Becomes A Billionare With Card System

Becomes A Billionare With Card System
Hukuman



Dengan santainya Yuji mejalani hari-harinya sebagai seorang pelajar SMU hari ini tanpa ada rasa beban sama sekali. Bahkan dia masih saja melupakan sesuatu yang cukup penting hari ini.


Dia begitu menikmatinya dari jam pelajaran pertama hingga perjalanan ketiga. Namun disaat pergantian mata pelajaran di jam keempat yang terjadi setelah jam istirahat pertama, tiba-tiba sebuah kejadian tak mengenakkan terjadi padanya.


Disaat semua teman-temannya mengeluarkan PR mengarang Bahasa Inggris mereka masing-masing, Yuji hanya bisa menggigit bibir bawahnya dan celingukan menatap sekelilingnya. Dia baru saja menyadari sesuatu, jika dia belum mengerjakan PR Bahasa Inggrisnya.


Celaka!! Aku sama sekali belum mengerjakan PR mengarang Bahasa Inggrisku! Bu guru Imada pasti akan sangat murka padaku. Dan dia pasti akan menghukumku. Huft!! Padahal kemarin malam aku sudah berniat untuk mengerjakan semua PR-PR itu. Ughhh!!


Batin Yuji mengusap wajahnya dengan kasar, lalu menunduk dan memijit keningnya.


"Sstt ... Yuji! Apa kamu belum mengerjakan PR mengarang bahasa Inggris?" Jin yang duduk tepat di bangku sebelahnya berbisik padanya.


Yuji hanya meliriknya dan mengangguk samar dengan wajah yang sudah sangat lesu.


"Yuji! Dimana PR mengarangmu?" ucap guru wanita itu sambil membenarkan letak kacamatanya dan menatap Yuji penuh dengan selidik.


Yuji kebingungan untuk menjawabnya, karena dia sama sekali belum mengerjakan PR mengarangnya.


"Ibu sudah memperhatikan kamu sejak dari tadi. Dan dari bahasa tubuhmu sudah sangat terlihat, jika kamu memang tidak mengerjakan PR itu bukan?!" ucap guru yang sebenarnya masih cukup muda. Usianya adalah 30 tahun.


Mendengar sang guru berkata seperti itu, Yuji meringis dan mengusap tengkuknya.


"Baiklah. Ibu akan memberikan sebuah kesempatan untukmu. Maju dan ceritakan tentang hobi ataupun tentang dirimu atau pengalamanmu dengan Bahasa Inggris. Jika kamu bisa melakukannya, maka ibu tidak akan menghukummu!" ucap guru wanita itu masih memicingkan mata menatap Yuji.


"Ehh??"


Yuji tertegun selama beberapa saat, namun sepersekian detik berikutnya dia mulai tersenyum tipis.


"Baik, Bu guru." ucapnya lalu bangkit dari tempat duduknya dan segera maju ke depan kelas.


"Hei, Yuji! Berhati-hatilah. Bu guru Imada akan memberikan hukuman yang semakin berat jika kamu mengecewakannya! Duuhhh ... perasaanku jadi tidak enak. Kamu kan bodoh dalam Bahasa Inggris. Bersabarlah, Sahabatku ... hiks ..."


Bisik Jin sembari memandangi punggung Yuji yang sudah semakin menjauh darinya dengan ekspresi memelas mengasihani Yuji.


Hehe ... tenang saja dan jangan khawatir, Jin! Kali ini kamu akan melihat si genius Yuji yang pandai berbahasa Inggris akan beraksi di depan kalian semua orang. Karena kini aku memiliki keahlian berbicara dan fasih dalam bahasa Inggris. Hehe ...


Batin Yuji penuh dengan percaya diri.


Dia berdehem sekali ketika sudah berdiri di depan kelas dan menghadap semua teman-temannya. Dengan wajah penuh percaya diri dia segera melakukan apa yang telah diperintahkan oleh guru tersebut.


Yuji terus berbicau ria dengan Bahasa Inggris. Karena terlalu menikmati dengan cerita Yuji dan keahlian berbahasa Inggris Yuji, pada akhirnya bu guru Imada tak berusaha untuk menghentikan Yuji. Bahkan mulai terdengar sebuah tanda bel berbunyi menandakan bahwa jam keempat berakhir, barulah Yuji menyudahi semua itu.


