Becomes A Billionare With Card System

Becomes A Billionare With Card System
Misi Membantu Menyelesaikan Masalah Shiina



Semua tamu undangan terkesima dengan penampilan Bang-Bang yang diundang secara pribadi di kediaman Yuji di Danenchofu. Bahkan mereka semua sangat tidak menyangka jika Bang-Bang akan menjadi salah satu pengisi acara malam ini dalam pesta ulang tahun Yor.


Bahkan teman-teman dekat Yor sangat tidak menyangka akan memiliki sebuah kesempatan untuk bertemu secara langsung dengan boyband yang cukup melejit dan bersinar itu.


"Bagaimana mungkin kakakmu bisa mengundang mereka malam ini untuk mengisi pesta ulang tahunmu, Yor? Mengapa kamu tidak memberitahukannya kepada kami sebelumnya? Wooaaa ..." tanya salah satu teman Yor masih sangat antusias saat menyaksikan penampilan dari Bang-Bang yang sedang membawakan sebuah lagu bertemakan ulang tahun untuk Yor.


Bahkan gadis remaja itu juga sesekali berjingkrak karena merasa beruntung bisa melihat idolanya sedekat ini dan secara langsung!


"Aku ingin sekali berfoto dengan mereka setelah ini! Aku juga harus mendapatkan tanda tangannya!" tandas salah satu teman Yor lainnya bersemangat.


"Hhm. Kalian tenang saja. Hari ini Bang-Bang akan berada di sini hingga acara selesai. Dan hari ini Bang-Bang juga akan berpesta bersama dengan kita!" sahut Yuji yang berada tak jauh dari Yor dan teman-temannya.


"Wah!! Bebarkah itu? Asyikkkkk!!" seru keemoat gadis remaja itu berjingkrak senang, termasuk Yor.


Yuji hanya tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya. Namun disaat dia melihat ke sisi lainnya, rupanya Shiina juga melakukan hal yang sama seperti para gadis itu.


Hanya saja Shiina hanya terdiam dengan sepasang jemari yang saling bertaut satu sama lain. Sementara pandangannya menatap lurus ke arah keempat pemuda keren dan tampan yang sedang memperlihatkan performance-nya. Pandangannya begitu penuh binar dan kebahagiaan.


"Ternyata kamu juga begitu mengidolakan mereka ya?" gumam Yuji masih melirik Shiina dengan salah satu alis yang terangkat


"Tidak ada gadis yang tidak mengidolakan mereka, Yuji. Mereka berempat adalah pangerannya setiap gadis. Termasuk aku. Hehe ..." sahut Shiina tanpa sedikitpun mengalihkan pandangannya dari Bang-Bang.


"Awas, hati-hati. Nanti om galak itu cemburu loh. Cemburunya sangat merepotkan orang ..." ucap Yuji menggoda Shiina, namun dia tak sengaja mengatakan Shuzo dengan sebutan om galak.


"Uhm ... maksudku adalah Shuzo." imbuh Yuji dengan cepat dan terkekeh kaku.


"Jangan khawatir. Aku juga tidak menyukainya kok. Aku tak akan memberitahukan padanya jika kamu memberikan julukan seperti itu untuknya. Hihihi ..." ucap Shiina berbisik sambil menoleh ke arah Yuji.


"Wah wah! Kalau tidak menyukainya kenapa kamu mau bertunangan dengan om-om galak itu, Shiina? Usia kalian bahkan bertaut cukup jauh bukan?" tanya Yuji penasaran dan mulai menyilangkan kedua tangannya di depan dada bidangnya.


"Jika kamu bertanya, maka satu-satunya alasan adalah karena perjodohan kedua orang tua kami. Dan tentu saja semua itu adalah untuk memajukan dan mengembangkan bisnis antar kedua keluarga kita." jawab Shiina seadanya.


"Padahal aku sama sekali belum ingin memikirkan semua itu. Semua itu masih sangat terlalu jauh untukku. Aku bahkan belum lulus SMU. Aku bahkan juga masih ingin belajar di salah satu universitas di Tokyo dan mengejar mimpiku. Huft .. " ujar Shiina mendengus kesal jika kembali mengingat perjodohan itu.


