Becomes A Billionare With Card System

Becomes A Billionare With Card System
Masalah Di Yummy Restaurant



"Kak Yuji ... sebenarnya kakak menganggapku siapa? Mengapa kakak menyembunyikan banyak hal dariku? Aku ini adikmu, Kak! Bukan orang lain! Jika bukan denganku, lalu dengan siapa kakak akan berbagi kepedihan ataupun apapun itu, Kak?" ucapan Yor kembali membuyarkan angan Yuji.


Kini Yuji semakin mendekati Yor dan menatapnya penuh arti.


"Yor, bukan seperti itu. Kakak bukannya mau selamanya menyembunyikan semua itu darimu. Hanya saja semua itu terlalu mendadak, dan kakak khawatir semua akan sangat mengejutkammu. Dan kakak hanya sedang mengkhawatirkan kamu, Yor. Maafkan kakak ya." ucap Yuji dengan penuh penyesalan.


Yor menghembuskan nafas kasarnya ke udara, "Tidak masalah, Kak. Daripada marah ... aku cukup bangga dan senang kok atas semua pencapaian kakak. Kakak bisa membuktikan jika kakak bukanlah orang yang lemah, kakak bisa bangkit dan berdiri ... bahkan bisa melampaui mereka semua. Kak Yuji sangat keren! Benar-benar kakakku yang keren!!" ucap Yor penuh binar.


"Kamu tidak marah sama kakak, Yor?"


"Tentu saja tidak, Kak. Tapi karena sudah begini ... maka aku harus melakukan seauatu untuk kakak. Oh ya, besok sepulang sekolah kakak bisa tidak menjemputku?" tanya Yor bersemangat.


"Eh? Besok? Bisa saja sih kalau tidak ada pekerjaan mendadak, Yor ..." jawab Yuji terlihat ragu-ragu.


Sebenarnya dia bukan mengkhawatirkan pekerjaan mendadak sebagai owner dari Y Games ataupun dari Yummy restaurant, melainkan yang Yuji khawatirkan adalah jika tiba-tiba saja Zero memberikan misi untuknya.


"Baiklah. Jika memang kakak tiba-tiba ada pekerjaan, maka hubungi saja aku, Kak. Aku tau kakak sekarang adalah orang yang sibuk. Hehe ..." ucap Yor dengan tawa kecilnya.


"Ya sudah. Karena kakak sudah datang, maka kakak berbincang saja dengan manager Yanai. Aku masih harus mengerjakan PR ku dulu. Sampai jumpa, Manager Yanai. Sampai jumpa, Kak Yuji!!" imbuh Yor masih terlihat berbinar dan segera meninggalkan mereka berdua.


Yuji sempat melirik manager Yanai lalu menghempaskan tubuhnya di atas pembaringannya.


"Tuan Yuji. Aku benar-benar minta maaf, Tuan. Aku tidak bermaksud untuk melakukan semua ini." ucap manager Yanai masih berdiri dan menunduk di hadapan Yuji yang sudah duduk bersantai di atas sofa empuknya.


"Hhm. Sudahlah, Manager Yanai. Mungkin memang sudah saatnya Yor mengetahui semua ini. Tapi ngomong-omong tumben sekali manager Yanai mendatangi rumahku tanpa memberikan kabar untukku terlebih dulu?" ucap Yuji menatap manager Yanai dengan sepasang mata yang memicing.


Mendengar pertanyaan dari Yuji, membuatnya tersenyum kaku lalu berkata, "Itu dia, Tuan. Aku sudah berusaha untuk menghubungi tuan Yuji sejak tadi sore. Tapi ponsel tuan Yuji tak bisa dihubungi sama sekali."


"Mengapa tidak bisa dihubungi? Ponselku bahkan ..." Yuji merogoh ponselnya dan seketika ucapannya berhenti saat dia melihat ponselnya yang mati. "Rupanya ponselku mati." imbuhnya lirih.


[ Misi selanjutnya akan segera dimulai, Tuan. Misi kali ini adalah memberikan solusi terbaik untuk masalah yang sedang dihadapi oleh Yummy Restaurant saat ini. ]


Tiba-tiba saja terdengar suara Zero sang pemandu sistem.


Ehh? Ada masalah dengan Yummy restaurant? Semoga saja bukan masalah yang besar dan aku bisa mengatasinya. Selama ini aku tak pernah belajar apapun mengenai ilmu marketing atau bisnis semacamnya. Huft ...


