
Yuji terduduk di kursi empuk di dalam ruangannya, dan sesekali memutar-mutarkan kursi itu. Sementara CEO Ishihara, manager Yanai dan Yuka sudah berdiri dengan tegap di hadapannya.
Namun gadis bernama Yuka itu tak berani untuk menapap Yuji, dia hanya menunduk menatap sepatu sport putihnya dan menautkan kedua tangannya karena merasa gugup dan ketakutan.
"Yuka Nanao, trainee baru Y Group yang baru bergabung 8 bulan yang lalu. Usiamu bahkan masih cukup muda, 16 tahun. Bagimana? Apa ada yang ingin kamu sampaikan padaku, Nona Yuka Nanao?" ucap Yuji sambip menatap info data pribadi dari Yuka melalui laptop di hadapannya.
Yuka masih menunduk dengan gelisah dan ketakutan lalu dia segera duduk bersimpuh di hadapan Yuji.
"Maafkan aku, Tuan Yuji. Aku sungguh tidak tau jika tuan Yuji adalah pemilik baru dari Y Group. Aku sungguh sudah berbuat sangat tidak sopan dan malah mengira tuan Yuji adalah seorang trainee baru yang baru saja bergabung. Aku sungguh sangat minta maaf, Tuan. Tapi tolong jangan perintahkan aku untuk mengundurkan diri, Tuan. Menjadi seorang idol adalah impianku sejak kecil. Dan bisa bergabung bersama Y Entertaiment serta menjadi salah satu trainee di agensi ini sudah sangat membuatku bahagia, karena untuk mencapai semua ini sungguh sangat tidak mudah bagiku. Aku bahkan terus berlatih siang dan malam hanya untuk bisa diterima dan menjadi salah satu trainee di agensi ini, Tuan. Tolong jangan tendang aku dari agensi ini, Tuan Yuji yang baik hati."
Ucap Yuka panjang lebar dan masih saja merasa ketakutan jika nasibnya akan sama seperti Shimizu.
Yuji mendengus dan tertawa singkat.
"Beberapa saat yang lalu kamu mengatakan jika aku ceroboh dan bodoh! Dan kini kamu malah memujiku baik hati? Ckkk ..." Yuji berdecak dan tersenyum miring menatap Yuka.
"Maafkan aku, Tuan Yuji." ucap Yuka seakan-akan benar-benar sudah akan kehilangan harapan dan mimpinya untuk menjadi seorang bintang besar.
Yuji kembali melihat data diri Yuka lagi dan memeriksa informasi lainnya lagi.
Dia adalah anak yatim piyatu yang saat ini hanya tinggal bersama dengan kakak laki-lakinya yang bekerja sebagai pelayan restoran? Jika melihat semua ini, membuatku teringat dengan kehidupanku bersama dengan Yor. Lagipula Yuka juga tidak sepenuhnya bersalah. Dia malah berusaha untuk memperingatkan aku agar tidak mendapatkan hukuman dari pelatih itu. Huft ... baiklah. Aku akan memberikan kesempatan untuknya. Andai saja disaat aku sedang terpuruk disaat itu juga ada seseorang yang mempedulikanku. Mungkin saja semua tak akan terasa begitu berat ...
Batin Yuji berangan-angan.
[ Apakah tuan Yuji telah melupakanku? Aku bahkan datang dan menemui tuan disaat tuan sedang mengalami masa keterpurukan tingkat dewa saat itu. Bahkan kini semua sudah berbalik sepenuhnya dan tuan Yuji bisa menjadi seorang billionare sejati seperti ini. ]
Tiba-tiba saja terdengar suara Zero sang pemandu sistem yang lebih tepatnya menyerupai sebuah komplain dari Zero. Yuji yang mendengarkannya reflek tertawa kecil dan menggeleng samar.
Aku tidak melupakanmu, Zero. Justru kamulah yang sangat berjasa di dalam hidupku ini. Karena disaat-saat aku sedang merasa sangat terpuruk, kamu hadir dan perlahan merubah takdir hidupku. Aku hanya menyayangkan karena disaat itu tak ada satupun manusia yang berhati mulia untuk menolongku dan berbelas kasihan padaku. Semua orang meremehkanku dan selalu menghinaku. Bahkan pamanku sendiri juga lebih terlihat seperti seorang monster tak berhati saat itu. Jangan khawatir, Zero. Karena kamu adalah pahlawan sejatiku. Aku tak akan pernah melupakanmu!
Batin Yuji tersenyum samar, membuat CEO Ishihara, manager Yanai dan Yuka sedikit kebinhungungan saat melihat Yuji. Yuji yang menyadarinya segera berdehem untuk mencairkan suasana.
"Ehem ... baiklah. Karena aku sedang berbaik hati, maka aku akan memberikan kesempatan untukmu, Gadis kasar! Bangunlah!" ucap Yuji memutuskan.