Tiba-tiba saja pandangan Shiina tertuju pada suatu arah dan matanya membulat sempurna. Namun belum sempat Yuji melihat hal apa itu yang membuat Shiina terkejut, Shiina malah menarik tangan Yuji dan menggiringnya untuk meninggalkan aula utama kediaman rumah Yuji.


Mereka terus berlari dan akhirnya telah sampai di taman samping rumah Yuji yang juga berada di dekat kolam renang. Namun saat ini di tempat itu tak ada satupun orang kecuali mereka berdua.


[ Tuan Yuji, misi akan segera dimulai. Misi kali ini adalah membantu menyelesaikan masalah nona Shiina. ]


Tiba-tiba saja mulai terdengar suara Zero sang pemandu sistem. Dan sebenarnya ini cukup membuat Yuji merasa kesal. Hari ini adalah hari bahagia sang adik, namun tiba-tiba saja Zero malah memberikan misi baru untuknya. Namun karena mengingat hadiah-hadiah besar yang pernah Zero berikan padanya, tentunya hal ini membuat Yuji kembali bersemangat.


Huft. Baiklah. Aku akan segera menyelesaikan misi kali ini, Zero.


Batin Yuji menanggapi ucapan Zero.


Shiina masih terlihat celingukan mengamati sekitarnya di balik sebuah pohon maple di taman rumah Yuji.


"Sebenarnya ada apa, Shiina? Siapa yang sedang kamu hindari saat ini?" tanya Yuji penasaran.


"Shuzo. Aku tidak mau bertemu dengan dia! Pasti dia akan memaksaku untuk pulang!" sahut Shiina kesal dan mulai duduk di ayunan bercat putih di taman itu.


"Dia terlalu overprotective. Tapi sebenarnya dia hanya ingin menjagamu saja dan pastinya dia akan selalu mengkhawatirkanmu." sahut Yuji masih berdiri dan bersandar pada dinding menghadap ke arah samping ayunan itu


"Ya! Tapi sikap Shuzo sangat berlebihan dan membuatku selalu terkekang. Dia selalu mengawasiku. Bahkan dia akan selalu marah jika mengetahui aku bersama dengan pemuda lain. Andai saja aku memiliki saudara perempuan. Aku pasti akan akan dengan senang hati mundur dari perjodohan ini dan meminta saudaraku saja yang menggantikanku untuk menikah dengan Shuzo." ucap Shiina menceritakan kehidupannya dengan wajah murung.


"Jika memang seperti itu mengapa kamu tidak mencoba mengatakan isi hatimu kepada papamu saja, Shiina? Mungkin papamu akan memahaminya. Pernikahan hanyalah sekali dalam seumur hidup. Dan pernikahan juga sangatlah sakral dan suci. Hal itu bukanlah sebuah permainan. Menikah dengan seseorang yang kita sukai tentunya akan membuat kita lebih bahagia dan nyaman. Namun kamu malah sangat terkekang seperti ini. Apa kamu yakin bisa bahagia saat menikah dengannya?" tanya Yuji cukup ragu akan hal itu.


"Aku sudah sering sekali mengatakan hal itu kepada papa. Tapi papa sama sekali tidak pernah mendengarkanku. Huft ... andai saja ada yang bisa menyelamatkan aku dari semua ini." ucap Shiina mulai berandai-andai.


Menyelamatkanmu dari semua ini? Apakah ini adalah misiku kali ini? Menghadapi masalah yang sedang dihadapi oleh Shiina? Lalu bagaimana aku harus membantunya menyelesaikan masalah rumit ini? Om-om galak itu sangat temperamen dan tsundere. Tidak mungkin juga bukan aku meminta Shiina merengek untuk membatalkan pertunangan mereka? Tidak mungkin juga aku menggunakan cara nekat untuk mendekati Shiina dan melamarnya agar bisa menyelesaikan misi ini! Aku bahkan masih seorang pelajar. Dan pernikahan untukku juga masih sangatlah jauh. Lalu apa yang harus aku lakukan saat ini untuk menyelesaikan misi kali ini? Ughh ... Zero! Mengapa kamu memberikan misi yang begitu rumit seperti ini? Masalah ini lebih rumit dari aljabar dan kalkulus saja. Huft ...


Batin Yuji berusaha untuk berpikir keras dan memutar otaknya.