
Jin mengikuti Megu yang tiba-tiba saja meninggalkan meja makan. Dia berniat untuk kembali mendekati Megu dan memanfaatkan situasi yang sangat mendukung ini. Terkesan romantis dan di bawah taburan bintang di langit yang gelap.
Namun disaat Jin hendak menghampiri Megu yang sedang berdiri di pinggiran dek kapal sambil menghubungi seseorang, Jin menghentikan langkah kakinya karena tak ingin mengganggu Megu yang sedang menelpon seseorang.
Namun setelah beberapa saat tak sengaja Jin mendengarkan perbincangan mereka yang cukup membuatnya terkejut bukan main.
"Iya. Maaf deh karena baru bisa menghubungimu, Sayang. Karena baru ada signal saat ini."
Terdengar samar-samar Megu mengucapkannya kepada seseorang yang berada di seberang line telpon.
"Hhm. Iya ... aku juga sangat merindukanmu kok. Setelah kembali nanti aku akan langsung menemuimu deh! Hehe ... sayang kalau aku melewatkan jalan-jalan dengan kapal pesiar mewah secara gratis seperti ini lo, Sayang. Untung saja Jin mengajakku. Kamu tau sendiri kan sampai kapanpun akan sangat mustahil untukku menaiki kapal pesiar seperti ini. Ibu dan ayahku paling hanya akan mengajakku jalan-jalan di sekitar Tokyo saja. Huft ..."
Jin kembali mendengar Megu berkata lagi.
"Oke deh! Ja matte ne! Love you too, Honey!"
DEGHH ...
Jantung Jin seketika berdegup cepat mendengar semua itu. Dia merasa telah dibodohi oleh Megu yang selama ini seolah memberikan harapan untuknya, padahal nyatanya Megu sudah memiliki seorang kekasih yang tak pernah diketahui oleh Jin.
Jin mengepalkan kedua tangannya dan mengeraskan rahangnya. Dia mulai berbalik dan mengurungkan niatnya untuk menghampiri Megu.
Kini dia memutuskan untuk menaiki sebuah tangga dan berada di dek atasnya. Dia mengambil beberapa botol wine dan membawanya di pinggiran kapal. Jin duduk di sebuah bangku dan mulai menikmati wine itu.
"Tidak aku sangka, ternyata apa yang pernah dikatakan Yuji adalah benar. Kamu hanya memanfaatkan aku saja dan hanya memberikan harapan palsu padaku saja. Tidak aku sangka kamu tega melakukan ini padaku. Padahal aku begitu tulus menyukaimu! Cihh ... dasar wanita!"
Gumam Jin tersenyum kesal sambil terus menuangkan wine itu di gelas dan meneguknya dengan cepat.
Dua botol wine habis begitu saja. Wajah Jin sudah mulai memerah karena sedikit mabuk. Dia memandangi lautan luas di sampingnya. Hanya ada gelap dan beberapa lampu dari beberapa bangunan di pinggiran lautan.
Jin berdiri dan berjalan sempoyongan mendekati pembatas. Dia menatap lautan luas itu kembali dengan sepasang mata yang memicing.
"Air? Kolam renang? Wah sepertinya akan sangat menyenangkan jika berenang sekarang. Paling tidak untuk menyegarkan otakku." gumam Jin yang kini malah menganggap lautan luas di hadapannya itu adalah sebuah kolam renang.
Dia mulai berpegangan pada pagar pembatas itu dan berniat untuk melompat ke samping. Namun tiba-tiba saja ada yang mencekal kedua tangannya sehingga Jin tertahan sebelum melompat.
"Jin! Apa yang ingin kamu lakukan?!"
Jin memicingkan matanya menatap gadis itu dan ternyata dia adalah Misa.
"Misa, aku hanya ingin berenang saja kok." jawab Jin dengan santai.
"Apa?! Berenang di lautan?" celutuk Misa hampir saja tak percaya mendengarkan jawaban dari Jin.
Jin tidak menjawabnya dan hanya tersenyum dengan ekspresi aneh layaknya orang mabuk. Misa menatap sekelilingnya dan melihat ada 2 botol wine yang sudah kosong.
