Becomes A Billionare With Card System

Becomes A Billionare With Card System
Prasangka Buruk



Malam telah bergulir menjadi pagi. Dan sinar mentari yang hangat mulai menyinari dunia di langit yang cukup cerah ini.


Di dalam sebuah kamar hotel, Shiina mulai membuka sepasang matanya. Namun dia merasa kepalanya masih sangat sakit dan terasa pusing. Dan pada awalnya dia juga tak mengingat apa yang telah terjadi semalam dengan dirinya.


Dia merasa bingung, dan sulit untuk berpikir saat ini. Shiina mulai terduduk dan menatap sekelilingnya dengan ekspresi rumit. Namun ketika dia melihat sosok Yuji yang sedang tertidur dengan posisi terduduk dan kepala yang disandarkan pada pembaringan, seketika Shiina mulai memeriksa tubuhnya yang berada di dalam selimut tebal nan hangat itu.


Sepasang matanya membulat sempurna saat dia menyadari jika pakaian yang sedang dipakainya adalah bukan miliknya. Dan dia mulai berpikiran buruk tentang Yuji.


Tak beberapa lama kemudian Yuji terbangun dan beberapa kali mengerjapkan matanya. Dia masih terlihat sangat mengantuk, namun dia berusaha untuk segera bangun karena menyadari Shiina yang sudah tersadar dan saat ini sedang menatap dirinya penuh selidik.


"Ohayoo! Kamu sudah terbangun, Shiina. Syukurlah ..." ucap Yuji merasa lega dan segera bangun lalu duduk di tepian pembaringan di dekat Shiina.


"Yuji! Apa yang sudah kamu lakukan padaku?! Mengapa aku bisa di dalam kamar hotel ini bersama denganmu?!" tanya Shiina masih penuh selidik.


"Aku sungguh tidak menyangka kamu bisa melakukan hal seperti ini padaku, Yuji!"


Belum sempat Yuji menjawab pertanyaan Shiina, Shiina kembali memojokkan Yuji dan terlihat begitu kecewa dengan sosok pemuda yang biasanya akan selalu berbuat baik dan ramah kepadanya. Namun kini malah melakukan hal kotor dan rendah seperti ini. Itulah pemikiran Shiina saat ini.


"Aku? Aku tidak melakukan apapun kepadamu, Shiina." sahut Yuji dengan wajah polosnya.


"Lalu? Mengapa kita bisa bersama di sebuah kamar hotel? Dan mengapa aku tidak mengenakan pakaianku? Lalu siapa yang mengganti pakaianku?! Kamu yang mengganti pakaianku ini kan? Apa yang sebenarnya terjadi? Aku sama sekali tak bisa mengingatnya dengan baik ..." ucap Shiina terlihat sangat kebingungan.


"Shiina. Apa kamu tidak mengingat apapun?"


Shiina menggeleng masih dengan ekspresi rumit.


"Kebetulan aku sedang mengikuti sebuah pesta di restoran gedung ini. Dan aku melihat Shuzo membawamu yang sudah tidak sadarkan diri memasuki kamar ini. Jadi aku mengikuti kalian karena khawatir padamu ... dan ternyata dia ..."


"Shuzo?" pangkas Shiina masih dengan kening berkerut.


Shiina berusaha untuk mengingat-ingat sesuatu. Hingga akhirnya dia mulai mengingat sesuatu setelah berusaha dengan keras


"Saat itu aku juga sedang menghadiri sebuah pesta perayaan rekan-rekan Shuzo. Namun saat berada di ruang karaoke, kepalaku tiba-tiba saja menjadi sangat pusing. Dan setelah itu aku tidak mengingat apa-apa ..." ucap Shiina berusaha untuk mengingat-ingat hal lainnya setelah itu, namun dia tak bisa mengingat apapun.


"Apa kamu meminum sesuatu sebelum kamu pingsan?" selidik Yuji.


Lagi-lagi Shiina terdiam dan berusaha untuk mengingat sesuatu hingga akhirnya dia mengangguk.


"Ya. Saat itu Shuzo memesankan aku jus jeruk karena aku tak bisa meminum wine." jawab Shiina seadanya.


"Dan kamu meminumnya?" tanya Yuji lagi memastikan.


Shiina kembali mengangguk dengan ekspresi bingung.


"Nah! Pasti dia sudah memasukkan sesuatu di dalam minumanmu hingga membuatmu tak sadarkan diri." ucap Yuji membuat sebuah kesimpulan.


Shiina terdiam dan mencoba mencerna ucapan Yuji.


"Shiina apa kamu mau melihat sesuatu? Mungkin setelah kamu melihatnya, kamu akan merubah sebuah keputusan yang akan sangat mempengaruhi kehidupanmu." ucap Yuji bertanya namun sebenarnya dia terlihat ragu.


