
Yuji menyempatkan dirinya untuk mengunjungi Y Games miliknya. Dia ditemani oleh salah satu orang yang saat ini bertanggung jawab atas Y Games sepenuhnya. Dia adalah George, Direktur utama di dalam Y Games saat ini.
George mengantarkan dan mendampingi Yuji untuk melihat beberapa divisi di dalam perusahaan Y Games seperti divisi programer, game tester, Audio Engineers, Artist 2D/ 3D Desainer Game, Writer, dan masih banyak lagi.
Yuji terlihat sangat menikmati semua ini karena pada dasarnya dia sangat menyukai hal-hal berbau game.
Kini mereka mendatangi salah satu staff yang bekerja di bagian Game Tester. Pemuda berseragam Y games itu terlihat sedang memainkan sebuah game terbaru yang akan diproduksi oleh Y Games.
Namun sebenarnya pemuda itu bukan hanya sedang bermain game saja. Akan tetapi pekerjaannya adalah mencari kerusakan-kerusakan dalam game baru yang sedang dibuat oleh Y Games Developer.
Game tester ini bertanggung jawab mendokumentasikan semua kesalahan atau kekurangan dalam game yang sedang dibuat, sekecil apa pun kesalahan itu. Termasuk bugs, kesalahan koding, hingga glitch.
Dan tentunya para game tester ini memiliki kemampuan untuk bermain game yang baik dan memiliki ketelitian yang super. Selain itu mereka juga harus memiliki kemampuan menganalisa yang baik, karena mereka juga harus bisa mendeskripsikan masalah-masalah yang ditemukan dengan sangat jelas.
"Bagaimana? Apakah ada kesalahan yang kamu temukan di dalam game terbaru milik Y Games?" tanya George kepada pemuda itu.
"Hanya ada sediki bugs, Tuan. Hanya tinggal memperbaikinya sedikit, maka semua akan sempurna." sahut pemuda itu ramah.
Namun ditengah-tengah keseruan Yuji saat ini tiba-tiba saja manager Yanai sudah menyusulnya.
"Selamat sore, Tuan Yuji. Aku datang karena ingin melaporkan sesuatu. Dan kebetulan aku juga sedang berada tak jauh dari Y Games Developer." ucap manager Yanai.
"Baiklah. Kita bicara di ruanganku!" sahut Yuji mulai melenggang untuk pergi ke ruangannya.
.
.
.
"Tuan Yuji. Semua sudah dilakukan sesuai dengan perintah tuan Yuji. Perusahaan SG, masih menjalin koneksi bersama T Group. Namun tuan Takahara masih bersikeras untuk bertemu dengan tuan. Bagaimana ini?"
Ucap manager Yanai menyampaikan hal itu karena Takahara alias papa dari Shiina masih sangat ingin bertemu dengan pemilik baru dari perusahaan SG.
"Hhm. Mau bagaimana lagi. Atur dan buat sebuah janji bertemu. Aku akan menemuinya." sahut Yuji masih memeriksa beberapa visual game terbaru super keren yang akan diluncurkan oleh Y Games Developer.
"Baik, Tuan Yuji."
.
.
.
Dua hari kemudian ...
Yuji yang sudah berpenampilan rapi dan necis mendatangi sebuah restoran untuk menemui Takahara sesuai dengan janji bertemu yang sudah disepakati oleh kedua pihak.
"Selamat malam, Tuan Takahara. Maaf sudah membuat tuan menunggu terlalu lama. Karena aku baru masih harus mengurus beberapa hal sebelumnya."
Ucap Yuji dengan kharismatik tinggi. Padahal urusan itu sebenarnya hanyalah urusan soal tugas sekolahnya dan Jin yang ingin menyontek pekerjaannya.
Takahara menengadahkan wajahnya menatap Yuji. Dan seketika raut wajahnya terlihat rumit.
"Yuji? Apa yang sedang kamu lakukan disini?" tanya pria paruh baya itu masih bingung menatap Yuji.
"Hallo, Paman. Selamat sore! Aku adalah pemilik baru dari perusahaan SG." sahut Yuji dengan tersenyum lebar dan sangat ramah.
Mendengar ucapan Yuji, Takahara semakin membulatkan sepasang matanya sempurna. Dia sungguh tak pernah menyangka akan hal ini. Ini adalah sebuah kejutan yang sukses mengejutkannya.