Batin Yuji sambil menghela nafas.


"Jadi ada apa, Tuan Yanai? Apakah ada sesuatu yang terjadi cukup serius dengan Yummy restaurant?" imbuh Yuji bertanya.


"Aku mendengar dari beberapa anak buahku jika mereka para pelanggan tetap sudah mulai bosan dengan menu di restoran kita, Tuan." ucap manager Yanai menyampaikan.


"Bosan?" tanya Yuji mengerutkan kening.


"Benar sekali, Tuan."


Batin Yuji mulai memikirkan sesuatu dan menangkup dagu tirus dan tegas itu dengan salah satu jarinya. Hingga akhirnya dia mulai mendapatkan sebuah ide.


"Hhm. Kalau begitu lakukan inovasi dan jangan selalu menggunakan menu-menu lama! Berikan inovasi menu setiap beberapa bulan sekali dan lakukan seleksi untuk menu-menu baru itu. Masukkan ke dalam daftar menu jika inovasi baru tersebut memang layak dan menarik. Bukan hanya untuk masakan Jepang, gunakan juga masakan China, Perancis, Turki, ataupun yang lainnya. Karena pengunjung Yummy reataurant bukan hanya orang-orang Jepang saja, namun banyak turis dan wisatawan yang datang."


Ucap Yuji cukup keren layaknya seorang bos yang sudah cukup berpengalaman. Padahal saat ini dia hanya teringat dengan sebuah game memasak yang sering dimainkan oleh Yor disaat libur sekolah.


"Menu baru yang inovatif pastinya akan menjadi daya tarik khusus bagi konsumen yang tidak terduga. Apalagi jika Yummy restaurant bisa mengikuti menu yang sedang tren saat ini, pasti hal ini cukup menarik dan menguntungkan." imbuh Yuji kembali.


"Baik, Tuan. Aku akan lebih menekankan untuk para koki dalam membuat inovasi dan menu baru." jawab manager Yanai dengan patuh.


Padahal selama ini mereka sudah pernah menjalankan strategi seperti itu, namun mereka hanya fokus untuk masakan Jepang saja. Dan menambahkan menu western ataupun lainnya kali ini adalah sesuatu yang baru untuk Yummy restaurant.


"Jika perlu carilah tambahan koki profesional lagi dalam masakan luar, Manager Yanai." ucap Yuji lagi.


"Baik, Tuan. Dan ... sebenarnya masih ada masalah lagi, Tuan." ucap manager Yanai dengan hati-hati.


"Katakan. Masalah apa itu, Manager Yanai?"


"Kami kesulitan untuk mencari bahan baku untuk semangka Densuke, melon yubari, dan jamur matsutake dari supliar kita yang berada di Hokkaido, Tuan. Supliar kita tiba-tiba saja mengalami gagal panen secara bersamaan." ucap manager Yanai menjelaskan.


"Gagal panen secara bersamaan?" lagi-lagi Yuji mengulangi ucapan dari manager Yanai.


"Benar sekali, Tuan."


Sungguh sangat tidak masuk akal! Mengapa dari ketiga suppliar besar sekaligus bisa bersamaan gagal panen? Seperti ada sabotase dibalik semua yang terjadi saat ini. Namun jika dibandingkan dengan menyelidiki semua itu, masih ada yang lebih penting untuk dilakukan saat ini. Benar, aku harus menyelesaikan masalah yang dialami Yummy Restaurant saat ini karena kekurangan bahan makanan.


Batin Yuji mencoba untuk memikirkan sebuah cara untuk mengatasi masalah yang sedang dialami restorannya saat ini.


"Masih ada berapa lagi bahan-bahan makanan tersebut di dalam lemari penyimpanan kita? Dan masih bisa digunakan sampai kapan?" tanya Yuji mencoba menganalisa.


"Masih ada masing-masing 1 lemari penyimpanan es, Tuan. Dan semua itu hanya bisa dipakai paling lama 3 hari saja."


"Bagaimana dengan cabang lain?"


"Sama saja, Tuan. Karena kita hanya menggunakan masing-masing 1 supliar yang sama. Jadi untuk semua cabang juga mengalami masalah yang sama." jelas manager Yanai.


Yuji terdiam selama beberapa saat dan kembali berpikir keras untuk menyelesaikan masalah yang sedang dialami oleh Yummy Restaurant kali ini.