Becomes A Billionare With Card System

Becomes A Billionare With Card System
Bujukan Seiya



Yuji memandang wanita berusia 20 tahun itu dengan tatapan rumit, karena Yuji sama sekali tak mengenalinya atau bertemu dengannya sebelumnya.


"Tidak aku sangka. Ternyata tuan Yuji masih sangat muda seperti ini." wanita itu tersenyum tipis.


"Kamu siapa?" tanya Yuji akhirnya.


Wanita berparas cantik dengan dress tanggungnya itu tersenyum tipis menatap Yuji dan mulai melenggang semakin mendekati Yuji.


"Perkenalkan, aku adalah Takayuki Seiya. Putri sulung dari Tuan Takayuki Yabe." ucap wanita itu mulai mengusap lembut bahu kiri Yuji dan menuruninya pelan dengan memamerkan senyuman indahnya.


"Aku datang untuk meminta tolong kepadamu, Tuan Yuji. Atau bolehkah aku memanggilmu dengan Yuji-kun? Kamu masih sangat muda ... dan kamu juga cukup tampan ..." imbuh Seiya semakin menengadahkan wajah ayunya menatap Yuji. Kedua tangannya juga sudah mendarat pada dada bidang Yuji.


"Apa maumu? Apa kamu ingin datang untuk membantu adik bodohmu itu?" pangkas Yuji menyipitkan mata menatap Seiya.


"Oh tidak-tidak! Aku datang bukan karena Shoto. Dia pantas untuk dihukum karena dia sudah sangat keterlaluan!" tandas Seiya yang juga memperlihatkan ekspresi kesal saat membicarakan Shoto.


Dia tidak sedang berbohong. Dia juga begitu kesal terhadap ulah Shoto. Aku mendengar suara hatinya.


Batin Yuji masih memicingkan sepasang matanya menatap Seiya.


"Aku datang untuk papaku. Apa kamu tau, Yuji? Kazu restaurant adalah kerja keras papaku selama ini. Aku hanya tidak tega jika papa harus terpuruk karena kerja kerasnya selama ini tiba-tiba saja menjadi sia-sia. Itu sangat menyakitkan untuknya. Dan tentu saja itu sangat menyakitkan untukku yang melihat kondisi papa yang semakin memburuk. Aku sangat mengkhawatirkan papaku, Yuji." ucap Seiya memelas.


Saat itu bahkan tuan Takayuki Yabe sudah datang ke sekolahanku dan meminta kepala sekolah untuk mengadiliku. Padahal dia belum memastikan kebenaran yang sedang terjadi saat itu. Dan dia mempercayai Shoto begitu saja. Anak dan papa sama saja. Dan sekarang putri pertamanya juga berusaha untuk membujukku agar bermurah hati? Cihhh ... mana bisa seperti itu? Aku bukanlah orang yang pemurah hati. Setidaknya kalian juga harus menerima balasan atas apa yang telah kalian lakukan padaku. Aku tak akan mengusik dan mengganggu siapapun, jika mereka tak berusaha untuk mengusik hidupku!


Batin Yuji sangat yakin dengan keputusannya saat ini.


"Yuji, aku mohon padamu ... bantulah kami ... bukan demi Shoto. Tapi demi papaku ..." ucap Seiya lirih dan semakin mendorong tubuh Yuji hingga memasuki kamarnya. Tak lupa Seiya juga menutup pintu itu kembali.


Yuji masih tak menjawabnya ataupun mencoba untuk menghentikannya. Hingga kini Seiya sudah membuat Yuji terjebak dan terduduk di pembaringannya, Seiya masih saja terus mendorongnya hingga membuat wajah mereka berdua kini sudah semakin dekat.


"Nona, apa yang ingin kamu lakukan padaku?" tanya Yuji akhirnya.


Seiya sudah mendaratkan kedua tangannya di atas pembaringan pada masing-masing sisi tubuh Yuji untuk mengunci tubuh Yuji. Sementara wajahnya sudah semakin mendekati wajah Yuji.


"Aku hanya ingin kamu mengembalikan pamor Kazu restaurant, Yuji ... aku mohon padamu. Karena hanya kamu yang bisa membalikkan keadaan saat ini. Aku janji padamu, aku akan melakukan apapun untukmu asal kamu mau melakukannya. Apapun itu ..." ucap Seiya semakin lirih dan menatap lekat wajah Yuji.