"Eh? Apa itu benar, Yuji? Kamu adalah pemilih baru dari SG?" ucap Takahara masih berusaha untuk memastikannya lagi.
Ucap Yuji masih dengan ramah dan berkharisma.
"Sebenarnya tidak ada. Semua sudah kamu lakukan dengan sangat baik. Hanya saja aku sangat ingin mengetahui pemilik baru dari SG. Jadi aku ingin bertemu denganmu. Tidak aku sangka, ternyata kamu adalah pemilik barunya." sahut Takahara tertawa kecil.
Yuji juga ikut tertawa kecil dan membatin.
Itu tidak benar. Karena sebenarnya Shiina lah yang selalu mendesak paman untuk menemuiku. Karena sejak awal Shiina sudah mencurigaiku.
"Baiklah. Sebaiknya kita menikmati semua makan malam ini terlebih dulu. Aku sudah memesan cukup banyak makanan. Ayo-ayo!" seru Takahara bersemangat.
Yuji dan Takahara mulai menikmati makanan yang sudah disajikan di hadapan mereka itu sambil berbincang.
"Jadi bagaimana kamu bisa mengambil alih SG dari Shuzo, Yuji?" tanya Takahara sangat ingin tau.
Karena selama ini dia juga mengetahui jika Yuji adalah yatim piyatu. Takahara tidak mengetahui apa pekerjaan Yuji selama ini. Yang dia tau Yuji hanyalah seorang pelajar SMU dan berasal dari keluarga kaya karena dia juga memiliki satu unit rumah mewah di Danenchofu. Bahkan dia juga mengetahui jika Yuji memilikk beberapa fasilitas mewah.
"Hanya sedikit menggunakan kekuasaanku saja, Paman. Lagipula selama ini Shiina dan keluarga paman juga selalu baik kepadaku dan Yor. Jadi aku hanya ingin sedikit membantu paman saja." ucap Yuji dengan tulus.
Hanya sedikit menggunakan kekuasaan saja? Sepertinya anak ini cukup misterius dan sangat berpengaruh. Sebenarnya siapa dia?
Batin Takahara masih berusaha berpikir keras.
Yuji yang membaca isi hatinya terlihat mengulum senyum.
"Oh ya, Paman. Saat liburan musim dingin nanti aku berencana akan mengajak Shiina untuk berlibur menggunakan kapal pesiarku. Apakah boleh, Paman?" tanya Yuji mengingat janjinya yang pernah dia buat untuk Shiina, yaitu untuk mengajaknya jalan-jalan.
"Kapal pesiar milikmu? Kamu memiliki kapal pesiar, Yuji?" tanya Takahara kembali terkejut bukan main.
"Ya, Paman. Hanya sebuah kapal pesiar Y Supreme saja sih ..." ucap Yuji merendah.
Hanya?? Anak ini benar-benar sangat mengejutkan. Mengatakan kapal pesiar seolah-olah sedang membicarakan sepeda saja.
Batin pria paruh baya itu lagi syok.
Lagi-lagi Yuji mengulum senyum karena mendengarkan kata hati dari papa Shiina.
"Jadi bagaimana, Paman? Apakah aku boleh mengajak Shiina?" tanya Yuji mengulang pertanyaannya kembali.
"Tentu saja boleh! Kalian pergi dan bersenang-senanglah!" sahut papa Shiina sangat bersemangat.
"Namun untuk menghindari opini buruk publik tentang hal ini. Bagaimana jika kalian ... bertunangan saja?"
"Apa? Tunangan?" tanya Yuji cukup terkejut.
"Hhm. Yaaa. Aku bisa melihat dari matamu. Jika kamu sebenarnya menyukai putriku bukan? Lalu bagaimana aku bisa merasa tenang saat kamu membawa putriku pergi menginap bersama denganmu tanpa ada sebuah ikatan?"
Ucap pria paruh baya itu tersenyum tipis dan menatap lekat Yuji.
Yuji masih terdiam selama beberapa saat karena hal ini cukup mengejutkannya.
Bersambung ...
...πππ...
Bonus visual Jin yah. Sahabat Yuji dari saat Yuji masih miskin dan sellau dihina oleh teman-temannya. Meskipun Jin sangat cerewet dan terkadang sangat menyebalkan, namun sebenarnya dia sangat baik.