Becomes A Billionare With Card System

Becomes A Billionare With Card System
Bernegosiasi



"Ti-tidak mau! Plakat ini sudah aku temukan! Jadi ini adalah milikku!" tandas Yuji tegas namun sedikit terbata dan malah semakin kuat menggenggam plakat kecil itu karena takut hantu itu akan merebutnya darinya.


"Hihihihihi ... jika tidak mau memberikan plakat itu ... maka aku tak akan membiarkan kalian bisa keluar dari tempat ini. Hihihihi ..." hantu bangsawan Yuki onna itu berkata lirih dan diiringi sebuah tawa menakutkan yang membuat bulu kuduk merinding.


Sesaat Yuji terdiam dan berpikir keras karena mendengar ucapan dari hantu bagsawan Yuki onna itu. Namun beberapa hantu lain terlihat mulai mengepung mereka. Mulai dari hantu sadako, hantu kuchisake onna, hantu teke-teke, hantu kappa, hantu hanako, hantu akaname, hantu nukekubi, hantu toshio, hantu rokurokubi, dan masih banyak hantu lainnya dengan penampilannya yang sangat menyeramkan.


Bahkan seorang hantu menyeramkan dengan badan yang terbelah menjadi 2 mulai mendekati Jin. Dia berjalan dengan kedua tangannya dan terlihat seperti suster ngesot. Dia mulai duduk ngesot di lantai dan menarik-narik kaki Jin.


Dia adalah hantu Teke-Teke dan merupakan seorang gadis yang menjadi korban yang terjatuh di atas kereta api. Badannya terbelah menjadi dua karena terlindas oleh kereta api. Ia kemudian bergentayangan untuk membalas dendam dan mencari kakinya. Begitulah kisah hantu tersebut.


"Tol-long satukan tubuhku. Ini sungguh sakit sekali. Aku tidak tahan lagi ... hiks ... hiks ..." hantu gadis dengan tubuh yang sudah terbelah menjadi 2 itu menangis dan semakin mendekati Jin.


"Satukan bagaimana? Aku tidak bisa melakukannya! Pergilah, Teke-teke!"


Ucap Jin berusaha untuk berkata dengan tegas layaknya seorang pemuda yang sangat pemberani. Padahal sebenarnya tubuh Jin sudah gemetaran, dan dia semakin kuat memeluk lengan Ai.


Yeap, Jin terlihat sangat ketakutan dan malah mencengkeram tangan kanan Ai begitu saja. Sementara tangan kiri Ai masih saja dipeluk erat oleh Megu yang sedang didekati oleh seorang hantu Kuchisake Onna


Yaitu sosok hantu yang memiliki bentuk fisik mulutnya yang robek. Konon, hantu ini merupakan korban operasi wajah yang gagal dan sang dokter tak sengaja memotong mulutnya hingga robek.


Perempuan tersebut histeris dan membunuh sang dokter. Namun, ia kemudian dibunuh oleh para penduduk dan menjadi hantu bergentayangan bernama Kuchisake Onna.


"Menjauhlah dariku, Kuchisake Onna yang jelek!! Aahhhh!!" pekik Megu mengibaskan ranselnya beberapa kali dengan salah satu tangannya dan mengenai beberapa kali wajah hantu kuchisake onna itu.


BUKK ...


BAKKK ...


BUAKK ...


Bahkan serangan Megu malah membuat wig rambut hitam panjang yang sedang dikenakan oleh sang hantu kuchsake onna itu sempat terlepas. Namun dia segera mengambilnya kembali dan segera memakainya kembali sebelum mereka mengetahui hal konyol dan memalukan ini.


Bagaimana tidak? Mereka adah kru yang sudah cukup profesional dan terlatih untuk berperan sebagai hantu-hantu legendaris di negeri Sakura ini. Namun kerena ketakutan tingkat dewa dari para pengunjung, malah membuat sang hantu mengalami hal konyol dan kehilangan kharismatiknya sebagai seorang hantu. Tidak lucu bukan? Ini sungguh tidak keren dan menurunkan martabat dan harga diri para hantu!


