Becomes A Billionare With Card System

Becomes A Billionare With Card System
Mengunjungi Cabang Baru



"Wow!! Ducati Panigale V5 Alyen? Sugoi!! Benarkah ini milikmu, Yuji? Keren sekali!" pagi-pagi sekali Jin sudah syok dan heboh ketika Yuji sudah mengeluarkan motor besar itu di halaman rumahnya.


Dengan cepat Jin mendekati motor besar itu dan mengusapnya takjub dengan wajah penuh binar.


"Tentu saja ini milikku! Aku memenangkan sebuah undian berhadiah. Hehe ..." jawab Yuji yang sebenarnya tak sepenuhnya berbohong, karena dia memang mendapatkannya dari hadiah sistem.


"Sugoi!! Kamu sangat beruntung, Sahabatku! Sepertinya akhir-akhir ini Dewi Fortuna memang selalu berpihak kepadamu!"


"Hhm. Tapi aku harus mengantar Yor ke sekolahnya! Jadi kamu naik busway atau taxi saja ya! Ayo naiklah, Yor!" ucap Yuji dengan santainya dan segera memakai helm suoer kerennya yang juga berwarna merah perpaduan hitam.


"Ehh ... ehh ... tega sekali kamu meninggalkan aku, Yuji?!" sungut Jin merasa sangat keberatan.


Yor yang mendengar ucapan Jin, seketika kembali menghentikan langkah kakinya yang pada awalnya sudah melenggang mendekati sang kakak.


"Kak Yuji berangkat bersama kak Jin saja. Kalian kan satu sekolahan. Akan naik busway saja deh, Kak. Jaa matte ne!! " ucap Yor langsung meninggalkan kedua pemuda itu begitu saja.


Bahkan saat Yuji memanggilnya, Yor hanya berbalik sembari melambaikan tangannya dengan senyum lebarnya. Setelah itu dia segera berbalik dan melenggang kembali meninggalkan halaman rumahnya.


Yuji mendengus kesal menatap Jin. Sedangkan Jin malah terkekeh lalu dengan santainya segera menghampiri Yuji lalu merebut helm dari Yuji, dan segera duduk di boncengan motor besar itu.


PUK ...


PUK ...


Setelah menepuk bahu lebar Yuji dua kali, Jin segera berkata kembali, "Ayo, Yuji! Kita bisa terlambat jika terlalu banyak merenung!" ucapnya menggoda Yuji dengan kekehannya.


"Cihh!! Siapa juga yang merenung!" Yuji mendengus kesal lalu segera menyalakan mesin motor itu.


Mereka segera melaju dengan kecepatan standar dan membelah jalanan Yokohama di pagi hari ini yang masih terasa cukup dingin, namun segar.


...🍁🍁🍁...


Hampir seluruh murid terpana saat melihat sebuah Ducati Panigale V5 Alyen melalui mereka. Dan disaat itulah hembusan angin yang dilalui melewati mereka dan memberikan kesan yang cukup keren.


"Whoa! Siapakah kedua pemuda itu? Apakah salah satu dari mereka adalah Shoto?" gumam seorang siswi yang baru saja dilalui oleh motor besar nan gagah itu.


"Itu tidak mungkin. Saat ini Shoto sedang terluka dan berada di rumah sakit. Aku dengar dia berantem melawan beberapa berandalan kemarin malam saat di sebuah cafe bar." sahut siswi lainnya lagi.


"Apanya yang melawan? Dia saja mabuk dan tidak mampu berbuat apa-apa? Bahkan untuk berdiri dan menopang tubuhnya sendiri saja dia kesulitan. Cihh ..." seorang pemuda tiba-tiba berkata dengan nada meremehkan.


Kedua gadis ini beralih menatap ke arah sang pemilik suara yang ternyata adalah salah satu pemuda yang tadi menaiki Ducati Panigale V5 Alyen itu. Dia adalah Jin. Dan di sebelahnya juga sudah ada Yuji yang melenggang bersama melalui kedua gadis itu.


"Whoa!! Ternyata kedua pemuda itu adalah Yuji dan Jin ya? Aku sungguh tidak menyangka jika itu mereka berdua." ucap salah satu gadis itu lagi masih menatap kepergian Yuji dan Jin yang sudah melaluinya begitu saja.


"Hhm. Yuji akhir-akhir ini sangat berubah. Dan semua itu berawal dari setelah dia memutuskan Ai. Dia menjadi lebih cerdas, bahkan dia mulai terlihat bersinar saja." sahut gadis lainnya lagi.


