Becomes A Billionare With Card System

Becomes A Billionare With Card System
Pertemuan Kedua



Ritme teratur nan anggun dari sepasang sepatu hak tinggi terdengar semakin mendekat. Beberapa orang mulai beralih menatap sang gadis pemilik suara yang sempat meragukan keaslian dari tas pemberian Yuji.


Lalu mereka juga mulai beralih menatap Yuji dan tas berwarna putih dan sedikit mengkilap itu. Mereka berusaha untuk menelisik tas tersebut dan mencari tau, apakah tas tersebut asli atau hanyalah sebuah tas palsu.


Beberapa detik berlalu, namun mereka masih tak bisa menyimpulkannya.


"Ara! Kamu tau sendiri bukan orang seperti apa Yuji itu? Dia tidak akan mampu untuk membeli barang-barang mewah seperti ini? Dia itu miskin dan hanya kerja serabutan untuk menghidupi kebutuhannya selama ini. Bahkan dia tak bisa untuk membayar uang SPP nya. Lalu mana mungkin dia bisa mendapatkan tas mewah ini?!itu sudah sangat jelas bukan? Jika tas itu pasti palsu!!" tandas gadis yang tak lain adalah Ai.


"Ai benar! Jika kamu saja tak bisa mendapatkan tas keluaran terbaru ini, lalu mana mungkin pecundang satu ini bisa mendapatkannya?!" sela Shoto yang sudah menyusul Ai dengan penampilan super gagah dan necisnya.


"Aku yakin sekali, jika tas ini adalah palsu! Dia telah menipu kita semua yang berada disini! Dasar tak tau malu! Hanya karena sebuah obsesi untuk menjadi kaya, dia malah menipu kita semua. Memang dasar sampah!! Ckk ..." cibir Shoto lagi dengan tatapan meremehkan menatap Yuji.


"Hei, Shoto! Ai ..." namun belum sempat Yuji menjawabnya dengan sempurna, tiba-tiba seorang wanita cantik berpenampilan formal dan rapi menghampiri mereka dengan langkah anggunnya.


"Siapa yang berani mengatakan jika barang itu adalah palsu?!!" ucapnya dengan manis, namun terdengar menusuk dan dingin, hingga membuat semua orang terdiam saja.


Sepertinya aku pernah bertemu dengan nona ini. Tapi ... dimana ya?


Batin Yuji masih berusaha untuk mengingat-ingat dimana dia pernah bertemu dengan wanita cantik itu.


"Me-mereka yang yang mengatakannya ..." Ara menyauti dan menuding ke arah Shoto dan Ai.


Wanita dengan cantik dengan balutan sweater dan rok span putih itu beralih menatap Shoto dan Ai dengan sepasang mata yang memicing. Sedangkan yang ditatap terdiam dan membeku.


"Kalian mengatakan jika barang itu palsu. Apakah kalian bisa membuktikannya?" tanya wanita cantik itu dengan wajah ayunya yang tegas.


"Tentu saja! Aku sangat mengenal Yuji! Dia tak akan mampu untuk membeli tas itu! Apalagi jika hanya sekedar untuk sebuah hadiah. Pasti dia akan berpikir 1000 kali untuk membeli yang asli! Karena dia masih memiliki kebutuhan lain yang jauh lebih mendesak!" ucap Shoto.


"Shoto benar! Bahkan slingbag ini harganya sangat tinggi karena sangat limited edition dan tidak akan mudah didapatkan oleh sembarang orang. Aku saja sampai kehabisan untuk membelinya." tambah Ai.


Wanita cantik berpakaian formal kira-kira berusia 19 tahun itu tersenyum miring menatap mereka. Nafas kasarnya dihembuskannya di udara dan dia meraih slingbag berwarna putih itu lalu menimangnya.


"Walaupun barang asli dan palsu sama-sama terbuat dari kanvas, parasut, atau kain. Namun tas asli memiliki struktur yang sangat kokoh. Pola jahitan serta tulang rangka tas asli akan dijahit dengan pola double stitch dengan benang dua rangkap dan dijahit sebanyak dua kali. Sangat berbeda dengan versi palsunya."


Ucap wanita cantik yang belum diketahui namanya hingga sampai saat ini, sambil memperlihatkan bagian yang sedang dia jelaskan.


