Becomes A Billionare With Card System

Becomes A Billionare With Card System
Pengusaha Besar Yang Misterius



"Jangan konyol, Yuji! Aku tau kamu sedang berbohong dan hanya sedang berusaha untuk menghiburku saja." ucap Shiina menggerutu dengan wajah murungnya.


"Ayo kita pulang! Papa dan mama pasti akan sangat mengkhawatirkan aku karena semalaman tidak pulang. Yor pasti juga akan sangat khawatir padamu." imbuh Shiina mulai menuruni pembaringan itu dan mengenakan pakaian hangatnya.


Sementara Yuji hanya menghembuskan nafas kasarnya di udara lalu segera bergegas untuk pulang bersama dengan Shiina.


.


.


.


"Shiina! Kamu pergi kemana saja?! Dan mengapa malah pulang bersama dengan Yuji?" tanya mama Shiina menyambut kedatangan mereka berdua.


"Ma, pa ... aku akan menceritakannya kepada kalian. Tapi sebelumnya ada yang ingin aku katakan kepada kalian." sahut Shiina memandangi pasangan paruh baya itu secara bergantian.


"Papa juga ingin mengatakan seseatu padamu!" tandas papa Shiina dengan tegas dan serius.


Seketika semua orang terdiam selama beberapa saat, bahkan Yuji yang masih tertahan di rumah itu karena mengantarkan Shiina pulang juga ikut terdiam.


"Janji pernikahanmu bersama Shuzo akan dibatalkan!" lanjut papa Shiina dengan wajah serius dan berat.


Raut wajahnya terlihat mengkhawatirkan Shiina, karena mengira Shiina akan terluka dan bersedih karena hal ini.


Dan benar saja ekspresi Shiina seketiia langsung berubah. Sepasang matanya membulat, karena terkejut. Namun hal ini sama sekali tidak membuatnya bersedih, melainkan hal ini membuatnya lega.


"Terima kasih, Papa. Terima kasih karena membatalkan janji pernikahan ini." ucap Shiina terlihat sangat berbinar dan merasa bersyukur seakan dia telah terlepas dari jeratan Shuzo.


"Kamu tidak sedih karena janji pernikahan ini dibatalkan, Sayang?" tanya mama Shiina keheranan, seolah-olah mewakilkan kejanggalan hati suaminya juga.


"Tentu saja tidak, Ma! Aku senang karena tidak terikat lagi dengannya!" jawab Shiina dengan binar. "Tapi ngomong-ngomong kenapa papa memutuskan ini sebelum aku memintanya?" imbuh Shiina menatap bingung sang papa.


Pria paruh baya itu menghembuskan nafas kasarnya ke udara dan terlihat pasrah.


"Sebelumnya janji pernikahan ini dibuat adalah untuk kerjasama antara perusahaan kita dengan SG miliknya. Namun tiba-tiba saja papa dengar Shuzo telah kehilangan perusahaan SG begitu saja. Dan perusahaan tersebut kini diambil alih oleh seorang pengusaha besar. Tentu saja janji pernikahanmu bersama Shuzo akan berakhir."


Jawab papa Shiina seadanya.


"Pengusaha besar?" gumam Shiina mengerutkan sepasang alis indahnya.


Shiina berpikir keras dan tiba-tiba mengingat ucapan Yuji saat mereka sedang bersama di hotel.


Shiina. Tenanglah ... aku sudah memberikan pelajaran untuk Shuzo karena perbuatannya ini. Jangan khawatir. Shiina ... jangan menangis. Shuzo tak akan bisa mengganggumu lagi. Dia sudah ditahan karena hal ini. Dia akan dihukum.


Untaian kata Yuji kembali terngiang dan memenuhi indra pendengarannya saat ini.


Pengusaha besar? Apakah Yuji juga dibalik semua ini? Tapi ... bukankah dia hanya seorang pelajar?


Batin Shiina mulai melirik Yuji penuh dengan selidik.


"Papa juga kurang tau, karena pergantian kepemilikan juga baru saja terjadi dan sangat mendadak. Kabarnya dia adalah pengusaha besar yang masih cukup baru." jawab papa Shiina seadanya.


"Apa kamu berniat untuk tetap melanjutkan pernikahan bersama orang asing itu, Shiina? Jangan! Papa sama sekali tidak mengenalinya! Bagaimana jika dia sudah tua dan mesum! Papa tidak akan menikahkan kamu dengan sembarangan orang sebelum mengenalinya dengan baik!" imbuh papa Shiina menandaskan.


