
Akhir pekan telah tiba, firasat Yuji benar-benar tepat sekali. Ternyata hari ini Yor berpamitan padanya jika dia akan pergi ke Tokyo Disney Land bersama temannya. Namun sebenarnya Yor tidak sepenuhnya berkata dengan jujur. Dan Yuji mengetahuinya karena membaca isi hatinya.
Memang benar Yor akan mengunjungi Tokyo Disney Land. Namun dia tidak akan pergi bersama dengan teman-temannya, melainkan dengan seseorang yang Yuji masih belum mengetahuinya.
Hingga pada akhirnya Yuji memutuskan untuk mengikutinya secara diam-diam, karena Yuji sangat ingin tau pemuda seperti apa yang sudah membuat adiknya jatuh cinta.
Yor terlihat sedang menunggu di sebuah bangku di bawah pohon maple Jepang yang berada tak jauh dari wahana rumah hantu. Yor juga terlihat sedang mengangkat sebuah panggilan telpon dan mulai berbicara dengan seseorang, namun Yuji tak bisa menghindarinya.
Setelah beberapa saat menunggu akhirnya terlihat seorang pemuda berpakaian kasual dengan memakai topi putih dan masker putih mulai menghamliri Yor.
Meskipun outfit yang sedang dikenakan adalah kasual, namun pemuda itu terlihat sangat stylish dan fashionable. Bahkan meskipun dia sedang mengenakan masker dan topi yang cukup tertutup, namun dia masih saja terlihat tampan dan bersinar.
"Siapa dia?" guman Yuji masih mengawasi mereka berdua dari kejauhan.
[ Hanya ada dua kemungkinan, Tuan. Jika dia bukan seorang pemuda biasa yang cukup terkenal, mungkin saja pemuda itu terlalu jelek hingga tak ingin memperlihatkan wajahnya kepada orang-orang. ]
Jawab Zero yang cukup mengejutkan Yuji, namun Yuji malah mendengus dan tertawa singkat.
"Perkiraan macam apa itu, Zero? Haha ... ehh ... mereka mulai membeli tiket untuk memasuki kamar hantu! Aku juga harus memasukinya dan mengawasi mereka! Jangan-jangan dia mau mencari kesempatan di dalam kesempitan! Otak mesum itu pasti akan memanfaatkan kesempatan untuk memeluk-meluk Yor disaat Yor sedang ketakutan! Cihh!! Aku harus bertindak!"
Ketus Yuji berniat untuk mendekati tempat pembelian tiket. Namun belum sempat Yuji melangkahkan kakinya lebih jauh lagi, dia kembali menghentikan langkah kakinya.
Tunggu dulu!! Setiap kelompok yang akan memasuki rumah hantu biasanya akan selalu dibatasi. Jika aku bergabung bersama dengan kelompok mereka, maka mereka akan melihatku. Tapi jika aku bergabung dengan kelompok lainnya, maka aku tidak akan bisa mengawasi mereka berdua. Hhmm ... disaat seperti ini lebih baik aku menggunakan kalung menghilang ini saja. Dengan begitu aku bisa memasuki wahana itu tanpa mereka ketahui. Benar ...
Batin Yuji mulai meraih kalung berliontin kristal berwarna dusty pink yang masih melingkar di leher jenjangnya. Yuji mulai menekan sebuah tombol kecil dan tranparan yang berada di balik liontin tersebut, hingga akhirnya kini tubuhnya menjadi tak terlihat.
Untuk memastikannya terlebih dulu, Yuji menepuk bahu seorang pemuda yang sedang mengantri untuk membeli tiket. Pemuda itu sontak saja segera menoleh ke belakang, dan hanya melihat seorang gadis yang sedang mengantri di belakangnya.
Pemuda itu tersenyum penuh binar karena mengira jika gadis itu yang telah menepuk bajunya dan mencari-cari perhatiannya. Yuji menahan tawa dan terus melangkah hingga akhirnya dia mulai memasuki wahana rumah hantu itu untuk menyusul Yor dan teman kencannya.
