
"Ma-maafkan kami, Pelatih." ucap gadis tomboi bernama Yuka itu terlihat begitu menyesal.
"Aku akan memaafkan kalian, jika kalian layak untuk tetap berada di Y Entertaiment. Sekarang perlihatkan padaku latihan yang selama ini kalian pajari!" ucap sang pelatih mulai memberikan instruksi kepada salah satu staff untuk memainkan sebuah musik.
"Bakat serta kempuan yang telah kalian miliki saat ini akan menentukan keputusanku saat ini!" imbuh sang pelatih lagi.
Sebuah lantunan musik mulai terdengar mengalun indah. Yuka sudah mulai bersiap untuk menari. Sementara Yuji masih tak bergeming di tempatnya. Dia masih saja menantikan kehadiran manager Yanai yang tak kunjung datang hingga sampai saat ini.
Kini Yuka sudah mulai menari dengan begitu indah dan menyesuaikan ketukan demi ketukan musik. Sementara Yuji masih saja terdiam dan hanya menatap Yuka yang sedang menari dengan tatapan malas.
TAK ...
Sang pelatih mematikan kembali musik itu dan membuat Yuka berhenti menari. Semua trainee mulai terlihat was-was karena menyadari pelatih mereka yang sedang terlihat sangat murka.
"Hei, Kau anak baru!! Bukankah aku memerintahkan kamu untuk memperlihatkan bakat menarimu?! Lalu mengapa kamu malah hanya berdiam diri seperti ini?! Apa kamu benar-benar ingin ditendang dari Y Entertaiment?! Benar-benar anak baru tak tau diri!! Ckk ..." geram pelatih pria itu dengan wajah yang sangat memerah padam.
Yuji tertawa singkat dalam dengusannya, dia menyilangkan kedua tangannya di depan dada bidangnya.
"Mari kita lihat saja, siapakah yang akan ditendang dari agensi ini?" ucap Yuji dengan santai dan tertawa kecil menatap pelatih pria yang sangat arogan itu.
"Hei, jangan bicara dan sikapmu! Sebaiknya segera minta maaf jika tidak ingin menyesal!" Yuka menarik tangan Yuji dan berbisik. "Maafkan kami, Pak pelatih. Kami akan segera menari bersama!" imbuh Yuka membungkukkan badannya memghadap sang pelatih.
Karena melihat Yuji yamg masih berdiri dengan tegap, akhirnya Yuka menarik Yuji lebih kuat agar membuatnya membungkuk, namun Yuji menolaknya dan segera berdiri tegap kembali.
"Aku tidak mau minta maaf! Aku juya tidak mau menunduk untuk orang sombong seperti dia! Dan aku juga tidak mau menari!" tandas Yuji dengan sangat tegas dan membenarkan pakaiannya kembali yang kusut karena ditarik oleh Yuka.
"Apa yang kamu ucapkan? Apa kamu gila? Kamu tidak tau siapa dia? Dia adalah senior pelatih baru kita." bisik Yuka kembali memperingatkan Yuji.
"Aku tidak peduli siapa dia!" tandas Yuji tegas. "Tapi siapkan saja dirimu baik-baik, Rambut Jabrik!" imbuh Yuji beralih menatap sang pelatih yang memuliku style rambut jabrik.
"Anak ini benar-benar sangat keterlaluan!! Awas saja kau!!" geram pria pelatih itu semakin dipenuhi amarah.
Yuji tak menghiraukannya dan malah meraih sebuah benda pipih dari saku pakaiannya. Dia segera menghubungi seseorang. Tak butuh waktu lama, panggilannya sudah diangkat oleh seseorang dari seberang.
"Manager Yanai, segera temui aku di ruang pelatihan tari. Dan ... segera urus untuk pengunduran diri dari pelatih ..." ucap Yuji mulai beralih menatap name tag sang pria pelatih. "Shimizu!" imbuhnya.
"Baik, Tuan Yuji. Mohon tunggu sebentar." sahut manager Yanai dari seberang.
Pelatih Shimizu tertawa renyah namun meremehkan.
"Bocah sepertimu mau menggertakku? Ahaha ... banyak gaya sekali! Memang siapa kamu sehingga bisa membuatku mengundurkan diri?! Aku ini adalah senior pelatih baru kalian! Aku bisa saja membuatmu dikeluarkan dari agensi ini dengan tidak hormat!" ucapnya meremehkan.
