Becomes A Billionare With Card System

Becomes A Billionare With Card System
Permainan Di Dalam Ghost Haunted



Yuji mulai memimpin untuk memasuki rumah hantu dengan dekorasi sebuah rumah sakit tua itu. Dan diikuti oleh Misa, Jin, Ai dan Megu. Mereka berderat, karena setelah memasuki pintu utama, mereka langsung dihadapkan pada sebuah koridor sempit yang hanya bisa dilalui oleh satu orang saja.


Mereka berlima mulai mejelajahi tempat itu. Rumah hantu ini benar-benar menyuguhi pengalaman yang seakan benar-benar nyata. Desainer dari Ghost House ini cukup matang saat merancang berbagai jebakan dan perangkap dan pintu yang harus pengunjung temukan sendiri untuk mengetahui kejutan menyeramkan apa yang selanjutnya akan didapatkan. Dan tentunya tujuannya tidak lain adalah untuk menakut-nakuti mereka semua.


Kini mereka mulai memasuki sebuah ruangan berbentuk persegi dengan luas sekitar 5 meter x 5 meter dengan pencahayaan yang begitu remang-remang berwarna kemerahan. Kabut asap pekat juga menyelimuti hampir seluruh ruangan di dalam rumah hantu ini.


Figur hantu dan efek cahaya di wahana rumah hantu ini dirancang sedemikian rupa hingga menimbulkan suasana yang sangat menyeramkan.


Banyak juga beberapa kru yang akan berperan sebagai hantu dan mayat di dalam rumah hantu ini. Mereka melakukan beberapa gerakan kecil di pojokan untuk membuat pengunjung kaget.


Riasan dan kostum yang mereka pakai juga memiliki standar khusus seperti hantu-hantu yang ada di film-fim. Wahana rumah hantu berbentuk rumah sakit ini cukup menguji adreanalin dan membuat mereka menggigil dan merinding ketakutan.


"Rumah hantu ini benar-benar sangat mirip dengan rumah hantu yang ada di bawah kaki gunung Fuji. Aku sudah pernah masuk kesana. Hanya saja rumah hantu ini sedikit lebih kecil."


Gumam Megu masih mengawasi sekitarnya meskipun dengan rasa takut, bahkan gadis berambut keriting ini, masih saja selalu memeluk lengan Ai dan sedikit mencengkeramnya. Membuat Ai tak leluasa untuk bergerak.


"Benar. Aku juga pernah sekali menghnjunginya bersama sepupuku. Konon katanya, sejarah wahana rumah hantu itu berawal dari kisah rumah sakit yang ada di bawah kaki Gunung Fuji. Rumah sakit itu dahulu sangat besar dan memiliki cukup banyak dokter profesional dan fasilitas hebat. Kemudian aku dengar bahwa kepala rumah sakit dan staf rumah sakitnya mulai mengambil beberapa organ tubuh segar dari para pasien yang datang ke rumah sakit itu untuk operasi. Namun organ segar para pasien itu malah dimasukkan ke dalam bahan kimia dan dijual ke tempat yang sangat jauh. Sementara jasad para pasien itu dimasukkan ke dalam peti kayu besar. Dan arwah korban para pasien itu bergentayangan dan membunuh para dokter itu. Hingga akhirnya seluruh rumah sakit itu ditinggalkan. Begitulah kisah yang aku dengar dari orang-orang. Hiiyyyy ... seram sekali ... aku bahkan mendengarkan kisah itu setelah aku berhasil keluar dari rumah hantu itu. Untung saja saat itu arwah para pasien itu tidak menjeratku. Sungguh menyeramkan sekali!"


Ucap Jin malah berkicau di sepanjang perjalanan mereka.


"Diamlah, Jin. Kau sangat berisik. Dan mungkin saja para arwah dari pasien itu sengaja tidak menjeratmu, karena dia tau kamu sangat berisik dan merepotkan." celutuk Megu kesal sekaligus takut.


"Enak saja! Mana mungkin seperti itu!" sungut Jin kesal.


PRANG ...


