
"Aku tidak memesan barang apapun. Apa yang mereka bawa kemari?" gumam Yuji menggaruk pelipisnya dengan jari telunjuknya dengan kening berkerut.
Namun setelah supir dan seorang temannya turun dari mobil box tersebut, Yuji baru menyadari sesuatu jika mereka adalah orang yang membatunya membawakan beberapa barang pindahan. Karena barang-barang Yor beberapa hari ini mendadak meningkat drastis menjadi semakin banyak.
"Yuji, mau ditaruh dimana barang-barang ini?" tanya salah satu dari mereka yang sedang membawakan salah satu box berukuran sangat besar bersama temannya.
Barang-barang itu berukuran besar, namun sebenarnya sangat ringan. Karena semua box itu berisi dengan boneka milik Yor yang dibelikan oleh Yuji beberapa saat yang lalu.
"Antarkan saja di depan kamar Yor di lantai 2." sahut Yuji berbalik kembali masuk ke dalam rumah barunya.
"Semuanya?"
"Yeap, semuanya!"
"Okey!"
Kedua pria itu segera memindahkan beberapa box besar itu ke lantai 2. Sementara Yuji mulai merapikan beberapa barang lainnya di ruang tengah.
...πππ...
Yor cukup terkejut karena kini kamarnya dipenuhi dengan boneka dengan berbagai jenis dan ukuran. Rupanya Yuji telah merapikannya dan menyusunnya di kamar Yor ketika Yor masih sibuk melihat-lihat seisi rumah.
"Kak, ini semua gara-gara kakak! Kini kamarku malah terlihat sebuah toko boneka saja!" Yor mengerucutkan bibirnya beberapa senti ke depan sambil menggendong sebuah boneka panda kecil.
Yuji tersenyum tipis mendengarnya dan berkata dengan santai, "Anggap saja sebagai teman. Oya berikan saja untuk teman-temanmu jika kamu berpikir ini terlalu banyak."
"Apa tidak apa-apa, Kak?"
"Tentu saja tidak masalah, Yor! Tidak ada salahnya kita berbagi dengan orang lain. Oya kakak akan memasak sesuatu. Rasanya sedikit aneh jika datang berkunjung dengan tangan kosong." gumamnya berniat untuk meninggalkan kamar Yor.
"Maksudnya? Kakak mau pergi berkunjung kemana?"
"Tetangga sebelah mengundang kita untuk makan malam. Jadi kakak akan memasak seauatu dulu."
"Aku akan membantu kakak!" seru Yor bersemangat.
Bukannya mengiyakan, namun Yuji malah mengetuk pelan kening Yor dengan senyuman hangatnya.
"Kamu istirahat saja atau rapikan kamarmu yang masih berantakan ini! Kakak akan melakukannya sendiri." ucap Yuji segera berbalik dan meninggalkan Yor di kamarnya.
"Hufftt ..."
Yor hanya terdiam sambil mengerucutkan bibirnya menatap kepergian sang kakak. Lalu dia memutuskan untuk kembali merapikan beberapa pakaian dan buku-buku sekolahnya.
...πππ...
"Padahal hanya memenuhi undangan makan malam di rumah tetangga baru. Tapi mengapa kakak terlihat begitu rapi seperti ini?"
Yor berkata setengah berbisik melirik kakaknya, yang saat ini mereka berdua masih di depan pintu untuk menunggu sang tuan rumah membukakan pintu untuknya.
Yuji berdehem sekali dan melihat sekilas penampilannya kembali.
Benar juga. Padahal hanya makan malam biasa. Mengapa aku malah mengenakan pakaian rapi seperti ini. Bahkan aku juga sangat harum melebihi biasanya.
Batin Yuji sesekali juga mengendus aroma tubuhnya yang sudah wangi dan segar.
"Ehemm ..." Yuji berdehem sekali. "Untuk pertemuan pertama dengan tetangga baru, tidak ada salahnya bukan jika kita memberikan kesan yang baik. Lagipula setahu kakak seluruh penghuni di kawasan Danenchofu ini sangat berkelas. Kita tidak boleh sembarangan bertamu dan jangan mengecewakan mereka. Setidaknya berpenampilan rapi dan bersih adalah yang terbaik untuk saat ini." imbuh Yuji mencari alasan yang tepat.
Karena sebenarnya dia sendiri juga tidak tau, mengapa dia sampai mengenakan pakaian serapi ini. Malam ini Yuji mengenakan sebuah kemeja super rapi berwarna putih kombinasi biru navy dan dia padankan dengan celana jeans warna terang.