Sementara itu seorang hantu dengan memakai kimono dan rambut panjang yang terurai terbang dan mendekati Misa. Dia adalah Sadako atau onryou, yaitu hantu perempuan Jepang yang meninggal dan arwahnya dibuang ke dalam sumur. Biasanya di dalam kisah di film-film dia akan bergentayangan untuk mengganggu orang lain dengan keluar dari layar TV atau dari dalam sumur.


Awal mulanya, Sadako merupakan seorang gadis yang tinggal bersama neneknya. Ia kemudian menghilang sejak beberapa hari dan ditemukan di dalam sumur dalam keadaan meninggal.


"Tol-long pertemukan aku dengan nenekku ... dan tolong keluarkan aku dari dalam sumur tua itu. Ini sangat gelap. Aku takut ... aku takut sekali ... kikikikiki ..."


Ucap hantu sadako itu yang pada awalnya dengan intonasi bersedih. Namun diakhiri dengan tawa khas hantu yang menyeramkan. Dia mengatakannya sembari terbang mengitari mereka berempat dan tertawa kembali.


Sementara dari sisi lainnya mulai terlihat sosok hantu Rokurokubi yang memiliki leher begitu panjang dan memiliki wujud yang sangat menyeramkan. Lehernya terlihat begitu elastis dan meliuk-liuk seperti asli.


"Bunuh pemabuk dan pembuat onarrr ... bun-nuh!! Kikikikiki ..." hantu berleher panjang itu meliuk-liukkan leher panjangnya dan kepalanya mendekati Misa memamerkan ekspresi wajah jeleknya.


Nafas Misa tercekat, dan dia hanya bisa meremas rok pendeknya, dan berusaha untuk menenangkan dirinya sendiri.


Misa, Jin, Ai dan Megu terlihat sudah sangat ketakutan dan pucat. Sementara Yuji masih berada di tempatnya dan bersama dengan hantu Yuki onna.


"Hei, Hantu Yuki onna!" seru Yuji melirik hantu bangsawan dengan pakaian lapis putih mewah yang masih berdiri di sebelahnya itu. "Maksud kamu, kamu akan membiarkan kami untuk keluar dari sini jika aku memberikan plakat tengkorak ini untukmu?" tanya Yuji mulai memikirkan sesuatu.


"Tentu saja ... serahkan plakat tengkorak itu dan ..." ucap hantu Yuki Onna itu terpotong.


"Tentu saja tidak seperti itu bukan? Mana bisa kami keluar dari tempat ini tanpa ketiga plakat tengkorak itu?! Jangan mengira aku ini bodoh! Kami bahkan harus menemukan 3 plakat tengkorak untuk bisa keluar dari rumah hantu ini! Ckk ... begini saja, bagaimana jika kita bekerja sama?" ucap Yuji mulai memikirkan sebuah ide cemerlang yang tentunya akan menguntungkan kedua belah pihak.


"Bekerja sama? Apa maksudmu?" hantu Yuki Onna itu bertanya, namun masih menggunakan ekspresi dan nada bicara ala hantu-hantu yang ada di film-film.


"Begini saja. Tolong beritahu kami dimana kalian menyembunyikan kedua plakat tengkorak sisanya? Ahh ... bukan-bukan! Tapi berikan padaku kedua plakat tengkorak yang belum kami temukan! Dan aku akan membayar kalian!" ucap Yuji mencoba bernegosiasi dengan hantu Yuki Onna itu.


"Eeh?? Kamu akan membayar kami jika kami memberikan kedua plakat tengkorak sisanya?" tanya sang hantu bangsawan Yuki onna itu mulai merubah gaya bicaranya seperti manusia pada umumnya.


"Benar. Aku akan memberikan sejumlah uang untuk kalian yang cukup banyak! Tapi serahkan kedua plakat tengkorak itu. Bagaimana?" ucap Yuji kembali menawarkan kerjasama tersebut.


Namun mereka mengatakannya dengan lirih dan seperti sedang berbisik-bisik. Sehingga keempat teman Yuji tak bisa mendengarkan percakapan mereka berdua. Bahkan Ai, Jin, Misa dan Megu masih terlihat sibuk untuk menghindari sekelompok hantu yang saat ini masih mengepung mereka.