Becomes A Billionare With Card System

Becomes A Billionare With Card System
Extra Part ( Godaan )



Seluruh perusahaan Yuji berkembang pesat dan semakin maju dan sukses. Di usianya yang baru saja genap 25 tahun, kini dia sudah menduduki crazy rich nomor 1 di dunia, dan Yuji sukses menggeser beberapa orang sebelumnya yang sudah bertahan di posisinya cukup lama.


Hal ini semakin membuat Yuji semakin terkenal dan membuat beberapa perusahaan besar berlomba-lomba ingin bekerjasama dengannya. Bukan hanya itu saja, melainkan beberapa wanita cantik dan berkelas juga mulai berlomba-lomba untuk mendekati Yuji dan seperti membutakan dirinya sendiri akan sebuah kenyataan, jika Yuji sudah memiliki seorang istri saat ini.


Para wanita itu cukup berani dan terang-terangan untuk mendekati dan menggoda Yuji, untuk menjadi selir ataupun hanya sebagai teman kencannya saja.


Namun Yuji sudah cukup kebal dengan semua itu. Seberapapun mereka berusaha keras untuk menggodanya, dia sama sekali tak pernah tertarik untuk bermain-main dengan mereka. Karena Yuji sudah pernah merasakan sakitnya dikhianati, jadi dia tak akan melakukan hal semacam itu untuk menyakiti Shiina.


"Tuan Yuji. Aku bisa melakukan apapun untukmu. Aku bisa memasak, aku bisa menjadi sekretaris pribadimu, dan aku juga bisa memuaskanmu di ranjang. Aku jauh lebih baik dari istrimu. Namun jika kamu tetap tidak mau melepaskannya, aku rela kok untuk menjadi istri keduamu."


Seorang wanita dengan pakaian tipis, minim dan super sexy masih berusaha untuk mendekati Yuji ketika Yuji sedang berada di ruangan kerjanya, tepatnya di ruangan owner di Y Games Developer.


Wanita itu dengan berani mulai duduk di atas meja tepat di dekat Yuji. Jemari lentiknya yang indah kini dengan sangat berani mulai membelai lembut bahu lebar Yuji dan menuruni dadanya.


"Tuan Yuji, aku sangat serius dengan ucapanku. Aku rela menjadi istri keduamu, asalkan aku bisa selalu bersama dengan tuan." ucap wanita itu lagi karena Yuji masih saja tak menghiraukannya dan malah sibuk dengan oled transparent di hadapannya.


"Sudah aku katakan aku tidak membutuhkan hal-hal semacam itu, Sei. Istriku hanya akan ada satu dan itupun tidak akan habis-habis. Lagipula aku tak membutuhkan seorang istri yang memiliki multi skill. Jika tidak bisa memasak, maka aku hanya perlu meminta asisten rumah tangga untuk memasak saja. Karena istriku bukanlah seorang pembantu dan pelayan untukku, Sei. Namun jika kamu mau, aku bisa mempekerjakan kamu sebagai pembantuku. Kamu bisa memasak dan bersih-bersih bukan?"


Jawab Yuji begitu menusuk hati wanita cantik itu hingga membuat wajah wanita cantik itu seketika memerah padam.


"Tu-tuan Yuji ... beraninya kamu mengatakan hal seperti itu padaku. Padahal amu sangat tulus menyukai tuan." geram wanita itu menahan amarahnya yang sudah hampir meleda.


"Nona Sei, biar aku perjelas sekali lagi kepadamu. Seberapa bekerja keras kamu melakukan semua hal ini, itu akan sangat sia-sia saja. Seberapa keras kamu mencoba untuk menggodaku, ataupun jika kamu telanjang di hadapanku, itu tak akan mempengaruhiku. Aku tak akan pernah mengkhianati istriku." tandas Yuji dengan nada bicara yamg begitu ramah, namun terdengar begitu menusuk untuk wanita cantik itu.


Wajah wanita cantik itu terlihat semakin merah padam. Namun tiba-tiba saja pintu mulai terbuka. Disaat wanita cantik itu menyadari jika yang datang adalah Shiina, dia mulai menjalankan rencana liciknya. Dia segera berdiri dan berpura-pura tersandung hingga akhirnya dia terjatuh di pangkuan Yuji.


Dan hal itu menjadikan wajah mereka berdua menjadi sangat dekat. Bahkan kedua benda kenyal yang sedikit terbuka itu kini malah mengenai kedua lutut Yuji.


Shiina yang datang untuk membawakan bekal makan siang untuk Yuji seketika menjatuhkannya begitu saja saking syoknya melihat pemandangan di hadapannya itu. Lalu Shiina segera meninggalkan ruangan ini tanpa sepatah kata apapun saking kecewa dan kesalnya.


"Wanita tak tau malu! Aku pastikan kamu akan menyesal karena sudah berani bermain-main denganku! Kamu mencari masalah dengan orang yang salah!!"