Yuji segera menyusuri tempat itu untuk menemukan Yor. Yuji juga sempat mengganggu beberapa hantu yang dilaluinya, dan beberapa aktor pemeran hantu itu cukup merasa aneh, bahkan mereka juga merasa takut karena mengira jika di dalam wahana itu memang benar-benar ada hantu yang tidak terlihat.
BUGHHH ...
Sekali lagi Yuji melemparkan sebuah boneka hantu dan mengenai kepala hantu Teke-teke.
"Siapa yang melempar boneka itu hingga mengenai kepalaku? Padahal jelas-jelas hanya ada aku yang menjaga wilayah ini ... jangan-jangan benar-benar ada hantu di tempat ini. Hiyyyy ..." celutuk aktor hantu Teke-teke celingukan dan bergidik ngeri.
Yuji menahan tawa dan kembali melanjutkan pencarian Yor. Setelah beberapa saat akhirnya Yuji berhasil menekukan Yor dan pemuda misterius itu.
Seorang hantu datang dan mengejutkan mereka berdua hingga membuat Yor terkejut dan ketakutan. Dengan cepat pemuda bertopi itu memeluk Yor. Dan disaat ini Yuji merasa sangat frustasi karena melihat seorang pemuda yanh memeluk sang adik.
Kurang ajar! Benar-benar si otak mesum itu!! Aku tidak akan diam saja dan membiarkan kamu mencari kesempatan di dalam kesempitan!! Rasakan ini!!
Geram Yuji di dalam hati sambil melemparkan beberapa benda dan mengenai pemuda itu. Yor, pemuda bertopi, bahkan akror hantu itu mulai beralih menatap ke arah tempat Yuji berada, dimana di tempat itu mereka melihat beberapa benda melayang dan melesat ke arah pemuda bertopi.
"Ha-hantu ..." seru sang aktor hantu yang malah berlari lebih dulu.
Dan kini hanya ada pemuda bertopi bersama Yor. Pemuda bertopi itu kini menggandeng Yor dan mengajaknya untuk mundur.
"Yor. Kita harus segera menemukan pintu keluar! Ayo!" serunya lalu berbalik dan masih menggandeng Yor.
Namun tiba-tiba saja langkah kaki mereka tertahan karena seperti ada seseorang yanh sedang meraih dan menarik kerah pakaian pria bertopi itu.
Yeap, kali ini Yuji benar-benar meraih kerah pakaian sebelah belakang pemuda bertopi itu dan membuat mereka tertahan.
"Siapa kamu?! Mengajak seorang gadis memasuki rumah rumah hantu hanya untuk mencari keuntungan saja!! Jika tidak benar-benar menyukainya maka jangan mempermainkannya!!" tandas Yuji dengan suara yang sengaja semakin dibesarkan olehnya.
"Aku tidak sedang mempermainkannya. Aku benar-benar menyukainya ..." ucap pemuda itu masih berusaha untuk melepaskan dirinya dari Yuji.
"Oh ya? Apa buktinya?" tantang Yuji masih dengan suara yang dibesarkannya.
"Aku akan menemui keluarganya, dan akan mengatakan hal ini setelah ini ..."
"Ciihh ... kalau begitu lakukan dengan benar!!"
Namun Yor malah mengerutkan keningnya mendengar ucapan itu. Dia masih merasa jika dirinya mengenali suara itu. Terlebih percakapan mereka sepertinya cukup aneh.
"Suara hantu ini ... sepertinya sangat tidak asing untukku. Mengapa bisa sangat mirip dengan suara seseorang ... benar ... suara ini sangat mirip dengan suarabkak Yuji ..." gumam Yor.
Mendengar ucapan dari Yor, seketika membuat Yuji melepaskan cengkeramannya. Dan disaat itulah pemuda bertopi itu segera mengajak Yor untuk meningalkan tempat itu. Sementara Yuji masih saja terdiam di tempatnya memandangi kepergian mereka berdua.
"Untung saja dia segera mengajak Yor pergi. Bagaimana mungkin Yor masih bisa mengenali suaraku? Huft ... sebaiknya aku juga segera meninggalkan tempat ini saja!"
Gumam Yuji memutuskan untuk segera keluar dari wahana rumah hantu ini.