"Pada tas bermerek Angel yang asli, memiliki protective metal base pada bagian dasar tas ini, yang fungsinya untuk mencegah tas agar tidak mudah tergores. Untuk beberapa tipe dari brand Angel juga memiliki standar tertentu yang biasanya di emboss dengan logo dari merek Angel ini." kali ini wanita itu memperlihatkan bagian dasar dari slingbag berwarna putih itu dengan senyuman misterius.


"Nomor seri yang biasanya terdiri dari huruf dan angka dari brand Angel juga tersembunyi di bagian dalam tas dan memiliki artinya. Bahkan untuk brand Angel juga memiliki nomor seri yang berbeda di setiap musim seri tersebut dikeluarkan. A M 0030 merupakan tas yang dibuat pada bulan Mei tahun ini. Dan ini adalah asli." imbuh wanita cantik itu memlerlihatkan nomor seri tersebut di hadapan semua orang.


"Slingbag Angel juga selalu menggunakan pelapis tas bagian dalam dengan motif logo sayap keemasan beserta dengan nama mereknya. Bentuk logo yang asli dan palsu akan sangat berbeda, karena untuk barang palsunya warna sayap akan terlihat keemasan lebih terang. Jadi tas ini adalah benar-benar asli!" ucap wanita cantik itu menandaskan dengan senyuman manisnya menatap Ai dan Shoto.


Sangat terlihat dengan jelas mereka sangat merasa kesal, hingga akhirnya Ai meninggalkan tempat itu menuju taman samping. Dan Shoto segera mengikutinya.


Lalu bagaimana dengan Yuji? Setelah beberapa saat, akhirnya dia sudah berhasil mengingat wanita ini. Wanita ini adalah wanita yang pernah bertemu dengannya saat mereka bersama-sama di dalam sebuah elevator saat di rumah sakit.


Dengan wajah berbinar Yuji segera mendekati wanita yang berusia lebih tua darinya itu.


"Nona, terima kasih karena sudah membantuku. Aku sama sekali tidak mengetahui semua itu. Mungkin aku sendiri tidak akan tau cara membedakan mana yang asli dan mana yang palsu. Hehe ..." ucap Yuji meringis dan mengusap tengkuknya.


"Hhm. Sama-sama ..." sahutnya dengan manis dan mengulurkan tangan kanannya, membuat Yuji melongo selama beberapa saat. "Aku Misa, siapa namamu? Kita pernah bertemu sebelumnya saat di rumah sakit."


Dengan gelagapan Yuji membalas uluran tangan itu, "Aahhh ... iya. Kita pernah bertemu sebelumnya. Aku Yuji, murid SMU Keio jurusan seni kelas 2."


"Apa?! Kamu masih SMU?" celutuk Misa terlihat sangat terkejut dan kembali menatap Yuji dari ujung kaki hingga ujung kepala.


"Eehhh ... i-iya ... apakah wajahku terlihat sangat tua?" celutuk Yuji konyol dan masih meringis.


"Bukan seperti itu. Tapi kamu jauh lebih tinggi dariku. Aku kira kita seumuran." balas Misa dengan senyuman yang sedikit memudar.


"Memang berapa usiamu?" Yuji berbalik bertanya.


Belum sempat Misa menjawabnya, tiba-tiba ponselnya berdering, sehingga dia segera meminta ijin untuk mengangkat panggilan itu dan sedikit menjauh.


Yuji yang menyadari jika Ara dan Jin masih berada di dekatnya, kini segera bergabung kembali dengan mereka.


"Ara, aku minta maaf. Karena sudah mengacaukan pesta ulang tahunmu." ucap Yuji dengan raut menyesal.


"Santai saja, Yuji. Hehe ... lagipula ini bukan salahmu kok." sahut Ara tak mempermasalahkan semua itu.


"Kau keren sekali, Yuji!! Kau bisa memberikan hadiah semewah itu untuk Ara! Apa jangan-jangan kau menyukainya?" tiba-tiba saja Jin menyikut lengan Yuji dan berbisik di dekat telinganya.


"Apaan sih! Tidak seperti itu tau!" balas Yuji juga berbisik.


DING ...


[ Misi akan segera dimulai kembali, Tuan. Temukan seorang gadis untuk menjadi pasangan berdansa malam ini. Seorang gadis yang memiliki sebuah topeng berwarna putih. Tuan harus segera mengajaknya menari bersama sebelum pukul 8 PM. ]


Tiba-tiba saja suara Zero kembali terdengar. Dan tepat pada saat itu sang pembawa acara pesta ulang tahun malam ini mengumunkan acara selanjutnya, yaitu acara berdansa bersama.