
Sebuah venue megah dihadiri oleh ribuan penggemar dari Bang-Bang. Beberapa lighter masih terlihat padam dan hanya menyisakan beberapa lighter yang masih menyala dan berputar-putar menyorot para penonton.
Sebuah lighter khusus juga mulai menyorot di tengah-tengah venue mewah dan spektakuler itu. Dimana disana sebuah stage khusus mulai muncul dari bawah lantai, dan di atas stage khusus itu sudah ada lima idol yang tak lain adalah Bang-Bang.
Suara riuh dari para penggemar mulai bersorak kembali memanggil-manggil Bang-Bang dan nama kelima pemuda tampan yang begitu bersinar itu.
Sebuah denting dari permainan piano seorang pemain orkestra profesional mulai terdengar bersamaan dengan petikan-petikan indah dari permainan gitar dan gesekan dari permainan biola.
Sebuah lagu fenomenal dan merupakan sebuah icon song dari boyband Bang-Bang mulai dinyanyikan oleh kelima pemuda itu dengan begitu indah dan energik. Dengan masing-masing personil memiliki suara khas yang sudah menjadi karakrer dan ciri khas dari mereka. Seperti Nao yang merupakan main rapper di dalam boyband Bang-Bang, jadia dia hanya akan bernyanyi dengan rapp.
Semua penonton terlihat begitu antusias menyaksikan live performance dari Bang-Bang. Sementara Yuji, Shiina dan Yor terlihat sedang berada di bangku VVIP menemani Yor untuk menyaksikan live concert dari Bang-Bang.
Hal ini terjadi karena Yor yang selalu merengek untuk melihat konser Bang-Bang secara langsung, dan pada awalnya Yor meminta kakak iparnya untuk menemaninya. Hingga pada akhirnya Yuji memutuskan untuk menemani kedua wanita yang kini sangat disayanginya itu.
Usai konser ini berlangsung, Yuji segera mengajak Yor dan Shiina untuk pergi ke belakang panggung kembali karena Yuji sudah tidak merasa nyaman untuk berada di tempat ramai seperti ini. Karena dia juga tidak sering melakukan hal-hal seperti menonton sebuah konser yang dianggapnya hal konyol fan membuang-buang waktu saja.
"Mengapa kamu nekat ingin meninton live concert mereka, Yor? Padahal kamu sudah sangat sering bertemu dengan Nao dan para member Bang-Bang lainnya lagi. Jika kamu mau melihat mereka performe, kakak kan bisa saja menyuruh mereka menyanyi langsung hanya untukmu, Yor. Kita tidak perlu repot-repot untuk mendatangi konser yang begitu ramai seperti ini." sungut Yuji tak mengerti dengan pemikiran dan kemauan sang adik.
"Aduh, Kak Yuji! Semua itu jelas sangat berbeda dong! Menyanyi hanya untukku di hadapanku saja tentu saja sangat berbeda saat mereka menyanyi di atas venue yang sangat spektakuler itu dong! Aura dan feel nya sangat berbeda, Kak!" sahut Yor kekeh dengan pendapatnya.
Yuji menggeleng-gelengkan kepalanya dan menghembuskan nafas kasarnya ke udara. Sementara Shiina hanya tertawa kecil menyaksikan kakak dan adik itu lalu segera menggandeng lengan Yujj.
"Sayang, temani aku minum youghurt dulu sebentar yuk! Biarkan Yor menemui Nao dulu." ucap Shiina dengan sengaja.
"Hhm. Baiklah. Yor, setelah selesai segera temui kakak di kafe seberang. Dan kita akan segera pulang setelah ini." ucap Yuji sebelum meninggalkan Yor.
"Okay, Kak Yuji!" sahut Yor melambaikan tangannya kepada Yuji dan Shiina.
Hanya berselang beberapa detik saja, kini seorang pemuda yang mengenakan pakaian ala idol dan mengenakan jaket kulit hitam yang dia padankan dengan celana leather on leather hitam menyala mulai menghampirinya.
Penampilannya yang wow menyempurnakan pesonanya yang pada dasarnya sudah memiliki modal utama wajah tampan dan tubuh yang proporsional. Sebuah senyuman manis yang biasanya sukses melelehkan hati para penggemarnya kini mulai terukir pada wajahnya
"Hallo, Nona Yor. Terima kasih karena sudah menghadiri live concert kami di Saitama Super Hall ini. Aku sungguh merasa sangat beruntung karema kamu telah datang. Terima kasih ..." ucap pemuda itu dengan tulus.
"Apaan sih?! Aku paling tidak suka saat kamu memanggilku seperti itu." ucap Yor masih memasang wajah kesal dan menyilangkan kedua tangannya di bawah dadanya.
Nao tertawa renyah melihat ekspresi menggemaskan Yor dan segera mengusap lembut kepala Yor.
"Biar bagaimanapun kamu adalah adik dari bos besarku. Jadi aku memanggilmu seperti itu adalah hal yang wajar." ucap Nao dengan senyum manisnya.
"Tapi aku tidak suka, Nao! Seolah-olah ... kamu sedang membuat sebuah jarak dan dinding denganku." ucap Yor masih terlihat murung.
"Bukan seperti itu maksudku, Yor. Baiklah, aku minta maaf. Aku tidak akan mengulanginya lagi." ucap Nao dengan manis dan mulai mencari sesuatu di dalam saku jaket kulit hitam menyalanya itu.
"Uhm, Yor. Ini untukmu. Disaat melakukan concert tour ke ke London, aku melihat gelang ini. Dan aku ingin memberikannya untukmu sebagai hadiah. Semoga kamu suka." ucap Nao sambil memberikan sebuah gelang berwarna silver dengan liontin kepingan salju yang kecil dan berkilauan.
Yor menerima gelang itu dengan wajah penuh binar.
"Terima kasih, Nao. Apapun yang kamu berikan padaku, tentu saja aku akan menyukainya. Sebuah hadiah bukanlah kita lihat dari nominalnya, namun ketulusannya." ucap Yor masih dengan wajah penuh binar menatap Nao, lalu Yor mulai menunduk untuk memakai gelang pemberian dari Nao.
"Biar aku pakaikan." ucap Nao berinisiatif untuk memakaikan gelang itu untuk Yor.
"Selain itu, aku juga punya sesuatu untukmu." ucap Nao mulai mengeluarkan sepasang cincin berwarna silver dengan motif yang simple namun terlihat elegan dan mewah.
"Yor, maukah kamu menikah denganku?" ucap Nao menyodorkan cincin itu di hadapan Yor sambil duduk bersimpuh di hadapan gadis itu.
Yor yang sebenarnya sudah pernah mendengar janji Nao yang akan segera menikahinya kini juga cukup merasa terkejut, karena dia sungguh sangat tidak menyangka jika Nao akan melamarnya secepat ini.
Namun akhirnya Yor mulai mengangguk dengan wajah berbinarnya sebagai jawaban dari pernyataan Nao malam ini.
...πππ...