Becomes A Billionare With Card System

Becomes A Billionare With Card System
Kedatangan Nao



Seperti apa yang sudah dikatakan oleh sang pria bertopi sebelumnya, dia benar-benar datang mengunjungi kediaman Yuji bersama dengan Yor. Namun disaat mereka sudah sampai di rumah Yuji, Yuji tidak ada di kediamannya.


"Bibi, tolong buatkan minum untuk temanku. Aku akan memanggil kak Yuji dulu." ucap Yor saat mereka sudah berada di ruang tamu.


"Maaf, Nona Yor. Tapi tuan Yuji belum kembali sejak tadi pagi keluar dari rumah." ucap asisten rumah tangganya.


"Oh, kak Yuji sedang keluar ya?" sahut Yor mengurungkan niatnya untuk pergi ke kamar Yuji.


"Benar, Nona. Tuan Yuji keluar sejak pagi setelah nona Yor keluar dari rumah juga." sahut asisten rumah tangga itu dengan nada rendah.


"Aku sudah kembali. Ada apa, Yor?"


Tiba-tiba saja ada sebuah suara yang sangat tidak asing terdengar dari arah belakang mereka. Mereka bertiga menoleh ke arah sang pemilik suara dan melihat Yuji sudah berdiri di hadapan mereka dengan gaya santai namun memasang ekspresi serius.


"Kak Yuji!" seru Yor dengan wajah berbinar dan mendekati Yuji untuk menyambut kedatangannya.


Sementara asisten rumah tangganya mulai pergi ke dapur untuk membuatkan minuman dan cemilan untuk sang tamu.


"Kakak darimana saja? Bukankah kakak mengatakan jika hari ini hanya akan menghabiskan waktu di rumah saja?" tanya Yor saat mereka sudah berdiri saling berhadapan.


"Aahh ... iya! Kakak hanya keluar untuk menemui teman saja kok." sahut Yuji kulai beralih menatap pemuda bertopi yang saat ini sudah melepas topi dan juga menurunkan maskernya.


Kali ini Yuji bisa melihat wajah pemuda itu dengan lebih jelas. Dan ingatannya kembali menangkap sesuatu, jika pemuda yang memiliki wajah tampan dengan badan proporsional itu ternyata adalah salah satu member dari bang-bang.


"Kak Yuji dia adalah Nao Shinozaki." ucap Yor memperkenalkan pemuda itu.


"Selamat sore, Tuan Yuji." sapa Nao membungkukkan badan mengahadap Yuji.


Hal ini sungguh membuat Yuji terkejut bukan main. Disaat Yor ulang tahun Yuji memang mengundang bang-bang untuk mengisi acara dalam pesta tersebut. Namun mengapa Nao terlihat malah begitu menghirmati Yuji? Hal ini sempat mengganggu pikiran Yor selama beberapa saat.


"Sore!" sahut Yuji membalas singkat dan masih menatap Nao dengan sepasang mata yang memicing.


"Tuan Yuji, maaf jika sebelumnya aku tidak meminta ijin ketika mengajak nona Yor untuk jalan-jalan. Aku salah. Aku minta maaf ..." ucap Nao dengan nada rendah, hingga semakin membuat Yor penasaran.


"Tunggu dulu ..." sela Yor sebelum terjadi percakapan diantara mereka berdua kembali. "Mengapa kamu memanggil kakakku dengan panggilan tuan? Dan mengapa kamu memanggilku dengan nona? Sebenarnya ada apa, Nao?" imbuh Yor menatap Nao dengan ekspresi rumit.


"Karena kak Yuji adalah big bos-ku. Jadi sudah sepantasnya aku melakukan hal seperti ini." jawab Nao seadanya.


"Apa? Kak Yuji adalah big bos kamu? Maksudnya yang memiliki hak sepenuhnya akan Bang-Bang?" ucap Yor menerka-nerka.


"Bukan hanya untuk Bang-Bang saja. Namun untuk semua idol dari agensi Y Entertaiment. Karena tuan Yuji adalah owner dari Y Entertaiment saat ini." jelas Nao kembali.


"Apa?! Owner dari Y Entertaiment saat ini? Kak Yuji?? Tap bagaimana bisa?" tanya Yor seakan masih saja tak mempercayai semua ini.