"Wah ... benarkah itu? Terima kasih banyak, Tuan Yuji. Aku tak akan melupakan kebaikan hati tuan Yuji. Terima kasih!" ucap Yuka kegirangan dan segera bangun kembali.
"Hhm. Datang ke rumahku dan lakukan sesuatu untukku! Ini adalah kartu namamu. Di dalam sini ada nomor telpon serta alamatku! Aku membutuhkan bantuanmu!" ucap Yuji sambil memberikan kartu namanya untuk Yuka.
Yuka yang mendengarkan ucapan Yuji seketika membelalakkan sepasang matanya syok. Begitu juga dengan kedua pria dewasa yang sedang berdiri di belakang Yuka yang memperlihatkan ekspresi yang sama. Karena mereka berpikiran jika Yuji sedang menginginkan Yuka untuk melakukan sesuatu di rumahnya untuk menyenangkan dirinya.
Yuka kembali emosi dan menggebrak meja Yuji.
"Tuan Yuji! Jangan mengira aku akan melakukan hal kotor seperti itu untukmu! Sekalipun kamu adalah pemimpin dari Y Group saat ini, bukan berarti kamu bisa melakukan apapun sesuai dengan keinginanmu! Asal tuan tau, tidak semua bisa didapatkan dengan uang dan kekuasaan!!"
Tandas Yuka sangat tajam. Bahkan dia juga memberikan tatapan penuh penenakanan yang tajam untuk Yuji. CEO Ishihara dan manager Yanai berniat untuk segera turun tangan menghadapi Yuka, namun dengan cepat Yuji segera mengangkat tangan kanannya untuk memberikan isyarat untuk mereka berdua agar tetap diam.
"Aku akan segera memberikan surat pengunduran diri!"
Setelah mengatakan itu Yuka segera berniat untuk meninggalkan ruangan Yuji masih dengan dipenuhi amarah.
"Cckk ... dasar gadis bodoh dan kasar. Memang apa yang sedang kamu pikirkan? Mengapa kamu berpikiran begitu sempit? Lagipula siapa yang menginginkan tubuhmu, Nona Yuka?"
Ucap Yuji yang sukses kembali menahan langkah kaki Yuka hingga gadis itu mulai berbalik kembali masih dengam tatapan kesal.
"Apa maksudmu?! Mengapa berkata dengan sangat tidak sopan seperti itu?!" ucap Yuka masih tidak bisa menahan diri dan amarahnya.
Yuji tersenyum tipis dan mulai menjawabnya dengan santai.
"Pekan depan adikku Yor akan berulang tahun. Aku ingin kamu mengisi salah satu acara untuk menghibur tamu undanganku. Aku melihat kamu lumayan bisa menari dan menyanyi dengan baik, jadi aku mulai berfikir ke arah sana. Hhm ... tapi sepertinya kamu sangat tidak menginginkannya. Jadi aku akan meminta tolong kepada idol lain saja untuk ..." ucap Yuji belum sempat menyelesaikannya dengan baik, karena Yuka dengan cepat menyelanya.
"Aku mau! Aku mau melakukannya, Tuan! Dan ... aku juga minta maaf karena kembali berburuk sangka terhadap tuan. Hehe ..." ucap Yuka dengan cepat dan tentu saja dia tak ingin kehilangan sebuah kesempatan besar seperti itu.
Padahal masih begitu banyak idol lain yang lebih baik dan terkenal jika dibandingkan dengan Yuka yang bahkan masih memiliki status hanya seorang trainee baru.
Yuji tersenyum puas dan kembali menghela nafas, "Okay! Kamu boleh keluar, Nona. Persiapkan dirimu dan datanglah pada saat itu. Aku akan memberikan bayaran yang cukup fantastis untukmu."
"Baik, Permisi tuan!" ucap Yuka penuh binar dan segera meninggalkan ruangan Yuji.
"Tuan Yuji. Agensi ini memiliki idol besar lain yang lebih baik dari trainee Yuka. Mengapa tuan lebih memilih dia yang bahkan belum debut sama sekali?" tanya CEO Ishihara tak mengerti.
"Benar. Mengapa tuan Yuji tak mengundang idol besar lainnya saja untuk mengisi pesta ulang tahun nona muda Yor?" tanya manager Yanai juga kebingungan.
"Tidak masalah kok. Undang juga Bang-Bang untuk mengisi acara saat itu. Yor pasti akan sangat senang." sahut Yuji memejamkan matanya dan memutar kembali kursi empuknya.
"Baik, Tuan. Aku akan mengatur kembali jadwal mereka di hari itu." sahut CEO Ishihara patuh.
"Hmm. Sebenarnya ada sebuah group band yang sangat ingin aku undang. Hanya saja dia tidak berada di agensi kita. Huft ... mungkin aku akan mengundangnya lain kali." ucap Yuji berangan-angan untuk bisa bertemu dengan Blue Gazzete idolanya.