Becomes A Billionare With Card System

Becomes A Billionare With Card System
Kedatangan Daisuke



"Yuji!!!" tandasnya dengan aura yang begitu kelam.


Tiba-tiba saja seorang pemuda datang memasuki gedung K Group dan menghampiri Yuji dengan raut wajah penuh dengan kemurkaan.


Yuji mengerutkan kedua lain tegasnya saat menatap pemuda yang sebenarnya tidak asing itu. Dia adalah Daisuke, putra dari sang paman yang juga berusia sepantaran dengannya.


Yuji mulai menarik sudut-sudut bibirnya hingga membentuk sebuah senyuman tipis pada bibirnya.


"Daisuke, apa kabar? Sudah lama kita tidak bertemu. Apakah ada sesuatu yang sangat penting hingga kamu tiba-tiba saja datang dan mencariku? Hhm?" tanya Yuji dengan senyum ramahnya.


Dan hal ini sengaja Yuji lakukan, karena Yuji sangat tau apa yang sedang ingin dilakukan oleh Daisuke, yaitu untuk membuat Yuji menyerah dan mengembalikan K Group untuk kedua orang tuanya. Kira-kira seperti itulah pemikiran Yuji saat ini.


"Aku ingin bicara denganmu!" tandas Daisuke menatap tajam Yuji.


"Hhm? Sayangnya aku sedang sangat sibuk saat ini. Jika mau langsung katakan saja padaku sekarang." ucap Yuji sambil melirik jam tangan super mewahnya.


Daisuke terlihat semakin kesal saat mendengarkan ucapan Yuji yang seakan telah menjadi orang yang sangat sibuk dan penting. Padahal setahu Daisuke, Yuji hanyalah seorang siswa di SMU Keio saja. Dan kebetulan malah mengambil alih K Group karena dia mengenal seseorang yang cukup berpengaruh di dunia bisnis.


"Baiklah jika tidak mau mengatakannya. Manager Yanai, kita segera ke ruanganku saja! Aku ingin membicarakan sesuatu kepadamu." ucap Yuji mengabaikan keberadaan Daisuke.


"Yuji!!" tandas Daisuke terlihat penuh amarah.


Yuji menghembuskan nafas kasarnya ke udara dan mulai berkata dengan malas, "Baiklah. Daisuke datanglah ke ruanganku sekarang juga! Manager Yanai, temui aku setelah 10 menit di ruanganku!"


"Baik, Tuan Yuji." sahut manager Yanai dengan patuh.


"Seseorang, tunjukkan dimana ruanganku!" titah Yuji karena dia sama sekali belum mengetahui tentang tempat ini.


"Baik, Tuan Yuji." sahut salah satu pria yang memegang kendali dan tanggung jawab penuh terhadap K Group saat ini.


"Tuan. Aku adalah Yuan. Yang memegang kendali serta yang bertanggung jawab penuh terhadap K Group. Silakan, aku akan mengantarkan tuan Yuji ke ruangan tuan." imbuh Yuan membungkukkan badannya dan segera mengulurkan tangannya ke lorong sisi kanan untuk meminta Yuji melenggang lebih dulu.


Yuan segera mengantarkan Yuji ke dalam ruangan kerjanya yang selama ini digunakan oleh sang paman. Sementara Daisuke masih mengikuti di belakang mereka bedua.


Setelah mengantarkan Yuji dan Daisuke ke dalam ruangan big boss, Yuan segera meninggalkan mereka berdua. Namun Daisuke sempat memberikan tatapan tajamnya untuk Yuan karena menilai Yuan berkhianat dan dengan cepat bisa segera tunduk di hadapan Yuji.


"Yuji!! Mengapa kamu melakukan semua ini?! Apa kamu lupa siapa yang merawatmu dan adikmu ketika kedua orang tuamu sudah meninggal? Mengapa kamu begitu tak punya hati hingga membuat ayah dan ibu seperti ini?! Dasar tidak tau diri dan tidak berperasaan!" ucap Daisuke dipenuhi dengan amarah dan terlihat sangat membenci Yuji.


Yuji tertawa lirih dalam dengusannya, lalu berkata.