"Apa tujuanmu mendekati Yor?" selidik Yuji dengan tatapan penuh intimidasi.


"A-aku tidak memiliki tujuan apapun, Tuan. Namun semenjak bertemu dengan Yor disaat aku menghadiri pesta ulang tahun Yor, disaat itu aku mulai menyukainya. Dia terlihat begitu manis dan polos. Tidak seperti para gadis yang pernah aku temui sebelum-sebelumnya yang mendekatiku hanya karena aku seorang idol dna karena aku cukup terkenal." ucap Nao berusaha untuk mengatakan semuanya dengan jujur.


Yor yang mendengar semua itu seketika menunduk dengan wajah yang memerah.


Jujur. Dia berkata dengan jujur dan tidak ada kebohongan sedikitpun. Hanya saja aku harus tetap berhati-hati! Dia adalah seorang idol besar, kehidupan dan dunianya tidak seperti remaja pada umumnya. Dia sering bertemu dengan para model lain yang pastinya sangat cantik dan molek. Usianya sepantaran denganku, dengan profesinya saat ini dan masa keemasannya saat ini, tidak akan ada yang tau dan bisa menjamin jika dia bisa saja berubah suatu saat nanti. Ini pasti akan sangat berat untuk Yor ... padahal Yor pernah mengatakan padaku jika dia masih tidak ingin memiliki kekasih. Tapi mengapa kali ini dia malah tiba-tiba saja dekat dengan Nao? Apa karena Yor yang sangat mengidolakan Nao? Aku benar-benar harus bisa menjaga Yor dengan baik! Biar bagaimanapun nasib dan kehidupan Nao saat ini berada dibawahku!


Batin Yuji masih memicingkan sepasang matanya menatap Nao.


PUUKK ...


Yuji menepuk bahu Nao masih dengan tatapan serius dan dalam.


"Baiklah. Kamu harus bisa menjaga Yor dengan baik!"


"Hhm. Iya, Tuan Yuji." sahut Nao mulai kembali mendapatkan kepercayaan dirinya lagi dan tersenyum manis.


Yuji tersenyum dan mendekati Nao lalu membisikinya sesuatu, "Namun jika kamu berani bermain-main dengan Yor hingga menyakitinya, maka aku tak akan segan-segan untuk menghancurkan hidupmu! Dan aku akan membuatmu terhempas di titik terendah! Apa kamu paham, Nao?"


Seketika senyuman penuh kepercayaan diri Nao membeku dan perlahan memudar. Namun dia berusaha untuk menjawab ucapan dari Yuji.


"Baik. Aku paham, Tuan." sahutnya lirih.


Sementara Yor yang melihat mereka saling berbisik dan tidak bisa mendengarkannya hanya menatap kedua pria itu dengan tatapan rumit. Namun sebenarnya Yor merasa sangat lega karena pada akhirnya Yuji merestui hubungan mereka berdua.


...🍁🍁🍁...


Malam harinya, Yuji dan Yor mendapatkan undangan makan malam di kediaman rumah Shiina. Dan hal ini cukup mendadak, namun karena tak memiliki kegiatan apapun akhirnya Yuji dan Yor menghadiri undangan tersebut.


"Hallo, Yor! Hallo, Yuji! Ayo masuk! Mama, papa dan kak Lee sudah menunggu kalian di dalam." seru Shiina ketika membukakan pintu untuk Yuji dan Yor.


"Hallo, Kak Shiina cantik!" sahut Yor langsung saja memeluk lengan Shiina dan mulai memasuki kediaman Shiina bersamanya.


Sementara Yuji mengekori mereka berdua dengan langkah lebarnya yang gagah. Langkah demi langkah mereka kini membawa mereka masuki sebuah ruangan yang cukup luas.


Takahara , istrinya dan Lee ternyata juga sudah berada di dalam ruangan ini ketika Shiina, Yuji dan Yor tiba. Mereka duduk mengitar sebuah meja besar yang berbentuk memanjang.


Sementara di atas meja itu sudah disajikan dengan beberapa makanan yang tentunya sangat menggiurkan saliva. Bahkan penataan dan penyajiannya seperti sedamg berada di sebuah restoran saja.