
Keesokan harinya ...
Yuji terbangun dari tidurnya dan sudah tidak melihat keberadaan Jin.
"Hoamm ..." Yuji menguap sambil meregangkan ototnya dengan merentangkan kedua tangannya ke atas.
"Cepat sekali Jin bangun dan sudah pergi." gumamnya yang sudah terduduk sambil mengerjapkan matanya beberapa kali.
"Zero, tumben sekali kamu tidak memberikan misi untukku? Apakah sudah tidak ada lagi misi untukku?" tanya Yuji menggoda sang pemandu sistem.
[ Masih ada misi, Tuan. Namun belum sekarang. Sebenarnya tuan Yuji sudah cukup sukses saat ini. Dan mungkin saja tak lama lagi sistem akan segera meninggalkan tuan. ]
Jawaban Zero tentu saja membuat Yuji terkejut bukan main.
Selama ini dia tak pernah membayangkan akan berpisah dengan Zero yang sudah sepenuhnya merubah hidupnya.
"Apa itu benar, Zero? Apakah kamu akan pergi meninggalkanku? Lalu ... bagaimana jika aku membutuhkan kamu lagi? Mengapa kamu tidak tetap tinggal saja bersamaku?" tanya Yuji sangat keberatan jika harus berpisah dengan Zero.
[ Tidak bisa, Tuan. Masih ada beberapa orang malang di dunia ini yang membutuhkan bantuan sistem. Dan tujuan sistem diciptakan adalah untuk membantu mereka yang mendapatkan kehidupan tidak adil. Tuan Yuji tenang saja, sistem hanya akan meninggalkan tuannya ketika tuannya sudah mencapai kesuksesan dan kejayaannya. Tuan tak perlu mencemaskan apapun. Lagipula bukan sekarang sistem akan pergi ...]
Sahut Zero membuat Yuji semakin tidak bersemangat.
Karena biar bagaimanapun Zero adalah seperti seorang pahlawan untuknya. Berpisah dengannya pasti akan sangat berat dan membuatnya bersedih.
"Baiklah. Asalkan kamu tidak pergi begitu saja saat waktu itu tiba. Kamu harus berpamitan padaku dan memberika hadiah besar untukku sebelum kamu pergi ..." ucap Yuji berbasa-basi dan sebenarnya itu hanyalah asal.
[ Baik, Tuan. Sistem akan mengingatnya dengan baik. ]
Yuji tersenyum samar meskipun dengan berat hati. Dia mendatangi kamar mandi di dalam kamarnya dan memutuskan untuk berendam dengan air hangat di dalamnya.
...πππ...
Megu berlarian di koridor dan terlihat sedang mencari-cari keberadaan seseorang. Hingga akhirnya dia malah melihat Yor yang sedang bersama dengan Nao dan para member Bang-Bang yang sedang bermain golf di lapangan VIP golf.
Di tempat itu juga ada teman-teman Yor dan para member Blue Gazzete. Mereka terlihat sedang bermain golf bersama. Bahkan Nao terlihat juga mengajari Yor bermain golf.
"Hei, Bocah!" Megu memanggil salah satu teman Yor yang berada paling dekat. "Apa kalian melihat Jin?"
"Kak Jin ya? Tadi aku melihatnya sedang berada di kolam renang VIP di dek atas, Kak." sahut teman Yor.
"Oh okay!! Thanks yah!" sahut Megu lalu bergegas pergi untuk segera mencari Jin.
Langkah demi langkah Megu akhirnya membawanya di dek atas yang memiliki kolam renang kelas VIP tersebut. Dan benar saja dia melihat Jin sedang berenang di dalamnya. Tak banyak orang yang berenang dan berada di area ini. Hanya ada Jin dan beberapa tamu saja.
Megu berniat untuk menghampirinya, namun langkahnya terhenti disaat dia melihat Misa yang juga berenang bersama Jin. Sebenarnya hal ini cukup mengganggu Megu saat ini. Karena selama ini Jin selalu saja berusaha untuk mendekatinya dengan berbagai cara. Dan salah satunya adalah dengan berlibur menaiki kapal pesiar Y Supreme super mewah milik Yuji ini.
Karena masih merasa sangat percaya diri jika Jin akan menyambutnya, akhirnya Megu kembali melangkahkan kakinya mantap untuk mendatangi kolam renang.
"Jin!!" teriak Megu memanggil Jin dengan cukup lantang.
Jin dan Misa yang masih berada di dalam kolam renang secara spontan beralih menatap Megu yang bersiri di pinggiran kolan renang itu.
"Ada apa?" tanya Jin memasang wajah malas dan cuek.
