Becomes A Billionare With Card System

Becomes A Billionare With Card System
Melawan Kelicikan Shoto



Terlihat Shoto dan ketiga temannya tersenyum tipis penuh percaya diri. Seakan mereka sudah merasa sangat yakin, jika kemenangan akan berpihak kepada mereka.


Sedangkan Yuji masih saja terlihat santai saat menyaksikan video rekaman CCTV yang sedang memperlihatkan sosok yang menyerupai dirinya dari sisi belakang mulai memasuki caffe bar itu dengan merangkul Shoto. Sementara di belakang mereka ada ketiga teman Shoto yang mengikutinya.


TAK ...


Kepala sekolah menghentikan pemutaran rekaman CCTV itu, karena setelah itu remanan tesebut sudah mulai rusak.


"Bagaimana mungkin bapak kepala sekolah percaya begitu saja jika pemuda itu adalah saya? Lagipula wajahnya tidak terkspos oleh kamera. Dan lagi di dalam rekaman tersebut tertulis jam 7 PM. Padahal pada saat itu saya masih berada di reatoran Yummy cabang bersama adik dan teman saya. Dan lagi, bagaimana kalian bisa menyimpulkan jika akulah yang menghajar Shoto saat itu? Padahal tidak ada bukti sama sekali terekam?"


Ucap Yuji masih memasang wajah santai dan kalem.


"Yuji!! Kamu jangan mengelak lagi! Sudah jelas-jelas semua terekam seperti itu! Dan lebih baik mengaku dan terima hukuman saja!" tandas Shoto tak terima dengan sangkalan dari Yuji.


Tidak mau! Bagaimana aku bisa mengakui hal yang sama sekali tidak aku lakukan!" tandas Yuji kekeh dan sukses membuat Shoto dan ketiga temannya hampir saja syok.


Bahkan Yuji mengatakan semua itu dengan sangat santai dan tidak sungkan, padahal di hadapannya saat ini ada kepala sekolahnya yang saat ini masih mengamati keempat siswanya yang dianggap bandel.


"Yuji, sudah ada bukti rekaman CCTV ini serta bukti dari laporan mereka berempat. Jadi sebaiknya jangan mengelak lagi dan akui semua kesalahanmu." tandas sang kepala sekolah lagi


"Pak, bisakah bapak memberikan kesempatan 10 menit untukku untuk membuktikan jika aku memang tidak bersalah?" tanya Yuji tiba-tiba.


"Baiklah. Jika kamu memang bisa membuktikan dirimu tidak bersalah, maka lakukanlah!" sahut sang kepala sekolah.


"Baiklah."


Tepat disaat itulah tiba-tiba saja seseorang yang baru saja memasuki ruangan ini, mendekati sang kepala sekolah dan membisiki sesuatu.


Ekspresi yang terlihat dari sang kepala sekolah pada awalnya dia cukup terkejut, namun akhirnya dia mulai bersikap berwibawa kembali.


"Baiklah. Persilakan saja masuk." jawab kepala sekolah itu.


"Baik, Pak."


Pria berpenampilan cukup rapi itu segera keluar kembali untuk mempersilakan sang tamu untuk memasuki ruangan ini. Dan betapa terkejutnya Shoto saat melihat siapa yang datang saat ini. Dia adalah manager Yanai.


"Selamat pagi, Pak Kepala sekolah. Saya datang untuk menjadi wakil dari tuan Yuji untuk menyelesaikan masalah ini." ucap manager Yanai penuh kharismatik tinggi. "Maaf jika sedikit terlambat, Tuan Yuji. Karena ada sedikit masalah di restoran." imbuh manager Yanai menghadap Yuji dan sedikit membungkukkan badannya.


Ketiga teman Shoto cukup terkejut saat melihat siapa yang telah datang untuk menjadi wali Yuji. Begitu juga dengan sang kepala sekolah yang terkejut bukan main.


Sementara Shoto yang sebelumnya pernah melihat hal yang seperti ini, tidak cukup terkejut lagi. Namun dia menjadi semakin curiga jika Yuji memanglah bukan seorang sampah miskin lagi.


Ataukah jangan-jangan dia memang pemilik dari Yummy Restaurant? Tapi ... bagaimana bisa? Yuji yang aku kenal adalah pecundang miskin dan selalu kekurangan uang. Tapi mengapa manager Yanai benar-benar takhluk padanya? Aku harus lebih banyal mencari tau tentang rahasianya!


