Becomes A Billionare With Card System

Becomes A Billionare With Card System
Menjemput Misa



Malam telah bergulir menjadi pagi. Dan malam itu Yuji tak memeriksa ponselnya lagi setelah dia pulang ke rumahnya. Baru pagi ini dia memeriksa ponselnya dan dia melihat ada sebuah pesan dari Misa. Dia segera menggeser tombol kunci dan membaca pesan itu.


Hhm. Aku belum memiliki acara untuk besok malam, Yuji. Kemana kita akan makan malam? Misa.


Yuji tersenyum tipis dan segera membalas pesan dari Misa. Lalu dia segera pergi ke kamar mandi untuk melakukan ritual mandinya dan segera bersiap untuk pergi ke sekolahannya setelah mengantar Yor ke sekolahan Yor.


...🍁🍁🍁...


Rutinitas Yuji hari ini berlangsung seperti biasanya. Mata pelajaran demi mata pelajaran silih berganti, dan tibalah saat dia menyelesaikan kelas hari ini.


Sebenarnya saat ini masih cukup sore, namun Yuji dan Misa memutuskan untuk bertemu lebih awal. Bahkan Yuji memutuskan untuk menjemput Misa di kampusnya, karena kebetulan hari ini Misa juga mengambil kelas pagi.


Yuji masih menunggu di seberang kampus Misa yang menjadi salah satu kampus favorit di negeri sakura ini, yaitu Universitas Tokyo / Todai Unniversity. Dia masih duduk di atas Ducati Panigale V5 Super Alyen miliknya yang sangat keren.


Beberapa gadis yang melaluinya juga sesekali menatapnya keheranan dan takjub, karena penampilan Yuji akhir-akhir ini sungguh keren luar biasa! Belum lagi bagaimana jika dia menggunakan Lamborghini super.mewahnya? Mungkin para gadis tak akan berkedip saat menatapnya.


[ Misi akan segera dimulai, Tuan. Misi kali ini adalah membantu menyelesaikan masalah nona Misa. Semoga beruntung ...]


Tiba-tiba saja suara Zero mulai terdengar disaat Yuji masih menunggu Misa di seberang kampusnya. Dia sempat mengjela nafas, namun akhirnya dia mulai tersenyum simpul sambil menatap pantulan dirinya melalui kaca spion motor besarnya.


"Misi lagi ya? Kira-kira masalah apa yang sedang dialami Misa ya? Apakah aku harus mendatanginya ke dalam kampusnya? Bagaimana menurutmu, Zero?" tanya Yuji lirih dan masih menatap dirinya melalui pantulan kaca spion itu, dia juga merapikan rambutnya yang sedikit berantakan.


Namun belum sempat Zero menjawabnya, tiba-tiba terdengar suara seorang gadis yang mulai memanggil namanya.


"Yuji ..."


Yuji beralih menatap ke arah sang pemilik suara. Dan dia mulai melihat Misa yang baru saja keluar dan melewati gerbang utama kampusnya sambil melambaikan tangannya. Misa juga berniat untuk mulai menyebrangi jalanan itu.


Namun tiba-tiba saja sebuah mobil sport mewah mulai berhenti di hadapannya. Kaca kemudi itu mulai terbuka tepat di samping Misa. Terlihat seorang pemuda dengan gaya penampilannya yang sangat stylish dan fashionable mulai menyapa Misa.


Dia juga mulai menurunkan kacamata fashion berlensa kecoklatan yang beberapa saat yang lalu bertengger manis di atas tulang hidungnya yang mancung.


"Hai, Cantik! Aku antar pulang yuk!" ucapnya dengan penuh percaya diri dan memamerkan senyum smirk andalannya.


Kehadirannya sebenarnya cukup membuat Misa terkejut bukan main. Leo adalah senior Misa di kampus, selama ini dia selalu berbuat baik dan dia juga sering mendekati Misa. Dan sepertinya Leo memang menyukai Misa.


"Senior Leo?" gumam Misa lirih dan masih memperperlihatkan raut wajah terkejut.


"Ya, ini aku! Yuk aku antarkan kamu pulang!" ajak pria itu kembali.


"Maafkan aku, Senior Leo. Tapi aku sudah memiliki janji dengan temanku. Sampai jumpa!" ucap Misa tersenyum kaku, sembari membungkukkan tubuhnya lalu meningalkannya begitu saja.


