
[ Tuanku sungguh sangat tidak peka. Bukankah sudah sangat terlihat jelas jika nona Misa juga menyukai tuan Yuji? Tapi tuan Yuji dengan mudahnya mengatakan hal seperti itu di depannya? ]
Sindir Zero ketika kepergian Misa.
Aku tidak cukup baik untuknya, Zero. Dia sangat baik dan dewasa. Tidak seperti aku yang terkadang masih kekanak-kanakan. Aku bahkan masih sering menghabiskan waktu hanya untuk bermain console game. Tidak seperti dia yang sudah terbiasa bekerja keras. Lagipula ... aku sudah berjanji di depan keluarga Shiina. Aku harus menjaga komitmen itu. Aku pernah dikecewakan, aku pernah dikhianati ... dan itu cukup menyakitkan. Aku tidak mau membuat orang lain merasakan hal yang sama seperti apa yang aku rasakan dulu. Lagipula ... aku merasa jika Misa juga akan cocok dengan Jin. Aku akan membantu Jin dan mempekerjakannya di salah satu perusahaanku. Dengan begitu semua akan lebih baik.
Jawab Yuji di dalam hati sambil menatap langit biru yang indah. Karena saat ini dia sedang merebahkan tubuhnya di atas kursi santai di pinggiran kolam renang. Sementara Jin masih saja asyik berenang sendirian.
Aku harap semua orang yang selama ini sangat baik kepadaku bisa mendapatkan kebahagiaannya.
Batin Yuji lagi mulai memejamkan matanya.
"Yuji ..." sapa Jin yang rupanya sudah menyusul Yuji dan duduk di kursi santai di sebelahnya.
"Hhm ..."
"Apa kamu tau, Yuji? Kemarin malam aku sempat mabuk dan aku hampir saja terjun ke dalam lautan lo. Aku baru saja mengingat semua itu tadi pagi." ucap Jin terlihat cukup frustasi akan tingkah konyol dan bodohnya.
"Apa? Bagaimana bisa itu terjadi? Lalu bagaimana?" tanya Yuji yang seketika membuka matanya saking terkejutnya.
"Hhm. Aku terlalu banyak minum dan mengira lautan luas itu adalah kolam renang. Untung saja ada Misa malam itu. Jadinya aku terselamatkan deh." jelas Jin mulai menikmati segelas jus jeruknya yang baru diantarkan oleh seorang pelayan.
"Wah, sepertinya takdir memang berpihak kepada kalian berdua." sahut Yuji malah menggoda Jin dengan tawa kecilnya.
"Jangan seperti itu, Yuji! Misa itu sudah seperti kakak untukku."
"Oh ya. Ngomong-ngomong mengapa kamu bisa sampai mabuk seperti itu? Apakah Megu mencampakkanmu?" ucap Yuji seakan bisa memahami satu-satunya sahabat yang dia miliki saat ini.
Jin menghembuskan nafas kasarnya ke udara dan menjawab ucapan Yuji, "Apa yang pernah kamu katakan padaku ternyata adalah benar, Yuji. Ternyata Megu tidak benar-benar tulus kepadaku. Dia hanya bersandiwara dan memberikan harapan palsu saja untukku. Karena sebenarnya Megu sudah memiliki seorang kekasih. Bodoh sekali aku ..." Jin mendengus dan tertawa singkat.
PUUKK ...
Yuji menepuk bahu Jin.
"Bukankah aku sudah pernah memperingatkan kamu, Jin? Untung saja kamu segera mengetahui semua ini lebih cepat. Jadi kamu tidak merasakan sakit yang terlalu dalam." ucap Yuji cukup merasaega karena Jin sudah mengetahui siapa Megu yang sebenarnya.
Jin tak menjawabnya. Dia kembali menikmati jusnya kembali.
"Tenang saja! Kita ini masih muda. Tidak perlu terlalu cepat memikirkan wanita. Uhm ... Jin. Bagaimana jika kamu mencoba kerja part time di sebuah perusahaan? Lumayan loh uangnya. Dan kamu bisa memilih untuk bekerja dimana saja. Ada Y Games Developer, Y Group, K Group, Yummy Restaurant, atau Y Entertaiment? Pilih saja mana yang kamu mau. Aku akan membicarakannya kepada manager Yanai agar memberikan posisi yang tepat untukmu."
Ucap Yuji tiba-tiba menawarkan sebuah pekerjaan untuk Jin agar Jin juga mulai berubah dan bisa lebih sukses.
"Bekerja part time di salah satu perusahaan besar itu? Yuji, apa kamu sedang bercanda? Aku ini hanyalah seorang pelajar SMU. Mana mungkin aku bisa magang disana?"
