
Daisuke keluar dari ruangan Yuji dengan berjalan sempoyongan dan memegangi tangannya yang kemungkinan sedang mengalami cedera pada pergelangan tangan kirinya karena pelintiran kuat dari Yuji.
Sial! Mengapa Yuji berubah menjadi sangat berani dan percaya diri seperti ini? Padahal dulu dia tak akan berani melawan dan membantahku. Namun kini dia malah bisa mencelakaiku seperti ini! Bahkan kini dia sudah berubah menjadi sangat sukses seperti ini. Hingga dia mulai berbuat sesuka hatinya sendiri. Dasar sombong! Ugh ... tanganku sakit sekali ...
Batin Daisuke meringis menahan rasa sakit pada pergelangan tangannya.
Daisuke selalu saja memberikan tatapan tajamnya untuk beberapa pekerja K Group yang dia anggap sudah berkhianat dan kini mereka malah tunduk pada Yuji, sang pemilik baru dari K Group.
Sementara itu manager Yanai mulai menemui Yuji di ruangannya setelah 10 menit berlalu.
"Katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi terhadap suppliar kita yang berada di Hokkaido saat itu?" todong Yuji seakan sudah mengetahui apa yang akan disampaikan oleh manager Yanai kepadanya.
"Ini, Tuan. Aku sudah mengirimkan beberapa anak buahku untuk menyelidiki masalah ini secara langsung dan pergi ke Hokkaido. Dan ternyata ada seseorang yang merusak kebun semangka Densuke, melon yubari, dan jamur matsutake saat itu. Ketiga suppliar kita mengalami gagal penen secara bersamaan karena ulah dari orang-orang ini." ucap manager Yanai sambil memberikan sebuah USB flask drive untuk Yuji.
[ Misi akan segera dimulai, Tuan. Tuan harus mengungkap masalah yang terjadi di Yummy restaurant mengenai gagal panen itu kepada seluruh media. Dan berikan balasan untuknya agar dia tak mengulangi kejahatannya lagi. ]
Tiba-tiba saja disaat Yuji mulai memasukkan USB flask drive itu pada port laptop di ruangannya, dia kembali mendengarkan suara Zero sang pemandu sistem yang mulai memberikan misi baru untuknya.
Oke, Zero! Aku tak akan segan-segan untuk mengungkap kejahatannya serta membalas semua perbuatannya itu! Dia sudah membuat para pekerjaku kebingungan dan kelabakan saat itu. Mana mungkin aku berdiam diri saja?
Batin Yuji tersenyum miring dan mulai memeriksa berkas itu. Yuji mulai membuka sebuah file dan memeriksanya. Ada beberapa foto dan juga video rekaman CCTV. Dan dia memeriksanya satu persatu.
Yuji melihat ada 3 orang pria yang melakukan sesuatu yang sangat mencurigakan di kebuh-kebun para suppliar itu.
"Siapa mereka bertiga? Apakan manager Yanai sudah menyelidiki mereka dengan baik?" tanya Yuji tanoa mengalihkan pandangannya pada layar laptopnya.
"Sudah, Tuan. Orang-orang kepercayaanku sudah menyelidikinya. Di ponsel mereka bertiga ada rekaman percakapan mereka dengan bos mereka, sebelum mereka melakukan hal kotor itu. Bahkan di dalam rekening mereka juga ada dana masuk dengan nominal yang cukup besar dari bos mereka tersebut." jawab manager Yanai.
"Siapa nama bos mereka?" tanya Yuji sangat penasaran.
"Dia adalah putra bungsu dari tuan Takayuki Yabe, yaitu tuan muda Takayuki Shoto. Di dalam ini ada beberapa bukti dan berkas-berkas yang menyatakan jika tuan muda Takayuki Shoto memang bersalah, Tuan Yuji." ucap manager Yanai menyodorkan sebuah amplop besar kecoklatan.
"Shoto lagi? Anak itu belum menyerah juga rupanya. Huftt ..." Yuji menghembuskan nafas kasarnya ke udara.
Yuji benar-benar tak mengira jika Shoto sampai melakukan hal sejauh ini untuk menjatuhkan bisnisnya. Bahkan Shoto sampai memerintahkan kepada anak buahnya hingga pergi ke Hokkaido yang sebenarnya cukup jauh dari Tokyo.
"Bukankah tuan muda Shoto adalah teman sekolah tuan Yuji yang saat itu juga membuat keributan di sekolahan tuan dan mengarang sebuah cerita untuk menjatuhkan tuan Yuji?" tanya manager Yanai berusaha untuk mengingat-ingatnya kembali.
