yuji meraih kerah baju Shuzo dan kembali menghantamnya beberapa kali hingga Shuzo tak sadarkan diri.
Serangan Yuji terhenti saat dia mendengar isak tangis Shiina. Hingga akhirnya Yuji menyerahkan soal Shuzo kepada anak buahnya, dan dia segera mendekati Shiina.
"Sayang, bukankah aku sudah mengatakan jangan sampai kamu mabuk? Dan jangan sampai kamu sendirian ..." ucap Yuji sambil mengusap lelehan air mata hangat yang sudah membasahi pipi Shiina yang putih dan sudah terlihat mulai memerah kerena sedikit mabuk.
"Maaf ... seharusnya aku mendengarkanmu untuk tidak menghadiri pesta reuni ini. Hiks ... aku sungguh tidak menyangka jika Shuzo yang sudah bebas akan kembali menguntitku. Hiks ... maaf ..." ucap Shiina merasa menyesal.
"Tidak. Ini adalah salahku karena tak bisa menjagamu dengan baik. Dan ... maaf karena aku datang terlambat. Karena beberapa pertemuan bersama dengan klien baru saja terselesaikan. Maaf, Sayang ..." ucap Yuji meraih tubuh Shiina dan memeluknya dengan hangat.
Shiina masih terisak di dalam pelukan Yuji, hingga akhirnya Yuji memutuskan untuk mengajak Shiina segera beristirahat di salah satu kamar..
Di dalam kamar itu Yuji menjaga Shiina yang terus saja memeluknya tanpa mau melepaskannya sedetikpun. Hingga akhirnya Shiina mulai tertidur masih dengan memeluk tubuh Yuji yang masih terduduk bersandar.
"Bereskan dia! Jangan sampai ada yang berani menjaminnya dan membuatnya keluar dari hukumannya kali ini!"
Titah Yuji mulai menghubungi salah satu anak buahnya yang dia tugaskan untuk mengurus Shuzo.
Setelah memberikan titahnya untuk salah satu anak buahnya, Yuji segera mengakhiri panggilan itu dan membenarkan selimut Shiina. Sesekali Yuji terlihat membelai rambut hitam panjang Shiina.
...πππ...