
Tiba-tiba dari sisi belakang Yuji mulai terlihat seorang gadis yang baru saja keluar dari kelasnya. Pandangannya penuh dengan rasa ketidaksukaan. Hingga akhirnya dia berdehem dan mencibir.
"Ehemm ... ini adalah sekolahan. Carilah tempat yang lebih baik untuk bermesraan! Mentang-mentang kalian sedang berpacaran, tapi jangan memperlihatkan secara terang-terangan kemesraan kalian di depan semua orang donk!" cibir gadis itu dengan nada bicara tak suka.
Yuji dan Misa saling melepaskan diri dan merasa kikuk. Lalu mereka mulai berbalik dan mendapati Ai yang sudah berdiri di dekat pintu dengan menyilangkan kedua tangannya di bawah dadanya.
"Ehem. Memang apa salahnya? Toh kami masih pada batas wajar kok. Oh ya kenalkan, dia adalah Misa. Kekasihku! Bukankah kamu sangat ingin tau kekasihku saat ini bukan?" ucap Yuji malah dengan sengaja merangkul Misa di hadapan Ai dan kembali memamerkan kemesraan mereka.
Jadi ... akhirnya mereka benar-benar pacaran ya? Setahu aku wanita ini lebih tua deh dari Yuji. Aku dengar-dengar dia adalah mahasiswi fashion dari kampus Todai. Ckk ... ternyata dia menyukai wanita yang lebih dewasa ya.
Batin Ai menyimpulkan dan masih menatap Misa dengan tatapan menelisik.
"Whoaaa!! Kekasihmu cantik sekali, Yuji!" tiba-tiba beberapa pemuda mulai datang menghampiri mereka dan memandangi Misa dengan kagum.
"Selain cantik. Dia juga terlihat sangat anggun dan berkelas. Sungguh wanita impian ..." sahut pemuda lainnya lagi.
"By the way, ajarin aku dong cara dapatin gadis sempurna seperti ini, Yuji!" bisik salah satu pemuda itu.
"Eh? Cara dapatin gadis cantik?" gumam Yuji malah mengulangi kalimat tanya itu kembali.
"Tentu saja! Apakah ada jurus rahasia untuk menakhlukkan mereka?"
"Ti-tidak ada kok. Hehe ..." jawab Yuji tertawa kecil karena kebingungan harus menjawab apa.
Para pemuda itu terlihat begitu mengagumi kecantikan dari Misa. Bahkan mereka malah mengabaikan Ai dan terus memuji Misa. Dan tentu saja hal ini membuat Ai merasa muak dan kesal.
"Apaan sih! Dasar! Berlebihan sekali mereka ini! Setidaknya aku jauh lebih muda dari dia! Ckk ..." Ai menggerutu di tempatnya berdiri karematak terima para pemuda itu terus saja memuji Misa.
Tiba-tiba saja beberapa murid terlihat mulai berlarian menuju halaman utama sekolah. Mereka terlihat sangat terburu-buru seakan baru saja akan mengejar sebuah kereta yang mulai melaju begitu saja.
GREPP ...
Salah satu teman Yuji meraih dan menahan salah satu dari mereka dan bertanya, "Sebenarnya ada apa? Mengapa kalian terlihat sangat terburu-buru seperti ini?" tanyanya pada seorang siswa yang lewat itu.
"Ayo kita segera ke halaman utama! Blue Gazzete sudah datang, dan akan segera melakukan sebuah performance!" sahut siswa yang berpenampilan seperti anak rocker itu lalu bergegas kembali untuk pergi.
"Wah!! Ayo-ayo kita kesana!" mereka mulai berseru dan bergegas pergi ramai-ramai dan kini hanya ada Yuji, Misa dan Ai.
"Blue gazzete? Sekolahan ini mengundang Blue Gazzete? Mengapa aku tidak mengetahuinya ya?" gumam Yuji dengan kening berkerut.
"Mungkin karena kamu terlalu sibuk, Yuji. Kita nonton juga yuk!" sahut Misa yang tiba-tiba menggandeng tangan Yuji dan mengajaknya mengikuti yang lainnya.
Ai yang menyaksikan semua ini seketika mendengus kesal, namun dia juga segera mengikuti mereka untuk menyaksikan penampilan dari Blue Gazzete.
.
.
.
