Becomes A Billionare With Card System

Becomes A Billionare With Card System
Extra Part 1



Pesta pernikahan yang cukup megah dan dihadiri oleh ribuan orang yang sangat berpengaruh di Negeri ini digelar di sebuah altar putih nah kokoh dan dilanjutkan digelar di sebuah hotel berbintang 5 di kawasan Tokyo. Dan tentu saja hotel itu adalah salah satu aset milik Yuji saat ini.


Semua orang tampak sangat menikmati pesta pernikahan Yuji dan Shiina. Dan semenjak janji pernikahan dilakukan, kini bisnis keluarga Shiina juga sudah semakin jaya dan sukses, hingga meroket internasional. Maka dari itu papa Shiina begitu memuja Yuji dan selalu membanggakan di depan semua orang, jika Yuji adalah seorang menantu idaman.


Jin kini juga telah cukup sukses karena telah bekerja di Y Games Developer milik Yuji yang selama ini berada di bagian visual. Karena selama ini Jin cukup mahir dalam membuat gambar. Bisa dikatakan kemampuan Jin tak kalah keren dengan seorang komikus, dan cukup kreatif.


Sehingga Jin ditempatkan di bagian visual, dimana dia sering membuat desain-desain visual karakter baru dalam proyek baru yang akan diciptakan oleh Y Games Developer.


Hubungan Jin dan Misa juga semakin dekat. Dan Jin juga sudah mulai berubah menjadi lebih dewasa karena Misa. Bahkan mereka memutuskan untuk segera menikah. Lalu bagaiamana dengan Leo? Senior Misa yang saat itu menyukai Misa? Dia terjerat skandal bersama rekan kerjanya, dan akhirnya menikahi gadis itu 2 tahun yang lalu.


Bagaimana dengan Shoto dan Ai? Ai sudah memutuskan Shoto sejak mereka lulus dari SMU Keio. Karena disaat itulah Shoto sudah tidak memiliki apapun, dan tentunya dia tidak bisa membahagiakan Ai. Sehingga akhirnya Ai memutuskan untuk menerima lamaran dari seorang pengusaha yang sudah berusia lebih dari 30 tahun. Padahal saat itu usia Ai baru saja 19 tahun dan belum menyelesaikan kuliahnya.


Nao dan Yor juga mulai mengekspos dan mempublikasikan hubungan mereka berdua di depan publik. Pada awalnya penggemar Nao terkejut bukan main, namun pada akhirnya mereka semua mendukung hubungan ini, karena mengetahui jika Yor adalah adik dari sang pemilik agensi dimana Nao berada.


Sempat terjadi berita miring yang mengatakan jika Nao mendekati Yor karena hanya karena Yor kaya raya dan merupakan adik dari Yuji. Namun Nao bisa membuktikan semua jika semua itu tidak benar.


Yuji juga sangat mempercayai Nao, karena selama masih ada Zero di sisinya, tentu saja Yuji bisa mengetahui apapun isi hati Nao. Dan pemuda itu benar-benar tulus dan serius dengan Yor.


Hingga akhirnya kini Yuji meminta Yor dan Nao untuk bertunangan sebelum mereka benar-benar juga akan menikah dalam waktu dekat ini.


.


.


.


Shiina mengantarkan sebuah kue berwarna kemerahan dengan whipe cream putih lembut untuk Yuji yang sedang bersantai di balkon kamarnya.


"Sayang, aku membawakan red velved cake dan capucino ice blended untukmu." ucap Shiina meletakkan nampan itu di atas meja lalu berniat untuk duduk di kursi sebelah Yuji.


Namun belum sempat Shiina melakukannya, Yuji segera meraih tangannya dan membuatnya duduk di atas pangkuannya. Pandangan mereka saling bertemu selama beberapa saat dan sangat dekat. Hal ini membuat wajah Shiina seketika merona karena malu.


"Shiina, kenapa? Apa kamu ingin merengek lagi untuk aku ijinkan pergi reuni dan menginap bersama teman kuliahmu?" ucap Yuji masih menatap lekat Shiina.


Meskipun saat ini Yuji sudah tidak memiliki kemampuan membaca pikiran orang lain lagi, namun dia masih cukup bisa membaca gerak-gerik orang yang berada di sekitarnya dan mengetahui maksudnya.


"Hehe ..." Shiina meringis karena Yuji mengetahui tujuannya bersikap manis di senja ini. "Sayang ... begini ..."


"TIDAK BOLEH!! Kamu ini sudah menikah denganku. Dan kamu tentu tau bukan, teman-teman kuliahmu bukan cuma para gadis."


"Tapi, Sayang ... aku kan hanya ingin menemui dan berkumpul bersama teman-teman kuliahku saja loh. Kami menginap juga akan sekamar dengan teman-teman wanita saja kok. Ayolah ... teman-temanku baru saja kembali daru London dan Swiss, aku sangat merindukan mereka, Sayang. Aku ingin bertemu dengan mereka ..."