"Well, thanks for your full attention. See you ..." Yuji menyudahinya dan sedikit membungkukkan badannya.


Seisi kelas terdiam membeku menyaksikan semua itu. Mereka sungguh merasa keheranan, bagaimana bisa Yuji begitu mahir dan sangat menguasai bahasa Inggris? Padahal biasanya pronounciation pemuda itu sangat kacau dan berantakan.


Dari ke-16 tense saja, biasanya Yuji hanya bisa menguasai 3 tense yang sangat simple saja, yaitu simple present tense, simple past tense dan simple future tense. Namun hari ini, dia menggunakan lebih dari 3 tense. Wow!! Tentu saja semua teman-temannya merasa begitu takjub.


"Bagus sekali! Tidak ibu guru sangka, baru saja tak melihatmu dalam satu pekan, namun kemampuan berbahasa Inggrismu sungguh sangat luar biasa!" ucap bu guru Imada dengan wajah berbinar menatap Yuji, seakan posisi murid kesayangannya sebelumnya sudah tergeser begitu saja untuk Yuji.


"Persiapkan dirimu dengan baik. Ibu akan merekomendasikan kamu kepada kepala sekolah untuk mengikuti lomba Bahasa Inggris untuk tahun ini." imbuh bu guru Imada mengemasi barang-barangnya dan segera memberikan salam perpisahan untuk semua murid sebelum dia meninggalkan kelas itu.


Apa? Lomba Bahasa Inggris? Celaka!!


Batin Yuji sangat syok lalu segera kembali ke tempat duduknya.


"Kamu keren sekali, Yuji! Selama ini kamu bahkan sangat payah dalam mata pelajaran ini. Namun hari ini kamu memberikan sebuah kejutan yang sangat luar biasa. Bahkan langsung membuat bu guru Imada langsung memutuskan dan menunjukmu untuk perwakilan sekolah kita mengikuti lomba Bahasa Inggris!" cibir seorang pemuda genius dengan nada tidak senang.


Dia adalah Heiji, murid genius yang biasanya selalu menjadi perwakilan sekolah dalam setiap lomba. Dan biasanya dia akan berpartisipasi bersama Ara.


"Hei! Tenanglah, Kawan! Aku tidak memimpikan semua itu. Haha ... biar bagaimanapun aku tak akan mengikuti lomba itu meskipun kepala sekolah sendiri yang memintanya kepadaku. Haha ..."


Ucap Yuji dengan kekehannya dan penuh keyakinan untuk tidak akan pernah mengikuti lomba itu. Namun tiba-tiba saja tawanya mulai terdengar aneh dan bahkan mulai mereda ketika Yuji mendengarkan suara Zero sang pemandu sistem.


[ Misi jangka menengah akan dimulai, Tuan. Tuan harus menjadi perwakilan sekolah SMU Keio untuk lomba Bahasa Inggris tahun ini. Semangat, Tuan! ]


Appaaaaa?!! Zero!! Kamu sungguh sangat keterlaluan! Kamu membuatku terlihat seperti seorang pecundang dan banci yang tidak akan bisa menepati ucapannya. Heiji pasti akan semakin tidak menyukaiku karena sudah merebut apa yang seharusnya menjadi miliknya. Karena tempat ini biasanya selalu menjadi miliknya. Ugghh ...


Batin Yuji merasa sangat kesal sendiri.


Pelajaran demi pelajaran terus berlangsung dan silih berganti. Namun sepertinya Yuji tak akan selalu beruntung. Karena dia juga melupakan beberapa PR lainnya. Salah satunya adalah PR Kemasyarakatan. Dan kali ini dia sungguh sial karena harus mendapatkan sebuah hukuman dari sang guru.


"Yuji!! Kamu dihukum! Keluar dari kelas saja dan punguti daun yang berguguran di halaman sekolah! Kamu tidak diperbolehkan kembali sebelum halaman benar-benar bersih dari daun yang jatuh berguguran!"


Seorang guru Kemasyarakatan dengan wajah super killer dan kumis hitam super tebalnya, menandaskan dengan sangat tegas dan sepasang matanya menatap tajam Yuji.


"Baik, Pak guru." dengan wajah lesunya Yuji segera meninggalkan kelasnya untuk menjalankan hukuman itu.