"Uhm ... tidak perlu! Jangan hiraukan ucapanku! Aku sarankan padamu sebaiknya kamu jangan melihatnya! Tapi tolong dengarkan aku, sebaiknya kamu membatalkan janji pertunanganmu bersama Shuzo. Dia bukanlah pria yang baik untukmu ..." ucap Yuji berharap Shiina akan mendengarkan permintaannya.


Namun mendengar ucapan Yuji malah semakin membuat Shiina penasaran dan semakin ingin mengetahui sesuatu apa itu.


"Tunjukkan padaku, Yuji. Tunjukan padaku apa yang sebenarnya terjadi dan yang telah Shuzo lakukan padaku!" ucap Shiina kekeh ingin tau.


"Tapi, Shiina ..." sergah Yuji karena Yuji cukup mengkhawatirkan perasaan Shiina yang mungkin akan sangat terluka, kecewa, sedih, marah dan terpuruk karena perlakuan dari Shuzo.


"Tolong tunjukkan padaku semuanya, Yuji ... aku ingin mengetahui apa yang sebenarnya telah terjadi padaku!" sahut Shiina kekeh dengan keputusannya untuk melihat hal itu.


Karena Shiina terus memaksanya, akhinya mau tidak mau Yuji mulai menyalakan mini computer miliknya dan memperlihatkan mulai memperlihatkan sebuah video rekaman CCTV.


Sepasang mata Shiina membelalak lebar menyaksikan rekaman CCTV kamar hotel ini saat malam itu. Sepasang pupilnya bergetar dan mulai berair. Tubuhnya gemetar hebat dan menjadi tak berdaya karena menyaksikan semua itu. Shiina merasa kesal, marah, kecewa dan tentu saja dia merasa sakit hati dan terpuruk melihat kebrutalan Shuzo malam itu yang tak pernah dia bayangkan sebelumnya.


Shiina bahkan merasa jika dirinya sangat kotor dan menjijikkan karena hal itu. Namun Yuji menyadari semua isi hati Shiina dan berusaha untuk menenangkan dan menghiburnya.


"Shiina. Tenanglah ... aku sudah memberikan pelajaran untuk Shuzo karena perbuatannya ini. Jangan khawatir."


Namun alih-alih merasa terhibur, Shiina malah menangis setelah menyaksikan rekaman CCTV itu. Lelehan air mata itu kini benar-benar sudah membasahi wajah ayunya yang biasanya selalu terlihat ceria.


"Shiina ... jangan menangis. Shuzo tak akan bisa mengganggumu lagi. Dia sudah ditahan karena hal ini. Dia akan dihukum." ucap Yuji kembali berusaha menghibur Shiina.


"Yuji. Aku malu. Hiks ... bagaimana jika kabar ini sampai tersebar dan diketahui oleh banyak orang? Bagaimana jika mereka melihat semua ini? Hiks ... pasti semua pria akan memandangku rendah, remeh dan menjijikkan. Hiks ..." ucap Shiina dalam isak tangisnya.


"Tidak! Itu tidak akan terjadi, Shiina! Kamu hanyalah korban. Dan percayalah padaku mereka tidak akan memandangmu seperti itu."


Shiina menggeleng dalam isak tangisnya, "Tidak, Yuji. Itu sangat memalukan. Mereka pasti akan berpikiran seperti itu. Hiks ..."


"Namun aku tidak memandangmu seperti itu, Shiina!"


Shiina masih terus menangis seakan tidak mendengarkan ucapan Yuji. Baginya dunianya saat ini sydah hancur dan berantakan setelah Shuzo melakukan hal kotor itu padanya.


"Tidak akan ada lagi pria yang akan mau mengenal dan dekat denganku setelah inii. Hiks ..."


"Itu tidak benar, Shiina! Jika kamu masih khawatir akan hal itu, dan jika kamu tidak keberatan, maka aku akan melamarmu!"


Ucapan Yuji sukses membuat isak tangis Shiina berhenti. Perlahan gadis itu juga mendongak menatap wajah Yuji rumit.


"Apa? Kamu mau melamarku? Yuji ... kamu sendiri yang mengatakan padaku pernikahan bukanlah sebuah permainan. Kamu bahkan tidak menyukaiku sama sekali. Jangan memaksakan diri hanya karena untuk menghiburku ..." ucap Shiina lirih dan mulai memeluk kedua kakinya yang tertekuk.


"Bagimana jika aku mengatakan aku memang menyukaimu? Jika boleh berkata jujur, semua pemuda pasti akan menyukaimu meski baru pertama kali bertemu."


"Ehhh??"


Seketika Shiina membeku dan kembali menatap Yuji dengan raut rumit.