Rengek Shiina masih berpegangan pada kedua bahu lebar Yuji dan memasang wajah memelas agar Yuji mengijinkan dia pergi untuk melakukan reuni.


"Bujuk aku sampai aku mengijinkanmu ... jika kamu bisa ... maka aku akan membiarkanmu pergi ..." ucap Yuji seakan-akan memberikan sebuah harapan palsu untuk Shiina. Karena bagaimanapun cara Shiina merengek padanya, mungkin saja Yuji tak akan bisa luluh.


"Eh?? Membujukmu ..." gumam Shiina mulai memutar bola matanya untuk memikirkan sebuah cara.


Yuji hanya menatap Shiina waspada dengan sepasang mata yang sedikit melebar, namun dia tak mencoba untuk menghentikan sang istri.


Tanpa sebuah ucapan, Shiina semakin memiringkan wajah ayunya dan mendekati wajah Yuji hingga Shiina mulai memagut lembut bibir Yuji selama beberapa saat. Dia berharap bisa membujuk Yuji setelah bisa menggodanya dan melayaninya dengan baik.


"Licik, kamu ingin menggunakan cara ini untuk membujukku, Shiina?" bisik Yuji menggoda Shiina tepat di dekat daun telinga Shiina disaat pagutan bibir itu terjeda.


"Kumohon ..." rengek Shiina masih memohon.


"Hhm? Mana bisa semudah itu saja? Hanya ciuman mana bisa membuatku luluh? Lakukan dengan benar, maka aku akan mempertimbangkannya lagi." sahut Yuji yang kini mulai menggendong depan Shiina dan segera membawanya masuk kembali ke kamar mereka dan membaringkan tubuh Shiina di atas pembaringan mereka berdua.


"Ayo ... lakukan dengan benar dan aku akan mempertimbangkannya lagi." bisik Yuji sengaja sedikit memainkan lidahnya di sekitar daun telinga Shiina membuat Shiina mengedikkan bahunya.


"Baiklah! Tapi kamu harus menepatinya ya ..." sahut Shiina mulai bersemangat.


Yuji hanya tersenyum sambil menaikkan salah satu alisnya menatap Shiina.


Akhirnya untuk pertama kalinya Shiina melakukan semua ini. Dia mendekati Yuji dan berusaha untuk mendekati Yuji layaknya gadis-gadis nakal yang sering berseliweran di luar sana. Karena biasanya Yuji lah yang memulai semuanya ketika mereka sudah menikah. Namun tidak untuk malam ini, Shiina akan berkuasa dan menguasai Yuji dalam permainannya. Sedangkan Yuji hanya menikmati semua itu.


...🍁🍁🍁...


Shuzo yang saat ini sudah dikeluarkan dari hotel prodeonya, menyaksikan pesta pernikahan itu secara live dan tampak sangat kesal menerima semua kenyataan ini.


Biar bagaimanapun, Shuzo masih saja selalu menyukai Shiina. Bahkan Shuzo berharap bisa kembali menjalin kasih bersama Shiina.


Namun harapan dan impiannya kini telah pupusseiring berjalannya waktu, dan tentu saja tak akan pernah bisa dia gapai lagi. Karena saat ini Yuji adalah seorang pengusaha sukses termuda dan atak akan bisa dia gapai lagi. Bahkan Shuzo tak akan sepadan lagi untuk menjadi rival Yuji.


"YUJI!! Ini semua gara-gara kamu!! Andai kamu tak pernah ada, Shiina hanya akan menjadi milikku seorang! Dan aku juga tidak akan kehilangan perusahaan SG milikku! Ini semua gara-gara kamu, Yuji!! Kamu telah mengambil segalanya yang seharusnya menjadi milikku!! Aku tidak bisa diam saja! Aku harus membuatmu hancur, Yuji!!!!"


Geram Shuzo sambil menyapu meja di hadapannya dengan tangannya saking frustasinya.


BRAK ...


...🍁🍁🍁...


Hallo my beloved reader. Sebenarnya cerita Yuji dan teman-temannya sudah berakhir. Dan kini Yuji juga sudah tidak memiliki sistem. Dan kini dia hanyalah pria biasa seperti orang-orang pada umumnya. Namun tetap saja dia masih cukup kuat karena selama ini dia memang selalu melatih kebugarannya.


Bagaimana ini? Kok masih pada belum bisa melepas kepergian Yuji yah? 🀭


Haruskah aku nulis lanjutannya Yuji tanpa sistem? Kayaknya kurang seru dong ya. Hayo gimana nih? 🀭


Jadi tungguin novel sistem karya Anezaki selanjutnya yah yang tentunya gak akan kalah seru dong! Inshaa Allah akan segera launching dalam bulan ini. Doain segera ACC editor yah ... hehe ...


Become Beautiful With Candy System