Becomes A Billionare With Card System

Becomes A Billionare With Card System
END



"Sistem? Apa yang sedang tuan Yuji bicarakan?" tanya Oichi demgan raut wajah innocent.


"Tidak perlu menutupinya dariku. Aku tau jika kamu juga pemakai sistem." sahut Yuji dengan santai dan kembali meneguk wine yang baru saja dituangkan oleh Oichi.


Oichi menghela nafas lalu melepaskannya perlahan.


"Tuan Yuji benar sekali. Aku memang pengguna sistem. Dan yang membuat tuan bisa bernyanyi dengan sangat lancar dan baik adalah karena pengaruh dari kemampuan sistem yang aku miliki. Senang bertemu dengan teman seperjuangan." ucap Oichi akhirnya mengakuinya.


"Tidak aku sangka akhirnya aku bisa bertemu dengan pemakai sistem lagi setelah sekian lama. Hehe ..."


"Apakah sebelumnya kamu juga sudah pernah bertemu dengan pemakai sistem, Nona Oichi?"


"Hhm. Ya. Aku sudah bertemu dengan seorang pengguna sistem sebelumnya. Tepatnya saat aku duduk di bangku kuliah."


"Wah pasti menyenangkan ya bertemu dengan sesama pemakai sistem. Selama ini aku belum pernah bertemu dengan sesama pemakai sistem. Dan ini adalah pertama kalinya. Semoga kedepannya kita bisa berteman."


"Tentu saja, Tuan Yuji. Kita bisa berteman baik." sahut Oichi terlihat sangat bersemangat.


"Panggil saja aku Yuji. Kamu tentu tau bukan, jika aku bukanlah apa-apa tanpa bantuan dari sistem."


"Baiklah, Yuji ..."


Mereka berdua terlihat cukup senang karena pada akhirnya bisa menemukan teman yang satu frekuensi dan tentunya memiliki jalan takdir hidup yang sama.


...🍁🍁🍁...


Tak terasa hari berlalu dengan begitu cepat. Hari berganti bulan. Bulan berganti tahun. Kini Yuji benar-benar menjadi seorang billionare sejati. Dan kini usianya sudah memasuki 25 tahun dan dia baru saja menyelesaikan kulian master seni dari Universitas Tokyo.


Dan di waktu inilah dia sudah berpenampilan super rapi dengan jas pengantin hitamnya yang membuatnya semakin terlihat tampan, necis, dewasa dan menawan.


Dia tersenyum samar menatap pantulan dirinya melalui cermin di hadapannya. Namun senyuman itu menggambarkan sebuah kerinduan yang cukup dalam. Karena saat ini dia mulai kembali teringat saat-saat 3 tahun yang lalu Zero meninggalkannya.


Perpisahan itu kembali terngiang memenuhi indra pendengarannya saat ini. Ada perasaan rindu dan bersedih setiap Yuji mengingat semua itu. Bukan karena Zero tidak memenuhi janji ataupun Zero telah mengecewakannya.


Justru Zero pergi meninggalkan Yuji dengan segunung aset-aset lainnya untuk Yuji yang tak akan habis dalam 7 turunan sekalipun Yuji tidak bekerja lagi. Bahkan kini Yuji sudah dianggap sebagai pengusaha sukses dan termuda saat ini di dunia.


Flash back on 3 years ago ...


[ Tuan, sudah waktunya sistem harus pergi meninggalkan tuan. Kini tuan sudah cukup sukses dan menjadi billionare sejati. Sistem juga akan memberikan sebuah hadiah perpisahan berupa 1 Unit Perusahaan Cherry. Perusahaan yang termasuk dalam deretan nomor 1 perusahaan terbesar di dunia yang namanya sudah populer di kalangan muda-mudi. Perusahaan ini bergerak di bidang peranti komputer dan teknologi dan hingga saat ini masih berusaha memproduksi berbagai gawai dengan teknologi mutakhir. Seperti smartphone, smartwatch, tablet, hingga laptop yang biasa disebut dengan macbook. ]


[ Profit tahunan dari perusahaan Cherry ini adalah 141.000.000.000 yen ( sekitar Rp 15 triliun) dan kantornya sudah bercabang di berbagai negara dengan total karyawan lebih dari 200 ribu orang. Dengan logo buah Cherry merekah itu, tentunya akan berhasil mengantarkan tuan Yuji untuk menjadikan perusahaan gadget ini sebagai perusahaan terkemuka di dunia ini. ]


[ Perusahaam Cherry tercatat sebagai perusahaan terbesar di dunia dengan nilai kapitalisasi pasar yang cukup fantastis. Selain itu, Cherry juga menjadi perusahaan paling menguntungkan di dunia pada saat ini. Selamat, Tuan. Semoga tuan semakin sukses setelah berpisah denganku. ]


Untaian kata dari Zero sang pemandu sistem saat itu tak terlalu dihiraukan oleh Yuji. Dia terlalu bersedih ketika dia membayangkan akan berpisah dan tidak akan bersama Zero lagi.