BRAKK ...


Tandas Yuji lalu menghempaskan tubuh wanita yang selama ini bekerja sebagai sekretarisnya dengan sangat kasar. Tubuh wanita itu terhempas dan menabrak sebuah meja hingga membuat keningnya berdarah.


Lalu Yuji segera menghubungi salah satu anak buahnya untuk mengurus masalah ini.


"Siapkan surat pemberhentian bekerja untuk sekretaris Sei Ishida! Blacklist namanya di semua penjuru dunia!" titahnya lalu mengakhiri panggilan itu.


TAK ...


Sial!! Bukannya berhasil dan tak mendapatkan apapun. Namun aku malah dipecat. Bahkan Yuji juga melakukan blacklist untuk namaku! Ini semua gara-gara aku yang sudah mengikuti ucapan Shuzo yang terus menghasutku untuk menggoda Yuji! Dia harus membayar semua ini!!


...🍁🍁🍁...


Yuji masih bersusah payah untuk membujuk dan meminta maaf kepada Shiina yang kini sedang mengambek dan marah padanya mencapai tingkat dewa.


Beginilah Shiina, terkadang dia akan menjadi seorang istri yang sangat manjs melebihi manisnya gulali. Namun terkdang jika sudah marah dan mengambek seperti ini, Yuji harus jungkir balik untuk membujuk dan merayunya untuk mendapatkan hati dan maafnya.


"Sayang, ini semua tidak seperti yang kamu lihat. Sekretaris Sei yang terlalu bertindak berlebihan dan selalu saja berusaha menggodaku. Jika kamu tidak percaya maka periksa sendiri seluruh rekaman CCTV ruangan kerjaku. Semua percakapan dan apapun itu terekam di dalamnya."


Ucap Yuji mulai memperlihatkan sebuah rekaman CCTV melalui sebuah mini computer. Pada awalnya Shiina terlihat sangat malas untuk melihatnya, namun akhirnya dia menonton seluruh rekaman CCTV tersebut.


Seketika raut wajahnya berubah. Yang pada awalnya terlihat sangat marah dan kesal, kini kekesalannya terlihat mulai memudar dan berganti dengan rasa bersalah karena tidak mempercayai Yuji.


"Maafkan aku. Seharusnya aku percaya padamu." ucap Shiina lirih dan tak berani menatap Yuji.


Yuji menghembuskan nafas kasarnya ke udara dan mulai melepaskan dasinya. Karema saat ini dia baru saja kembali dari kantornya.


"Aku akan membantumu ..." ucap Shiina berinisiatif untuk membantu Yuji melepaskan jas serta kemejanya.


"Lain kali jangan mudah untuk mempercayai sesuatu yang belum jelas bagaimana kejadiannya. Mungkin kelak akan lebih banyak masalah yang lebih dari ini akan terjadi. Namun satu hal yang harus selalu kamu ingat, Shiina. Aku bukanlah sampah yang suka mempermainkan wanita. Namun jika aku dikecewakan, aku tak akan memberikan kesempatan untuknya lagi!"


Tandas Yuji menatap lekat Shiina.


Ekspresi Shiina seketika berubah menjadi seperti orang yang gugup dan ketakutan karema mendapatkan tatapan dari Yuji.


"Aku tak akan pernah mempermainkanmu. Uhm ... hanya saja ... aku tidak suka kamu terlalu dekat dengan wanita lain ... bukankah itu wajar?" ucap Shiina tersipu malu.


Yuji menarik salah satu sudut bibirnya dan mengusap kepala Shiina.


"Itu adalah hal yang wajar. Namun kamu hanya perlu mengingat pesanku untukmu. Dan jika aku memanglah seorang sampah yang brengsek, maka aku sudah lama akan melakukannya, Shiina. Apa kamu mengerti, Shiina?" ucap Yuji semakin menatap lekat Shiina.


Shiina terdiam menatap Yuji dengan sepasang mata bulatnya yang indah lalu mengangguk paham.


"Istriku memang cantik dan pintar!" puji Yuji kembali mengusap kepala Shiina. "Tubuhku begitu merasa gerah dan berkeringat. Ayo temani aku mandi, Sayang! Kita mandi bersama!" ucap Yuji yang sudah bertelanjang dada kini mulai menggendong depan Shiina dan segera membawanya ke kamar mandi di dalam kamarnya.


"Eh? Ta-tapi aku sudah mandi ..." ucap Shiina dengan wajah yang mulai merona.


"Tidak ada salahnya bukan mandi lagi? Lagipula sudah lama kita tidak mandi bersama." ucap Yuji sengaja menggoda Shiina sambil mengecup pipi Shiina.


Akhinya mau tak mau Shiina harus menemani Yuji untuk mandi bersama. Dan sebenarnya itu cukup membuat Shiina merasa senang, karena sebenarnya Shiina sangat menyukai ketika Yuji selalu menggodanya.


...🍁🍁🍁...