Tiba-tiba saja terdengar ada sesuatu benda yang terjatuh dari sudut ruangan. Disana hanya ada sebuah patung hantu Yuki Onna yang wajahnya tertutup rambut hitam panjangnya. Yuki Onna adalah hantu yang cukup unik. Ia memiliki wujud yang rupawan dengan rambut hitam yang terurai panjang.


Bisa dikatakan dia adalah siluman perempuan salju ini akan membunuh pemuda yang tertarik pada dirinya. Ia akan membuat targetnya beku dan tak berdaya.


Tak ada satupun mereka yang berniat untuk memeriksa benda itu. Megu masih saja berpegangan erat pada Ai, Misa masih tetap bersembunyi di balik tubuh Yuji. Begitu juga dengan Jin yang tetap berada di tempatnya dengan ekspresi ketakutan.


Hingga pada akhirnya, Yuji memberanikan diri untuk memeriksanya. Dia melenggang dengan hati-hati mendekati patung hantu Yuki Onna itu yang sesekali tubuh dan rambutnya bergerak pelan karena settingan dari pergerakan otomatis boneka hantu itu.


Disaat Yuji sudah berada di hadapan patung hantu Onna itu pandangannya menatap waspada ke arah patung hantu itu. Dia juga kesulitan untuk menelan salivanya sendiri. Ini cukup menakutkan dan menyeramkan! Meskipun sebenarnya hanyalah sebuah permainan saja.


Perlahan pandangan Yuji mulai menuruni menatap tubuh dari boneka Yuki onna yang mengenakan jubah lapis putih itu dan pada akhirnya dia mulai melihat sesuatu di lantai, tepatnya di dekat kaki patung hantu onna itu.


Sebuah plakat kecil berbentuk tengkorak berwarna kehitaman mulai ditemukan oleh Yuji. Tertulis angka 1 pada bagian plakat itu. Sedangkan mereka harus menemukan 3 plakat serupa untuk berhasil keluar dari tempat ini.


Yuji menunduk dan segera memungut plakat yang merupakan sebuah petunjuk dan kunci untuk menemukam jalan keluar dari tempat ini.


Senyuman merekah mulai menghiasi wajah tampan Yuji yang kini sudah menjadi sedikit pucat ketika dia mendapatkan plakat pertamanya di rumah hantu ini. Dia segera berdiri kembali dan berbalik, dia berniat untuk bergabung kembali bersama teman-temannya.


Namun tiba-tiba saja ada sebuah tangan lentik, pucat dan dingin mulai menepuk bahu kanannya dan menahannya. Seketika nafas Yuji tercekat dam sepasang matanya membulat ketika pandangannya menangkap tangan itu.


Begitu juga dengan keempat teman-temannya yang tentu saja sudah kini melihat sosok yang berada di belakang Yuji mulai bergerak lebih agresif dari sebelumnya.


Kini hantu Yuki Onna itu kini mulai bergerak. Dan ternyata dia bukanlah sebuah patung. Melainkan dia adalah salah satu kru yang sedang menyamar menjadi hantu Yuki Onna.


Perlahan wajahnya yang masih tertutup oleh rambut hitam panjang itu mulai terlihat oleh Yuji. Membuat nafasnya semakin tercekat.


"Kem-ba-likan pla-kat it-tu ... itu mil-likku." ucap hantu Yuki Onna itu dengan suara lirih dan pelan seperti gaya berbicara hantu-hantu yang ada di kebanyakan film horor.


"Ti-tidak mau! Plakat ini sudah aku temukan! Jadi ini adalah milikku!" tandas Yuji tegas namun sedikit terbata dan malah semakin kuat menggenggam plakat kecil itu karena takut hantu itu akan merebutnya darinya.


Meskipun hanya sebuah riasan, namun penampilan para hantu itu benar-benar sungguh menakutkan. Dan seperti nyata. Ditambah lagi suasana tempat ini begitu remang dan dipenuhi kabut asap, musik pengiring bertemakan horor yang tentunya sukses menambah suasana menjadi kelam, serta beberapa bau dupa dan sesajen yang tercium oleh mereka.