
Tiga bulan selama menjadi pasangan kekasih, Ryu bolak balik Jepang-Indonesia hanya untuk menemui sang kekasih selama mereka masih berpacaran. Ryu tidak puas jika hanya berbicara dengan Hana melalui telepon ataupun video call saja.
Dan selama di Indonesia dia juga belajar bahasa Indonesia karena itu permintaan romonya Hana agar mereka bisa mengobrol secara akrab, bukan hanya di translate oleh Hana saja.
"Hana, papa minta kita cepat menikah. Bagaimana denganmu?" tanya Ryu ketika mereka jalan-jalan ke pantai mengenang dulu Ryu menyatakan cinta pada Hana.
"Benarkah? Papa Hiroshi ngga sabar ya, atau kamu yang ngga sabar?" tanya Hana dengan senyumnya yang manis.
"Keduanya sayang, aku ngga sabar menikah denganmu. Erick dengan Eiko bulan depan menikah, aku iri sama mereka." kata Ryu seperti merajuk manja.
"Hahah, kemana ya Ryu yang dingin dan cuek. Kok aku seperti bicara sama anak kecil ya." kata Hana dengan tawa kecilnya.
Ryu menarik pinggang Hana agar lebih menempel padanya. Keduanya saling menatap, Ryu menyelipkan anak rambut yang berkibar di terpa angin laut. Tangannya mengusap pipi Hana, dan Hana mencium tangan Ryu yang berada di pipinya.
"Aku akan jadi kucing manis di matamu, jika berhadapan dengan karyawan dan klien baru aku berubah dingin." ucap Ryu.
Hana tersenyum, di senderkannya kepala Hana di dada Ryu dan menatap laut lepas yang sedang bergemuruh ombaknya.
"Aku siap kita menikah setelah Eiko dan Erick menikah. Apa pun, aku akan bersamamh. Rasanya aku ngga mau berpisah denganmu lagi, begitu jauh jarak Jepang-Indonesia membuatku sepi dan sedih harus berpisah denganmu Ryu." ucap Hana.
Ryu mendekap erat Hana, lalu mencium puncak kepala pacarnya itu.
"Baiklah, besok aku akan ke kota memberitahu papa. Emm, apa keluargamu tahu tentang papa?" tanya Ryu.
"Hanya romo dan ibu aja, selain itu mereka tahunya papa Hiroshi bercerai dengan mama kamu." jawab Hana.
"Baguslah, jika nanti menikah di sini papa hanya sebentar menghadirinya dan lebih dulu. Aku mohon kamu memahaminya ya, karena nanti mama akan curiga kalau papa masih hidup. Aku ngga mau semua usaha kakek jadi terbongkar pada mama, biar mama tahunya papa itu meninggal. Ya karena papa juga tidak mencintai mama."
"Unik ya kisah papa Hiroshi dan ibu Harumi. Jarang ada cerita seperti itu."
"Ya, makanya biarkan papa bahagia dengan cintanya. Seperti kita yang akan selalu saling mencintai satu sama lain. Dan juga Erick yang mencintai Eiko." ucap Ryu.
Keduanya kembali mengeratkan pelukannya, cerita cinta yang unik antara anak, ayah juga seorang adik dan kakak.
_
Hari pernikahan Erick telah tiba, semua bersiap untuk menghadiri pernikahan dan ijab kabul Erick dan Ryu.
Ryu dan Hana sudah datang sejak kemarin ke rumah ibu Tika.
Dalam satu tahun ini Hiroshi akan mendapatkan dua menantu sekaligus. Setelah tiga minggu Erick dan Ve menikah, Ryu dan Hana menikah.
Karena Hiroshi meminta jangan terlalu dekat, nanti mereka berdua bisa datang ke Jepang menghadap kakeknya. Di ketahui dari Ryu bahwa kakeknya Takahiro ingin bertemu dengan Ve.
Jadi secara kebetulan atau pun memang di rencanakam, mereka berempat akan berbulan madu ke Jepang dan juga ke Korea. Jika ke Korea semua hadiah dari kakek mereka nantinya.
Tentu saja akan sangat menyenangkan jika bulan madu bersama dengan pasangan masing-masing.
Dan sekarang, Erick sudah ada di masjid agung. Dia sangat gugup, sesekali dia merapalkan ijab kabul agar tidak lupa mendadak.
"Lo tegang ya?" tanya Ryu yang di samping Erick.
"Ya iyalah, lo juga bakal merasakan apa yang gue rasakan nanti." jawab Erick.
Dia membuang nafas panjang untuk mengusir rasa gugupnya.