Baru juga selesai dia mengatakannya, tiba-tiba saja manager Yanai sudah datang bersama dengan beberapa orang. Dan salah satunya adalah seorang pria paruh yang kira-kira berusia 35 tahun dengan pakaian super rapi dan necisnya.
"Kebetulan sekali ada tuan Ishihara! Tuan, ada seorang trainee baru yang sudah bersikap sangat keterlaluan dan tidak sopan. Dan aku bermaksud untuk membuatnya mundur dan meninggalkan agensi ini. Seorang trainee yang tidak yang tidak memiliki kepribadian yang baik, tidak pantas untuk tetap berada di dalam agensi ini. Mereka hanya akan mempermalukan kita saja!" ucap Shimizu mulai mengadukan kepada pria dewasa yang terlihat begitu bijaksana dan penuh kharismatik tinggi itu.
Pria dewasa yang penuh kharismatik itu memicingkan matanya menatap Shimizu lalu beralih menatap Yuji.
"Tuan Yuji. Maafkan aku. Aku akan segera mengurus masalah ini dan memberhentikan pelatih Shimizu dari pekerjaannya." ucap Ishihara yang tak lain adalah CEO yang menaungi agensi milik Yuji saat ini.
Bukan hanya pelatih Shimizu yang melongo, kali ini seluruh trainee yang berada di dalam ruang pelatihan menari ini juga dibuat melongo karena mendengar saar CEO Ishihara mengatakan hal tersebut. Bahkan pria penuh kharismatik tinggi itu juga membungkukkan badannya di hadapan Yuji.
Bahkan Yuka juga merasa sangat syok ketika mengetahui kebenaran ini. Pria yang dia dorong, tarik, bahkan dikatai bodoh dan ceroboh olehnya, rupanya adalah sosok yang begitu penting di dalam agensi besar ini.
Ketakutan Yuka saat ini mengingkat drastis. Lebih takut jika dibandingkan saat dia yang dihukum oleh pelatih Shimizu saat itu.
"Apa maksud dari semua ini, CEO Ishihara? Apakah itu artinya ..." ucap pelatih Shimizu terpotong.
"Di hadapanmu ini adalah tuan Yuji Kamiya. Pemilik baru dari Y Entertaiment. Dan mulai sekarang kamu akan diberhentikan dari agensi ini. Segera tulis surat pengunduran dirimu atau kamu akan dikeluarkan secara tidak hormat!" ucap CEO Ishihara menadaskan.
Semua mata semakin membulat ketika mendengarkan ucapan dari CEO Ishihara. Bahkan Yuka juga mendadak gemetaran dan berdebar karena ketakutan dan was-was jika Yuji juga meminta dirinya untuk meninggalkan Y Entertaiment.
"Tu-tuan Yuji tolong maafkan aku. Aku sama sekali tidak bermaksud untuk melakukan hal itu. Tolong maafkan aku, Tuan Yuji yang bijaksana. Aku hanya ingin menjadi pelatih yang baik dan tegas. Aku sungguh sangat tidak menyangka mengapa tuan Yuji juga ikut bergabung bersama dengan para trainee baru. Tolong maafkan aku, Tuan. Aku bahkan bulan depan sudah akan menikah, lalu bagaimana aku akan menjelaskan jika aku kehilangan pekerjaanku? Calon istriku pasti akan sangat marah dan kecewa padaku." ucap Shimizu memohon-mohon Yuji untuk memberikan belas kasihnya.
"Itu sama sekali bukan urusanku! Seperti yang telah dikatakan oleh CEO Ishihara sebelumnya. Keluar apa dikeluarkan dengan tidak hormat! Tentukan pilihanmu, Rambut jabrik!" tandas Yuji tak mau bernegosiasi lebih banyak lagi.
"Dan kau! Ikut aku ke ruanganku!" imbuh Yuji beralih menatap Yuka untuk beberapa saat lalu mulai berbalik dan melenggang meninggalkan ruang pelatihan ini.
"CEO Ishihara, manager Yanai, kalian juga datanglah ke ruanganku!" imbuh Yuji dengan penuh kharisma, namun tiba-tiba saja dia kembali menghentikan langkah kakinya dan berdehem.
"Ehemm ... CEO Ishihara. Kau berjalanlah lebih dulu." ucapnya karena Yuji sama sekali belum mengetahui ruangannya.