Becomes A Billionare With Card System

Becomes A Billionare With Card System
Menyelesaikan Misi Di Dalam Rumah Hantu



Disaat Ai, Jin, Misa dan Megu masih terlihat sibuk untuk menghindari sekelompok hantu yang saat ini masih mengepung dan menakut-nakuti mereka, namun Yuji dan hantu Yuki Onna malah sedang sibuk untuk bernegosiasi.


"Hhm. Aku tidak mau berlama-lama dan repot untuk mencari plakat-plakat tengkorak itu. Jadi berikan padaku secara diam-diam , dan sebisa mungkin hanya kita berdua saja yang mengetahui semua ini. Bagaimana?" ucap Yuji masih berbisik.


Hantu bangsawan berjubah lapis putih itu berdehem dan menyilangkan kedua tangannya di bawah dadanya dengan memperlihatkan sikap mempertimbangkan dan jual mahal.


"Itu sih tergantung berapa yang akan kau ..."


"Apa segini cukup?" potong Yuji mulai menyodorkan beberapa lembar uang yang sebenarnya sudah lebih dari cukup.


Hantu Yuki Onna itu berdehem kembali, seolah uang itu masih belum cukup.


"Ehem ... plakat-plakat tengkorak itu telah disimpan di tempat yang begitu tersembunyi. Jadi ..."


"Jika masih kurang ya? Bagaimana dengan ini?" potong Yuji menambahkan beberapa lembar lagi.


Hantu Yuki onna itu melirik segenggam uang itu dan terlihat sangat tertarik. Namun sepertinya dia masih menginginkan nominal yang lebih dengan memanfaatkan kesempatan ini. Dia berdehem lagi, lalu berkata.


"Ehem. Aku akan berusaha untuk mencari kedua plakat tengkorak itu. Tapi sayangnya kedua plakat tengkorak itu benar-benar disembunyikan di tempat yang sangat tak terduga, namun sangat rahasia ..."


Ucap hantu Yuki onna itu seakan tak menginginkan uang itu, padahal sesekali dia terlihat melirik uang dengan nominal yang cukup banyak itu, dan sangat terlihat jika dia sangat tertarik dan menginginkannya. Hanya saja dia sedang berusaha untuk melakukan trik marketing. Dia berusaha untuk menjala dan meraup uang dengan nominal yang lebih banyak.


Dan tentu saja Yuji sangat mencium gelagat ini. Karena selama ini Yuji sudah terbiasa dengan berbelanja dan bahkan Yuji sangat mahir dalam melakukan negosiasi di pasar hanya untuk mendapatkan barang-barang yang akan dibelinya saat itu.


"Hhm. Ya sudah jika tidak mau. Sebaiknya aku menyimpan kembali semua uang-uang ini. Dan lebih baik aku mencari kedua plakat tengkorak sisanya sendiri." ucap Yuji berniat untuk menyimpan kembali uangnya.


Namun belum sempat Yuji melakukannya, hantu Yuki onna itu segera merebut uang itu dari Yuji.


"Baiklah-baiklah. Aku setuju! Aku memberikannya padamu secara alami. Dan membuat soolah-olah kamulah yang menemukan kedua plakat tengkorak itu." ucap hantu bangsawan itu lalu mulai menyimpan uang pemberian dari Yuji.


"Okay!" sahut Yuji tersenyum puas dan segera melenggang untuk segera kembali bersama keempat temannya.


"Yuji. Mengapa lama sekali kamu mengambil barang itu? Apakah barang itu berguna untuk kita?" tanya Jin saat Yuji baru saja datang kembali.


"Hhm. Aku sudah mendapatkan plakat pertama tengkorak kita! Selanjutnya hanya mencari kedua plakat lainnya." jawab Yuji dengan santai.


Dan semenjak kedatangan Yuji berkumpul bersama dengan mereka, para hantu yang sebelumnya mengepung mereka, tiba-tiba saja mulai menjauh begitu saja.


Dan hal ini sama sekali tidak membuat mereka curiga, melainkan mereka malah merasa bersyukur karena para hantu itu tak mengganggu mereka lagi.


"Tapi tempat ini terlalu luas dan besar. Bahkan ada dua lantai. Pasti akan sangat sulit untuk menemukan kedua plakat susanya deh." gerutu Megu yang masih saja memeluk lengan.Ai di sepanjang perjalanan.