"Bagaimana jika aku tidak mau melakukannya? Apa yang akan kamu lakukan, Nona?"


"Maka aku tak akan pergi dari sini."


"Nona, sebaiknya kamu segera meninggalkan rumahku. Seluruh ruangan bahkan kamarku telah dipasang dengan kamera CCTV. Semua yang telah kamu lakukan dan katakan padaku semua sudah terekam oleh kamera CCTV. Bagaimana jika aku menyebarluaskan rekaman ini juga? Seorang putri sulung dari keluarga Takayuki yang begitu terhormat sedang berusaha untuk menggoda dan merayu seorang anak SMU seperti diriku hanya untuk sebuah restoran? Kehancuran dari Kazu restaurant bahkan bukanlah aku yang menyebabkannya. Melainkan karena Shoto-adikmu sendiri, Nona Seiya."


Ucap Yuji yang seketika membuat Seiya terdiam membeku selama beberapa saat. Namun dia masih di tempat yang sama dengan posisi hampir menindih tubuh Yuji. Raut wajah ayunya mendadak terlihat kelam dan penuh kemurkaan.


CEKLEKK ...


Manager Yanai yang sejak dari tadi berada di dalam kamar mandi, kini sudah kembali dan shok saat melihat pemandangan eksotis ini.


"Tu-tuan Yuji. Ma-maafkan aku ... aku tidak bermaksud untuk mengganggu. Aku akan segera kembali saja. Permisi, Tuan!" ucap manager Yanai gelagapan dan merasa bersalah karena menyaksikan semua hal ini.


Dia mengira dia telah mengganggu masa berduaan Yuji bersama gadis itu hingga akhirnya dia segera memutuskan untuk berpamitan.


"Apanya yang mengganggu, Manager Yanai? Jangan pulang dan segeralah kerjakan lagi tugasmu dengan baik! Aku tidak mungkin melakukannya sendirian malam ini! Bisa-bisa besok pagi aku tak akan kuat untuk pergi ke sekolah."


Tandas Yuji masih dengan posisi yang sama. Berada di bawah tubuh Seiya yang sampai saat ini masih mengunci tubuhnya.


Apa? Dua orang pria melakukan hal apa di dalam sebuah kamar bersamaan? Bahkan hingga Yuji sampai tak berdaya dan tidak pergi ke sekolahan? Ataukah jangan-jangan Yuji adalah pecinta laki-laki? Oh tidak!! Pantas saja sejak dari tadi dia tidak meresponku! Ternyata dia memang sedikit berbeda. Ughh ... usahaku sangat sia-sia! Sebaiknya aku segera pulang saja!


Batin Seiya segera berdiri dan merapikan rambut serta pakaiannya. Dia sempat memberikan tatapan yang sangat tajam untuk Yuji sebelum dia meninggalkan kamar Yuji dan memutuskan untuk pulang.


Melihat isi hati Seiya, Yuji sempat mengulum senyum karena merasa geli sendiri.


Sungguh menggelikan sekali. Tapi seperti ini lebih baik sih, daripada dia kekeh seperti tadi. Setidaknya dia sudah jera dan menyerah untuk membujukku. Ahaha ...


Batin Yuji masih mengulum senyum menatap kepergian Seiya.


Sedangkan manager Yanai malah menatap Yuji dengan bingung, namun akhirnya dia segera melanjutkan untuk mengerjakan tugas Matematika Yuji.


Huft ... aku jadi merasa serba salah. Padahal aku hanya ingin membantu tuan Yuji untuk mengerjakan tugas sekolahnya saja. Tapi aku malah melihat kemesraan tuan Yuji bersama kekasih barunya. Ternyata mereka sangat berani ya. Berduaan dan bermesraan di dalam kamar. Apa mereka tidak takut jika sesuatu yang tidak-tidak terjadi? Menahan hal seperti itu sungguh sangatlah sulit ... karena aku pernah merasakannya saat muda.


Batin manager Yanai masih terbayang-bayang disaat Yuji dan Seiya seperti hendak melakukan sesuatu seperti beberapa saat yang lalu.


"Dia bukan kekasihku, Manager Yanai. Dia adalah Takayuki Seiya. Putri sulung dari Takayuki Yabe. Dan dia datang untuk membujukku agar mau menolong Kazu restaurant." ucap Yuji menanggapi ucapan di dalam hati manager Yanai.


Dan tentu saja hal ini sungguh mengejutkan manager Yanai, karena Yuji memahami isi hatinya.