Jin hanya menurut, namun dia masih saja berjalan sempoyongan. Hingga akhirnya Misa memutuskan untuk memapahnya. Misa meraih tangan Jin dan melingkarkan tangan Jin pada bahunya.
"Sebaiknya kamu beristirahat saja. Kamu bisa berenang besok pagi jika mau. Lagipula kamu sedang mabuk, akan sangat berbahaya ..." ucap Misa masih memapah Jin melewati sebuah koridor untuk menuju kamar Jin.
"Hhm. Mengapa kamu sangat baik padaku? Bukankah wanita itu makhluk yang sangat menyebalkan dan bermuka dua??" ucap Jin sedikit tidak jelas.
"Bermuka dua? Tidak semuanya seperti itu. Bukan hanya para wanita ataupun para pria. Sebenarnya itu adalah kepribadian dari masing-masing orang."
"Benarkah itu?"
"Tentu saja. Kenapa kamu minum sebanyak itu? Apakah seorang gadis baru saja mengecewakanmu?"
Jin terkekeh pelan mendengar pertanyaan dari Misa.
"Aku hanya merasa menjadi pria paling bodoh sedunia karena menyukai seseorang yang ternyata sudah memiliki seorang kekasih." sahut Jin masih terkekeh.
Raut wajah Misa seketika berubah, karena dia tiba-tiba mengingat jika dia yang juga menyukai Yuji yang rupanya malah sudah bertunangan dengan Shiina.
"Kita tidak bodoh. Perasaan kita tulus. Namun jika dia bahagia bersama pilihannya, itu sudah cukup bukan? Sebaiknya kita melepaskannya. Dan mungkin saja, suatu saat kita akan benar-benar dipertemukan dengan orang yang tepat dan tulus menyukai kita." ucap Misa terbawa suasana.
"Kita? Apakah kamu juga menyukai seorang pria yang sudah memiliki kekasih, Misa?" tanya Jin menoleh menatap Misa.
"Ehh ... it-itu ..." Misa baru saja menyadari ucapannya ketika Jin berkata seperti itu.
"Orang itu pasti akan menyesal! Kamu sangat sempurna dan idaman dari para pria. Tapi dia malah tidak menatapmu dan malah bersama yang lain ..."
"Itu bukan salahnya. Selama ini aku hanya diam dan memendamnya. Dan ternyata dia sudah memiliki seorang tunangan. Hhm ... untung saja aku sudah mengetahuinya sekarang. Jadi aku akan menjaga sikap dan jarak."
"Tenang saja, Misa! Di dunia ini masih ada pria yang jauh lebih baik dan pasti menerimamu dengan tulus. Jangan khawatir ..." sahut Jin masih berjalan sempoyongan dan kali ini mereka berdua hampir saja terjatuh, namun Misa dengan cepat segera menyeimbangkan dirinya.
Misa dan Jin kini memasuki kamar Jin, sebuah kamar dengan tipe suite yang super mewah. Dan Jin menggunakannya bersama Yuji.
Kamar Suite seluas 136 meter persegi ini, merupakan akomodasi kapal paling mewah untuk maksimal enam orang. Ada ruang tamu, ruang makan, bar basah, kamar tidur tamu dengan kamar mandi dan balkon besar yang luas.
Jendela dari lantai ke langit-langit yang dramatis memberikan pemandangan yang menakjubkan. Kamar mandi utama terbuat dari marmer berkilau dan mencakup dua wastafel rias modern dan bak mandi besar. Sungguh sangat mewah!
Dan sebenarnya Misa, Yor dan Shiina juga mendapatkan fasilitas ini. Sementara Ai bersama di dalam satu kamar bersama Megu.
"Jin, kamu tidur dan beristirahatlah. Jika ingin berenang, lakukan saja besok pagi. Aku akan kembali ..." ucap Misa saat membantu Jin duduk di pembaringannya.
"Karena kamu yang cantik dan baik hati yang memintanya padaku, maka aku akan menurut deh. Tapi besok temani aku berenang yah ..." sahut Jin kembali tersenyum dengan sepasang mata yang sudah hampir terpejam.
"Hhm? Baiklah. Aku akan menemanimu. Ya sudah aku akan kembali." sahut Misa yang akhirnya meninggalkan Jin.