"Ya, kau benar! Keren sekali ... dan cukup tampan ..." sahut gadis itu tanpa sadar dan masih menatap punggung kedua pemuda itu yang kini sudah mulai menghilang dari pelupuk matanya.


"Yuji dan Jin?" Ara yang tak sengaja mendengar percakapan kedua gadis itu bergumam pelan dan menatap ke arah pandangan mereka, namun sayangnya kedua pemuda itu sudah memasuki sebuah ruangan.


...🍁🍁🍁...


Sepulang sekolah, Yuji menemui manager Yanai di cabang barunya yang terletak tak jauh dari Tokyo Skytree. Dan lebih tepatnya, cabang barunya berada tepat di depan restoran utama Kazu milik ayah Shoto.


"Bagaimana? Apa semuanya sudah beres?" tanya Yuji sambil menikmati kopi terbaik dari Yummy restaurant yang baru saja diantarkan oleh seorang pelayan wanita yang masih cukup muda.


"Sesuai dengan permintaan dari tuan Yuji. Restoran ini sudah direnovasi sesuai dengan semua yang tuan inginkan sebelumnya. Penataan, desain dan interior, furniture, dan segala fasilitas elit telah dilengkapi sesuai dengan permintaan dari tuan Yuji. Beberapa menu baru juga sudah berhasil ditemukan oleh master koki kita dan telah ditambahkan juga di dalam menu. Semuanya sudah diselesaikan dua hari yang lalu, Tuan." ucap manager Yanai menjelaskan.


"Lalu bagaimana dengan omset? Apakah cabang baru ini bisa lebih baik dari cabang lainnya? Dan yang terpenting adalah ... apakah cabang baru ini cukup memberikan pengaruh besar untuk Kazu restaurat?" tanya Yuji dengan ekspresi serius menatap manager Yanai.


Sebenarnya tujuan Yuji mendirikan cabang baru yang sengaja diciptakan dengan begitu berbeda ini adalah untuk sedikit memberi pelajaran Shoto yang selama ini selalu merasa di atas langit dan hanya bisa merendahkan dirinya saja.


"Ya, Tuan Yuji. Semenjak cabang baru ini dibuka di lokasi ini, Kazu restaurant yang berada di seberang gedung kita mengalami penurunan pengunjung dan omset. Bahkan mungkin hanya tersisa pengunjung lama saja. Dan itupun hanya beberapa, dan mereka adalah orang yang memiliki koneksi dengan owner dari Kazu restaurant yang mungkin akan tetap bertahan karena merasa sungkan." jawan manager Yanai kembali.


"Kerja bagus!" ucap Yuji terlihat begitu puas akan pekerjaan dari salah satu anak buahnya, yang sebenarnya adalah orang yang cukup berpengaruh dan memiliki banyak koneksi di beberapa kota-kota besar ataupun negara ini! Keren sekali bukan?


DING ...


[ Misi akan segera dilakukan, Tuan. Misi kali ini adalah menyelesaikan masalah yang terjadi di restoran ini. ]


Ucapan Zero membuat Yuji menghela nafas kasar. Dia sudah cukup lelah hari ini, namun kini harus menyelesaikan misi kembali.


"Oh iya. Dan ini adalah ponsel baru yang tuan Yuji inginkan." ucap manager Yanai membuyarkan angan Yuji, sambil menyodorkan sebuah bingkisan kecil yang berisi dengan ponsel baru.


"Okay, Terima kasih, Manager Yanai" ucap Yuji berniat untuk memeriksa ponsel barunya.


Namun belum sempat Yuji melakukannya, tiba-tiba terdengar sebuah keributan yang berasal dari salah satu meja pelanggan. Hingga semua orang yang berada disana mulai menatap ke arah kericuhan itu.


BRAKK ...


SRAKK ...


PRANGG ...


Terlihat seorang wanita mendobrak meja cukup keras, lalu menyapu mejanya dengan kedua tangannya hingga membuat sebuah mangkok yang berisi dengan sup tumpah di atas lantai.


"Restoran macam apa ini?! Katanya restoran ini sangat mewah, berkelas dan selalu menjaga kualitas dan kebersihan?! Tapi apa?! Pada kenyataannya semua itu hanyalah sebuah bualan saja?! Aku benar-benar sangat menyesal dan kecewa karena telah menghabiskan makan malamku disini hari ini!!" tandasnya ketus dan sangat arogan.