"Kita tidak perlu naik ke lantai 2. Ehh ... maksudku adalah sebaiknya kita mencari plakat tengkorak itu di lantai 1 dulu. Mana tau semua plakat tengkorak disembunyikam di lantai 1 bukan." ucap Yuji segera berkilah, hampir saja dia kecelosan.


"Baiklah." sahut mereka serempak


KLUNTING ...


Suatu benda kecil berwarna hitam mengkilap, tiba-tiba saja terjatuh di hadapan mereka semua. Namun sempat terlihat kembali sosok hantu Yuki onna itu berkelebat di hadapan mereka.


Beberapa dari mereka tersentak kaget dan saling bergandengan kembali. Bahkan Misa juga segera menarik sisi belakang pakaian Yuji lalu bersembunyi di belankang tubuh Yuji.


Yuji tersenyum miring dan mulai jongkok untuk memungut benda tersebut. Benda itu adalah plakat tengkorak kedua. Sebemarnya ini cukup membuat heran semua orang, namun mereka malah menganggap jika ini adalah sebuah keberuntungan.


Jika biasanya orang-orang yang datang berkunjung ke rumah hantu ini akan selalu berusaha untuk mencari dan menemukan ketiga plakat tengkorak itu. Namun kali ini tidak berlaku untuk tim Yuji. Bahan plakat-plakat tengkorak itu malah datang dengan sendirinya.


"Wah, tidak sengaja malah menemukan plakat tengkorak kedua. Ini adalah sebuah keberuntungan untuk kita" ucap Misa dengan takjub dan terlihat bahagia.


"Ya, keberuntungan karena kamu ikut bersama denganku hari ini, Sayang." sahut Yuji dengan sengaja.


Dia bahkan juga mengedipkan salah satu matanya menggoda Misa, lalu segera berjalan bersama Misa lebih dulu. Ai yang melihat semua ini seketika memasang wajah masam. Namun mau tak mau dia juga segera menyusul Yuji dan Misa untuk melanjutkan perjalanan, dan segera disusul juga oleh Megu.


"Ohh!! Hei!! Tunggu aku!!" Jin yang baru saja membenarkan perekat sepatunya juga segera menyusul mereka.


Tak lama setelah memasuki ruangan berikutnya, hal yang sama dengam yang terjadi sebelumnya terjadi kembali. Plakat tengkorak ketiga tiba-tiba saja muncul secara misterius di sekitar Yuji setelah beberapa kali hantu Yuki onna berkelebat di sekitar mereka.


Hingga akhirnya setelah menghabiskan waktu sekitar 20 menit, mereka berlima berhasil keluar dari rumah hantu itu. Dan di dalam sejarah sejak rumah hantu ini digelar, mereka telah memecahkan rekor memecahkan misi tercepat.


Masing-masing dari mereka mendapatkan beberapa hadiah souvenir dari rumah hantu ini, karena telah menyelesaikan misi di dalam rumah hantu. Seperti sebuah gantungan lucu dengan berbagai karakter hantu-hantu, sebuah mini boneka dengan berbagai karakter hantu random, dan beberapa hadiah lainnya lagi.


[ Mission completed. Selamat, Tuan. ]


Tiba-tiba saja suara Zero mulai terdengar disaat mereka masih memilih beberapa bobeka karakter hantu sebagai hadiah.


Hehe ... syukurlah Zero tak mempermasalahkan caraku saat menjalankan misi kali ini.


Batin Yuji cengar-cengir sambil menimang sebuah boneka mini. Dan dia memilih boneka Yuki onna untuk hadiahnya.


[ Aku tak akan pernah mempermasalahkan cara tuan saat menyelesaikan misi. Asalkan misi bisa diselesaikan, maka itu akan tetap dianggap berhasil, Tuan. ]


Jawab Zero menyauti ucapan Yuji.


Tak menjawabnya lagi,Yuji masih saja memasang senyum kepuasan saat menimang-nimang boneka hantu Yuki onna lucu itu. Yeap, boneka-boneka mini itu bahkan tak terlihat menyeramkan. Melainkan sangat lucu dan chibi.


"Yuji, kamu memilih boneka apa?" tiba-tiba saja Misa menggampiri Yuji sambil membawa sebuah boneka mini hantu pilihannya.


"Yuki Onna. Bagaimana denganmu, Misa?" jawab Yuji balik bertanya dengan ramah.


Misa mengangkat tangan kanannya dan memperlihatkan sebuah boneka pilihannya dengan senyum manis, "Sadako ..."