Batin Shoto masih menatap lekat Yuji yang duduk di sampingnya penuh dengan kecurigaan.


"Ba-baiklah silakan duduk, Tuan Yanai." ucap sang kepala sekolah berusaha untuk tetap bersikap tenang dan menjaga kewibawaannya.


Manager Yanai mulai duduk tepat di sebelah Yuji dan segera mengeluarkan laptopnya lalu menghidupkannya. Setelah beberapa saat, dia mulai membuka sebuah file yang berisi dengan sebuah rekaman CCTV yang baru saja dia dapatkan dari seorang hacker proffesional. Karena rekama CCTV di dalam club cafe itu sudah dihapus setelah malam terjadinya kericuhan itu oleh seseorang.


"Ini adalah rekaman CCTV asli di dalam Heaven bar and cafe saat malam terjadinya kericuhan. Saya juga menjamin keaslian dari video rekaman CCTV ini. Silakan diperiksa." ucap manager Yanai menyodorkan laptop itu ke arah sang kepala sekolah.


Bukan hanya kepala sekolah yang menontonnya, namun Shoto dan ketiga temannya juga menontonnya. Seketika raut wajah keempat pemuda itu menjadi aneh. Yang pada awalnya selalu terlihat tenang dan pecaya diri, kini terlihat gugup, khawatir dan ketakutan.


Ba-bagaimana mungkin mereka bisa mendapatkan rekaman itu? Padahal sudah jelas-jelas hacker itu sudah menghapus seluruh rekaman CCTV Heaven bar and cafe saat malam itu di hadapanku. Dan dia mulai menggantinya dengan memanipulasi rekaman CCTV itu. Bagaimana ini jika sampai aku malah kena hukuman dan di skors dari sekolahan? Papa pasti akan sangat marah padaku. Dan bisa-bisa aku juga akan dihukum papa karena sudah berbohong padanya. Ini gawat sekali.


Batin Shoto mulai gelisah.


Yuji yang bisa membaca isi pikiran dari Shoto tersenyum miring, karena sudah menduga jika Shoto akan berbuat licik. Dan ternyata dugaannya adalah benar.


Sudah aku duga akan jadi seperti ini. Shoto akan selalu licik dalam segala hal. Untung saja manager Yanai sangat cepat untuk bergerak dan mengambil kembali video rekaman CCTV itu. Aku sungguh tidak menyangka, aku bisa memiliki anak buah orang yang sangat hebat seperti dia. Sugoi!


Batin Yuji tersenyum tipis dan masih ikut menonton rekaman CCTV yang asli itu.


TUUKK ...


Kepala sekolah menghentikan pemutaran video tersebut dan menatap tajam Shoto dan ketiga teman-temannya. Sangat terlihat jika dia sedang dipenuhi oleh amarah saat ini.


"Shoto! Bapak sungguh sangat tidak menyangka jika kamu dan teman-temanmu bisa memberikan rangkaian cerita palsu seperti itu? Kalian bahkan malah mencoba untuk memfitnah Yuji yang bahkan saat itu malah menjadi penolong untuk semua orang. Bapak sungguh sangat kecewa dengan kalian! Kalian akan mendapatkan hukuman skorsing selama 1 minggu! Dan tolong beritahukan kepada orang tua kalian untuk menemui saya lusa!"


Tandas sang kepala sekolah dengan suara yang menggelegar memenuhi ruangannya. Wajahnya juga terlihat memerah karena dipenuhi amarah. Bagaimana tidak merasa marah dan kesal? Dia merasa telah dibodohi oleh Shoto dan ketiga murid itu.


"Tapi, Pak ... papa saya pasti akan sangat sibuk. Jadi ..." sela Shoto merasa sangat keberatan.


"Sekarang kalian berempat tinggalkan ruangan saya! Jika orang tua kalian tidak bisa datang, maka bapak akan menambahi masa hukuman!" tandas kepala sekolah lagi.


Tak ada pilihan lain lagi, akhirnya Shoto dan ketiga temannya segera meninggalkan ruangan ini. Sementara sang kepala sekolah mulai meminta maaf kepada Yuji dan manager Yanai atas kesalahpahaman itu.