Dan tentu saja semua itu dia dapatkan dari kerja keras setiap harinya. Berolah raga dan menjalankan misi. Bahkan kemampuan otaknya juga sudah semakin meningkat.
"Hhhm. Kakak benar sekali!" Yor mengangguk dengan senyum tipisnya menyetujui kakaknya.
CEKLEKK ...
Seseorang mulai membuka pintu rumah tersebut, terlihat seorang gadis berwajah cantik nan manis dengan rambut hitamnya yang panjang dan lurus sudah berada di balik pintu memasang senyuman ramah.
"Hai! Yuji, kamu sudah datang?" ucapnya bersemangat, namun dia terlihat kebingungan saat melihat Yor. "Ehh??"
"Dia adalah adikku. Namanya adalah Yor." ucapan Yuji seakan menjawab kebingungan Shiina saat ini.
Dalam satu detik saja, Shiina kembali tersenyum dan mengulurkan tangannya untuk Yor, "Aku Shiina!!"
"Halo, Kak Shiina. Aku Yor. Senang bertemu dengan kakak." ucap Yor dengan manis.
"Manisnya ..." gumam Shiina gemas melihat Yor. "Oh iya. Dimana tante dan bibi? Apa kalian tidak mengajak mama dan papa kalian juga?" imbuh Shiina celingukan mencari slsosok lain di belakang Yuji.
"Kami hanya tinggal berdua. Kedua orang tua kami sudah tiada." jawab Yuji seadanya, dan seketika raut wajahnya berubah sedikit murung.
"Ohhh ... maaf, Yuji, Yor ... aku sama sekali tidak tau jika kedua orang tua kalian ..."
"Tidak masalah kok. Tidak apa-apa." sahut Yuji menyela dan berusaha untuk tersenyum kembali.
"Oh ... baiklah. Uhm ... ayo masuk! Mama dan kakak sudah menunggu di dalam!" ucap Shiina berbalik dan segera memimpin masuk.
Bukannya segera masuk, namun Yor malah menyikut Yuji dan meliriknya. Membuat Yuji beralih menatapnya dengan sepasang alis yang berkerut.
"Hhhmm ..." Yor tersenyum penuh misteri menatap Yuji, membuat Yuji semakin kebingungan.
"Ada apa, Yor?"
"Pantas saja kakak berdandan serapi dan seharum ini. Ternyata putri tetangga kita sangat cantik dan manis. Apa kakak menyukainya?" ucap Yor setengah berbisik dan masih saja tak bisa menahan senyuman menggoda kakaknya.
"Hah?? Apa?? Jangan bicara omong kosong, Yor! Itu tidak benar!" sahut Yuji terkejut bukan main.
"Benar juga tidak masalah kok. Sepertinya kak Shiina sangat baik dan manis. Aku sangat setuju jika kakak dengan kak Shiina." gumam Yor tersenyum dengan angannya.
"Yy-Yyoorr ..." Yuji tak tau harus berkata apa, namun dia hanya bisa membulatkan sepasang matanya menatap adik kesayangannya yang sudah mulai menyusul Shiina memasuki rumahnya.
Yuji mengusap tengkuknya dan menggigit bibir bawahnya melihat tingkah adiknya.
"Yuji!! Ayo masuk! Mama dan kakak sudah menunggu di dalam!" teriakan dari Shiina dan lambaian tangannya dari dalam, membuat angan Yuji buyar kembali.
"Eh ... i-iya ..." sahutnya segera menyusul Shiina dan Yor masuk.
Bersambung ...
...πππ...
Bonus visual Shiina dan sedikit tentangnya. Shiina adalah putri bungsu di keluarga besarnya. Memiliki seorang kakak laki-laki yang sudah memasuki dunia bisnis mengikuti jejak sang papa.
Shiina sangat disayang di keluarga besarnya. Dia selalu dimanjakan. Dan saat ini dia baru duduk di bangku SMU kelas 2 jurusan model. Namun dia harus menerima sebuah perjodohan di usia belia karena untuk memperkuat bisnis antara kedua orang tua Shiina bersama kedua orang tua Shuzo.
Selain itu, hubungan antara kedua orang tua mereka juga sangat baik dan merupakan sahabat dekat sejak papa mereka remaja. Sangat berbeda dengan hubungan Shuzo dan Shiina. Mereka jarang sekali akur. Bahkan usia mereka terpaut cukup jauh, yaitu 11 tahun.