Flash back off ...


"Aku sangat merindukanmu, Zero. Kamu selalu saja menemaniku disaat-saat aku sedang terpuruk. Kamulah yang membalikkan hidupku. Kamulah pahlawanku ..." gumam Yuji lirih dan samgat merindukan sosok Zero.


Karema setelah kepergian Zero, Yuji harus melakukan semuanya seorang diri da hanya mengandalkan diri sendiri serta beberapa anak buahnya.


Seorang gadis cantik dengan balutan gaun pengantin putih yang dipenuhi dengan manik-manik yang indah mulai memeluk lengan Yuji dan membuyarkan angan Yuji.


"Sayang, kenapa melamun? Ayo! Semua tamu sudah menunggu kita." ucap gadis itu dengan nada manja dan senyum merekah menghiasi wajah ayunya.


Yuji beralih menatapnya dan kini mereka sudah saling berdiri berhadapan. Gadis yang tak lain adalah Shiina itu kini malah menatap Yuji dari ujung kaki hingga ujung kepala.


"Eh, tunggu sebentar! Dasi kamu sedikit miring, Sayang." ucap Shiina dengan cepat lalu dengan segera membenarkan dasi Yuji.


Sedangkan Yuji hanya menatapnya dengan senyum tipis dan masih dengan suasana haru.


"Nah sudah. Begini jauh lebih baik ..." ucap Shiina penuh binar dan terlihat sangat cantik.


"Shiina, kamu terlihat begitu bahagia hari ini ..." ucap Yuji tanpa berbasa-basi.


Shiina semakin tersenyum lebar dan berkata, "Tentu saja. Aku akan menikah hari ini. Tak ada gadis yang akan terlihat murung di hari pernikahannya bukan? Kecuali ... dia terpaksa menikahi pria itu ..." sahut Shiina seadanya.


"Bukankah kamu juga terpaksa menikah denganku, Shiina? Papamu meminta semua ini padamu ..." ucap Yuji sengaja menggoda Shiina.


"Tapi aku tidak merasa seperti itu. Karena aku ..."


"Ya?" potong Yuji.


"Karena aku ... juga menyukaimu ... aku ..."


Bukannya membalas ucapan Shiina ataupun memberikan kesempatan untuk Shiina melanjutkan ucapannya. Yuji malah meraih pinggang ramping Shiina dan menariknya hingga membuatnya dekat dengannya.


Dengan cukup cepat Yuji memberikan sebuah kecupan manis pada bibir tipis kemerahan Shiina hingga membuat gadis itu malah membelalakkan sepasang matanya. Namun untuk beberapa saat Shiina mulai memejamkan matanya dan menikmati semua itu tanpa mencoba untuk menghentikan Yuji.


Cukup lama keduanya terhanyut dalam situasi yang begitu hangat dan manis ini. Hingga akhirnya ...


"Kak Yuji, kak Shiina. Apa kalian sudah si ..."


Yor yang baru saja datang seketika mengggantung ucapannya saat melihat Yuji dan Shiina berciuman. Yuji menghentikan pagutan itu namun tangannya masih menahan tubuh Shiina.


"A-aku tidak melihat apa-apa! A-aku akan menunggu di luar saja!" ucap Yor salah tingkah sendiri dan segera pergi kembali.


Wajah Shiina masih memerah ketika pandangannya masih saja bertemu dengan Yuji dengan sangat dekat.


"Sa-sayang ... ada lipstik yang menempel di bibirmu ..." ucap Shiina terbata dan salah tingkah karena terus ditatap oleh Yuji sedekat ini.


"Oh ya? Tolong bersihkan ..." sahut Yuji terlihat sangat tenang dan manis.


Dengan sangat patuh Shiina segera mengusap sudut bibir Yuji yang terkena lipstik dengan jemari lentiknya.


"Hhm. Sudah. Ayo!" seru Shiina kembali mengajak Yuji untuk segera pergi.


Mereka berdua mulai melenggang bersama dan ditemani beberapa pendamping untuk menuju altar pernikahan dan melakukan beberapa ritual dan prosesi pernikahan. Pasangan pengantin ini terlihat begitu serasi. Tampan dan sangat cantik. Wajah kedua mempelai juga terlihat begitu berbinar, menandakan mereka begitu bahagia.


THE END ...