Misa segera melenggang dan menyebrang jalan untuk menghampiri Yuji. Leo masih saja menatapnya hingaa mereka berdua saling menyapa dengan tawa yang begitu akrab. Pemandangan itu sungguh membuat Leo merasa kesal hingga dia mengeraskan rahangnya.


Pandangannya masih saja menatap mereka berdua, bahkan hingga Misa dan Yuji benar-benar sudah pergi dengan motor besar merah menyala yang keren dan gagah itu.


"Siapa bocah itu? Jas almamaternya seperti seragam dari SMU Keio. Berani sekali bocah seperti dia mendekati Misa? Sangat tidak tau diri!! Aku akan memperlihatkan padamu jika Misa lebih pantas jika bersama denganku, Bocah ingusan!! Belum juga lulus SMU, tapi berani mendekati Misa-ku!! Tidak bisa dibiarkan!!" geram pemuda bernama Leo itu memukup setir mobilnya sendiri.


...🍁🍁🍁...


Setelah meminta ijin kepada Yuji, Misa segera mengangkat panggilan itu. Dan rupanya panggilan itu berasal dari rekan kerja Misa yang juga berprofesi sebagai proffesional make up artist.


"Mika, ada apa?" tanya Misa setelah mengangkat panggilan itu.


"Misa, aku sedang membutuhkan bantuanmu nih. Kebetulan Ayane tiba-tiba saja berhalangan hari ini. Dan beberapa asisten make up artist juga ada yang berhalangan. Aku sangat kewalahan saat ini. Sementara pemotretan akan segera dimulai dalam 3 jam lagi. Bisakah kamu membantuku, Misa? Please ..."


Rengek seorang gadis dari seberang line telpon.


"Ehh? Tap-tapi aku ..." ucap Misa keberatan, karena dia sudah memiliki janji dengan Yuji.


"Please, Misa. Aku hanya memintamu untuk membantuku dan merias beberapa model saja kok. Tidak akan lama deh. Aku janji deh!! Dan aku akan membalas kebaikanmu deh nanti ..." bujuk rayu Mika memelas.


Yuji yang sedikit bisa mendengar percakapan mereka serta bisa membaca pikiran Misa yang merasa segan dengan drinya, akhirnya segera memberikan isyarat untuk Misa agar menerima permintaan tolong temannya. Hingga akhirnya Misa mengiyakan permintaan dari Mika.


"Baiklah. Aku akan segera kesana dan mungkin akan tiba dalam 30 menit." ucap Misa yang sebenarnya masih merasa tak enak dengan Yuji.


"Baiklah. Terima kasih banyak, Misa! Kamu sungguh sangat setia kawan dan paling baik kepadaku!! Baiklah! Sampai jumpa!!" ucap Mika seketika menjadi sangat bersemangat.


"Hhm. Sampai jumpa ..." balas Misa mulai mematikan panggilan itu lalu beralih menatap Yuji.


"Uhm ... Yuji ..."


"Tidak masalah. Aku akan mengantarmu. Kita bisa makan malam setelah kamu menyelesaikan pekerjaanmu kok. Aku akan menemanimu. Bolehkan aku?" ucap Yuji yang sukses membuat Misa tercengang seketika.


Misa merasa senang karena Yuji mau memahaminya dan malah mau menemaninya. Padahal sebenarnya Yuji melakukan semua itu adalah demi untuk menjalankan misinya kali ini yang memang berhubungan dengan Misa.


"Be-benarkah itu, Yuji? Kamu mau menemaniku dan mengantarku? Kamu bahkan mau menungguku?" tanya Misa seolah masih tak percaya.


Yuji tersenyum tipis dan mengangguk pelan. Lalu dia yang memang masih duduk di atas motor gagahnya mulai mengenakan helmnya lagi.


"Ayo, naiklah!" ucapnya.


Misa segera memakai helmnya lagi dan segera duduk di belakang Yuji lagi.


Sebelum Yuji melajukan Ducati Panigale V5 Super Alyen miliknya, dia sedikit menoleh ke sisi samping dan berkata, "Berpeganganlah yang erat. Kita tidak akan sampai di tempat tujuan selama 30 menit. Namun kita akan segera sampai dalam 15 menit."


Setelah mengatakannya, Yuji segera melajukan motor besarnya dengan cukup kencang, hingga akhirnya reflek Misa segera memeluk pinggang Yuji.


GREPPP ...


Bersambung ...


...🍁🍁🍁...


Bonus visual Misa hari ini ...