Mendengar ucapan itu sepasang mata Yuji membulat, namun dia juga terlihat sedang menahan tawa syok.


Tua dan mesum? Aku bahkan masih akan berusia 18 tahun 3 bulan lagi.


Batin Yuji merasa sedikit aneh dan masih menutupi mulutnya dengan salah satu jemarinya dengan pandangan sedikit menunduk memikirkan semua itu.


"Bagaimana jika papa bertemu dengannya? Bukankah papa juga berniat untuk memperkuat perusahaan kita dengan bekerjasama dengan perusahaan SG?" tanya Shiina dengan sengaja dan dia masih melirik Yuji curiga.


"Soal itu jangan terlalu kamu pikirkan, Sayang. Itu adalah tanggung jawab papa untuk menjaga dan memajukan perusahaan kita ..."


"Aku ingin bertemu juga dengannya, Papa!" pangkas Shiina kekeh, karena dia masih mencurigai Yuji.


Sedangkan Yuji yang bisa membaca isi hati mereka, berusaha untuk tetap bersikap tenang. Shiina sedang mencurigainya. Sedangkan papa Shiina mengkhawatirkan jika sosok pengusaha besar itu adalah seseorang yang sudah tua dan mesum.


"Baiklah-baiklah. Tapi papa akan mencari informasi dulu tentang pengusaha itu. Oh ya kalian belum menjawab pertanyaan kami. Mengapa kalian bisa pulang bersama di pagi buta seperti ini? Darimana saja kalian semalam?" ucap papa Shiina beralih menatap Yuji penuh selidik.


"Ini semua gara-gara Shuzo! Untung saja ada Yuji yang menolongku. Aku akan beristirahat. Aku tidak akan pergi ke sekolah hari ini " sahut Shiina yang seketika merubah raut wajahnya penuh kekesalan dan ketidakberdayaan lalu bergegas meninggalkan mereka semua dan menuju kamarnya.


"Shiina!" sergah sang papa, namun gadis itu tak menghiraukannya dan terus berlalu.


Dan sebenarnya Shiina tidak mau membahas atau mengungkit semua hal memalukan itu lagi. Karena hal itu akan membuatnya kesal dan bersedih.


Mama Shiina segera menyusul Shiina karena mengkhawatirkannya. Dan Yuji juga segera berniat untuk berpamitan, namun papa Shiina malah menahannya.


"Sebenarnya apa yang sudah terjadi? Mengapa putriku terlihat sangat kesal dengan Shuzo?" tanya pria paruh baya itu kepada Yuji.


Akhirnya mau tak mau Yuji mengatakan semuanya tanpa ada yang kurang dan lebih. Dan hal itu tentu saja membuat papa Shiina menjadi murka luar biasa. Wajahnya yang putih seketika memerah padam.


"Benar-benar kurang ajar! Berani sekali Shuzo melakukan semua ini terhadap putriku!!" geram pria paruh baya itu masih dipenuhi amarah.


"Paman tenang saja. Sekarang Shuzo sudah mendapatkan hukuman atas semua perbuatannya. Dan untuk mengenai kerjasama antar kedua perusahaan itu, paman tenang saja. Meskipun saat ini perusahaan SG sudah menjadi milik seorang pengusaha lain, namun aku akan membantunya untuk tetap bekerjasama dengan dengan perusahaan paman. Bahkan paman tak perlu membuat janji pernikahan untuk Shiina dengannya. Shiina masih terlalu muda untuk hal seperti itu. Dia bahkan merasa sangat tertekan disaat dia bertunangan dengan Shuzo."


Ucap Yuji dengan santai dan bijak.


"Kamu terlihat begitu memahaminya. Apakah kamu menyukai putriku?"


Mendengar pertanyaan itu, Yuji berdehem dan segera menjawabnya, "Shiina pernah mengatakan semua itu padaku, Paman."


"Lalu? Bagaimana bisa kamu membuat perusahaanku dan perusahaan SG akan tetap menjalin koneksi sementara janji pernikahan itu tidak ada? Dan pasti pengusaha besar itu akan menghempaskan perusahaan teri milik kami. Karena perusahaan kami tidak sebanding." ucap papa Shiina seakan kehilangan harapannya.


"Paman jangan khawatir. Aku sangat mengenal pengusaha itu. Aku akan meminta dia tetap menjalin koneksi dengan perusahaan milik paman tanpa syarat apapun. Uhm ... baiklah kalau begitu aku permisi, Paman. Aku harus bersiap untuk pergi ke sekolahan."


Ucap Yuuji berpamitan.