Tak berapa lama, penghulu datang dan bersiap untuk membantu Erick mengucapkan ijab kabul. Sedangkan Ve berada di tempat lain dengan Hana. Kini mereka semakin akrab karena sebentar lagi jadi ipar.
"Kak Hana, dandananku bener ngga sih?" tanya Ve pada calon kakak iparnya itu.
"Ih, papa kan laki-laki kak. Kenapa semua orang kok bilangnya aku mirip papa sih,"
"Tapi beneran, kata Ryu juga kamu ada mirip nenek juga."
Ve menarik nafas panjang, memghilangkan rasa gugupnya. Hana mendapatkan foto Erick yang sama gugupnya. Dia menunjukkannya pada Ve, lalu keduanya tersenyum lucu.
"Erick juga gugup sama denganmu, Eiko." kata Hana.
"Jangan panggil Eiko dong kak, Ve aja panggilnya." kata Ve.
"Tapi nama kamu kan Eiko." kilah Hana.
"Ve juga namaku, ibu memberinya karena menyingkat namaku. Dan aku suka nama itu, kalau Eiko biar papa aja sama oniichan." rajuk Ve.
Hana tertawa lucu, memang sangat unik kisah dari papa Hiroshi dan juga ibu Harumi. Tapi itu juga agar tidak di ketahui oleh suruhan kakeknya Takahiro.
Sudah setengah jam Ve menunggu inab kabul itu selesai, dia sangat gugup. Dan tak berapa lama, ibu Tika masuk ke dalam ruangan yang ada Ve dan calon iparnya.
"Ve, ayo keluar. Ijab kabulnya udah selesai, kamu sekarang sudah jadi istri Erick." ucap ibu Tika.
"Waah, selamat Ve. Semoga kalian langgeng dan bahagia terus ya." ucap Hana pada Ve.
"Terima kasih kak, semoga kakak juga bahagia dengan oniichan." ucap Ve membalas pelukan Hana.
Lalu keduanya pun keluar dari ruangan tersebut yang memang sengaja di sembunyikan sebelum ijab kabul terucap.
Hana mengantar Ve ke hadapan Erick, Ve yang kesehariannya itu berpenampilan tomboy kini memakai baju kebaya cantik ala pengantin itu membuat Erick takjub dan terkesima. Begitu pun Ryu, dia memuji adiknya itu, dan tersenyum padanya.
Kini Ve duduk bersama Erick setelah Ve menyalami tangan Erick. Erick sendiri tidak lepas pandangannya dari istrinya yang baru beberapa menit lalu. Dia memegang tangan Ve yang terasa dingin karena gugup.
"Ayo silakan tanda tangan keduanya ya, lepas dulu pegangannya." kata petugas KUA.
Erick dan Ve tersenyum malu di sindir seperti itu. Akhirnya Erick menanda tangani, di susul oleh Ve. Setelah tanda tangan selesai, keduanya beringsut ke kedua orang tua masing-masing secara bergantina untuk meminta restu dan maaf.
Mereka saling memeluk, dan sang ayah juga ibu memeberi wejangan pada kedua pengantin. Ada rasa haru ketika Erick memeluk ibu Fatma, ibu Fatma menangis sambil memebri wejangan juga.
Dan begitu pun Ve, dia memeluk ibunya erat. Rasa haru dan juga bahagia bisa melihat anaknya menikah dengan laki-laki yang di cintainya.
"Kamu sebagai istri harus menurut sama suaminya Ve, ibu dan papa selalu mendoakanmu agar hidup bahagia dengan Erick suamimu. Berbahagialah, jangan khawatirkan ibu. Karena ada papa yang akan selalu bersama ibu." ucap ibu Tika sambil menangis.
Dia teringat ucapan Ve dulu kenapa dia tidak mau pacaran, karena akan menemani ibunya sampai dia melihat ibunya benar-benar bahagia. Dan kini ibu Tika sudah bahagia dengan Hiroshi.
"Iya bu, Semoga ibu juga selalu bahagia ya dengan papa." ucap Ve.
"Tentu sayang, ibu selalu bahagia dengan papa. Dan kamu juga harus bahagia dengan Erick, ibu tunggu kabar kamu hamil." ucap ibu Tika membuat Ve semakin tegang.
Setelah saling bersalaman dan memeluk, kini keduanya di bawa ke hotel. Andra dan Gilang sahabat Ve pun ikut jadi pagar bagus di hotel. Banya teman dan dosen yang hadir sehingga pernikahan Erick dan Ve sangat meriah.
Rencana awal hanya menikahnya saja, tapi ibunya Ve menginginkan sekalian di langsungkan pernikahan. Bukan hanya nikah siri atau resepsinya nanti jika sudah bertindak ceroboh.
_
_
_
😊😊😚😊😊😊😊😊😊😊