Para penonton yang didominasi oleh murid dari SMU Keio ini bersorak dengan sangat bersemangat dan selalu menyerukan band besar tersebut yang sebenarnya para personilnya adalah alumni dari SMU Keio juga.
Yuji yang selama ini begitu mengidolakan mereka, kini cukup merasa senang karena akhirnya bisa menyaksikan mereka secara langsung. Dia bahkan juga ikut berjingkrak dan menyanyi bersama saat sang idola sedang menyanyikan beberapa lagu.
Misa yang melihat tingkah Yuji juga tak bisa untuk tetap menahan diri untuk tidak tertawa. Dia juga cukup mengenal mereka, bahkan Misa juga pernah membantu seorang make up artist untuk merias mereka saat mereka hendak menggelar sebuah konser di sebuah stasiun televisi.
Usai menonton konser Blue Gazzete, panggung seni hanya menampilkan beberapa drama serta band dari anak-anak SMU Keio. Kini Jin yang tiba-tiba saja sudah bergabung bersama dengam Yuji dan Misa mengajak mereka untuk memasuki sebuah rumah hantu.
Pada awalnya Yuji tak ingin memasukinya. Namun karena Jin selalu memojokkannya dan mengatakan jika Yuji penakut hingga menghindari permainan itu,, pada akhirnya Yuji menerima ajakan dari Jin.
Dan karena pada saat itu juga, tiba-tiba saja suara Zero mulai terdengar olehnya untuk memberikan sebuah misi baru untuknya
[ Misi akan segera dimulai, Tuan. Misi kali ini adalah menemukan beberapa petunjuk di dalam permainan di rumah hantu ini untuk mencari jalan keluar, dan menangkan hadiahnya. Selamat mencoba. ]
Ucap Zero kembali memberikan misi baru untuk Yuji.
Misi di dalam rumah hantu? Wah-wah, semoga saja hantunya tidak menyeramkan deh.
Batin Yuji tak memiliki pilihan lain kecuali memasuki rumah hantu itu.
"Huft ... baiklah-baiklah. Ayo kita segera memasukinya!" seru Yuji mulai melenggang paling depan untuk memasuki sebuah tempat dengan desain sebuah rumah sakit berhantu yang cukup besar.
Bagunan itu disesain dengan aura kelam dan segala dekorasi yang menyeramkan. Bahkan ada beberapa efek suara yang sekali saat kita mendengarnya, akan membuat bulu kuduk merinding.
Namun baru saja mau memasukinya, Yuji sudah dihadang oleh dua penjaga yang bertugas menjaga rumah hantu itu.
"Satu kelompok harus ada 5 orang. Jadi tolong dilengkapi dulu." ucap sang pria penjaga yang berdandan dengan sebagai seorang hantu dokter bedah yang sebagian sisi wajahnya hancur.
Yuji, Misa dan Jin terdiam dan menatap ke sekelilingnya untuk mencari dua orang lagi, barangkali ada diantara mereka yang juga akan memasuki rumah hantu ini.
"Kami akan ikut bersama dengan tim mereka!" seru seorang gadis yang tiba-tiba datang.
Rupanya mereka adalah Ai dan salah satu temannya yang entah kebetulan bertemu di tempat ini atau dia yang sebenarnya mengekori Yuji. Entahlah ...
"Baiklah. Silakan masuk ..." ucap penjaga berwajah hancur itu.
Sebenarnya tim dari rumah sakit berhantu ini adalah tim cabutan dari luar, dan bukanlah para murid dari SMU Keio yang mempersiapkan ini. Jadi semua dekorasi maupun make up untuk para hantunya lebih nyata dan sangat keren.
Mereka mendesain rumah hantu ini menyerupai Obake-yashiki / The Ghost House yang berada di taman bermain Fuji Q Park di kaki Gunung Fuji yang menjadi rumah hantu terseram di dunia ini. Hanya saja replika tempat ini berukuran lebih kecil dari aslinya.
Ghost House ini mengangkat tema rumah sakit berhantu dan menggunakan bangunan tua dua lantai yang cukup luas. Pengunjung tentunya akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk berkeliling di rumah hantu ini untuk menemukan beberapa petunjuk untuk berhasil keluar dari tempat ini.
Dan tentunya rumah hantu ini cukup berbeda dari rumah hantu lainnya, karena Ghost House ini tidak menentukan rute pengunjung untuk memulai petualangan, semua petunjuk sangat tersembunyi.