"Ada apa? Apakah kamu melupakan sesuatu? Bukankah kamu berjanji padaku akan mengajakku untuk jalan-jalan melihat beberapa fasilitas mewah di dalam kapal pesiar ini?" tanya Megu dengan nada tidak suka, dia juga melirik Misa dengan tatapan tidak suka.
"Oh ya? Sepertinya aku berubah pikiran, Megu. Aku lebih suka menghabiskan waktuku sendirian. Kamu bisa berjalan-jalan sendiri atau bersama Ai." sahut Jin acuh tak acuh.
"Ayo kita berlomba lagi, Misa! Yang kalah akan mentraktir makan yang menang! Ayo!" seru Jin bersiap menuju tepian kolam untuk bersiap berlomba renang bersama dengan Misa.
"Sendiri apanya! Jelas-jelas kamu sedang bersama gadis itu!" sungut Megu terlihat kesal dan segera meninggalkan tempat itu dengan hentakan demi hentakan kaki yang full power.
"Apakah Megu adalah gadis yang kamu sukai?" tanya Misa seakan bisa membaca situasi yang terjadi diantara Jin dan Megu, setelah mereka menyelesaikan perlombaan berenang itu.
"Ehh? Apakah terlalu mudah terbaca?" tanya Jin terkejut.
"Sangat terlihat ..." sahut Misa dengan tawa kecilnya sambil meneguk jus jeruknya dan duduk di kursi santainya yang berada di pinggiran kolam renang.
"Dulu aku memang suka, tapi sekarang tidak. Karena ternyata dia hanya memberikan harapan palsu untukku." sahut Jin akhirnya dengan jujur.
"Ya sudah. Bukan kamu yang rugi kok. Justru dia yang rugi, karena kehilangan seseorang yang sebenarnya tulus menyukainya." ucap Misa berusaha untuk menghibur Jin yang sudah dianggap seperti seorang adik untuknya.
"Hhm? Benar juga ya?" gumam Jin memicingkan matanya sependapat dengan perkataan Misa, dia yang sudah duduk di kursi santai juga mulai meneguk jus jeruknya.
"Itu artinya pria yang kamu sukai itu juga rugi besar, Misa. Karena dia kehilangan wanita seperti kamu! Begitu dewasa dan ... pokoknya sangat baik dan sempurna! Andai saja aku juga punya kakak wanita, pasti akan sangat menyenangkan bisa bercerita seperti ini." ucap Jin mulai berandai-andai.
"Mengapa harus kakak wanita? Mengapa kalian tidak bersama saja? Sepertinya kalian terlihat sangat akrab dan saling nyaman?"
Bariton suara seorang pemuda tiba-tiba saja terdengar dengan nada jenaka.
Spontan Jin dan Misa beralir menatap sang pemilik suara, dan ternyata Yuji dengan penampilan santainya khas pantai sudah berdiri di pinggiran kolam renang.
"Apa? Aku dan Misa?" tanya Jin menatap Yuji rumit.
"Dia jauh lebih baik daripada Megu loh! Bukankah aku sudah pernah mengatakannya padamu untuk berhati-hati dengan Megu?" sahut Yuji yang sukses membuat Misa merasa tidak nyaman.
"Aku akan kembali duluan. Aku akan menemui Shiina." ucap Misa segera berpamitan dan menaiki tangga kolam renang.
"Misa!" sergah Jin yang sukses membuat Misa berhenti setelah menaiki tangga tersebut.
Meskipun tubuhnya basah kuyup, namun pakaian renang yang sedang dia kenakan saat ini tidak membuatnya terlihat terlalu vulgar. Pakaian renang yang dia kenakan cukup tertutup dan sopan. Tidak terlalu membentuk lekuk tubuhnya, karena memiliki desain beberapa lipatan kain pada bagian dada, serta rok luar untuk bawahannya. Malah membuatnya terlihat manis dan imut.
"Ada apa, Jin?" tanya Misa.
"Pemenang lomba berenang adalah kamu, Misa. Jadi setelah kembali berlibur nanti aku akan mentraktirmu deh ..." ucap Jin berusaha untuk menepati janjinya.
"Sebenarnya tidak perlu, Jin. Kita hanya sedang bermain saja kok."
"Tidak-tidak. Peraturan tetaplah peraturan yang sudah ditentukan sejak awal. Jadi aku akan tetap menepatinya." ucap Jin kekeh.
"Baiklah. Sampai jumpa." ucapnya kembali lalu segera bergegas pergi meninggalkan mereka berdua.
Lagi-lagi Yuji hanya mengulum senyum menatap Jin yang masih berada di dalam kolam renang itu.