"Sebenarnya siapa yang tidak tau diri dan tidak berperasaan? Aku atau mereka? Kedua orang tuamu bahkan menyingkirkan aku dan Yor disaat aku masih berusia 10 tahun. Mereka tak pernah mempedulikan kami selama ini. Bagaimana kami hidup? Apakah kami bisa makan dengan baik? Dan dimana kami tinggal? Mereka tak pernah mempedulikan semua hal itu. Mereka hanya ingin menyingkirkan aku sebagai cucu pertama kakek! Dan kini aku hanya datang untuk mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku! Aku juga telah menyelamatkan K Group dari keterpurukannya."


Jawab Yuji masih dengan raut wajah datar namun ramah.


"Yuji!! Bisa-bisanya kamu mengatakan hal tidak masuk akal seperti itu?! Saat itu perekonomian ibu dan ayah memang sedang tidak baik! Mereka tak berniat untuk menyingkirkanmu! Tapi mengapa kamu tidak memahami semua itu dan malah berpikir dengan pemikiranmu sendiri yang sangat egois? Kamu benar-benar sudah sangat keterlaluan, Yuji." ucap Daisuke benar-benar terlihat kecewa dan kesal.


"Daisuke. Kau ini bodoh atau bagaimana? Mereka memang mengatakan hal seperti itu kepada kita. Namun mereka hanya melakukan hal seperti itu kepadaku dan Yor. Bahkan mereka masih selalu memanjakanmu saat itu. Aku masih sangat mengingatnya dengan jelas, saat aku meninggalkan rumah besar kakek bersama dengan Yor saat itu, disaat itulah mereka sedang merayakan pesta ulang tahunmu yang juga cukup besar dan meriah." ucap Yuji menahan rasa kesal dan amarahnya.


"Hebat sekali ya! Mengatakan kepada kami sedang mengalami perekonomian yang berat, namun mereka masih bisa memanjakanmu dan memberikanmu banyak hadiah ulang tahun saat itu!" ucap Yuji tertawa sesak karena mengingat paman dan bibinya yang sama sekali tak pernah mempedulikan ataupun memlerhatikan dirinya dan Yor.


"Dan disaat itulah aku mulai sadar jika mereka memang berniat untuk menyingkirkan kami. Sebenarnya itu tidak masalah untukku, Daisuke. Namun yang membuatku kesal adalah disaat aku datang kembali untuk memohon untuk keselamatan Yor ... namun mereka malah ..." ucap Yuji menggantung ucapannya.


"Sudahlah itu tidak penting lagi! Intinya sekarang K Group sudah menjadi milikku sebagaimana mestinya. Jika kelian tidak terima untuk melepasnya, maka aku akan berbaik hati untuk mempekerjakan kalian menjadi cleaning service. Bagaimana? Aku sangat baik bukan?" ucap Yuji dengan seulas senyum menatap Daisuke.


"Kurang ajar!! Beraninya kamu mengatakan hal seperti ini, Yuji!! Sungguh tak punya etika dan sopan santun!!" geram Daisuke segera mendatangi Yuji dan menarik kerah pakaian Yuji.


"Memang apa buruknya sebuah pekerjaan menjadi cleaning service? Itu sama sekali tidak buruk. Bagiku pekerjaan itu sungguh sangat mulia. Aku bahkan pernah bekerja menjadi seorang penjaga sebuah mini market lo. Aku juga sering melakukan beberapa pekerjaan seperti menyapu atau mengepel." ucap Yuji masih bersahabat, sementara Daisuke masih menarik kerah pakaian Yuji dengan tatapan tajam.


"Jangan samakan kami denganmu!! Kamu bahkan adalah seorang anak yang ada sebelum pernikahan kedua orang tuamu terjadi!! Ibumu selalu merayu paman dan menjebaknya dengan mendatangkan anak haram sepertimu!!"


"Jaga bicaramu jika kamu masih ingin keluar dari tempat ini dengan keadaan hidup baik-baik saja! Saat ini akulah yang berkuasa disini! Jadi jaga sikap dan bicaramu!"


Tandas Yuji yang kali ini sudah terlihat tak bisa mengendalikan amarahnya. Bahkan kali ini Yuji sudah mencengkeram pergelangan tangan Daisuke dan meremasnya dengan sangat kuat hingga terdengar sebuah retakan tulangnga.


KRAAKK ...


"Aarrrgghhhh ..." suara Daisuke memekik kesakitan.