"Benar sekali, Manager Yanai. Aku sendiri juga tidak tau mengapa dia begitu membenciku? Padahal aku sama sekali tak pernah menyingginggnya. Bahkan dia sendiri yang mendekatiku saat itu hanya untuk merebut Ai dariku."
"Mungkin dia masih menyimpan sebuah rasa kesal atau dendam kepada tuan Yuji. Atau jangang-jangan ..."
"Atau mungkin karena kekasihnya masih selalu mengingat tuan Yuji disaat mereka sedang bersama?" ucap manager Yanai menerka-nerka.
"Aku rasa tidak deh. Ai bahkan sama sekali tak pernah menyukaiku, Manager Yanai. Dia hanya memanfaatkan kebodohanku saja." ucap Yuji melepaskan kembali USB flask drive itu dan menyerahkan untuk manager Yanai bersama dengan berkas-berkas itu.
"Manager Yanai, perbuatan Shoto sudah sangat keterlaluan. Dia berulangkali sudah berniat untuk menjatuhkan Yummy restaurant. Dan kali ini aku tirak bisa diam saja. Publikasikan semua bukti-bukti ini kepada media! Biarkan media dan keluarga besarnya tau kebusukannya selama ini. Aku ingin melihat dia dan Kaze restaurant terpuruk!" ucap Yuji mulai memberikan titahnya.
"Baik, Tuan. Aku akan segera mengurus semuanya dengan baik." jawab manager Yanai dengan patuh.
"Hhm. Kamu boleh pergi, Manager Yanai. Aku akan melihat-lihat K Group lagi! Sudah cukup lama aku tidak mengunjungi tempat ini."
"Baik, Tuan. Kalau begitu permisi." ucap manager Yanai sambil membungkukkan badannya lalu segera meninggalkan ruangan Yuji.
...πππ...
Waktu berlalu begitu saja. Seluruh media kini telah menampilkan berita eksklusif tentang Shoto dan kelakuan buruknya yang telah memerintahkan beberapa orang untuk menjatuhkan Yummy Restaurant.
Beberapa reporter juga berusaha untuk mewawancarai Shoto maupun papanya. Namun mereka selalu saja menghindar, sehingga para reporter itu tak pernah berhasil melakukannya.
Yuji yang sedang duduk di ruang tengah sambil menikmati siaran berita itu tersenyum penuh kemenangan. Karena saat ini Kazu Restaurant benar-benar sedang terpuruk, hanya karena perbuatan nekat dari Shoto. Beberapa pelanggan tetap mulai berkurang dan malah secara otomatis berpindah ke Yummy restaurant.
Beberapa penanam saham yang selama ini telah bekerja sama dengan Kazu restaurant, kini mulai memutuskan hubungan kerjasama mereka secara sepihak. Karena mereka tak mau terlibat dengan sebuah perusahaan yang memiliki skandal memalukan dan kotor seperti itu. Jika tidak, maka nama mereka juga akan secara otomatis tercoreng.
...πππ...
Sementara itu di kediaman rumah besar Takayuki.
Seorang pria paruh baya terlihat sangat murka ketika menghadapi putra bungsunya yang akhir-akhir ini selalu membuat masalah. Tidak hanya di sekolahan, tapi putra bungsunya juga membuat masalah di berbagai tempat, seperti di kafe maupun di restoran lain yang sebenarnya selama ini menjadi rival Kazu restaurant.
Namun sebenarnya selama ini kedua restoran itu selalu bersaing dengan sehat. Sebelum Shoto yang selalu membuat keributan.
"Mulai sekarang, papa akan benar-benar menghapuskan semua fasilitas untukmu! Kazu restaurant telah kehilangan banyak suppliar, customer, dan juga penanam saham! Saat ini Kazu restaurant benar-benar sedang terpuruk! Dan ini semua adalah perbuatan bodohmu itu, Shoto!!"
Tandas Takayuki Yabe, papa Shoto begitu murka.
Sementara Shoto tak bisa berkata-kata lagi. Dia cukup takut untuk menjawab papanya. Karena disaat sedang dipenuhi amarah seperti ini, sang papa hanya akan mendengarkan putri sulungnya saja. Yaitu kakak perempuan Shoto yang cukup mahir dalam dunia bisnis.
"Papa ... papa jangan khawatir. Aku akan segera membalikkan semua keadaan ini." tiba-tiba mulai terdengar suara seorang gadis.