"Bukan hanya magang kok. Kamu akan mendapatkan gaji yang cukup besar. Percayalah padaku! Asalkan kamu bersungguh-sungguh dalam bekerja dan mau belajar, pasti mereka akan menerimamu dengan senang. Ketika bekerja di perusahaan milik orang lain, maka kamu harus menjadi pekerja yang taat, patuh, disiplin, dan tidak menjadi pembangkang. Itu saja sih ... karena para atasan biasanya menyukai pekerja yang seperti itu. Kamu tau kan, aku sudah cukup lama bekerja selama ini untuk menghidupi seluruh kebutuhanku dan Yor?"
Ucap Yuji yang oernah merasakan kerasnya hidup saat itu.
Karena selama ini Jin sama sekali belum pernah bekerja. Selama ini dia selalu dibiayai oleh kedua orang tuanya, meskipun sebenarnya keluarga mereka tidak cukup kaya dan bisa dikatakan sedikit di atas rata-rata. Namun pemikiran Yuji adalah untuk membuat sahabatnya menjadi lebih baik dan sukses dengan tidak hanya mengandalkan kedua orang tua saja.
"Good choice! Kamu juga harus berubah menjadi lebih baik!" ucap Yuji menepuk kembali bahu Jin.
Namun tiba-tiba saja pandangan Jin tertuju pada jemari Yuji.
"Yuji, sejak kapan kamu memakai cincin?" selidik Jin.
"Ahhh ... ini ... semenjak satu pekan yang lalu. Okay, jadi perusahaan mana yang akan kamu pilih untuk kerja part time?" ucap Yuji mengalihkan pembicaraan dan menarik tangannya kembali.
"Kamu berkata seolah-olah kamu adalah pemilik dari seluruh perusahaan besar itu. Huft ..." cibir Jin.
Yuji meringis menanggapi ucapan Jin lalu berkata, "Jadi mana yang akan kamu pilih?"
"Karena aku suka main game, maka aku pilih Y Games Developer saja deh!"
"Okay! Aku akan menghubungi manager Yanai setelah kita kembali ke daratan."
...πππ...
Kapal pesiar Y Supreme ini terus saja berlayar menyisisiri pesisir perairan Jepang. Semua orang masih saja terlihat menikmati perjalanan ini. Malam hari ini di bawah langit malam yang bertabur bintang, mereka menikmati performance dari Blue Gazzete. Karena Bang-Bang akan tampil esok malamnya.
Yuji yang duduk di barisan kursi penonton tentunya sangat menikmati pertunjukan ini. Karena sudah cukup lama dia ingin melihat performance langsung dari Blue Gazzete yang selama ini selalu diidolakan olehnya.
Bahkan sesekali Yuji juga ikut bernyanyi tanpa dia sadari. Hal tersebut rupanya membuat Shiina yang duduk tepat di sampingnya cukup keheranan. Dia tidak menyangka jika Yuji juga memiliki seorang idola.
"Wah! Aku sungguh sangat tidak menyangka, ternyata kamu begitu menyukai Blue Gazzete ya." seru Shiina yang seketika membuat Yuji berhenti bernyanyi dan membenarkan posisi duduknya.
Sebenarnya Yuji cukup malu seolah Shiina baru saja memergoki dirinya melakukan sesuatu yang cukup konyol. Dia berdehem dan memasang wajah kalem. Segelas wine juga mulai dinikmatinya.
"Sebenarnya aku menyukainya karena Ken adalah seniorku di SMU Keio. Hehe ..." jawab Yuji tidak sepenuhnya berbohong.
"Wah, benarkah itu?"
"Hhm. Iya. Maka dari itu aku begitu menyukai mereka. Sebelum mereka bergabung bersama Diamond Entertaiment, mereka hanyalah sebuah band kecil. Namun karena perjuangan mereka dan talenta luar biasa yang mereka miliki, membuat agensi besar itu merekrut mereka." ucap Yuji antusias saat menceritakan mereka.
"Hhm. Aku juga dengar soal itu. Dan sebenarnya ada seorang idol yang cukup aku idolakan dari agensi itu." sahut Shiina.
"Oh ya? Siapa? Jika kamu mau, aku bisa mengundangnya untuk sebuah acara." sahut Yuji dengan entengnya.
"Benarkah itu?"
"Yeap. Tentu saja. Memang siapa idol yang kamu suka? Dua bulan lagi aku akan berulang tahun. Aku bisa mengundangnya."
"Uhm ... Dewi Oichi." sahut Shiina berbinar menatap Yuji.